Showing posts with label Daihatsu. Show all posts
Showing posts with label Daihatsu. Show all posts

25 July 2011

Daihatsu Siapkan 24 Posko Mudik


PT Astra Daihatsu Motor (ADM) meluncurkan kampanye pelayanan mudik lebaran 2011 di IIMS, Kemayoran, hari ini (27/7). Sebelum mudik, Daihatsu menawarkan program Pre-Holiday 1-21 Agustus 2011 berupa diskon untuk perawatan kendaraan.

Potongan harga yang diberikan menyangkut jasa (15 persen periode 1-7 Agustus, 10 persen untuk 8-14 Agustus dan 4 persen 15-21 Agustus. Selain itu, pelanggan dikasih gratis 1 liter Oli Fastron Pertamina dan voucher 21 item pemeriksaan kendaraan pasca mudik (periode 1-30 September 2011).

Untuk memberi kenyamanan dalam perjalanan mudik, Daihatsu menyediakan 24 bengkel siaga di sepanjang jalur mudik Jakarta-Jawa Barat-Jawa Tengah-Jawa Timur-Bali, dari 26 Agustus - 1 September.

"Kami mau menjamin kenyamanan konsumen Daihatsu selama mudik. Kalau kena masalah di jalan dan bukan di posko, tinggal telepon ke 500898 atau via ponsel 89898 untuk bantuan darurat," jelas Evlina Afny, Head Costumor Service and Value Chain Division ADM di IIMS, Kemayoran, hari ini.

Bagaimana dengan merek lain dari kelompok Astra group. Dalam program ini, Daihatsu juga bekerjasama dengan Astra World dan Garda Oto untuk menyediakan sarana mobil derek sepanjang jalur mudik. Selain bengkel Daihatsu, juga terdapat 26 bengkel siaga Isuzu, 6 bengkel siaga Peugeot, 3 Nissan Diesel dan layanan Emergency Rescue Assistance sepanjang jalur mudik.

08 October 2009

Daihatsu e:S Berkonsumsi 30 Km/Liter Mejeng di TMS 2009

Berita rencana Daihatsu memperkenalkan dan memproduksi mobil irit, dengan konsumsi bahan bakar 30 km per liter, terkuak sudah. Ternyata, sesuai dengan rilis dari perusahaan tersebut, mobil mini tersebut akan dipajang di Tokyo Motor Show (TMS) 2009, yang akan diselenggarakan akhir bulan ini. Namanya cukup unik, e:S, yang merupakan singkatan dari eco & smart.

Kelebihan mobil ini, masih mengandalkan mesin konvensional alias motor bakar atau mesin bensin. Kendati demikian, Daihatsu belum memberi informasi detail mengenai kapasitas mesin dan teknologi lain yang digunakan.

Hanya dijelaskan, mobil mini ini menggunakan mesin konvensional dengan kontrol pembakaran yang dikembangkan oleh Daihatsu, yaitu Exhaust Gas Recirculation (EGR) dan Idling Stop System. Fitur terakhir membuat mesin akan mati secara otomatis bila mobil berhenti, dan langsung hidup bila pedal gas diinjak.

Ciri khas lainnya, jarak sumbu roda Si Mini ini hanya 2.175 mm, tetapi bisa memuat 4 penumpang dewasa. Jadi, bodinya sangat kompak. Tempat duduknya lebih ramping dan ringan karena menggunakan material yang lebih ringan. Berat maksimum pun dibatasi pada 700 kg.

Konsumsi bahan bakar 30 km per liter diperoleh berdasarkan tes yang dilakukan oleh Daihatsu di Jepang. Daihatsu menilai kinerja tersebut sebagai sebuah reputasi hebat karena e:S tidak menggunakan motor listrik dan sistem lainnya.

Dengan itu pula pula, harganya lebih terjangkau. Informasi lainnya, Daihatsu berencana menjual e:S dengan harga 1 juta yen atau Rp 110 juta. Berarti, Si Mini sangat bersahabat dengan kantong. Hal ini menjadi sangat penting mengingat lalu lintas dalam kota makin macet.

Selain e:S, Daihatsu akan memamerkan pula Tanto Exe dan Tanto Exe Custom, Deca-Deca, mobil superbox yang rendah dengan lantai rata. Terakhir adalah Basket, mobil empat penumpang dengan atap yang bisa dibuka.

27 February 2009

Membedah Kemewahan Daihatsu Luxio

Daihatsu meluncurkan produk barunya yang diberi nama Luxio. Nama ini sengaja dipilih untuk memberi kesan ‘mewah’. Kenyataannya, Luxio memang lebih mewah dari saudaranya satu platform, yaitu Gran Max minibus atau wagon. Utamanya begitu melihat dua unit Luxio yang dipanjang di Grand Ballroom, Hotel Kempinski, Jakarta, saat Daihatsu menggelar jumpa pers dengan wartawan Ibu Kota.

Presentasi Daihatsu mengeksploitasi semua kemewahan yang ada pada minivan berhitung pesek ini. Begitu melihat dari dekat, mulai dari eksterior sampai ke interior dari salah satu tipe yang panjang dengan transmisi otomatik, Daihatsu Luxio memang mewah. Interiornya tampil dengan warna beige, yaitu jok, langit-langit, dan door trim. Hanya dashboard yang menggunakan two tone atau dua warna, beige dan hitam.

Dibandingkan dengan saudaranya, Gran Max minibus, Luxio memang mewah dan lebih lengkap. Kualitas material interior jauh lebih halus. Begitu juga dengan door trim. Kedua pintu depan dilengkapi dengan bezel tombol power window dan door lock. Hal ini membuat pengemudi dan penumpang lebih nyaman dan aman.

Varian. Ketika Suparno Djasmin, CEO PT Astra International – Daihatsu Sales Operation membeberkan harga jual minivan ini, sebagian wartawan yang mendengarkannya langsung berseru, ”Wow!”. Terutama ketika harga tipe X—paling mewah—dengan transmisi otomatik disebutkan Rp 162 juta. Bahkan, bila ditambah lagi dengan ABS mesti keluar lagi uang Rp 3 juta (tidak terlalu mahal). Mau lebih lengkap lagi, untuk tipe X Ultimate, aksesori lengkapnya dihargai Rp 6,8 juta.

Dengan harga segitu, Daihatsu menargetkan produk barunya ini untuk keluarga yang lebih mapan serta membutuhkan kemewahan dan bukan sekadar fungsional.

Strategi yang dilakukan Daihatsu menjajakan Luxio agar bisa dijangkau kalangan lebih luas, memasarkannya dalam tiga varian dasar. Versi paling standar, D, dihargai Rp 136 juta. Pada brosur Luxio yang dikeluarkan Daihatsu, versi standar ini tidak dilengkapi lampu kabut, gril tidak dilapisi krom dan pelek dari pelat baja pres.

Untuk tipe M dijual seharga Rp 146 juta dan X dengan transmisi manual seharga Rp 151 juta.

Opsional. Ketika brosur Luxio diteliti lagi dengan cermat, ternyata beberapa bagian dari mobil yang dipanjang adalah opsional. Misalnya, lampu depan multireflektor dengan HID atau xenon. Gril yang diberi lapisan krom hanya untuk varian X. Begitu juga dengan lampu kabut, kaca spion luar yang bisa disetel dari dalam dengan menekan tombol (electric-retracgtable mirror) yang dilengkapi dengan lampu LED sebagai sinyal untuk berbelok.

Spoiler belakang dengan lampu rem, juga hanya buat tipe X. Begitu juga denga seluruh jok yang dilengkapi dengan penahan kepala. Bahkan, two tone dashboard dengan ornamen pada kluster tengah juga hanya buat varian X. Bahkan, transmisi otomatik dengan tuas berada di dashboard ditawarkan hanya buat tipe X. Hal yang sama juga diberlakukan buat audio Double DIN R/T+CD dengan MP3.

Fitur standar pada tipe M dan X adalah AC double blower, jok deret kedua yang bisa digeser dan sabuk pengaman untuk jok deret kedua dan ketiga.

Beberapa perlengkapan opsional lainnya adalah cargo tray dan cargo net, sedangkan ABS hanya opsional untuk tipe M dan X.

Perbedaan lain antara Luxio dibandingkan dengan Gran Max selain wajahnya, terutama gril, bumper dan lampu, di bagian belakang, lampu kombinasi tidak sama. Pada Luxio, lampu belakang desainnya terdiri dari dua segmen dengan posisi horizontal. Sebagian lampu belakang berada pada pintu belakang. Untuk ban digunakan ukuran 195/65R15.

Peningkatan lain yang dilakukan Daihatsu terhadap Luxio dibandingkan Gran Max adalah karakteristik suspensi yang lebih empuk.

Mesin. Sumber tenaga yang digunakan sama dengan Daihatsu Terios, 1,5 liter VVT-i yang mampu menghasilkan tenaga 97PS dan torsi 13,5 kgm.

Dibandingkan dengan kompetitornya sesama hidung pesek, mengandalkan interior yang lebih lega. Pasalnya, selain menganut bodi monokok, lantainya lebih rendah. Begitu juga dengan posisi mesin. Hasilnya, selain interior lebih lega, tentu saja lebih stabil untuk diajak bermanuver. *

Dimesi
D
M
X
X A/T

Panjang mm

4.165
Lebar mm
1.665
Tinggi mm
1.915

Jarak sumbu roda mm

2.650
Jarak pijak roda depan mm
1.440
Jarak pijak roda belakang mm
1.420

Tinggi dari tanah mm

180
Berat mm
1.850
Radius putar meter
5,2
Kapasitas tempat duduk
8
Mesin
Tipe

3SZ-VE DOHC, VVT-i, 4 langkah, 4 silinder segaris

Kapasitas cc

1.495
Diameter x langkah mm
72.0 x 91,8
Tenaga maks. PS/rpm
97 @6.000
Torsi maks. kgm/rpm
13,7 @4.400
Sistem pasokan bbm
Injeksi elektronik

Kapasitas tangki liter

43
Transmisi
Manual
Otomatik
5 kecepatan
4 kecepatan
Setir
Rek & pinion & power steetirng
Rem Depan
Cakram berventilasi
Belakang
Teromol
Suspensi Depan
McPherson strut & per koil
Belakang
5 link, rigid dan per koil
Ban
195/65-R15
Pelek
Standar
Alloy

08 January 2009

Toyota dan Daihatsu Luncurkan Mini MPV 7 Penumpang

Toyota Motor Corporation (TMC) dan Daihatsu Motor Co Ltd (DMC), pada Natal, 25 Desember 2008, meluncurkan produk terbaru mereka, kendaraan 7 penumpang dengan tiga deret tempat duduk untuk pasar Jepang.

Kedua perusahaan menggunakan nama masing-masing untuk produk baru ini. Toyota menamakannya dengan Passo Sette (bahasa Italia, Sette berarti tujuh), sedangkan Daihatsu memberi label Boon Luminas (gabungan dari dua kata Inggris: roomy dan luminious).

Meski 7 penumpang, TMC dan DMC tidak menjelaskan kategori kendaraan ini sebagai mini MPV. Dari penampilan, mobil ini mirip dengan saudaranya yang dibuat di Indonesia, Avanza dan Xenia. Untuk dimensi, Passo Sette dan Boon Luminas sedikit lebih besar, tetapi lebih rendah (lihat tabel "Perbedaan Dimensi").

Seperti Avanza dan Xenia, Passo Sette dan Boon Luminas juga dibuat oleh Daihatsu. Meski begitu, menurut kedua perusahaan, pengembangan produk dilakukan secara bersama-sama. Namun, Daihatsu lebih berperan karena punya pengalaman dan keahlian khusus membuat mobil-mobil kecil dan kompak. Diinformasikan pula, mobil ini dibuat oleh Daihatsu di Kyoto. Target penjualannya per bulan yaitu, Toyota 3.000 unit, dan Daihatsu 500 unit.

Mungkinkah ke Indonesia?

Dari segi penampilan, Passo Sette dan Boon Luminas memang lebih oke dan mengarah ke mini MPV. Kemungkinan besar, mobil ini nantinya juga akan dipasarkan di Indonesia oleh Daihatsu. Itu diperkirakan tahun depan. Hal tersebut pernah dikemukakan oleh Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) ketika meluncurkan New Xenia atau Xenia Facelift pada September lalu.

"Tahun depan kami punya produk baru, MPV dengan dimensi antara Kijang dan Xenia,” pancingnya tanpa menambahkan keterangan. “Tunggu saja,” jelasnya ketika wartawan coba menggali informasi lebih dalam.

Perbedaan Dimensi Passo Sette/Boon Luminas dengan Avanza dan Xenia

Dimensi (mm)
Passo Sette/
Boon Luminas
Avanza/
Xenia
Panjang
4.180
4.120
Lebar
1.695
1.635 (1.630)
Tinggi
1.620
1.695
Jarak Sumbu Roda
2.750
2.655

Mesin Avanza 1,5

Untuk mesin, sama dengan Avanza 1,5 liter. Tepatnya berkapasitas 1.495 cc. Tipenya pun hampir sama. Menurut rilis kedua perusahaan tersebut, mesin Passo Sette dan Boon Luminas adalah 3ZR-VE, sedangkan Avanza 1,5 tipenya 3SZ-VE.

Dari hasil penelusuran Kompas.com, tenaga dan torsi yang dihasilkan mesin produk baru ini sama dengan Avanza 1,5 liter. Tenaga maksimum 109PS @ 6.000 rpm dan torsi 14,4 kg-m @ 4.400 rpm.

Saat rilis produk baru ini dikeluarkan, baik Toyota maupun Daihatsu tidak menyertakan foto interior. Hanya dijelaskan, mobil ini berukuran kompak dan interiornya lega. Panjang interior mencapai 2.550 mm.

Jarak antara jok depan dan belakang 1.630 mm, sedangkan jok kedua dibuat terpisah dengan jarak 150 mm. Lantai di depan jok deretan ketiga dibuat lebih rendah dan menciptakan ruang kaki yang lega.

Secara keseluruhan, mobil bisa memuat lima penumpang dengan ruang untuk barang yang cukup besar atau 7 penumpang dengan nyaman. Pintu belakang membuka sampai 935 mm dan dinilai cukup lincah karena radius putarnya 5,2 meter.

Sistem kunci tanpa harus menggunakan kunci untuk masuk ke dalam mobil. Kunci ini sekaligus berfungsi sebagai immobilizer. Toyota dan Daihatsu menawarkan tombol untuk menghidupkan dan mematikan mesin (standar pada Passo Sette G dan Boon Luminas CX dan CX Aero).

Peranti Keamanan

Di Jepang mobil ini dipenuhi berbagai perlengkapan pengaman aktif, antara lain vehicle stability control (VSC) yang memonitor traksi dan secara otomatis mengontrol tenaga yang dikeluarkan mesin. Juga ada sistem pendistribusian tenaga rem yang disatukan dengan traction control (TRC) untuk mengontrol roda tidak spin saat pertama kali mobil dijalankan atau berakselerasi pada permukaan jalan lincin.

Untuk memindahkan tenaga, digunakan transmisi otomatis 4 kecepatan yang dikontrol secara elektronik. Tambahan lain adalah indikator lampu Eco-Drive (Daihatsu) untuk menunjukkan kondisi mengemudi irit bahan bakar atau Eco-Vehicle Assessment System (Eco-VAS) untuk Toyota.

Di Jepang, mobil ini ditawarkan dengan harga (Passo Sette) 1,490,000 yen dan 1,535,000 yen. Kalau dikonversi ke rupiah pada kondisi sekarang, harganya mencapai Rp 190 juta. Namun, harga itu pantas karena perlengkapannya seabrek. Kalau dipasarkan di Indonesia, pasti banyak perlengkapan dipreteli agar harganya terjangkau. Yah... ditunggu aja!

12 November 2008

Daihatsu Grand Max Minivan Dengan Interior Baru

Salah satu produk andalan Daihatsu yang dibuat di Indonesia, Gran Max - khususnya minivan - versi terbarunya telah diperkenalkan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kepada wartawan Rabu (5/11) kemaren. Pengenalan tidak dalam bentuk presentasi produk, tetapi meminta wartawan merasakan dan mengemudikan langsung Grand Max , Jakarta – Puncak – Bogor dan Jakarta selama satu hari.

“Karena tidak ada perubahan pada mesin dan juga penampilannya sama, saya ingin wartawan mencoba Gran Max secara langsung. Merasakannnya kenyamanannya,” jelas Amelia Tjandra, direktur pemasaran ADM saat melepas rombongan wartawan untuk menguji coba 5 unit Gran Max minivan di kantor ADM, Sunter, Jakarta Utara.

Eksterior
Pada ekstrior perubahan hanya dilakukan pada pintu belakang. Bila sebelumnya menggunakan pintu yang membuka ke samping atau ayun, sekarang membuka ke atas atau diangkat. Daihatsu menyebutnya “front facing”. Pintu belakang model ini lebih umumnya dipakai pada kendaraan model hatchback dan SUV.

Interior
Pada interior perubahan dialkukan pada posisi dan konfigurasi jok deret kedua dan belakang. Sekarang, seluruh jok – 3 deret – menghadap ke depan. Sebelumnya, jok belakang saling berhadapan seperti yang digunakan pada angkutan kota.

Desain jok deret ketiga juga cukup bagus, terdiri dari dua bagian dengankomposisi 40 : 60. Kedua jok bisa dilipat dan digeser ke depan. Kemiringan sandaran juga dapat disetel untuk memberikan kenyamanan lebih bagi penumpangnya. Di samping itu, di tengah kedua jok belakang disertai pula dengan sandaran tangan (arm rest) berukuran cukup besar. Dengan perubahan jok belakang, kapasitas penumpang pun dipatok Daihatsu menjadi 8 orang (termasuk pengemudi). Sebelumnya 9 penumpang

Jok deret kedua atau tengah, desainnya diubah dengan bentuk yang lebih baik. Kini jok tengah mengunakan desain 40:60 (dulu menyatu) yang bisa dilipat sendiri-sendiri atau terpisah. Tambahan lain pada jok adalah sandaran di tengah dan kepala pada kedua jok.

Dengan perubahan pada posisi dan desain jok tengah dan belakang, ruang kaki buat penumpang tengah menjadi lebih lega. Bila sebelumnya jarak pringgir terdepan jok tengah ke belakang jok depan hanya 790 mm kini menjadi 950 mm. Hal ini bisa dilakukan karena posisi jok bergeser sedikit ke belakang.

Lebih Lega
Bagi penumpang tengah dan belakang, interior Gran Max terasa lebih lagi. Kelegaan ini tidak hanya berkat pergeseran posisi jok tengah, juga karena letak mesin yang lebih rendah. Hasilnya penumpang pada jok kedua bisa menyelonjorkan kakinya dengan bebas ke depan atau ke belakang jok depan. Di samping itu dengan posisi mobil yang lebih rendah, membuat posisi pengemudi dan penumpang lebih nyaman.

Dengan perubahan ini, Daihatsu ingin meraih konsumen lebih banyak lagi di segmen minibus atau kendaraan penumpang dengan jumlah penumpang lebih dari 7 orang. Namun yang pasti, harga pun mengalami perubahan.

Varian Gran Max minivan yang ditawarkan Daihatsu terdiri hanya berbeda pada mesin. Untuk Gran Max dengan mesin 1,3 liter DOHC harganya menjadi Rp 99,5 juta. Sedangkan Gran Max bersmesin 1,5 liter,dipatok Rp 110,4 juta “on the road” untuk wilayah Jakarta.

Tak kalah menarik, kedua varian ini telah dilengkapi dengan AC dan power steering untuk kenyamanan pengemudi dan penumpangnya! Dengan harga yang cukup kompetitif itu dibandingkan dengan minivan sekelas, Gran Max Minivan dapat dijadikan pertimbangan bagi konsumem mobil Indonesia sebagai salah satu pilihan alternatif. Terutama bagi konsumen yang memerlukan kendaraan dengan daya muat lebih banyak plus kemampuan sebagai angkutan serbaguna.

06 October 2008

Daihatsu Luncurkan New Sirion

Hari ini (16/10), di Segarra Cafe, Ancol, Jakarta, PT Astra Daihatsu Motor (ADM), terus mengenjot penjualan meski saat ini, beberapa Agen Tunggal Pemegangan Merek (APTM) agak khawatir dengan situasi ekonomi yang tidak pasti. Salah satu caranya, mendandani produk yang sudah dipasarkan atau melakukan “minor change”.

Minor change atau facelift dilakukan Daihatsu terhadap salah satu produknya yang masuk ke segmen “city car”, yaitu Sirion. Padahal, lima bulan lalu, mobil yang diimpor CBU dari Malaysia ini, juga diperkenalkan dengan wajah baru.

“Waktu itu kita hanya menambahkan aksesori. Hanya berlaku untuk Indonesia. Sekarang modifikasi dilakukan oleh Daihatsu Motor Corporation Jepang dengan Pero Dua yang membuat Sirion di Malaysia. Jadi perubahan sekarang diberlakukan untuk Sirion yang dijual di Indonesia dan Malaysia,” jelas Amelia Tjandra, direktur pemasaran ADM.

Ternyata, dengan menambahkan aksesori saja – tentunya dengan harga yang sangat kompetitif – penjualan Sirion langsung melonjak. Dari target semula 225 unit/bulan, menjadi 350 unit/bulan dengan masa inden 1- 2 bulan.

Anak Muda
“Kami memperkirakan kenaikkan penjualan Sirion karena makin mahalnya harga bahan bakar. Konsumen muda atau keluarga muda yang umumnya berada di kota-kota besar, menginginkan mobil yang praktis dan irit bahan bakar. Sirion memenuhi kebutuhan tersebut. Selain irit, mobil ini juga gesit. Buktinya sudah memenangkan 7 seri slalom,” tegas Amelia lagi.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh ADM terhadap konsumen Sirion, yaitu anak muda dan keluarga, ternyata i 75% menyukai mobil ini karena penampilannnya (styling). Faktor lain adalah nilai ekonomis, yaitu harga dan irit biaya operasional dan mudah dikendarai.

Dengan minor change ini, ADM berharap bisa menjualnya 400 unit/bulan. “Target ini sudah kami turunkan. Sebelumnya target kami 500 unit/bulan. Tetapi karena situasi ekonomi tidak seperti yang kami perkirakan sebelumnya, diturunkan jadi 400 unit/bulan,” jelas Suparno Djasmin, CEO PT Astra International – Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) yang menjual Daihatsu di Indonesia.

Permintaan Konsumen
Faktor lain yang menyebabkan Daihatsu menyegarkan penampilan Sirion, menurut wakil presiden direktur ADM, Sudirman MR, adalah untuk menjawab permintaan konsumen. “Mereka menginginkan desain yang lebih sporty dan trendi. Ini sesuai dengan jiwa target pemakai Sirion, yaitu anak muda. Perubahan ini sejalan dilakukan pada Myvi di Malaysia, negara tempat Sirion diproduksi,” terang Sudirman.

Dua model atau tipe Sirion yang ditawarkan sama-sama menggunakan mesin 1,3 liter, VVT-i adalah D versi standar dan M untuk sport. Untuk tipe D transmisi manual, dijual Rp 122.900.000 dan otomatik Rp 132.900.000. Berarti naik Rp 2 juta dibandingkan versi sebelumnya. Sedangkan tipe M, untuk transmisi manual Rp 136.500.000 dan otomatik Rp 146.500.000.

Bagian yang mengalami perubahan
Eksterior
• Kap mesin
• Gril, bumper dan aerokit depan plus logo Daihatsu yang lebih besar
• Lampu kabut dengan desain baru (tipe M)
• Semua pilar dihitamkan
• Garnis hitam di pintu belakang (untuk tipe M)
• Dual tail pipe atau knalpot ganda dengan tambahan aerokit di atasnya
• Bumper belakang dengan reflektor lebih tinggi
• Mengganti model alloy wheel
Interior:
• Meter cluster dilengkapi lampu peringatan
• Dashboard two-tone
• Jok dan lapisan pintu (door trim) warna dan motifnya berubah (tipe D)

20 August 2008

Daihatsu Ekspor Minivan dan Pick Up ke Jepang

Pada semester pertama 2008, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) telah berhasil memproduksi 102.969 unit kendaraan roda empat dan menjadikannya sebagai produsen dengan produk nomor satu di Indonesia saat ini. Berdasarkan data yang diterima Kompas.com dari Marcom PT Astra Daihatsu Indonesia, dari seluruh produksi Daihatsu tersebut yang dijual ke pasar domestik hanya 82% atau 84.435 unit. Sisanya, 18% atau 18.534 diekspor ke berbagai negara, termasuk prinsipalnya Jepang sebanyak 1.500 unit/bulan.

Produk Daihatsu yang dibuat di Indonesia dan diekspor tersebut adalah Terios dan Xenia yang masih menggunakan nama Daihatsu. Sedangkan Gran Max yang diekspor dalam bentuk CBU ke Jepang menggunakan nama Toyota Town Ace (minivan) dan Lite Ace (pick-up). Sampai saat ini, Daihatsu mengekspor mobil dalam dua kategori, yaitu CBU (utuh) dan CKD (terurai). Ekspor CBU pada semester pertama ini sudah mencapai 18.840 dan CKD 11.990 set.

Seluruh mobil yang diproduksi Daihatsu dan tetap menggunakan label Daihatsu hanya 35% atau 36.039 unit. Sebagian besar atau 65% dijual dengan label Toyota atau 66.929 unit. Mobil keluaran Daihatsu yang dipasarkan di Indonesia dengan menggunakan nama Toyota adalah Avanza (mobil paling banyak terjual pada semester pertama) dan Rush.

Untuk penjualan, semester pertama, Daihatsu telah mencapai angka 32.797 unit, termasuk impor CBU, Sirion dari di Malaysia. Mobil yang disebutkan terakhir, pangsanya hanya 2,6% atau 852 unit dari seluruh penjualan Daihatsu. Diakui, penjualan tersebut naik 17% dibandingkan semester yang sama pada tahun sebelumnya (27.266) unit. Malah bila dibandingkan dengan semester kedua pada 2007 (26.134), kenaikan mencapai 25% .

Besarnya kenaikkan penjualan Daihatsu, dipicu oleh permintaan Xenia dan Gran Max yang cukup tinggi pada semester pertama 2008. Dengan kenaikan tersebut, sampai tutup tahun ini, Daihatsu memperkirakan penjualannya di Indonesia mencapai 83.450 unit atau dengan pangsa pasar 15,5%.

18 August 2008

Si kecil Daihatsu Tanto Dengan Interior Yang Lega

Dari sekian banyak mobil-mobil impor atau asli dari Jepang yang meramaikan IIMS 2008 lalu, Daihatsu menampilkan retro-klasik, seperti Coo, Tanto, Move,OFC-1 dan Convertable kecil. Namun yang paling menarik Tanto.

Dari segi penampilan, minivan ini dapat dikatakan sederhana. Pasalnya, sosoknya kecil dan berhidung pesek dengan postur boxy. Dimensinya sangat kompak, yaitu panjang 3.396 mm, lebar 1.475 mm dan tinggi 1.725 mm.

Namun,begitu pengunjung melonggok interiornya dan ketika membuka pintu mobil, kontan terpukau. Ternyata interior Tanto luas untuk ukuran bodinya.

Cara membuka pintu sebelah kirinya juga unik. Beda dengan yang di kanan. Ketika kedua dibuka ke arah berlawanan, minivan ini tampak lega. Penumpang masuk dengan leluasa lantaran tidak ada pilar di tengah. Termasuk mereka yang menggunakan kursi roda. Jok penumpang dapat digunakan sebagai meja!

Daya tarik lain dari Tanto, mesinnya bersahabat dengan kantong mengingat harga bahan bakar yang makin mahal. Sumber tenaga Tanto berkapasitas 660 cc, 3 silinder, 12 katup, DOHC yang dilengkapi dengan turbo intercooler. Sayangnya, Daihatsu tak merinci tenaga yang dihasilkan minivan ini.

Namun yang pasti, menurut pihak Daihatsu, banyak konsumen Indonesia kesemsem dengan Tanto. Bahkan ada yang langsung ingin bayar dan begitu pameran usai langsung dikirim ke rumah. Padahal, harga mobil ini untuk ukuran kantong orang Indonesia tidaklah murah, yaitu di atas Rp 160 juta.

31 July 2008

Si kecil Daihatsu Tanto Dengan Interior Yang Lega

Dari sekian banyak mobil-mobil impor atau asli dari Jepang yang meramaikan IIMS 2008 lalu, Daihatsu menampilkan retro-klasik, seperti Coo, Tanto, Move,OFC-1 dan Convertable kecil. Namun yang paling menarik Tanto.

Dari segi penampilan, minivan ini dapat dikatakan sederhana. Pasalnya, sosoknya kecil dan berhidung pesek dengan postur boxy. Dimensinya sangat kompak, yaitu panjang 3.396 mm, lebar 1.475 mm dan tinggi 1.725 mm.

Namun,begitu pengunjung melonggok interiornya dan ketika membuka pintu mobil, kontan terpukau. Ternyata interior Tanto luas untuk ukuran bodinya.

Cara membuka pintu sebelah kirinya juga unik. Beda dengan yang di kanan. Ketika kedua dibuka ke arah berlawanan, minivan ini tampak lega. Penumpang masuk dengan leluasa lantaran tidak ada pilar di tengah. Termasuk mereka yang menggunakan kursi roda. Jok penumpang dapat digunakan sebagai meja!

Daya tarik lain dari Tanto, mesinnya bersahabat dengan kantong mengingat harga bahan bakar yang makin mahal. Sumber tenaga Tanto berkapasitas 660 cc, 3 silinder, 12 katup, DOHC yang dilengkapi dengan turbo intercooler. Sayangnya, Daihatsu tak merinci tenaga yang dihasilkan minivan ini.

Namun yang pasti, menurut pihak Daihatsu, banyak konsumen Indonesia kesemsem dengan Tanto. Bahkan ada yang langsung ingin bayar dan begitu pameran usai langsung dikirim ke rumah. Padahal, harga mobil ini untuk ukuran kantong orang Indonesia tidaklah murah, yaitu di atas Rp 160 juta.

15 July 2008

Daihatsu COO Disko Berjalan

Begitu melihat wagon kecil dengan desain “boxy” atau model kotak ini, mengingatkan kita pada Crysler PT Cruiser. Sebagian orang menilai, Daihatsu COO yang punya nama lain, Materia ini sebagai mini dari kendaraan asal Amerika itu. Ini tampak dari rancangan eksteriornya. Bahkan warna dan unit yang dipajang mirip dengan PT Curiser.

Bagi mereka yang ingin tampil beda dan tak perlu mengeluarkan uang banyak plus konsumsi bahan bakar tetap irit, COO memang pas. Pasalnya, selain dimensinya yang kompak, kapasitas mesin paling besar 1,5 liter. Di Jepang, wagon ini juga dipasarkan oleh Toyota dengan label bB. Jadi, kondisinya sama dengan di Indonesia, Xenia dengan Avanza atau Terios dengan Rush. Meski begitu, ada perbedaan pada log dan pernik-pernik tertentu.

COO termasuk produk baru dan diperkenalkan di Tokyo Motor Show 2007. Dimensinya, panjang 3,8 meter, tinggi 1,69 meter dan lebar 1,64 meter. Fitur yang sangat menarik dari mobil ini adalah interior sangat lega dan bisa memuat 5 penumpang dewasa (termasuk pengemudi).

Di negara asalnya, COO ditawarkan dengan dua pilihan mesin, yaitu 1,3 liter (bertenaga 92PS) dan 1,5 liter (109PS). Sedangkan yang dipamerkan di Indonesia adalah versi 1,5 liter yang telah dimodifikasi dengan penampilan mengarah ke sporty.

Ada pengamat yang menilai, interior COO lega seperti limusin. Bahkan saat malam hari, suasana interior mirip dengan bar karaoke. Karena itu pula, COO dinilai cocok bagi mereka yang gandrung dengan Audio-Mobil atau disko berjalan.

Meski saat ini COO belum dipasarkan di Indonesia, namun bila peminat konsumen Indonesia tinggi, Daihatsu tentu saja akan mengimpornya dengan kondisi CBU (utuh). Kehadirannya di IIMS adalah untuk mengetahui sejauh mana minat konsumen Indonesia terhadap wagon mungil ini.

01 July 2008

Daihatsu Sirion Turun Harga

Belum seminggu - tepat baru dua hari- pemerintah mengumumkan kenaikkan BBM, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) langsung mengumumkan perubahan harga. Momentum dilakukan bersamaan dengan acara Grand Final "Sirion Smart Slalom" di pelataran parkir Gelanggang Renang Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (25/2) malam. Produk yang disentuh oleh Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) Daihatsu itu adalah Sirion.

Kendaraan yang diperkenalkan memang bukan generasi baru Sirion, tetapi hanya face lift. Kendati begitu, ada tiga varian pilihan, yakni Sirion varian D bertransmisi manual dan matik serta Sirion varian M versi mewah (manual dan matik). Menariknya, soal harga justru varian D lebih murah dari generasi sebelumnya, sedang varian M masih sama namun lebih mewah.

"Dengan adanya varian baru serta perubahan penampilan dari sebelumnya, pelanggang punya pilihan sesuai selera dan kebutuhan," ucap Sudirman MR, Vice President PT Astra Daihatsu Motor. Sudirman menegaskan kalau Sirion D dibidik untuk pasar anak muda. Sekalipun ada kenaikan BBM, ia yakin dengan memiliki banyak varian, target 300 unit sebulan bukan tantangan yang berat. "Karena sampai April ini, kami sudah menduduki peringkat ketiga dari total penjualan semua merek," tegas Sudirman. Dan sampai April lalu, total penjualan kendaraan roda empat mencatat angka 187 ribu unit.

Untuk Sirion D menurut penjelasan Pradipto Sugondo, selaku Head, Executive Product Dev. Division, merupakan spec down, di antaranya tak ada lampu kabut (Fog Lamp) dan package tray pada bagasi. Untuk transmisi manual, pihak ADM mematok Rp. 119,9 juta, sedang matik Rp. 129,9 juta. Untuk Sirion M dibanderol Rp. 133,5 juta (manual) dan Rp. 143,5 juta (Matik). Di kelasnya, Sirion M dengan mesin yang masih sama (1.300 cc) akan head on dengan Suzuki Swift CKD.

Bikin penasaran, Sirion M yang fitur-fiturnya lebih mewah tapi harga tetap sama. "Bisa murah karena kami mendapat subsidi dari prinsipal (Jepang)," ungkap Suparno Djasmin, Marketing Director ADM. Ia pun sama dengan Sudirman, yakin Sirion dengan tambahan varian baru bisa mencapai target 300 unit. "Untuk bulan lalu (April) saja, total penjualan Daihatsu mencapau 6.100 unit. Tapi data dari Gaikindo 6.900 unit. Nah, kalau target 300 unit berarti tidak sampai 5%," papar Suparno.

30 June 2008

Daihatsu Sirion M Lebih Sporty

Bagi yang sudah membeli Daihatsu Sirion jangan kecewa melihat generasi barunya, yakni Sirion M. Bayangkan, harga masih sama dengan yang lama Rp.133,5 juta (manual) dan Rp. 143,5 (matik). Namun versi yang baru lebih mewah dan tampilan lebih sporty baik eksterior maupun di interior. Bahkan warna, ada lima pilihan dan salah satunya kelir yang lagi tren putih.

Pradipto sugono, Head. Executive Product Dev. Division menerangkan secara detail perubahan pada Sirion M. Dari sisi eksterior, sedan hatchback ini memiliki nilai lebih dan cocok untuk anak muda. Tak perlu lagi dilakukan modifikasi.

Seperti pelek, bila sebelumnya menggunakan 175/65 R14 naik dua step R16 195/50. Dengan telapak yang lebar, kestabilan lebih tinggi dan daya cengkeram pun lebih baik. Dan Pradipto menjamin konsumsi bahan bakar tidak menjadi lebih boros. "Karena kita tidak merubah offset. Untuk pemakaian dalam kota sekitar 1:13."

Penambahan ukuran pelek tidak lain menyelaraskan ubahan pada bodi. Seperti gril di desain lebih besar. Tampilan depan tambah manis berkat lampu utama bagian atas diberi eye lid. Kemudian ditambah dengan aerokit package.

Di sisi samping, pemakaian side skirt membuat tongkrongan kian gagah. Dipadu dengan side wallding yang besar. Seandainya talang air dilepas, pas sekali sebagai kendaraan anak muda. Karena tampilan bagian belakang sporty sekali.

Seperti desain spoiler bukan sekadar gaya, namun bisa meningkatkan daya cengkeram kedua roda belakang. Knalpot menempel di bibir (Muffler Cutter) aerokit package. Dan back sonar yang sebelumnya sebagai option, kini menjadi perlengkapan standar.

Selain eksterior, tampilan interior pun dibikin sporty. Seperti jok dilapisi kulit. Lalu pada dasbor, terutama di belakang setir dan bagian atas audio didesain model karbon keflar dan setir semi-kulit. SBT

Data Spesifikasi
Sirion D Sirion M

Panjang Keseluruhan 3720 - - - - - - - 3780
Lebar keseluruhan - - - - 1665 - - - -
Tinggi Keseluruhan 1550 1585
Jarak Sumbu Roda - - - - 2440 - - - -
Jarak Pijak Roda depan - - - - 1455 - - - -
Jarak Pijak Roda Blk - - - - 1465 - - - - -
Tinggi dari Tanah 160 195
Radius Putar Minimum - - - - 4,7 - - - -

MESIN
Tipe - - - K3-VE, DOHC VVT-i - - -
Kapasitas Silinder - - - - 1298 - - - - - -
Sistem Bahan Bakar EFI (Electronic Fuel Injection)
Kapastitas tangki - - - - 40 - - - -

TRANSMISI
Tipe 5 Speed/4 Matik - - - - 5 speed/4 matik

RASIO GIGI AKHIR
Manual/Matik 4,267/4,032 - - - - 4,267/4,032


SISTEM KEMUDI
Tipe Rack and Pinion dengan Power Steering

REM
Depan Cakram (disc) berventilasi dengan booster
Belakang Drums, Leading & Trailing
Rem Parkir Mekanis pada roda belakang

SUSPENSI
Depan McPerson Struts degan per keong dan stabilizer
Belakang Mekanis pada roda belakang

BAN 175/65 R14 - - - - - 195/50 R16

02 January 2008

Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia

Apakah era AFTA akan mengubah pola dasar mobil niaga yang selama ini menguasai dan mengakar kuat pasar domestik? Secara teori, memang harga mobil bakal turun. Tapi, jangan buru-buru senang dulu. Sebab, jika menilik investasi dalam industri otomotif di tengah krisis tempo hari amat berdampak pada likuiditas agen tunggal di dalam negeri. Contohnya, ada utang yang tak terbayar yang berakibat pada kepemilikan saham agen tunggal mobil diambil alih prinsipal dari negara asalnya.

Walhasil kini kebijakan manufakturing dikontrol langsung oleh pemilik merek. Contoh seperti saham Indomobil yang tinggal 10 persen dari 51 persen. Sahamnya terpaksa dijual ke Suzuki Motor Corporation, Jepang, selaku pemilik merek yang kini menguasai 90 persen saham PT Indomobil Sukses Internasional.
Nasib serupa juga dialami PT Toyota Astra Motor ke Toyota, karena alasan yang sama. Begitu pula PT Honda Prospect Motor yang kini tak jauh beda dengan keduanya sejak diambil alih oleh Honda Motor Co., Ltd.

Tapi sisi positifnya varian baru akan lebih cepat berkembang, apalagi sejak berlakunya AFTA maka komponen antar-ASEAN mendapat tarif bea masuk rendah yang semula 30 persen menjadi 5 persen. Masuknya prinsipal pada gilirannya akan memangkas birokrasi impor komponen dari berbagai sumber sesama pabrik, misalnya antarpabrik Toyota di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Filipina.

Tahun 2003 merek unggulan seperti Toyota Kijang tetap menguasai pasar, diikuti model sejenisnya seperti Isuzu Panther, Mitsubishi Kuda, Daihatsu Taruna, dan minibus Suzuki dan Daihatsu. Namun dari sisi model cenderung ke arah sedan serbaguna atau populer dengan istilah Small MPV (multi-porpuse van), seiring dengan dibukanya keran impor dan dipelopori oleh pabrik mobil Korea, kemudian diikuti oleh Jepang.

Indikasi tersebut terlihat dari semakin berkembangnya varian jenis ini dari berbagai merek, misalnya sejak Oktober lalu merilis Aerio. Berdasarkan riset pasar yang dilakukan Indomobil ternyata konsumen di Indonesia paling menyukai mobil serbaguna (multi purpose vehicle) dengan harga berkisar Rp 120 juta hingga Rp 125 juta.

Tapi berita hebat seputar otomotif yang heboh adalah kolaborasi antara PT Toyota Astra Motor dan PT Astra Daihatsu Motor untuk memproduksi kendaraan berharga di bawah Rp 100 juta, menggembirakan sekaligus mengejutkan.

Menggembirakan karena banyak konsumen yang �pas-pasan� akan segera dapat memiliki mobil baru, Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia. Mengagetkannya, Toyota dan Daihatsu secara tak langsung tak memberi peluang merek lain untuk merebut pasar otomotif tahun depan di kelas Rp 100 juta hingga Rp 150 juta. Segmen pasar otomotif yang diambil kedua merek tadi dinilai cukup bagus dan bisa dikatakan gemuk alias sangat besar.

Kedua merek itu semakin mengokohkan posisinya sebagai kendaraan yang terpopuler. Segmen yang mungkin gigit jari di tahun depan adalah mobil bekas dan city car. Konsumen yang semula menabung dan hanya memiliki dana tipis, mungkin akan beralih untuk membeli yang baru ketimbang yang bekas, toh harganya tak terpaut jauh. City car yang bentuknya mungil apalagi. Harganya yang tak jauh beda, masihkah dilirik konsumen?

Tapi dengan meluncurnya kedua merek tersebut tahun depan, membuat khawatir ATPM yang mengeluarkannya. Kehadiran Daihatsu Xenia yang dipasarkan dengan harga di bawah Rp 90 jutaan diakui petinggi ADM yang mengkha-watirkan Taruna. Kekhawatiran itu terjadi lantaran harga Xenia yang kompetitif itu. �Kita memang agak ketar-ketir dengan Taruna,� ucap Noertjahjo Darmadji, Vice President Director ADM di sela acara peluncuran kedua merek itu di Jakarta belum lama ini.

Menurut data penjualan Gaikindo, penjualan Daihatsu Taruna relatif tidak stabil. Sejak Januari hingga Oktober lalu total penjualannya hanya mencapai 6.201 unit. Dengan demikian rata-rata per bulan penjualan hanya mencapai 620 unit. Padahal, penjualan Xenia ditargetkan menembus angka 1500 unit.

Sekadar informasi, saat ini Daihatsu Taruna dipasarkan dengan harga Rp 105,6 juta sampai Rp 144,6 juta. Sementara harga Daihatsu Xenia yang penampilannya lebih menawan hanya berkisar Rp 77,5 juta � Rp 88,8 juta. Posisi Taruna akan semakin bergoyang dengan hadirnya Toyota Avanza yang basisnya Daihatsu Xenia, yang penampilannya lebih mewah, namun dipasarkan dengan harga di bawah Rp. 100 juta.

Pasar Toyota Kijang pun diduga bakal terkena imbas �senjata makan tuan.� Porsinya akan direbut �adik kandungnya,� Toyota Avanza yang harganya lebih kompetitif. Tapi ketika hal ini dikonfirmasi kepada salah satu petinggi TAM, menurutnya Kijang bisa memuat 9 orang. Dengan kata lain, pangsa pasar Kijang berbeda dengan Avanza. Kita lihat saja perkembangannya tahun depan.

Benarkah pasar otomotif bakal didominasi kedua merek ini tahun depan apa jurus ATPM lain untuk menangkal jurus maut Toyota dan Daihatsu itu?
Dalam diskusi tren bisnis otomotif tahun 2004, Rabu (17/12) yang diikuti wartawan otomotif sejumlah media cetak dan elektronik, terungkap tren bisnis otomotif tetap berjalan mulus walau ditakutkan adanya dampak Pemilu.

Periode yang krusial justru saat pemilihan presiden pada September 2004. Masyarakat belum pernah berpengalaman dengan pemilihan presiden secara langsung. Untuk memperoleh suara dan simpati, sesama calon presiden akan saling menjatuhkan. Ini di-khawatirkan menyulut bentrokan antarpendukung. Tapi jika pada pemilihan parlemen di bulan April, rakyat sudah terbiasa dan berpengalaman, sejauh Pemilu untuk calon legislatif yang pernah dilangsungkan, tak berdampak buruk pada bisnis.

Apa tanggapan pebisnis otomotif sendiri melihat kondisi pasar otomotif tahun 2004?

Gunadi Sindhunata, Pre-siden Direktur PT Indomobil Sukses International, menanggapinya dengan optimistis.

Menurutnya, tahun ini justru penjualan mobil meningkat. Target 340 ribu unit bakal terkejar sebab sampai November 2003 penjualan mencapai angka 320 ribuan unit. Bahkan tahun 2004 diprediksi kenaikannya 0-2 persen.

Menyinggung soal Pemilu, Gunadi menegaskan, memang ada waktu dua bulan �libur� di mana saat Pemilu legislatif (April) dan pemilihan presiden (September). Ia tak merisaukan dampaknya bagi bisnis otomotif. Yang dipikirkan adalah waktu selama setahun itu yang �tersisa� hanya 10 bulan. Jadi, bagaimana memanfaatkan waktu 10 bulan itu seperti layaknya setahun, yakni dengan kerja keras.

Gunadi melihat potensi pasar sepeda motor tahun 2004 lebih cerah dari tahun 2003. Penjualan sepanjang 2003 sebanyak 2,8 juta motor. Ini telah melebihi target. Melihat gelagat ini, para pemain roda dua menargetkan bakal terjual 3,2 juta unit motor untuk tahun 2004.

Menurutnya, negara berkembang dengan GNP tertentu, pasar motornya berkembang. Tapi setelah GNP-nya naik, pasar motor menjadi stagnan tapi pasar mobil yang naik. �Ini yang terjadi di Thailand saat ini. Sementara Indonesia akan mengarah ke sana,� ujarnya.

Menyinggung peluang dan strategi Grup Indomobil memasuki pasar kendaraan roda empat tahun depan, Gunadi mengungkapkan, 9 merek mobil di bawah grupnya juga akan mengeluarkan mobil di bawah Rp 100 juta. Gunadi enggan memberitahu kapan Indomobil akan melansirnya. Tapi khusus tahun depan target grup adalah 700 ribu unit. Ada kenaikan 100 ribu unit dari target tahun 2003 (600 ribu unit).