12 June 2008

Wajah Baru Chevrolet Estate

Sebagai salah satu anggota keluarga Chevrolet, Estate juga ikut mengalami perubahan wajah. Persis seperti Optra Magnum, perubahan radikal terjadi di bagian depannya dengan sepasang lampu yang melebar ke samping. Gril lebih besar juga membuat Estate tampil lebih sporty.

Jika Optra Magnum mengalami penggantian mesin, tidak demikian halnya dengan Estate. Mesin E-TEC II 1.598 cc yang digunakan sebelummya tidak mengalami perubahan sama sekali. Mesin ini kini juga digunakan oleh Optra Magnum.

Namun jangan berharap menemukan climate control di dasbor seperti pada Optra Magnum. Chevrolet Estate masih mempertahankan seluruh interiornya. Begitu pula dengan pelek berdiameter 15 inci yang tetap dipertahankanseperti sebelumnya. Kabarnya varian sport dengan pelek 16 inci akan dihadirkan kemudian.

Dengan tidak ikutnya General Motors AutoWorld Indonesia (GMAWI) pada ajang Indonesian International Motor Show 2008, peluncuran Estate akan diadakan di awal Juli mendatang setelah Aveo. Harga yang ditawarkan masih sama dengan harga Chevrolet Estate yang beredar saat ini. Bahkan sempat berembus kabar bahwa Estate baru ini sudah bisa dipesan di dealer Chevrolet.

Dengan total 4 produk baru di semester pertama 2008: 1 varian baru (Captiva Diesel) dan 3 facelift (Optra Magnum, Estate dan New Aveo) di awal tahun ini, rasanya General Motors AutoWorld Indonesia akan mengulangi kejayaan Blazer di masa lalu.

Ini Dia People Carrier Terkini Honda

PT Honda Prospect Motor (HPM) sebagai ATPM Honda tengah melakukan studi terhadap people carrier 7-seater. Karena, sejak ditinggal Stream, Honda tidak punya jagoan untuk melawan deretan MPV terbaik tanah air, seperti Nissan Grand Livina atau Kijang Innova.

Jonfis Fandy, Director Marketing HPM seperti memberi sinyal pada awal tahun lalu dalam jumpa pers. Bahwa Honda bakal punya dan indikasi itu mungkin Honda Freed yang baru diluncurkan di Jepang akhir Mei lalu.

Majalah AutoBild memprediksi kalau Freed bakal digilai konsumen tanah air. Dasarnya, bentuk yang mungil, stylish namun mampu mengakomodasi budaya guyub masyarakat Indonesia. Diperkuat dengan sosok Freed sendiri kombinasi New Jazz dan MPV Stepwagon dengan garis-garis tajam dan nyaris bertabrakan di sekujur bodi, membuat penampilannya lebih atraktif dengan rata-rata people carrier yang dikenal.

Interior terbilang minimalis dengan dasbor hanya berupa satu tarikan garis. Untuk menciptakan lantai rata, tuas transmisi diletakkan pada dasabor dengan rem parkir mengadopsi model injak.

Soal kelegaan kabin, meski dengan dimensi 4,2 meter, Honda mengklaim Freed mampu membawa hingga delapan penumpang orang dewasa dengan nyaman. Bahkan pria setinggi 185 cm juga disebut-sebut takkan kesempitan saat duduk di jok belakang.

Kunci kelegaan kabin terletak pada konsep low flat floor seperti yang diterapkan pada Stepwagon. Tak lupa kehadiran tangki bensin dari plastik untuk menghemat ruang.

Di negeri asalnya, Honda menawarkan Freed dalam tiga versi, 5-seater dengan bagasi besar, 7-seater dan 8-seater. Untuk dua versi terakhir memiliki jok baris ketiga yang bisa dilipat ke samping.

Untuk mesin, Freed versi Jepang mengusung 1.496 cc 4 silinder i-VTEC berdaya 120 dk seperti digunakan pada Jazz dengan konsumsi bbm 16,4 km/l.

Ketika dikonfirmasi, HPM hnay menyebut bahwa pihaknya tengah mempelajari kemungkinan Freed di jual di tanah air. Karena di Jepang sendiri, Freed L package 8-seater dijual dengan harga Rp 178,6 juta) tak jauh beda dengan Fit RS yang dijual Rp 141 juta. Kalaupun jadi masuk, rentang harga tak jauh dari New Jazz dan Nissan Grand Livina.

10 June 2008

Nissan Livina X-Gear MT, Expression Has No Limit

Setelah perhelatan Beijing Motor Show 2008 menjadi ajang debut pertamanya, giliran Indonesia melalui PT. Nissan Motor Indonesia (NMI) akan segera memperkenalkan varian terbaru di keluarga Livina pada masyarakat dengan label X-Gear. Menurut Teddy Irawan Deputi Sales & Marketing NMI, kehadiran X-Gear untuk melengkapi jajaran produknya setelah Grand Livina serta XR, dan yang terpenting adalah memberikan pilihan yang lebih luas pada konsumen Indonesia.

Sebagai rangkaian kegiatan hadirnya Livina X-Gear di pasar nasional, pada Selasa dan Rabu (22 – 23/4), NMI menyelenggarakan acara “Test Drive Journalist Livina X-Gear” di Tanjung Lesung, Jawa Barat. Even yang diikuti tak kurang dari 20 wartawan berbagai media otomotif di Jakarta ini berlangsung seru. Karena pihak NMI sengaja meramu sesi berkendara dari kantor Nissan di MT. Haryono, serta aura berpetualang dan kesegaran pantai ala Tanjung Lesung. Pada kesempatan ini BeritaATPM.com mendapat ‘jatah’ X-Gear transmisi manual 5-percepatan bersama dua wartawati dari media Cosmopolitan dan Parenting Indonesia.

Sebelum perjalanan dimulai, kami mencoba menelusuri sosok eksteriornya. Sepintas tampilan X-Gear tidak berbeda dari Livina XR, hanya beberapa detail coba disusupi agar tubuhnya terlihat lebih macho dan sporti. Seperti lekukan halus pada bemper depan dan torehan warna hitam di sekujur bodi bagian bawah dan bagian handel pintu belakang, serta dilengkapinya skid plate berkelir perak. Ciri khas dari facelift ini makin terlihat pada high-mount stop lamp bertuliskan X-Gear.

Menilik bagian kabin, kami merasakan ruang terasa lebih lapang. Ternyata setelah dilihat pada data spesifikasinya, panjangnya melar 100 mm, lebar 40 mm dan tinggi 15 mm. Jadi asumsi kabin makin lega dan nyaman untuk kapasitas 5 orang dewasa plus barang bawaan pun terbukti. Begitu pun dengan desain warna pada jok, setelah XR didominasi dengan warna cerah kini aksen gelap corak merah coba diterapkan NMI. Begitu pun dari sisi keamanan, X-Gear telah dilengkapi SRS airbag khusus driver.

Setelah puas mengamati sosoknya, mulailah perjalanan panjang menelusuri jalan menuju Tanjung Lesung segera dilaksanakan. Setelah posisi drive telah didapat mesin langsung dihidupkan. Desiran mesin HR15DE seperti pada XR cukup halus terdengar hingga ke kabin. Setelah tuas perseneling masuk pada posisi 1, X-Gear segera kami arahkan ke ruas jalan bebas hambatan menuju Anyer. Sebagai catatan karena penghuni X-Gear bernomor 5 didominasi wanita, praktis sepanjang perjalanan hingga kembali di Jakarta, posisi mengemudi tetap berada di tangan BeritaATPM.com.

Selama perjalanan, performa dari mesin berkapasitas 1.498 cc terbukti cukup responsif, dengan traksi perpindahan gear yang cukup halus. Pada sesi ini, kami coba telusuri sisi kehandalannya dalam bermanuver. Di rentang kecepatan 120 – 140 km/jam, suara-suara yang berasal dari mesin dan ban mulai menyusup ke kabin. Namun hal ini dapat ditepis dengan alunan musik dari audio sistem yang cukup menghibur di sepanjang perjalanan.

Bahkan sesekali pedal gas kami hentak habis sambil bermanuver melewati mobil di depan, hingga jarum spedometer sempat menyentuh angka 170 km/jam. Sejatinya masih ada sedikit tenaga yang harusnya dapat dimaksimalkan, mengingat kondisi jalan yang mulai tidak bersahabat dan gejala body roll mulai muncul kami urung melakukannya. Tentunya sisi keselamatan menjadi hal yang utama. Acungan jempol juga layak dilayangkan buat grip ban yang melekat mantap pada aspal.

Setelah puas ‘bermain’ di tol, mobil segera kami bawa menyusuri ruas jalan Cilegon untuk makan siang di Hotel Marbella, Anyer. Di jalur ini kami harus lebih bersahabat dengan aneka ragam jalanan rusak juga truk-truk berkapasitas besar serta motor-motor yang banyak berlalu-lalang. Namun dengan diaplikasikannya suspensi berkarakter medium, hal tersebut dapat kami lalui.

Setelah makan siang, perjalanan kembali dilanjutkan menuju lokasi akhir yaitu Tanjung Lesung. Untuk kesekian kalinya kami harus bertemu kembali dengan medan yang sama. Tapi hal ini mampu dijawab X-Gear dengan kelincahannya bermanuver melewati setiap kendaraan dan menghindari jalan berlobang dengan kontrol stir yang tergolong cukup ringan.

Lelah terus berada di dalam kendaraan, akhirnya tibalah kami di lokasi terakhir yaitu The Bay Villas Resort, Tanjung Lesung untuk menginap satu malam dan sesi pemotretan bagi para fotografer. Siang harinya seluruh wartawan dihibur dengan petualangan pantai berupa permainan jetski dan banana boat. Tak terasa kebersamaan kami dengan Livina X-Gear pun berakhir dan kami pun beranjak kembali ke Jakarta untuk menginformasikan hal itu semua kepada konsumen Indonesia.

Kesimpulan akhir yang didapat, dengan target pasar yang dituju yaitu anak muda, pasangan muda dan kaum eksekutif, Livina X-Gear sangatlah cocok. Apalagi dengan bocoran banderol yang disampaikan NMI di rentang harga Grand Livina dan XR, cukup membuktikan bahwa pasar di kisaran harga 100 – 150 juta diprediksi semakin gemuk. Namun semua itu berbalik lagi pada konsumen itu sendiri, karena pasarlah yang menentukan. Sebagai informasi, peluncuran Livina X-Gear di pasar nasional akan serentak dilaksanakan mulai 7 Mei mendatang di Mal Taman Anggrek, Kelapa Gading 3, PIM 2 dan Mega Mall Pluit.


Nissan Livina X-Gear MT

Deskripsi MPV 5-seater
Dimensi4.275 x 1.730 x 1.615 mm
Wheelbase2600 mm
Ground Clearance185 mm
Radius putar5,3 meter
Transmisi Manual 5-kecepatan
Mesin 1.5 Liter 4-silinder segaris 16 katup DOHC dan CVTC
Tenaga Maksimum 109 hp @ 6.000 rpm
Torsi Maksimum 149 Nm @ 4.400 rpm
Suspensi (depan-belakang)McPherson strut - Torsion beam
Rem (depan-belakang) Vent. Disc - Drum
Ukuran ban185/65 R15
Kapasitas Tangki Bensin52,4 liter
Konsumsi BBM 15,5 km/liter (klaim PT. Nissan Motor Indonesia)

Suzuki SX4 Cross Over, Versi CKD Setangguh CBU

Sejak diluncurkan medio April tahun lalu, kehadiran Suzuki SX4 di pasar nasional mendapat respon sangat baik. Terbukti hingga kini, PT Indomobil Niaga International (IMNI) cukup kewalahan memenuhi permintaan konsumen terhadap produk CBU dari Jepang ini. Menurut Soebronto Laras, President Direktur IMNI, “Meledaknya permintaan SX4 di Indonesia merupakan fenomena global terhadap kesuksesan penjualan kendaraan ini di seluruh dunia. Oleh karenanya untuk memenuhi permintaan pasar yang begitu banyak, saat ini SX4 kami hadirkan dalam bentuk CKD (Completely Knock Down).”

Dalam rangkaian peluncuran SX4 versi CKD di Indonesia, PT. IMNI mengundang beberapa rekan wartawan selama tiga hari penuh (22 - 24/4) untuk menguji ketangguhan kendaraan crossover ini di Manado, Sulawesi Utara. Sebelum matahari terbit rekan-rekan media yang cukup antusias memenuhi undangan test drive berkumpul di Bandara Soekarno Hatta. Sedikit perbincangan terlontar dari salah satu rekan media. Kabarnya dalam test drive kali ini IMNI juga akan meluncurkan varian baru dari SX4.

Setelah melakukan perjalanan udara sekitar lima jam, sampailah rombongan di Bandara Sam Ratulangi, Manado. Rasa penasaran terhadap varian terbaru SX4 langsung pupus setelah melihat dua unit SX4 Cross Road, di tengah barisan SX4 Cross Over. Menilik tampilan Cross Road, memang tidak banyak perubahan seperti varian Cross Over. Hanya saja pada varian baru ini diameter roda lebih kecil menggunakan ukuran ban 195/65 R 15 tanpa dilengkapi kantung udara.

Mengawali perjalanan pertama, BeritaATPM.com mendapat jatah varian Cross Over transmisi otomatik empat percepatan. Setelah posisi drive didapat, mesin langsung dihidupkan. Desiran mesin M15A, DOHC VVT terasa senyap, sehingga perjalanan awal kami menuju rumah makan Mapanget Indah terasa nyaman.

Setelah puas menikmati menu laut khas Manado, rombongan kembali melakukan perjalanan menuju wilayah Tomohon dengan karakter medan jalan berbukit di tengah hujan yang mengguyur kota ini. Selama perjalanan mesin SX4 yang seharusnya mampu meletupkan tenaga sebesar 98 hp di 6000 rpm kami perlakukan halus mengingat jalur yang kami lalui cukup licin akibat guyuran hujan. Selama perjalanan kami memanjakan diri dengan alunan musik yang dihantarkan melalui perangkat audio CD tuner (AM/FM/MP3/WMA) dengan empat speaker dan tweeter.

Setelah melepas lelah di kaki gunung Lokon, keesokan harinya rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju kota Manado yang masih diguyur hujan. Walhasil rombongan harus pasrah dengan kondisi cuaca hujan yang terus mengguyur kota Manado. Namun di hari kedua rasa kecewa sedikit terobati saat rombongan menyusuri jalan yang cukup ekstrim menuju danau Tondano.

Di tengah medan menanjak, performa mesin SX4 sangat baik, terlebih transmisi matik yang kami gunakan cukup responsif baik saat gear pada posisi D maupun saat perpindahan melalui transmisi semi manualnya. Di setiap tikungan yang cukup tajam pengemudi tidak harus banyak melakukan gerakan tangan pada lingkar kemudi, karena SX4 memiliki radius putar 5,2 m yang ditunjang manuver handling yang sangat baik.

Nampaknya ketangguhan SX4 juga terbukti saat rombongan melintas jalan berlubang. Suspensi McPherson Strut dan Torsion beam mampu memberikan redaman yang cukup baik. Terbukti salah satu rekan wartawan yang sedang tertidur sempat tidak merasakan guncangan yang berarti.

Setelah dua hari menjelajah kota Manado dengan SX4, di malam terakhir secara rersmi kami menghadiri acara peluncuran varian terbaru SX4 Cross Road, bersama jajaran direksi PT. IMNI dan seluruh main delaer Suzuki di Indonesia.

Berita menyimpulkan bahwa SX4 versi CKD memiliki karakteristik yang sama dengan versi CBU-nya. Kendati SX4 menargetkan pasar anak muda yang stylish dan eksekutif muda yang dinamis, crossover ini memang memiliki banyak kelebihan dari beberapa kendaraan jenis hatchback lainnya. Namun semuanya kembali lagi kepada anda para konsumen.


Suzuki SX4 Cross Over AT

Deskripsi Crossover MPV & SUV
Dimensi4.135 x 1.755 x 1.605 mm
Radius Putar5,2 m
Ground Clearance175 mm
Kapasitas1.490 cc
Mesin M15A DOHC 16 valve VVT
TransmisiOtomatis 4-speed shift gate
Tenaga Maksimum 100 ps @ 6.000 rpm
Torsi Maksimum 133 Nm @ 4.000 rpm
Suspensi (depan-belakang)Independent MacPherson Strut - Torsion Beam
RemCakram (depan) & Tromol (belakang) berventilasi dengan ABS, EBD
Kapasitas Tangki Bensin50 liter
Velg & BanAlloy 205/60 R16