25 February 2009

Debut Porsche 911 GT3 Baru dan Cayenne Diesel di Jenewa

Dua produk Porsche terbaru, 911GT3 dan Cayenne Diesel, akan melakukan debut di Geneva Motor Show yang diselenggarakan awal bulan depan. Kedua model ini merupakan simbol khusus dari produk-produk yang dipasarkan Porsche dengan ciri khasnya, mobil yang bisa dikebut dengan cepat, tetapi konsumsi bahan bakarnya relatif irit.

Model 911GT3 baru ini makin bertenaga, cepat, mantap, dan dinamis dibandingkan pendahulunya. Hal tersebut diperoleh berkat pengembangan yang terus dilakukan terhadap mesin dan komponen bodi. Hasilnya, selain semakin oke dikebut, pengendaliannya juga makin mantap.

Mesin 6 silinder yang digunakan sekarang ini menghasilkan tenaga 435 PS (320 kW) atau naik 20 PS dibandingkan versi sebelumnya. Performanya makin baik. Menurut Porsche, 911GT3 dapat melakukan sprint 0–100 km/jam dalam 4,1 detik dan bisa dikebut dengan kecepatan top 312 km/jam.

Modifikasi aerodinamika teknologi tinggi membuat penampilan GT3 juga semakin dinamis. Downforce atau daya cengkeram mobil terhadap permukaan jalan dua kali lipat dibandingkan model sebelumnya. Tambahan fitur baru pada mobil ini adalah PSM atau Porsche Stability Management yang bisa dimati-hidupkan sesuai dengan keinginan pemakainya.

Cayenne Diesel
Model baru dari Porsche yang juga diluncurkan di Jenewa adalah Cayenne Diesel. SUV ini menggabungkan dinamika khas Porsche dan konsumsi bahan bakar yang ekonomis. Hal itu bisa diperoleh karena mesin diesel ini menghasilkan torsi yang sangat besar.

Melalui mesin diesel 3,0 liter V6 ini suara lebih halus dan tenaga makin responsif. Sebelumnya, mesin ini dikilik dulu sehingga tenaga maksimumnya mencapai 240 PS (176 kW). Selanjutnya, SUV Diesel ini bisa dikebut mencapai kecepatan tertinggi 214 km/jam.

Dengan torsi maksimum pada 550 Nm @2.000 rpm, Cayenne mampu sprint dari 0–100 km/jam dalam 8,3 detik dengan transmisi otomatik Tiptronic S. Sementara itu, konsumsi bahan bakarnya rata-rata 9,3 liter/100 km atau 10,75 km/liter. Berarti, jika tangkinya berisi penuh, 100 liter, bisa untuk menempuh jarak 1.075 km.

Cayenne Diesel dibuat secara eksklusif dengan transmisi Tiptronic S enam kecepatan. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan PSM, Porsche Stability Management yang disesuaikan dengan karakteristik mesin diesel.

Menurut Porsche, PSM mampu memberikan simbiosis ideal, baik di jalanan mulus maupun off-road dengan baik. Tenaga mesin yang diteruskan ke roda depan dan belakang terbagi dengan pas sesuai dengan kondisi permukaan jalan.

24 February 2009

Nissan Silvia, The Red Drifter Sunway Malaysia

Malaysia katanya gudang mobil-mobil kencang nomor dua setelah Jepang. Masalahnya, di mana bisa dijumpai kereta (sebutan mobil di Malaysia) cepat di Negeri Menara Kembar Petronas itu? Jawabnya, pergilah ke Sunway di Petaling Jaya, Selangor.

Di situlah kumpulan besutan super-kencang JDM (Japan Domestic Market) berseliweran. Salah satunya sempat 'ketangkap' lensa kamera, Nissan Silvia S15 yang dijuluki "The Red Drifter". Tak dinyana, pemilik sedan dua pintu bernama Tommy Halim yang justru berasal dari Medan, Sumatera Utara. Ia lagi menimba ilmu di Negeri Jiran itu.

"Waktu di Medan, saya enggak boleh punya mobil kencang. Entah mengapa, setelah di Malaysia baru boleh mainan mobil sama ortu (orang tua)," bilang cowok berusia 20 tahun membuka ceritanya. Karena ada lampu hijau dari ortu, segudang ide buat membangun S15 jadi powerfull tidak disia-siakan.

Tembakan pertamanya adalah jantung pacu alias dapur pacu. Supaya mesin Silvia S15 SR20DET mempunyai tenaga dahsyat, mesin 4 silinder dengan single turbo itu dibawa langsung ke Jepang untuk ditingkatkan kemampuannya menjadi stage II. Di antaranya diberi seperangkat camshaft dari Tomei bersudut 272 derajat. Hasilnya, putaran mesin lebih cepat digeber sampai 8.000 rpm.

Semakin cepat putaran mesin, maka dibutuhkan AFR (air filter ratio) yang kaya di ruang bakar. Efek domino ini membuat sistem induksi daya mesin ikut dibenahi, tapi bukan dengan substitusi turbocharger, melainkan dengan meng-hybrid isi turbinnya. Kipas menggunakan turbin T3 dari Tomei.

"Untuk turbo cukup di-boost di angka 1,6 bar saja," bilang mahasiswa SunWay University. Sebenarnya itu masih bisa lebih, tapi ia mengatakan, dengan segitu saja bisa melesat sampai 260 km/jam.

Hasil dari oprekan stage II, tenaga mesin yang tadinya 250 hp terdongkrak menjadi 387,3 hp (on engine). Karena tenaga gahar agar goyangan mobil stabil, sistem suspensi harus dibenahi. Tommy lebih memilih buatan HKS Hypermax II yang memang khusus buat Nissan. "Enak dibuat ngedrift," urai Tommy.

Mesin galak, tanpa diimbangi dengan tampilan bodi, hasilnya timpang. Urusan body kit untuk Nissan Silvia punya berbagai pilihan di pasaran, seperti VeilSide, Bomex, atau Top Secret yang banyak diaplikasi di Malaysia.

Tommy ingin tampil beda, dan dipilihnya Uras Monkey Magic Edition dari Amrik. "Dari bentuk enggak banyak lekukan dan juga dinamis dengan desain air dam dan cocok sama intercooler HKS," papar Tommy.

Sementara itu, di bagian belakang, celah kosong di bawah bumper dikalibrasi dengan diffuser bikinan Top Secret. Bahannya dari serat karbon, membuat tampilan S15 drifting style makin kuat.

20 February 2009

Nissan Mulai Genjot Produksi pada Maret 2009

Nissan Motor, produsen nomor tiga terbesar di Jepang, akan mengenjot produksi domestiknya Maret mendatang. Hal itu dilakukan setelah bulan ini Nissan mengurangi stok karena permintaan pasar yang menurun.

Pabrik Tochigi akan mulai beproduksi lagi setelah 13 hari stop pada bulan ini. Hal tersebut dikatakan oleh juru bicara Nissan Motor, Mitsuru Yonekawa dalam wawancara telepon hari ini dengan Bloomberg.com..

Dijelaskan pula, pabrik Nissan lainnya, yaitu Kyushu dan Oppama, produksinya juga akan ditingkatkan bulan depan. Sebelumnya, kedua pabrik telah menghentikan produksinya 11 hari dan 9½ hari setiap bulan pada Januari dan Pebruari 2009.

Nissan menurunkan produksinya sampai 64.000 unit pada Pebruari dan Maret ini dari rencana awalnya. Hal itu dilakukan karena resesi global dan permintaan mobil baru yang menurun. Produsen mobil Jepang mengatakan, selama Januari 2009, penurunan produksi mencapai 59%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Januari 2008) atau 47.477 unit.

Sementara itu, Toyota dikhabarkan mulai mengenjot produksinya Mei mendatang. Hal tersebut dilakukan berkenaan dengan rencana Toyota untuk memperkenal model-model baru mulai April nanti. Salah satu produk yang akan diperkenalkan Toyota adalah Prius terbaru.

19 February 2009

Ford Focus Diesel Vs Bensin

Sebelum Focus baru dipasarkan, Ford motor Indonesia (FMI) mengajak wartawan untuk mencoba performa mobil ini. FMI menyediakan 6 unit Focus, yang terdiri dari 2 unit sedan, Focus Ghia bermesin bensin 2,0 liter dan 4 unit hatchback. Focus hatchback terdiri dari 2 unit bensin 2,0 liter (Comfort dan Sport) dan 2 unit diesel 2,0 liter.


Selain mengemudikannya langsung di jalan raya, wartawan juga diberi kesempatan mencoba berbagai kemampuan kinerja Focus, antara lain akselerasi 0-100 km/jam, pengereman pada 80-0 km/jam, slalom, test ESP, dan memutar sirkuit Sentul pada kondisi permukaan jalan basah.

Kendati demikian, karena adanya beberapa varian, pengetesan tidak bisa dilakukan untuk membanding antara varian secara menyeluruh. Untuk mengetes rem, slalom, ESP yang digunakan hanya Focus diesel.

Untuk akselerasi, langsung dibandingkan kemampuan Focus hatchback bensin 2,0 liter Sport vs Diesel.

Akselerasi
Dengan sama-sama menggunakan transmisi otomatik, kapasitas mesin yang sama, Focus diesel lebih perkasa dibandingkan bensin. Rata-rata, akselerasi 0–100 km/jam dari Focus bensin Sport: sekitar 13 detik. Sedangkan Diesel atau TDCi 10 detik. Bahkan ada mencapai 9,58 detik.

Rem
Tes menggunakan Focus TDCi. Untuk jarak 80-0 km, jarak pengereman menurut yang terbaik adalah Ford 25 meter. Ketika dites oleh wartawan ada yang mencapai 18,90 meter. Menarik, dengan ABS, meski digunakan secara berulang untuk pengereman, ban tetap mulus. Tidak ada gejala mengalami kebotakan pda bagian tertentu. Getaran pedal saat mobil direm hampir tidak dirasakan.

Slalom & Manuver
Tes ESP (electronic stability program) dilakukan pada kecepatan 60 km/jam dengan kondisi permukaan jalan basah. Mobil ternyata gesit dan setirnya responsif mengikut perintah pengemudi. Ternyata semua wartawan dapat menjalan tes tanpa harus menjatuhkan cone yang sebagai tanda untuk berkelit ke kanan dan kiri.

Begitu dicoba melakukan slalom, Focus mampu membuktikan kelincahannya. Kendati para watwan bukanlah peslalom profesional, ternyata bisa berzig-zag dengan baik di antara cone.

Informasi tambahan, ESP hanya digunakan pada TDCi Sport.

'Hot Lap'
Kebetulan, ketika giliran Kompas.com menguji kemampuan berbagai aspek kerja mobil selama 4 lap, hujan ringan turun. Pada kecepatan 80 km/jam, mobil ini membelok dengan begitu mudah tanpa gejala membuang. Padahal permukaan jalan basah. Kerja pengemudi makin mudah karena pengemudi tidak perlu memindahkan gigi.

Posisi Pengemudi
Posisi duduk terasa nyaman. Setir dapat dinaik-turunkan sehingga pengemudi bisa memperoleh kenyamanan maksimum. Tangan bisa menggapai setir dengan mudah. Begitu juga dengan pedal-pedal gas dan rem.

Rem tangan, tuas transmisi dapat dicapai dan dioperasikan dengan mudah. Penglihatan ke depan, samping dan belakang luas.

Sebagai penumpang
Duduk sebagai penumpang, baik di depan maupun di belakang, terasa sangat nyaman melewati berbagai kondisi jalan.

Kesimpulan
Untuk stabilitas, Ford Focus yang juga dipercaya sebagai WRC memang tak terbantahkan. Tak kalah menarik, Focus TDCi atau Diesel punya kemampuan lebih hebat untuk akselerasi.

Untuk mesin diesel, Ford harus memberikan informasi lebih gencar kepada konsumen karena masih banyak awam berasumsi, mesin diesel payah dan kalah cepat dari mesin bensin. Mereka juga menganggap, mesin diesel kurang nyaman.

Di antara varian Focus, versi diesel punya beberapa keunggulan dibandingkan bensin mesin. Pertama akselerasi, karena diesel menghasilkan torsi jauh lebih besar dan diperoleh pada putaran lebih rendah. Ini sangat pas buat jalanan macet maupun yang banyak tanjakan dan turunan. Tak kalah pentuing, konsumsi bahan bakarnya lebih irit.

Kinerja mesin diesel Focus juga oke! Ketika mesin dihidupkan pagi hari di pada suhu 21 derajat celsius, mesin bisa hidup cepat dan tidak menghasilkan suara jauh lebih halus dibandingkan mesin diesel masa lalu. Inilah kehebatan mesin diesel masa kini yang menggunakan teknologi common rail.

Dibandingkan dengan mesin bensin, mesin sedikit lebih kasar. Getaran juga lebih besar. Namun dengan sistem peredam yang lebih, getaran pada bodi tidak begitu terasa. Bahkan bila kap mesin ditutup, kalau tidak terbiasa, bisa dikira mesinnya bensin.

Itulah nilai tambah mesin diesel Ford Focus. Kendati harga bahan bakarnya yang digunakan lebih mahal dibandingkan bensin (Pertamax atau Shell Super), secara total biaya bahan bakar jadi lebih murah. Karena lebih irit, juga ramah terhadap lingkungan.

Sayangnya, kita belum bisa memperoleh perbedaan harga antara Focus bensin versus diesel. Begitu antara versi yang dilengkapi ESP dan yang tidak. Pastinya, mobil bermesin diesel—apalagi menggunakan teknologi common rail plus turbo variabel—lebih mahal. Kalau sudah ketahuan perbedaan harganya, dapat pula dihitung, kapan nilai tambah dari mesin bensin diperoleh secara optimal. Apakah satu atau selama dua tahun?

Tak kalah menarik, makin tinggi frekuensi mobil digunakan, mesin diesel makin cepat memberi keuntungan, kendati pada tahap awal harus mengeluarkan investasi lebih mahal lantaran harganya yang lebih tinggi dari mobil bermesin bensin.