17 April 2008

Teknologi TSI VW RAih 2 Penghargaan Mesin Terbaik 2008

Teknologi Turbocharger Supercharger Injection (TSI) yang dikembangkan Volkswagen, meraih 2 penghargaan sekaligus dari para peneliti, pengamat perdagangan, dan wartawan automotif Jepang.
Teknologi yang diaplikasikan pada model Golf GT, Golf Estate, dan Touran tersebut, unggul dibanding teknologi yang dikembangkan produsen lainnya dan berhak menyandang Car of the Year untuk katagori Most Advanced Technology Award 2008 dari para peneliti dan wartawan automotif yang tergabung dalam RJC. Selain itu teknologi TSI VW juga dinobatkan sebagai Technology of the Year dari para pengamat perdagangan dan wartawan Jepang.

Presiden VW Jepang, Tsutomu Umeno saat menerima penghargaan mengatakan, kedua penghargaan tersebut menunjukkan bahwa teknologi VW semakin diakui dan diterima masyarakat Jepang. "Kami akan terus mengembangkan teknologi yang efisien serta ramah lingkungan di masa yang akan datang," tegas Umeno.
Dengan penggunaan mesin TSI, VW mengendalikan konsumsi bahan bakar melalui petrol injection technology dan innovative twin charging. Teknologi tersebut dapat mengurangi cubic capacity (cc) menjadi 1.4 liter tanpa meburangi kemampuan daya pacunya. Kondisi ini tentu dapat mengurangi konsumsi bahan bakar serta lebih ramah lingkungan.
Saat ini sudah lebih dari 118.000 konsumen di seluruh dunia yang menggunakan produk VW berteknologi TSI.
Walaupun berkapasitas mesin kecil, kemampuan atau performa dapur pacunya tidak diragukan. Penggunaan teknologi TSI pada seluruh produk VW dapat menyemburkan tenaga 103 kW atau setara dengan 140 PS. Kecepatan 100 km/jam dapat dicapai dalam waktu 8,8 detik dengan kecepatan maksimum 205 km/jam. Di dalam kota, rata-rata konsumsi bahan bakarnya adalah 7,1 liter/100 km. Sedangkan di jalan bebas hambatan konsumsinya hanya 5,1 liter atau sekira 20 km/liter. Seluruh kendaraan VW dengan TSI mengaplikasikan sistem transmisi Direct Shift Gearbox (DSG).

Pecah, Rekor Lomba Irit Kia Picanto 1 Liter Berbanding 43,79 km

Dalam pengujian yang dilakukan para wartawan media massa di Jakarta, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Kia Picanto mencapai 23 kilometer (km) per liter. Kemudian lomba irit BBM ini dilanjutkan di Jawa Tengah dengan hasil yang jauh lebih baik, yakni dengan bensin 1 liter bisa menempuh jarak 32,23 km.

Berangkat dari sinilah, PT Kia Mobil Indonesia (KMI) mengajak kembali sejumlah wartawan peliput otomotif Bali dan Lombok untuk melakukan pemecahan rekor pemakaian BBM Picanto dengan tujuan mengemudikan Picanto seefisien mungkin dengan mengutamakan kenyamanan dan keselamatan (KIA Picanto Fun & Econo Drive).

Dengan mengambil start dari diler Kia (PT Mobil Nasional Intim) Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar menuju Hotel Puri Bagus, Candidasa, Karangasem sejauh 74 km. Lima unit Picanto diberangkatkan satu per satu mulai pukul 10.00 wita.

Rute yang dipilih sengaja jalan yang datar (flat) untuk meminimalisasi pemompaan gas yang berlebihan, sehingga bisa menghemat BBM. Berbekal pengetahuan mengemudi, sejumlah jurnalis memacu kendaraan dengan kecepatan di angka 40-60 km/jam.

Perputaran mesin pun ditahan hingga angka 2.000-3.000 rpm. Waktu tempuh dari Denpasar menuju Hotel Puri Bagus, Candidasa diperhitungkan paling lama 2 jam 15 menit dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam.

Hasilnya fantastis, rekor di Jawa Tengah dipecahkan oleh tim jurnalis di Bali dengan konsumsi BBM 1 liter berbanding 43,79 km, yakni dari media Motorku, Sugianto dengan media Patroli, Roby.

Sementara juara kedua tim jurnalis dari Manggala, Abinawa dengan Bali Post, Giriana memperoleh hasil yang sama hanya yang membedakan terdapat pada waktu tempuh saja, sedangkan juara ketiga direbut oleh tim Nusa Bali, Sudarsana dengan Fajar Bali, Eddy dengan konsumsi BBM 1 liter menempuh jarak 43,27 km. Untuk memperoleh hasil yang fantastis tersebut, ternyata ada kiat tersendiri dari para jurnalis.

Menurut pemenang lomba yang berasal dari Motorku dan Patroli, Sugianto dan Roby, kecepatannya diatur sehingga rata-rata hanya 50 km/jam dengan putaran mesin 2.000 rpm dan tidak menyalakan AC serta radio/tape agar dynamo tidak ada beban, sehingga mesin bisa bekerja maksimal.

Hampir semua peserta melakukan hal di atas dengan menahan kecepatan dan putaran mesin tetapi upaya itu belum berhasil. Dalam merancang lomba irit ini, panitia bertindak fair.

Hal ini bisa dibuktikan oleh seluruh jurnalis yang ikut lomba dengan dipersilakan melihat saat tim mekanik Kia menuangkan BBM, serta memberi segel berupa stiker Kia di masing-masing penutup bensin mobil Picanto yang dilombakan. Di samping itu, panitia juga tidak menggunakan mobil baru, melainkan mobil bekas milik konsumen.

Menurut direktur KMI, Hartanto Sukmono, didampingi Presdir PT Mobil Nasional Intim, Agung Supartha dan Public Relations Manager KMI, Yanti Yulianto, pada acara KIA Picanto Fun & Econo Drive dan promo Kia Picanto SE yang lebih trendi dan berfasilitas lengkap, Rabu (1/8) lalu di Denpasar, angka keiritan yang dicapai peserta berbeda-beda itu karena perilaku dan kebiasaan mengemudi.

Dijelaskan, untuk ukuran bodi, Picanto memang lebih mungil, tetapi tenaga yang keluarkan justru lebih besar dan lincah. Namun, pemakaian BBM tetap irit. ’’Terbukti, dengan satu liter saja, bisa mencapai jarak 43,79 km saat ini. Selain itu tarikannya juga lebih kuat,’’ ungkapnya.

Tidak hanya itu, Picanto juga pemegang the best choice atau pilihan terbaik sebanyak 10 kali. Salah satunya, terpilih sebagai the best city car untuk mobil dan motor, yakni terpilih sebagai Car of The Year 2004. Tak tanggung-tanggung Kia memperolehnya dari dua versi, yakni Jakarta Motor Show (JMS) 2004 dan versi satunya lagi diperoleh dari Majalah Mobilmotor untuk kategori yang sama sebagai The Best City Car.

Mengenai harga, KIA Picanto cukup kompetitif dengan mobil sekelasnya, yakni mulai Rp 90 juta lebih per unit. Sementara untuk warna, Picanto punya enam warna pilihan, yakni orange, merah, hitam, silver, hijau dan biru.

Keberhasilan Picanto meraih penghargaan sebagai The Best City Car, menurut Hartanto, menunjukkan pihaknya mampu bersaing dengan produk-produk sejenis dari kompetitor lainnya, seperti Honda, Toyota, Suzuki, serta produk yang lainnya. “Saya sangat yakin Picanto akan terus dicari orang khususnya kaum muda, baik pria maupun wanita,” jelasnya.

Hartanto menambahkan, BBM tetap menjadi berita hangat. Kenaikan bahan bakar menyebabkan sebagian orang mulai memikirkan bagaimana menggunakan BBM seirit mungkin, mungkin salah satu pilihannya adalah membeli mobil yang memiliki konsumsi bahan bakar paling ekonomis.

Lanjut Hartanto, beberapa mobil yang hemat bahan bakar memang menjadi pilihan pada masa sulit ini. Tidak berlebihan kiranya bila PT KMI memposisikan KIA Picanto sebagai Cosmo Car.

KIA Picanto benar-benar tepat baik peruntukannya maupun posisi di kelasnya. Potensi market yang dapat dilihat dari perilaku kehidupan yang makin dinamis dan aktif mencerminkan kehidupan dan gaya hidup lebih maju menuju kehidupan yang makin kosmopolitan. Picanto sangat cocok untuk beraktivitas orang muda atau mereka yang berjiwa muda, dan yang terpenting hemat bahan bakarnya.

“Penghargaan yang diterima oleh KIA Picanto bukanlah sesuatu hal yang mudah diraih ataupun sekadarnya, semua kembali kepada kualitas produk, karena penjurian dilakukan dengan sangat ketat melalui pengetesan demi pengetesan.” Tandasnya.

13 April 2008

NISTEC 2007 - 2008 Didominasi Teknisi Nissan Jakarta

PT. Nissan Motor Indonesia (NMI) kembali mengadakan kontes uji kemampuan tekhnisi mereka yang terselenggara dalam acara NISTEC (Nissan International Service Technical Contest). Acara dua tahunan ini diselenggarakan di gedung Nissan TB Simatupang pada 29 - 30 Maret lalu. Secara khusus acara ini dihadiri oleh Hiroaki Ide selaku Global Service Engineering Department, Global Aftersales Division Nissan Motor Company Ltd.

Khusus untuk NISTEC tahun ini, diberlakukan regulasi khusus dimana soal dan materi kontes yang diperlombakan bersumber langsung dari Jepang. "Mulai tahun 2008 kontes global untuk teknisi Nissan ini dilaksanakan secara lokal oleh masing-masing Nissan Sales Company (NSC) di seluruh dunia dengan materi soal yang sama dari Nissan Jepang," papar Hiroaki Ide.

Sebanyak enam peserta dari total 115 teknisi yang masuk penyaringan, akan bersaing menjadi yang terbaik dalam kecepatan, ketepatan dan kerapihan dalam menangani troubleshooting pada test case unit yang telah disediakan. Untuk tahun ini unit test case unit yang diperlombakan menggunakan Grand Livina.

Dalam meningkatkan mutu NISTEC yang berskala international, pihak Nissan membuat regulasi dimana minimal peserta NISTEC diharuskan memiliki pengalaman tiga tahun dan maksimum 10 tahun sebagai tekhnisi. "Ada perasaan kagum sekaligus bangga penyelenggaraan NISTEC tahun ini diikuti oleh muka-muka baru yang menandakan dinamika perkembangan di tubuh NMI," Ungkap Teddy Irawan, Deputy Director Sales & Marketing NMI.

Di akhir penyelenggaraan, Kastana dari Nissan TB Simatupang keluar sebagai Juara NISTEC 2007 - 2008. Sementara Ali Mustofa dari Nissan Mlati Yogyakarta menempati urutan kedua, disusul Khusna Arifuddin dari Nissan Cibubur di tempat ketiga. Tiga tempat berikutnya ditempati masing-masing oleh Sriyanto dari Nissan BSD Tangerang, Toni Kurniawan dari Nissan Cirebon, serta Mujib Santoso dari Nissan Gatsu Denpasar.

07 April 2008

Bangkok International Motor Show 2008 (2)

Honda Ulung pun Fuel Injection,
Selamat datang era sepeda motor injeksi. Selamat tinggal yang pakai karburator.

Laporan: Zahidin H. Muntaha, Bangkok.

Teknologi injeksi kini tak lagi dimonopoli mesin mobil. Sepeda motor pun merambah ke sana. Honda yang pertama kali memproduksinya. Dan, inilah sepeda motor masa depan; sepeda motor fuel injection.

Mulai tahun 2009, semua sepeda motor Honda model terbaru bakal menggunakan teknologi injeksi. Sayang, produksinya masih di Thailand. Berbagai prototype sepeda motornya sudah dipamerkan di Bangkok International Motor Show 2008, Bitec Bangna, Bangkok, yang bakal berakhir Minggu besok.

Radar Bromo dan seluruh pimpinan Radar Jawa Pos Grup diundang PT Mitra Phinastika Mustika (MPM) Motor Surabaya, main dealer sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT, ikut menyaksikan peluncuran sepeda motor terbaru berteknologi injeksi ini di ajang pameran bergengsi itu di Bangkok. Selain itu, ikut melihat langsung produksinya di pabrik Honda di kawasan industri terpadu Ladkrabang.

Teknologi injeksi ini merupakan komitmen Honda terhadap teknologi ramah lingkungan dan memenuhi standar E20 (standar emisi Euro). "Teknologi ini canggih, praktis, hemat bahan bakar, serta ramah lingkungan," kata Zenjiro Sakurai, president AP Honda Co. Ltd, saat memperkenalkan New PGM FI pada pembukaan Bangkok International Motor Show 2008, Bitec Bangna, Bangkok

Semua prototype sepeda motor Honda yang dipamerkan di ajang itu sudah memakai teknologi injeksi. Mulai dari bebek, matic, racing, hingga moge (motor gede).

Yang menarik, dipamerkan pula Honda C70 edisi terbaru. Model ini di Indonesia disebut juga Honda Kuntul, Ulung, Minthi, atau orang Madura menyebut Honda Seka. Di Thailand dikenal dengan Super Cup.

Bedanya, Honda Ulung adalalah produksi klasik tahun 1969 dengan teknologi super cup lama. Yang terbaru, spesifikasi sama, tapi dengan teknologi baru bermesin injeksi. Harganya, cukup lumayan; 500.000 bath atau sekitar Rp 15 juta.

Teknologi injeksi membikin sepeda lebih mudah starterannya, canggih mesinnya, hemat bahan bakar, dan menekan emisi gas buang sampai 80 persen dibanding sepeda motor terdahulunya.

"Thailand memang dianggap memegang posisi cukup penting bagi pasar otomotif di Asia. Biasanya, model-model motor maupun mobil terbaru diperkenalkan dulu di sini sebelum di-launching ke pasar Asia," ungkap Suwito, direktur MPM Motor Surabaya.

Di ajang pameran seluas 7,8 hektare itu, Honda tampil cukup menonjol. Perusahaan ini memajang stan indoor dan outdoor.

Stan outdoornya persis di depan pintu masuk arena indoor. Di sini berdiri dua stan utama. Berisi hasil lomba modifikasi sepeda jenis matic, panggung dengan layar lebar wallscreen¸ stan merchandise, aneka game, dan lain-lain.

Sedangkan stan indoor berjajar di nomor 1 dengan produsen lain. Stan berisi semua prototype sepeda motor Honda yang memakai teknologi injeksi. Mulai kelas 50 cc. 100 cc, 125 cc, 250cc, 600 cc, hingga 1.000cc. Mulai dari bebek, matic, racing, hingga moge (motor gede).

Apakah model-model sepeda motor terbaru ini bakal segera masuk Indonesia? Termasuk yang injeksi?

Corporate Communications PT Astra Honda Motor (AHM) Niratih Ngastreni mengatakan, tidak semua produk ini masuk di Indonesia. Sebab, tiap negara karakter pasarnya berbeda. Bahkan, produk yang dipasarkan di Indonesia, belum tentu dipasarkan dulu di negara lain.

Seperti pada peluncuran produk baru Honda yang bakal di Launching di Pakuwon Trade Cantre, 6 April mendatang. "Ini model yang kali pertama diluncurkan di Indonesia," katanya.

Memang, ada yang sama-sama dipasarkan di negara lain. Untuk kelas Supra (baik supra lama maupun X), sama-sama dipasarkan di Thailand dan Indonesia. Di sini namanya Supra, di Thailand bernama Wave. Begitu juga jenis matic. Di Thailand sudah tiga model yang dipasarkan, yakni Icon, Click, dan Air Blade.

"Sedangkan di Indonesia, baru model Vario saja (di Thailand disebut Click, Red.)," kata Niratih Ngastreni.

Hal senada juga diungkapkan Suwito. Karakter pasar Thailand sudah pada style. "Mereka tidak lagi memperhitungkan harga. Rata-rata pilihan sepeda motornya adalah lifestyle. Pasarnya kelas menengah atas," ungkapnya.

Sedangkan di Indonesia masih pada aspek fungsional. Artinya, sepeda motor masih dilihat dari fungsinya. "Tapi, ke depan Indonesia kami yakin bakal menjadi trendsetter," katanya.

Sedangkan yang injeksi, sudah masuk. Yakni, Supra-X PGM-FI. "Ini adalah satu-satunya dan pertama sepeda motor injeksi di Indonesia di kelas itu. Masa depan sepeda motor adalah injeksi," kata Niratih Ngastreni.

***

Arena pameran sendiri dibagi 5 blok. Sisi kanan blok sepeda motor , belakang arena ini blok tes ride outdoor, blok tengah arena mobil yang memakan ruang palong besar diikuti lebih dari 130 stan perusahaan otomotif Asia dan non-Asia.

Di depan blok mobil dipakai arena pamer audia gila yang benar-benar gila. Masuk arena ini badan seakan sedang ditendang-tendang, jantung dan paru seperti di sodok-sodok suara musik dari peserta pameran.

Satu blok lagi di sisi paling kiri adalah ajang pamer aksesoris mobil dan audio video car.

Berkeliling arena, rasanya tak cukup sehari. Selain luasnya lahan, juga materi pameran jumlahnya ratusan ribu. Atraksinya tak berhenti walau semenit pun. Sebelum stan mobil Honda berakhir dengan atraksi Asimo (si robot yang bisa berlari, menari, dan berkomunikasi), sudah disusul atraksi I-Mobile (mobil satu penumpang) dari Toyota. Dan, begitu terus tiap 30 menit atraksi susul-menyusul dengan produsen lain.

Semakin bergengsi mobil yang dipamerkan, semakin menarik atraksi yang ditampilkan. Hal yang sama juga terjadi di arena sepeda motor. Honda, misalnya, mendatangkan bintang film terkenal Thailand (kalau di sini ya Agnes Monica, lhah).

Pengunjungnya dalam sehari bisa mencapai 250.000 orang. Penuh sesak, tapi tetap dingin karena full AC, meski di luar suhunya 40 derajat.

Yang menarik juga SPG-nya. Selain muda-muda - dalam bahasa Thailand dijuluki Ook Swai Cing-Cing--, juga lihai dalam memasarkan produk. Mereka ini tidak sekedar menjaga pameran, tetapi cakap dalam product knowledge.

Awalnya, lima atau enam keluar berbarengan. Dengan microphone kayak pembaca berita SCTV, satu-persatu SPG itu menjelaskan mobil atau sepeda motor di dekatnya. Tak sekedar berlenggak-lenggok, tapi juga bisa menjelaskan produk sampai detil kendaraan di luar kepala.

Mulai dari overview produkk, spesifikasi, fitur, sekaligus tipe-tipenya. Tak ketinggalan harganya. Mereka benar-benar kemudian menjadi sales promotion. "Bila Anda tertarik dengan produk ini, silahkan tanya lebih detil di areal custumer care kami," katanya mengakhiri promosinya sambil menunjuk kursi dan meja berderet di belakang panggung.

Bukan seperti di kita. Lebih banyak disebut Sales Pemanis Girl.