06 January 2010

Toyota Rilis Foto Etios Versi Konsep

Kendati rencana peluncurkan Toyota Etios yang akan dipasarkan di India pertama kali adalah besok (6/1/2010), Toyota Motor Corporation atau TMC secara resmi telah merilis foto dua model Etios, yaitu hatchback dan sedan.

Menurut TMC, komponen mobil dipasok dari mitra lokalnya di India sehingga harga bisa dibuat lebih murah, tanpa menyebutkan detail. Etios yang dipamerkan dan akan diperkenalkan besok adalah versi sedan dengan mesin bensin 1,5 liter dan hatchback bensin 1,2 liter. Mesin terakhir merupakan hasil pengembangan baru Toyota.

Menurut Kepala Insinyur Etios Yoshinori Noritake, untuk mewujudkan Etios di India, ia harus mengunjungi masyarakat di berbagai kota dan langsung ke rumah mereka. “Kami ingin tahu langsung keinginan masyarakat India,” ungkapnya.

Untuk itu, Toyota membutuhkan empat tahun lebih untuk mendalami tuntutan konsumen India terhadap sebuah mobil penumpang kompak dengan harga yang terjangkau. Mereka juga menjelaskan, untuk proyek khusus ini, TMC mengerahkan sekitar 2.000 insinyur.

Mereka pun menjelaskan, Etios sudah bisa diproduksi akhir tahun ini di pabrik Toyota kedua, dan proses penyelesaiannya akan dikebut secepat mungkin.

Suzuki R3, MPV Kompak dengan Platform SX4

Salah satu mobil konsep yang cukup menarik pada New Delhi Auto Expo 10 adalah MPV kompak dari Maruti Suzuki adalah R3. Menurut Suzuki Motor Corporation atau SMC, MPV ini merupakan hasil rancangan Maruti Suzuki India.

Sementara itu, media otomotif India melaporkan bahwa Maruti Suzuki meluncurkan MPV karena ingin mengikuti jejak Toyota yang sukses dengan MPV Toyota Innova di negara tersebut. Kendati demikian, dimensi Suzuki R3 lebih kecil. Kelasnya di bawah Innova atau berarti sekelas dengan Avanza atau Xenia.

Mobil ini dirancang dan direkayasa dengan tiga deret jok. Cukup menarik, mobil ini dibuat pada platform SX4 yang diperpanjang. Versi produksi nantinya dibuat dengan sasis monocoque. Dengan demikian, posisi mengemudi lebih sama dengan posisi mengemudi di sedan ketimbang posisi di mobil yang menggunakan bodi di atas rangka.

Ciri khas yang cukup menarik pada R3 adalah, kedua pintu samping membuka secara berlawanan arah. Pintu depan ke depan dan belakang ke belakang. Hasilnya, ketika kedua pintu dibuka secara bersamaan sehingga penumpang bisa masuk dengan mudah ke interior. Ini juga akan memudahkan barang bawaan berukuran besar masuk ke dalam MPV ini.

SMC belum menjelaskan mesin yang akan digunakan pada MPV kompak tersebut. Kendati demikian, media otomotif India memperkirakan bahwa Maruti Suzuki akan menggunakan mesin K-Series dengan pilihan 1,2 atau 1,4 liter.

Juga ada kemungkinan bahwa mereka akan menggunakan mesin diesel. Maklum, di India, mesin diesel cukup populer. Mesin diesel yang digunakan bisa jadi dari Fiat, Multijet 1,3 liter. Di samping itu, Maruti Suzuki juga akan melengkapi kendaraan ini dengan teknologi BBG (CNG) terkini.

Yang menarik pula, karena VW kini punya 20 persen saham di Suzuki, produsen Jerman tersebut bisa jadi pula akan menaruh produk mereka di ruang mesin MPV ini. Jika Maruti Suzuki jadi memproduksinya, maka dibutuhkan waktu 18-24 bulan. Penampilannya pun akan berbeda dari konsep yang dipamerkan!

05 January 2010

Mazda RX-7 Baru buat Tandingi Toyota, Nissan, dan Honda

Tampaknya, persaingan para prinsipal mobil dari Jepang di kelas sportcar kian memanas. Setelah Honda meluncurkan HSV 010 GT yang dijuluki sebagai "pembunuh" Nissan GT-R dan Lexus LSF, kini muncul penantang satu lagi, Mazda dengan RX7, senjata terbaru yang akan diperkenalkan akhir 2011.

Situs Insideline.com melaporkan proyek sedan dua tempat duduk model 2012 tersebut tetap progres walau kondisi ekonomi belum pulih dari krisis keuangan global. RX-7 itu hadir sebagai pengganti RX-8 empat tempat duduk sebagai generasi lanjutan yang peluncurannya dibatalkan.

Pembatalan berkaitan dengan pasar RX-8 yang kurang bagus. Sampai kuartal pertama 2009, marketnya anjlok 47,5 persen dibandingkan tahun yang sama. Lemahnya pasar disebabkan penghentian produksi kelanjutan model, termasuk model baru yang bertenaga 300 hp.

Sementara itu, RX-7 diklaim lebih bertenaga dan lebih mahal dari RX-8. Sumber tenaganya menggunakan mesin rotary generasi baru, Renesis 16X. Kapasitasnya lebih besar 300cc dari mesin Wenkel Renesis sebelumnya, dan memiliki tenaga 350 hp dengan torsi 214 ft-lb.

Sebagai informasi, Mazda RX-7 pertama kali diperkenalkan pada 1978 dengan nama Savanna menggunakan mesin rotary 12A. Proses pembuatannya, mulai dari gambar, riset sampai jadi, memakan waktu 7 tahun. Generasi keduanya, dengan proyek yang bernama P747, meluncur pada 1986. Generasi ini tetap pakai mesin roraty, tetapi tenaga yang keluar dari dapur pacu 13B sebesar 150 hp. Trus, tujuh tahun kemudian (1993), generasi ketiga lahir masih mengandalkan mesin 13B, tetapi teknologi lebih canggih dan tenaga 255 hp.

Kalau dilihat berdasarkan rentang waktu, generasi keempat seharusnya sudah muncul sekitar 2001. Ternyata, pada 2004, pabrik mobil terbesar ketiga di Jepang setelah Toyota dan Nissan itu meluncurkan RX-8. Mobil ini tetap menggunakan mesin rotary, tetapi lebih halus dan bertenaga 238 hp. Namun, salah satu majalah otomotif terkemuka, Car and Driver, menyebutkan bahwa tampilan RX-8 ini tak ada bedanya dengan model pertama RX-7.

Berbicara prestasi, RX-7 sempat memenangi salah satu lomba ketahanan paling bergengsi di dunia, Le Mans 24 jam, pada 1991. Saat itu, mobil dikemudikan dua mantan pebalap F1, Johnny Herbert dan Bertrand Gachot, dan satu lagi pebalap bernama Volker Weidler.

28 December 2009

MINI Beachcomber Penakluk Medan Off-road yang Mungil

Prabikan mobil asal Inggris, MINI kembali menyodorkan mobil untuk menaklukkan medan off-road. Meski masih merupkan konsep, namun MINI Beachcomber ini akan dipajang pada acara North American International Auto Show, Januari 2010.

Perihal MINI menciptakan kendaraan untuk lintasan segala medan ini, Beachcomber bukan yang pertama. Mereka pernah punya mobil penggaruk tanah MINI Moke pada 1964 yang bentuknya menyerupai truk, tapi dalam ukuran mini.

Beachcomber ini tercatat sebagai model keempat dalam produk line-up MINI. Produk lainnya yang lebih dulu menetas adalah Clubman dan Convertible. Pihak pabrikan menyebut Beachcomber sebagai MINI Moke abad ke-21.

Untuk mempertegas kalau mobil dengan empat bangku ini buat menjelajah alam, sistem gerak rodanya all-wheel-drive. Trus, desainnya atap tak lazim bagi MINI yang berupa kerangka. Namun pila A dan D sudah diperkuat dan berfungsi sebagai rollover bar (pelindung pengemudi dan penumpang) jika mobil terguling.

Berarti, MINI ini tak bisa dibawa jalan saat hujan. Tetap jalan, karena bahan fiber pada bagian atas bisa ditarik, sekalipun mobil masih melesat dengan sangat cepat. Begitu juga dengan pintu dapat dicopot dan dipasang.

Masuk ke interior, instrumen spidometer dirancang tunggal di belakang kemudi. Lalu, ada speaker yang sangat spesial dan bisa mendengarkan lantunan musik sekalipun sedang beroff-road.

Sayang, tidak dijelaskan mengenai dimensi. Hanya dibeberkan mengenai keempat roda mengenakan pelek ukuran 17 inci, dengan kerangka yang dikrom. Kemudian air intake yang besar, serta tenaga mesin yang mengandalkan turbocharged.

Rencana produksi memang belum ada, namun MINI mengabarkan kalau pada musim gugur 2010 mereka akan memproduksi MINI Crossover.