15 July 2008

BMW X6 Resmi Diluncurkan di Indonesia

Menggenapi rencana yang telah diungkapkan Bayerische Motoren Werke (BMW) AG—perusahaan manufaktur mobil BMW—pada awal tahun 2008 lalu, hari Selasa ini (15/7) diluncurkan BMW X6 di pasar Indonesia.

Berbeda dari seri-seri lain, kendaraan premium ini merupakan kombinasi antara Sport Utility Vehicle (SUV) yang khas dengan citra tangguh dan coupe yang mewah. Bahkan, pihak BMW mengklaim model ini merupakan yang pertama di dunia dengan sebutan Sport Activity Coupe.

Mengambil tempat di kawasan Jalan Daksa, Jakarta, Presiden Direktur PT BMW Indonesia Joerg Kelling menandai peluncuran tersebut dengan menyingkap kain selubung yang menutup sebuah BMW X6 berwarna putih.

Varian yang masuk ke Indonesia adalah BMW X6 xDrive35i dengan mesin enam silinder segaris berkapasitas 3.000 cc. Di dunia, X6 tersedia pula dengan kapasitas mesin 4.400 cc delapan silinder segaris. Varian ini disebut BMW X6 xDrive50i.

Lengkap dengan fitur twin turbo, Kelling mengatakan, mesin X6 versi 3.000 cc mampu menghasilkan tenaga yang besar, tapi dengan penggunaan bahan bakar yang efisien. Disebutkan, perbandingan konsumsi bahan bakar sekitar 1:12.

Bukan itu saja, bahan dasar mesin X6 terbuat dari aluminium sehingga menjadi ringan dan berpengaruh pada performa mobil secara keseluruhan. Disebutkan, mobil ini mampu berakselerasi hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 6,7 detik, dengan kecepatan maksimum 240 kilometer per jam.

Lantas bagaimana dengan harga? Ada dua varian yang ditawarkan. Untuk X6 dengan fitur standar dihargai (off the road) Rp 1,51 miliar. Sementara, untuk X6 dengan fitur active steering dan adaptive drive dibanderol Rp 1,62 miliar (off the road).

Kendaraan SAC ini dilengkapi teknologi Active steering. Jadi, pengemudi tak perlu memainkan kemudi yang berlebihan ketika menghadapi jalan berkelok-kelok, termasuk juga saat parkir. Semakin tinggi kecepatan, justru sudut roda kemudi yang diputar semakin banyak dibanding dengan kemudi konvensional. Selain itu, pada X6 ini terdapat adaptive drive yang bertugas mengatur kerja suspensi sesuai dengan kondisi permukaan jalan.

Truk Pintar Hino Profia ASV

Dalam gerombolan mobil konsep yang meramaikan IIMS 2008 di JCC, ada dua yang menyita perhatian. Keduanya dipajang berdekatan, yakni Canter Eco D dari Mitsubishi dan satunya lagi, Profia ASV (Advanced Safety Vehicle) bikinan Hino berwarna biru metalik. Melihat truk yang dipajang dalam bentuk head tractor di hall B ini, pengunjung penasaran ingin melongok ke kabin dan sekaligus foto-foto di depan atau di sampingnya.


Sudah Dijual
Melonggok ke dalam kabin, kesan truk sudah tak ada lagi. Di samping kiri pengemudi atau di tengah-tengah dasbor, terdapat layar monitor sentuh berukuran 10 x 15 cm. Didekat layar ini pula ada tombol putar, kamera kecil dan tuas pemindah gigi.

Desain setir dan panel instrumen juga gagah, sama dengan sedan kelas mengengah. Di depan atau di atas kepala pengemudi ada satu lagi layar monitor LCD dengan ukuran lebih kecil. Materi jok juga memberi kesain mewah. Semua itu, tentu saja mengundang rasa kagum.

Salah satu teknologi yang dibanggakan Hino pada ASV adalah “pre crash safety” , yang sudah dipasarkan di Jepang sejak 2006. Meski begitu, peranti keamanannya terus ditambah setiap tahun. Pada versi terakhir - yang juga dipamerkan di Tokyo Motor Show tahun lalu – tambahan baru adalah “Panoramic View Assist System”.

Pertama di dunia
Peranti “pre crash safety”, diklaim Hino sebagai pecegah tabrakan yang pertama di dunia yang dipasang pada truk berat. Alat ini bekerja dengan memanfaatkan radar akurasi tinggi (menghitung jarak sampai milimeter) yang dikembangkan bersama dengan Toyota.

Otak pencegah tabrakan adalah komputer yang mampu menghitung jarak antara truk dengan beda di depannya, baik mobil yang sedang berjalan atau berhenti. Bisa dengan benda lainnya, seperti tembok atau pagar jalan. Jika jarak antara truk dengan mobil di depannya sudah tidak aman atau kemungkinan bisa terjadi tabrakan, alarm akan mengeluarkan bunyi. Komputer juga mengaktifkan rem sedikit untuk mengurangi kecepatan.

Tanda bahaya diteruskan ke kendaraan yang menyusul di belakangnya. Jika supir tak sempat lagi mengerem, komputer akan mengoperasikan dengan tekanan kuat sehingga kecapatan turuk lebih cepat. Dengan cara ini, kerusakan yang lebih parah dapat dihindarkan.

Alat pengaman lain adalah VSC (vehicle stability control) yang mencegah kendaraan terguling atau bagian belakang (trailer) terangkat ketika truk direm secara mendadak, baik saat melaju di jalan dengan permukaan licin maupu membelok. Tambahan lain adalah pemantau tekanan yang ditayangkan pada monitor tengah.

Pada ASV yang dipamerkan di IIMS, teknologi terbarunya adalah “Panoramic Assist System”. Alat ini digunakan untuk memperluar bidang penglihatan supir terhadap suasana dan kondisi sekelilingnya lebih luas lagi. Kondisi di sekeliling truk ditayangkan melalui layar monitor yang dipasang di bagian atas kabin. Dengan bantuan alat ini, pengemudi bisa memperoleh jangkuan penglihatan lebih luas saat membelok. Di samping itu, juga ada tambahan alat untuk melihat pejalan kaki di malam hari melalui kamera inframerah.

Kaca spion ASV adalah model baru yang dilengkapi dengan tambahan penglihatan, terutama saat truk meluncur pada kecepatan tinggi plus lampu depan dengan bekerja secara adaptif. Arah sorotan lampu beradaptasi sesuai kondisi jalan dengan arah belokan kendaraan. Sedangkan panel sentuh memudahkan kerja supir, antara lain audio, saklar dan alat kontrol lainnnya.Empat kamera di depan, belakang, sisi kanan dan kiri serta belakang, menayangkannya ke monitor di bagian atas dengan menampilkan warna merah.

Ford Verve Seharga Honda Jazz

Di stan Ford terpajang satu sedan konsep Verve yang menjadi maskot Ford Motor Indonesia (FMI) dalam ajang pameran mobil internasional (IIMS) 2008 di JCC. Kendaraan ini baru akan diproduksi massal pada 2010 dan akan meramaikan pasar mobil di Tanah Air.

Dilihat dari desainnya, Anda pasti memperkirakan harganya cukup tinggi, dengan harga terendah Rp 400 juta. Bagi yang sudah melihat dari dekat, pasti mengira harganya akan jauh lebih tinggi lagi. Sebab, rancangannya dinilai sebagai sebuah terobosan terbaru dalam dunia industri otomotif lantaran menggunakan konsep desain kinetik.

Tampak sekali tarikan-tarikan garis kuat dan lekukan-lekukan body yang halus sebagai cerminan kinetiknya. Tampilnya sosok Verve itu juga sebagai informasi bahwa bentuk eksteriornya menjadi barometer desain kendaraan di dunia industri otomotif sekaligus sebagai acuan rancangan sedan kecil di masa mendatang.

Mau tahu berapa harga pastinya? "Nantinya akan bersanding tipis dengan Honda Jazz," kata Operation Manager Ford Jakarta Timur J Andre Dumais kepada Kompas.com. Diperkirakan, harganya berkisar Rp 150 juta-Rp 160 juta, berarti akan bersaing dengan Toyota Yaris dan Suzuki Swift.

Dari segi bentuk memang beda, tapi ada kemungkinan tahun 2010, Jazz, Yaris, dan Swift juga punya bentuk seperti itu. Yang menguatkan lagi, Verve bakal bertempur dengan tiga kompetitornya soal dapur pacu. "Mesinnya, juga nggak beda jauh dengan Jazz, berkisar 1.500 cc," kata Andre. Ia juga akan membuat balapan one make race (OMR) Verve jika sudah masuk Indonesia.

Daihatsu COO Disko Berjalan

Begitu melihat wagon kecil dengan desain “boxy” atau model kotak ini, mengingatkan kita pada Crysler PT Cruiser. Sebagian orang menilai, Daihatsu COO yang punya nama lain, Materia ini sebagai mini dari kendaraan asal Amerika itu. Ini tampak dari rancangan eksteriornya. Bahkan warna dan unit yang dipajang mirip dengan PT Curiser.

Bagi mereka yang ingin tampil beda dan tak perlu mengeluarkan uang banyak plus konsumsi bahan bakar tetap irit, COO memang pas. Pasalnya, selain dimensinya yang kompak, kapasitas mesin paling besar 1,5 liter. Di Jepang, wagon ini juga dipasarkan oleh Toyota dengan label bB. Jadi, kondisinya sama dengan di Indonesia, Xenia dengan Avanza atau Terios dengan Rush. Meski begitu, ada perbedaan pada log dan pernik-pernik tertentu.

COO termasuk produk baru dan diperkenalkan di Tokyo Motor Show 2007. Dimensinya, panjang 3,8 meter, tinggi 1,69 meter dan lebar 1,64 meter. Fitur yang sangat menarik dari mobil ini adalah interior sangat lega dan bisa memuat 5 penumpang dewasa (termasuk pengemudi).

Di negara asalnya, COO ditawarkan dengan dua pilihan mesin, yaitu 1,3 liter (bertenaga 92PS) dan 1,5 liter (109PS). Sedangkan yang dipamerkan di Indonesia adalah versi 1,5 liter yang telah dimodifikasi dengan penampilan mengarah ke sporty.

Ada pengamat yang menilai, interior COO lega seperti limusin. Bahkan saat malam hari, suasana interior mirip dengan bar karaoke. Karena itu pula, COO dinilai cocok bagi mereka yang gandrung dengan Audio-Mobil atau disko berjalan.

Meski saat ini COO belum dipasarkan di Indonesia, namun bila peminat konsumen Indonesia tinggi, Daihatsu tentu saja akan mengimpornya dengan kondisi CBU (utuh). Kehadirannya di IIMS adalah untuk mengetahui sejauh mana minat konsumen Indonesia terhadap wagon mungil ini.