22 December 2008

Sedan Toyota Kuasai Pasar Otomotif Nasional

PT Toyota Astra Motor, selaku ATPM Toyota di Indonesia, menginformasikan kalau sedan-sedan mereka menguasai pasar otomotif nasional. Untuk November 2008, Toyota tetap mempertahankan dominasinya di kelas sedan dengan total penjualan sebanyak 1.319 unit atau menguasai 60,6 persen pangsa pasar.

Selama rentang dari Januari sampai November 2008, total penjualan Toyota di kategori sedan sebanyak 16.392 unit. Produk yang teratas di kelasnya itu Vios, Corolla Altis, dan Camry. Kecuali di kelas sedan hatchback 1.500 cc, Yaris yang sampai November 2008 sesuai data Gaikindo tercatat total 1.410 unit. Pemimpin di kelas ini dipegang Honda Jazz dengan total penjualan 1.579 unit.

Di bulan November, Vios menjadi market leader di kelas mini sedan dengan menguasai 66,2 persen di sana berhasil membukukan penjualan sebanyak 647 unit. Untuk total dari Januari sampai November, Vios sudah terjual sebanyak 5.470 unit.

Sementara itu, di kelas small sedan, Toyota Corolla Altis menjadi yang terbaik menguasai pangsa pasar sebesar 36 persen dengan angka penjualan di bulan November sebanyak 141 unit. Di kelas medium sedan, Toyota Camry menguasai pasar sebesar 59,1 persen dengan angka penjualan sebanyak 208 unit.

“Kami sangat berterima kasih kepada para konsumen yang tetap setia kepada Toyota. Kami selalu memberikan yang terbaik pada produk Toyota. Di kelas sedan pun Toyota memberikan yang terbaik dari sisi kenyamanan, keamanan, performance, best value, dan berkelas. Hal itulah yang menjadikan sedan Toyota yang terbaik di Indonesia,” ungkap Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan.

Auto 2000 Sumbang 75 Persen dari Total Penjualan Toyota

Sebagai market leader di pasar otomotif Indonesia, PT Toyota Astra Motor kini sedang mengejar untuk bisa mengukir sejarah menembus angka di atas 200.000 unit dalam total penjualan. Keberhasilan itu tak lepas dari peran para dealer-nya, salah satu di antaranya, Auto 2000, yang dari total 194.000 unit telah menyumbangkan sekitar tiga perempatnya.

Dari berbagai varian Toyota, Avanza tetap teratas dalam penjualan di Auto 2000. "Dari Januari sampai November 2008, Avanza sudah terjual sebanyak 60.350 unit dari seluruh gerai Auto 2000 di Indonesia, sedangkan totalnya mencapai sebanyak 151.421 unit," ujar Sales Departement Head Auto 2000 Diky Zulkarnaen di sela-sela acara Yaris It's Show Time yang digelar di FX'nter Mall, Jakarta, Sabtu (20/12).

Setelah Avanza, posisi kedua ditempati Kijang Innova (38.660 unit), Yaris (9.830 unit),
Fortuner (6.403), Camry (2.500), dan Altis (2.100 unit). "Selebihnya atau sebanyak 31.578 unit merupakan produk CBU," tambah Diky.

Diky memprediksi, sampai 2009 Avanza masih akan menjadi produk andalan Auto 2000 atau TAM dalam penjualan di pasar Indonesia. "Sampai saat ini, Auto 2000 sudah berperan menjual 70 sampai 75 persen produk TAM, dan yang besar memang Avanza," lanjutnya.

Untuk penjualan Yaris, dari 9.830 unit, lebih separuhnya (5.500 unit) terjual di Jakarta. "Untuk market share Yaris sendiri, sampai dengan November 2008 mencapai 26,9 persen," ungkap Koordinator Sales Auto 2000 wilayah DKI II Ricky Martawijaya.

Kedua pentolan Auto 2000 ini mengakui, untuk penjualan 2009 diperkirakan akan turun antara 10 sampai 20 persen, akibat naiknya harga mobil. "Ada kemungkinan penjualan kami akan sedikit menurun dibandingkan 2008 karena harga mobil akan mulai naik sejak awal Januari 2009. Kenaikan tersebut imbas dari krisis ekonomi global yang terjadi saat ini," tutur Diky, yang diamini Ricky.

Nissan Skyline R34 Bertenaga Raksasa

Coba kalau Anda bisa membuat Nissan Skyline R34 GTS-T start mulus, tanpa roda belakang spin, mesin mati atau tersentak-sentak. Jika berhasil, berarti kemampuan mengemudi Anda bagus. Sebabnya, tenaga mesin sedan dua pintu bikinan 2001 ini diklaim bisa sampai 700 daya kuda dengan boost disetel pada 1,8 bar. Trus, konsumsi bahan bakarnya 1 liter menempuh jarak 3 km.

Padahal, standarnya saja, mesin Skyline berkode RB25DET itu mempunyai tenaga maksimum 250 daya kuda. "Dengan semua modifikasi, waktu di dyno, angkanya ada di 600 hp," ungkap Hans Steven, punggawa SpeedZ di bilangan Muara Karang, Jakarta Utara. Ia juga menjelaskan kalau GTS-T ini sangat beda dengan GT-R, meski sama-sama straight-6.

Nissan Skyline milik Pin Pin ini mengusung dapur pacu dengan kode RB25 DET, sedangkan GT-R mempunayi kode RB26DETT (turbo ganda); dan GTS-T, papar Hans, bukan four wheel drive (4WD), tetapi cuma gerak roda belakang (2WD)

Pelonjakan tenaga yang hampir 200 persen itu tentu setelah mendapat sentuhan di semua sektor. Silakan longok mesin GTS-T milik Cahyadi yang akrab disapa Pin-pin ini. Selain jeroan sudah full racing, turbo diganti dengan daya lebih besar.

Garapan Hans paling terlihat, yakni menaikkan kinerja mesin via penurunan kompresi. Caranya, lewat aplikasi piston berkompresi rendah (low compression) dari Tomei. Termasuk juga connecting rod, valve spring, cam gear, dan camshaft dari Tomei.

Tujuannya mengejar boost turbo yang lebih besar. Otomatis sudut cam berdurasi 260°, yang bawaan standar, dinaikkan demi mendapatkan sudut bukaan klep yang lebih lebar menjadi 280°. Namun, agar gerakan payung klep menutup sempurna, per klep diganti yang lebih keras. "Jadi lebih cepat menutupnya," bilang Hans.

Jalur bahan bakar ikut dibenahi. Fuel rail HKS mesti disambut oleh injektor dengan semburan debit 800 cc/menit ke mesin. Hasilnya, air fuel ratio dinilai sejalan dengan tenaga yang ke luar. Bahkan ketika boost dinaikkan sampai 1,8 bar, tenaganya diklaim bisa sampai 700 hp. "Artinya, bensin cuma bisa 1:3 km," bilang Pin-pin sambil tersenyum.

Tak cukup di mesin, Pin-pin juga memoles bodi karena di matanya GTS-T tidak sekekar versi GT-R. Maka dijabaninya proyek membedah 'tubuh' dengan program wide body lantaran aslinya GTS-T ramping.

Untuk itu, dicermatilah sudut titik penarikan bodi dari fender samping. Masing-masing digembungkan dengan sudut nut tegas di setiap posisi pertengahan fender-nya. Memang tidak dijelaskan berapa perbedaan dimensi GTS dengan GT-R. Namun, masih menurut Pin-pin, "Bedanya lumayan kelihatan kok. Jadi, patokan wide body-nya samain aja dengan model GT-R."

Konversi penampilan juga dilakukan dengan mengganti sayap belakang kepunyaan GT-R dan body kit C-West version. Kemudian untuk lebih mengentalkan nuansa racing, dilaburlah championship white dari Spies Hecker berpigmen solid, kap mesin karbon Seibon, dan terakhir kaki-kaki dari Nismo (Nissan Motorsport).

VW Jetta Bermesin Diesel yang Bersih

Para penyuka sedan kompak bermesin diesel di Amerika Utara dapat tersenyum lagi. Volkswagen Jetta 2.0 TDI (turbocharged diesel injection) keluaran 2009 akan kembali masuk ke Amerika Utara setelah absen selama dua tahun lebih.

VW Jetta 1.9 TDI pertama kali masuk ke Amerika Utara pada 2006. Sedan ini kemudian menjadi salah satu mobil diesel yang paling populer di kawasan itu. Namun, sayangnya, pada 2007, mobil itu tidak dimasukkan kembali ke Amerika Utara mengingat emisi (gas buang) mesin diesel yang disandangnya tidak dapat memenuhi standar persyaratan ketat emisi yang berlaku di wilayah tersebut.

VW kemudian menyempurnakan mesin dieselnya. Pada pertengahan 2009, VW Jetta 2.0 TDI yang menyandang mesin diesel yang ”bersih” dijadwalkan akan kembali ke Amerika Utara.

Majalah online CanadianDriver mengemukakan bahwa VW Jetta 2.0 TDI bukan hanya memenuhi standar persyaratan ketat yang diberlakukan di Kanada dan 50 negara bagian AS, tetapi juga memiliki performa yang sangat baik.

Efisiensi bahan bakarnya 30 persen lebih baik daripada pendahulunya. Dengan tangki bahan bakar terisi penuh sebanyak 55 liter, di jalan bebas hambatan, VW Jetta 2.0 TDI dapat menempuh perjalanan sejauh 1.100 kilometer atau menghabiskan 1 liter bahan bakar untuk menempuh perjalanan sejauh 20 kilometer.

Perjalanan sejauh itu dilakukan dengan emisi yang ekstra bersih. Secara signifikan, partikel dan NOx pada emisi diturunkan hingga 90 persen. Kombinasi dari emisi yang bersih (ramah lingkungan) dan hemat dalam mengonsumsi bahan bakar menjadikan VW Jetta 2.0 TDI dapat digolongkan sebagai mobil yang "hijau".

Semua itu juga tidak terlepas dari ketersediaan bahan bakar (dalam hal ini solar) dengan kandungan sulfur yang sangat rendah (ultra low) di stasiun-stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) serta penggunaan teknologi commonrail dengan injektor listrik piezo yang bekerja pada tekanan tinggi, sekitar 1.800 bar (1776,5 atmosfer atau 26.000 psi).

Di SPBU Amerika Serikat, bahan bakar solar yang dijual kandungan sulfurnya di bawah 38 ppm. Di Indonesia, bahan bakar solar di SPBU memiliki kandungan sulfur 3.500 ppm, dan khusus Pertamina Dex kandungan sulfurnya 385 ppm.

Mesin diesel berkapasitas 2.0 Liter, 4 silinder segaris, 16 katup (4 katup per silinder), single over-head camshaft (SOHC), yang dilengkapi commonrail dan diperkuat turbocharger itu menghasilkan tenaga maksimum 140 PK dan torsi maksimum 318 Nm.

Tenaga dan torsi mesin itu disalurkan ke roda melalui perseneling manual dengan 6 tingkat kecepatan atau melalui perseneling otomatik dengan 6 tingkat kecepatan, yang dilengkapi tiptronic (memungkinkan pengendara menaikkan atau menurunkan gigi perseneling secara manual tanpa kehadiran pedal kopling) dan menggunakan kopling ganda.

Sebagai mobil yang menyandang mesin diesel, akselerasi VW Jetta 2.0 TDI dari 0 ke 100 kilometer per jam cukup baik, yakni dicapai dalam waktu di bawah 10 detik. Tidak terpaut jauh dengan VW Jetta yang menyandang mesin bensin berkapasitas 2,5 liter dengan tenaga maksimum 150 PK, yang berakselerasi 0-100 kilometer per jam dalam waktu 9,5 detik./*