19 April 2009

Wow! Mercedes Pakai Velg Seharga Sedan Proton Saga

Dari segi tampilan, Mercedes-Benz E200 ini layaknya mobil standar. Meski body kit AMG sudah menempel seperti bumper depan. Kemudian pada bagian belakang, ada penambahan sayap mungil dan ujung knalpot kiri dan kanan yang ganda.

Lantas, apa yang menarik dari mobil Jerman produksi 2003 ini? Coba perhatikan keempat roda, menggunakan velg Forgiato Parlaro. Lalu, sekalian lirik ke sistem penghenti lajunya, sudah tidak standar.

Satu set rim Parlaro itu seharga dengan sedan Proton Saga dari Malaysia yang baru di-launching Maret lalu. Kresna, sang pemilik Mercedes, menebusnya 9.500 dollar AS (dikalikan Rp 12.000) atau Rp 114.000.000. Pertimbangan memilih velg Parlaro, "Dulu gue pernah ikut kontes modifikasi, tapi kalah untuk ngedapetin gelar The Best Rims," sesal Kres—sapaan karib Kresna—yang dengan velg baru siap berkompetisi.

Desain velg Forgiato Parlaro ini terbilang unik. Konsepnya, perpaduan bulan sabit dan palang besar membentuk center hub sebagai pemegang baut roda. Diklaim memiliki titik poin keseimbangan dan kekuatan yang sama dengan model velg konvensional berkonstruksi 3-pieces forged.

Boleh jadi, Parlaro disebut sebagai velg revolusioner yang canggih dan terwujud dengan sempurna. Bayangkan, minim pegangan, namun bisa bersinergi dengan kekuatan dan keseimbangan mobil. Kebetulan velg ini punya ukuran untuk E-Klasse yaitu 5/112 dengan pemesanan 3 bulan.

Finishing yang dipilih satin black, meski juga tersedia flat black/satin silver center with chrome lip, flat red/flat black center with flat black lip, dan chrome/black.

Dengan velg canggih, Kresna membenamkan Brembo 8 pot ke roda depan. "Ukuran disk-nya sekitar 380 milimeter," bilang Ferry Soehary, punggawa Concept Motorsport yang mendandani mobilnya. Pengerjaannya sangat gampang, kebetulan Brembo menyiapkan perangkat penghenti laju berspek plug and play.

17 April 2009

Giliran Buick dan GMC Dijual GM

Masalah yang dihadapi produsen mobil nomor satu Amerika Serikat, General Motors (GM), makin menumpuk dan serius. Ancaman dibangkrutkan semakin dekat. Pemerintah Amerika Serikat telah menentukan tenggat waktu sampai 1 Juni mendatang kepada GM untuk melakukan restrukturisasi, sebelumnya dinyatakan bangkrut. Akibatnya, berbagai rumor pun muncul.

Kabar terakhir, GM akan menjual Pontiac dan GMC. Divisi Pontiac didirikan GM pada 1926 dan beberapa tahun terakhir penjualannya terus turun. Produknya yang terkenal adalah sedan sport, Firebird. Sementara itu, GMC dikenal sebagai produk truk kecil, kendaraan komersial, dan pikap Sierra. GMC sudah berada bersama GM sejak 1912.

Sebelumnya, GM telah mengemukakan rencananya menjual Hummer dan Saturn yang dinilai tidak menguntungkan. Meski begitu, sampai sekarang, kedua merek itu belum mendapatkan pembeli yang pasti. Adapun Saab yang sudah diumumkan untuk dijual tahun lalu dibantu oleh Pemerintah Swedia.

Saat ini GM mempunyai 13 merek di seluruh dunia, yaitu Buick, Cadillac, Chevrolet, Covette, GMC, GM Daewoo, Holden, Hummer, Opel, Pontiac, Saab, Saturn, dan Vauxhall. Dengan rencana melepaskan Pontiac dan GMC, maka tinggal 8 merek.

Ditambahkan, merek yang ngotot dipertahankan GM adalah Chevrolet, Cadillac, dan Buick. Merek yang disebutkan terakhir, penjualannya sukses di China.

Sementara itu, Chrysler LLC yang memperoleh pinjaman 4 miliar dollar AS dan hanya punya waktu sampai 1 Mei untuk melaksanakan reorganisasi dan merger dengan Fiat, diperkirakan juga menghadapi masalah serius. Pasalnya, tuntutan serikat pekerja Chrysler membuat CEO Fiat Sergio Machionne kesal.

Seperti diberikan oleh surat kabar Toronto, Kanada, Sergio Machionne mengatakan bahwa keberhasilan merger Fiat-Chrysler 50:50. Pasalnya, pembicaraan Chrysler dengan serikat pekerjanya, terutama di Kanada, mulur terus.

“Kami siap meninggalkan proposal kerja sama dengan Chrysler,” katanya. Padahal, waktu yang diberikan pemerintah tinggal dua minggu lagi. Jika serikat pekerja tidak mau menurunkan upah, jalan terakhir, bangkrut.

11 April 2009

Toyota Prius III Lebih Irit dari Generasi Sebelumnya

Toyota Motor Corp (TMC) akhir pekan lalu mengabarkan bahwa mobil Prius hybrid generasi berikut akan ditingkatkan lagi fuel economi-nya. Bahkan, kini sedang dilakukan pengetesannya, sampai mendapat hasil maksimal sebelum dipasarkan. Demikian seperti dikutip kantor berita Nikkei.

Bila Prius generasi kedua menghasilkan 35 km/liter, generasi selanjutnya tadinya diisukan lebih boros. Namum, pihak TMC coba menekannya menjadi 38 km/liter dan angka itu didapat setelah dilakukan tes.

Memang, metode pengetesannya standar dengan jarak dari satu daerah ke daerah lain. Namun, dengan cara komparasi akan mendapatkan hasil yang lebih efisien untuk mesin bensinnya. Gambaran ini, menurut TMC, sudah dipaparkan dan dievaluasi oleh Menteri Transportasi Jepang.

Prius baru yang akan dilempar ke pasaran, Mei mendatang di Jepang, harus mementingkan dua unsur. Pertama, mengurangi revolusi mesin, terutama menyangkut kecepatan maksimum. Terakhir, keiritannya harus melebihi generasi ke-II.

10 April 2009

Peminat Nissan X-Trail dan Serena HS Harus Inden

Situasi pasar otomotif nasional lagi unik. Bayangkan, dalam kondisi krisis global, ada produsen meluncurkan sedan mewahnya. Ada BMW dengan Seri-7, kemudian Lexus dengan RX350, dan terakhir Audi yang Kamis lalu memperkenalkan sedan coupe
mewah A5.

Ternyata, pangsa pasar sedan mewah ini juga ada peminatnya. Buktinya, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) telah menjual Teana di Maret ini sebanyak 6 unit. "Tahu nih, kadang-kadang aneh juga," tandas Teddy Iriawan, Deputi Direktur Sales & Marketing PT MNI mengenai pasar otomotif nasional.

Dari jumlah 6 unit itu, katanya, terbanyak di Jakarta dan satu di Surabaya. Untuk Maret ini, penjualan Nissan mencapai total 1.383 unit. "Turun memang dibanding Februari lalu, tapi selisihnya tipis," jelas Teddy.

Penjualan tertinggi diraih dari Grand Livina 1.5 XV manual yang mencapai 409 unit, diikuti yang transmisi otomatisnya, sebanyak 203 unit. Adapun di kelas SUV, X-Trail termewahnya, XT CVT 2.5, mencapai angka penjualan 105 unit. "Untuk X-Trail XT 2.5 CVT, pembeli harus inden sampai Mei, termasuk juga Serena Highway Star (HS)," ungkap Teddy yang tidak menyangka peminat Serena cukup banyak.

Mengenai kenaikan harga, ia menegaskan bahwa ada rencana ke arah sana. "Jangan kita terus yang duluan. Kali ini mau di belakang sekali-sekali. Wait and see, lah," tutupnya.