07 August 2009

Hummer H2 Limusin Bar Berjalan

Jumlah Hummer yang berkeliaran di Jakarta sudah bisa terhitung dengan jari. Mulai dari tipe H2 sampai H3 pun ada. Namun, untuk model limusin seperti Anda lihat, yang identik dengan gaya hidup selebriti Hollywood itu, baru ada satu di Tanah Air ini.

Kesempatan menjajal SUV premium dengan panjang ekstra dari Amerika ini menjadikan pengalaman emas. Mengemudikannya butuh perlakuan khusus, terutama membelok atau saat melakukan manuver parkir karena panjang bodi sampai 200 inci.

Posisi pengemudi sama persis dengan H2 standar. Hanya, karena dimensi sudah molor, sistem pengereman menggunakan cakram berlubang yang dikombinasi dengan kampas rem high performance. Termasuk, kemampuan power steering juga ditingkatkan serta penggunaan ban all-terrain yang mampu menopang SUV berbobot (kini) mendekati 3 ton itu.

Namun, bukan itu yang menjadi kelebihan dari limusin ini. Nilai jualnya terletak pada interior di belakang pengemudi yang didesain khusus untuk entertaiment. Dilengkapi dengan bar dan dipadu desain jok model "L", kabin menjadi tampak mewah.

Kalau disuruh pilih, mengemudi atau duduk manis di ruang car entertaiment, yang terakhir jadi pilihan. Namun, beruntung sekali bisa mengemudikannya, meski dalam jarak pendek.

06 August 2009

Toyota Avanza Bisa Joget dan Tak Takut Polisi Tidur

Jangan berdebat soal menceperkan mobil sama M.Rudiansyah. Ia cukup berpengalaman lantaran berbagai eksperimen sudah dijalankan. Termasuk cuma pakai per dua ulir tanpa sokbreker yang pernah diterapkan pada Toyota Avanza. Bagi dirinya, terpenting tampilan dulu, soal kenyamanan jadi nomor sekian," tegas Boy - sapaan karib Rudiansyah penuh semangat.

Masih mengenai mobil ceper bersama low multi purpose vehicle (MPV) Toyota, Boy kali ini mengandalkan air suspension (airsus). Ia menyukai airsus lantaran mobil bisa ceper banget dan bantingan tidak terasa keras. Dan pilihannya jatuh pada buatan Air Lift, tapi punya BMW yang di custom lagi, kata Richard Salim dari JDM Motorsport yang memasanginya.

Dipilihnya punya BMW, menurut Richard, kedua mobil memiliki sistem kerja sokbreker dan per yang saling terpisah. Tak banyak dilakukan ubahan. Hanya membuatkan dudukan balon yang sesuai dengan konstruksi kaki-kaki Avanza.

Untuk seperangkat arisus bersistem 4 titik ditebus Boy dengan biaya Rp30 jutaan. Menurut Richard, kerja balon dipisahkan sama selenoid masing-masing. Selenoid terpasang pada masing-masing jalur udara ke balon di setiap ban yang disambungkan ke 2 sakelar yang berbeda.

Kompresor oleh Richard dibekali yang berspek bisa mencapai 80 Psi. Ini akan menimbulkan efek gerak yang cepat. Jadi, sekali pencet, balon airsus akan mengembang atau mengempis seketika.

Sekalipun sudah menggunakan airsus, Boy sempat ingin mencoak sasis agar makin ceper. "Saya ingin ban celup semua ke bodi,"ujarnya. Jelas, sangat berbahaya karena akan bikin tulang patah dua.

Agar mobil menempel ke permukaan jalan, maka ia membuat body kit super-gondrong. "Saya buat modelnya custom termasuk gril," bilang Boy. Konsep modifikasi eksterior lebih mengarah ke VIP style.

Sementara interior, khusus ruang belakang sarat dengan perangkat audio. Semua jok kulit dengan konsep Garson style.

02 August 2009

Toyota Alphard Bertabur 30.000 Kristal Swarovski

Disorot dari kejauhan, tampilan Toyota Alphard dari Malang, Jawa Timur, ini terkesan biasa. Sekadar modifikasi ceper dipadu velg lebar dan gril yang diubah model jaring. Namun, coba perhatikan betul garis putih yang melingkari bodi serta di kaca spion luar. Itu bukan cat.

Susi, pemilik MPV premium Toyota ini menaburkan sebanyak 30.000 kristal Swarovski di seluruh kompartemen. Personalisasi digambarkan oleh ibu muda ini dengan begitu nyata. Bahkan, ia begitu saklek untuk urusan fashion. Jadi, tak secuil pun ruang kosong dalam kabin disisakan.

"Karena mobil ini besar, memodifikasinya tidak terlalu sulit karena memiliki space room yang besar. Maka dari itu, tema 'luxury living room' sangat pas di Alphard ini," ungkap wanita berparas cantik itu.

Apakah puluhan ribu kristal hanya tertempel di bagian luar bodi? Tidak! Bagian interior tertentu juga ditaburi. Itu seperti di kabin tengah yang disulap jadi minibar dan ruang VIP buat bersama sang suami. Gemerlap batu Swarovski dan D.A.D Garson yang disematkan untuk mengidentitaskan kultur eleganisme Jepang modern.

Tidak lengkap kalau cuma memaparkan eksterior dan interior yang sarat dengan audio berkualitas, kaki-kaki juga sudah lebih disempurnakan. Kebetulan, Susi begitu paham akan modifikasi, termasuk urusan suspensi.

Contohnya per, dipasang bikinan RS*R dan dipotong sebanyak dua ulir. "Supaya ceper dan bantingan tetap stabil," paparnya.

Pantas kalau Alphard-nya dinobatkan sebagai The Best Elegant Interior di ajang auto contest di Surabaya beberapa waktu lalu.

01 August 2009

Nissan All-New Teana: Gesit, Nyaman, dan Mantap

Selain memperkenalkan detail All-New Teana, NMI juga memberikan kesempatan kepada wartawan untuk menguji kemampuan All-New Teana perumahan Sentul City yang naik-turun dan berkelok secara singkat. Jadi, belum banyak yang bisa dieksploitasi secara maksimal dari mobil ini, termasuk tentu fasilitas, seperti audio, dan kemampuan lainnya.

Penumpang belakang
Sebagai sedan kelas menengah dan pemilik disopiri, mencoba kenyamanan dan kemantapan duduk di jok belakang. Malah, pada saat tes, Teana diisi 4 penumpang, (termasuk pengemudi).

Duduk terasa nyaman dengan sentuhan jok dari kulit yang halus. Di bagian tengah jok terdapat sandaran tangan yang bisa dilipat bila tidak digunakan atau buat penumpang tengah. Kenyamanan sangat baik. Posisi tubuh pada sandaran sangat baik dan menyenangkan. Kaki juga punya ruang cukup menyulur ke depan.

Mengemudikan sendiri
Ketika mengemudikannya, juga terasa nyaman. Mobil mudah dikendalikan melewati berbagai “S” dengan cepat. Menyenangkan!

Rem juga mencengkeram dengan sangat baik. Yang sedikit kurang nyaman, posisi tempat tongkat transmisi lebih rendah ke arah depan sehingga pengemudi perlu memastikan posisinya. Terutama bila dibandingkan dengan pola yang digunakan merek lain untuk transmisi otomatik, misalnya membedakan posisi dengan warna atau “gate”.

ASC, ketika diaktifkan, bekerja dengan baik dan menyenangkan sekali.

Rem parkir kaki
Teana menggunakan rem parkir yang harus diinjak (ditekan) untuk mengoperasikannya. Posisinya persis paling kiri, di samping footrest. Untuk mengaktifkan dan membebaskannya, cukup dengan menginjak.

Setir ringan dan sensitif. Kendati termasuk panjang, Teana mudah melakukan manuver dengan mantap pada kecepatan tinggi. Rem juga sangat menggigit.

Hanya dengan menempatkan tongkat transmisi di “D”, lantas menginjak gas, Teana sudah mampu dikebut tanpa ada kejutan saat perpindahan gigi. Bahkan tanpa terasa, mobil sudah mencapai kecepatan di atas 100 km/jam lebih padahal baru saja dikebut beberapa detik. Akselerasinya cukup responsif. Namun tentu saja tidak segesit manual atau transmisi otomatik konvensional.

Karena menggunakan CVT, perpindahan gigi terasa mulus. Kalaupun dirasakan ada perubahan, itu dirasakan melalui suara mesin dan tenaga mesin. Pasalnya, begitu dikebut, gigi naik ke perbandingan lebih tinggi, putaran mesin juga turun dengan cepat.

Suara di kabin termasuk senyap, apalagi mesin. Saat dikebut, hanya terdengar suara ban dan permukaan jalan. Waktu dites, Teana menggunakan ban Michelin dengan ukuran 215/55-R17.