02 April 2008

New Corolla Altis 1.800 CC

Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya datang juga. Banyak orang yang sudah menunggu-nunggu sedan Toyota di kelas antara 1.500 cc hingga 2.000 cc. Untuk kelas 1.500 cc sudah ada sedan New VIOS, sedangkan kelas di atasnya adalah sedan New Camry 2.400 cc. Dua tipe sedan tersebut sudah keluar versi terbaru pada tahun 2007 yang lalu.

Sedan Corolla Altis bisa menjadi pilihan saat itu (tahun 2007). Sayangnya yang ada di pasaran adalah Corolla Altis generasi ke-9 yang mulai diproduksi tahun 2001. Artinya sudah sekitar 6 tahun, Corolla tidak mengeluarkan generasi yang baru. Rupanya harapan banyak orang baru terpenuhi tahun 2008 ini.

Tepat bulan Februari 2008 ini, Toyota akhirnya meluncurkan Corolla Altis generasi terakhir (ke-10 atau X-Gen). Mobil anyar ini dikemas dengan tagline "The Real Star" atau Bintang yang Sebenarnya.

Dibandingkan generasi terdahulu, dari sisi luar mobil ini sudah menampilkan perbedaan yang bermakna. Jika sebelumnya Corolla Altis keluar dengan bodi yang mulus berisi (montok), sekarang ini tampak lekukan/guratan manis layaknya urat-urat (nadi) yang menonjol di antara otot pada mereka yang senang berolahraga. Manis dan kekar tetapi tetap sensual.

Ciri khas ini menurut Toyota akan menjadi ciri khas sedan-sedan Toyota masa depan. Diharapkan -meskipun hanya dengan melihat sekilas- setiap orang sudah bisa langsung mengenali sedan ini keluaran Toyota.

Melongok ke kabin mobil, dashboard dan kemudi dibalut dengan corak kayu (wood) menambah kemewahan sedan ini. Yang unik, meniru tipe Vios, Yaris dan Camry terbaru, mobil ini menggunakan Smart Entry & Start. Tidak perlu kunci konvesional agar bisa membuka pintu mobil. Letakkan tangan Anda di handel/gagang pintu mobil, otomatis mobil akan mengenali Anda dan kunci terbuka. Tinggal ditarik saja pegangan pintunya untuk memasuki ruangan dalam mobil yang nyaman dan senyap.
Begitu pula untuk meng-start mobil, cukup menekan tombol start.


Keamanan tidak hanya milik mereka yang berada dalam mobil
Sudah menjadi standar bagi mobil-mobil sekelasnya, tersedia fasilitas keamanan seperti: ABS (anti-lock braking system), Dual SRS Airbags System, sensor belakang dan depan (mempermudah parkir). Namun mobil ini mempunyai kelebihan dibandingkan itu.

Jika kita memperhatikan dengan lebih teliti design mobil yang unik ini, maka bisa disimpulkan bahwa Toyota dengan mobil ini tidak hanya memperhatikan keamanan penumpang mobil semata, melainkan memperhatikan dan peduli kepada mereka yang -kurang beruntung- bersenggolan dengan mobil ini. Tuk..tuk...tuk... jangan sampe dech.

Orang -yang kurang beruntung- tertabrak atau tersenggol mobil ini, kemungkinan besar tidak akan tersungkur/terjungkal ke depan/jalanan/aspal/beton melainkan terlempar ke arah mobil dan mendarat di hidung mobil. Mengantisipasi hal ini, hidung mobil New Corolla Altis (tempat mendarat orang yang malang tersebut) dibuat se'user/victym friendly" mungkin. Tidak ada satupun sudut yang membahayakan (tajam atau menonjol) di permukaan hidung sedan ini. Bahkan saluran untuk menyemprot air ke kaca depan mobilpun tidak tampak (tersembunyi di dalam). Benar-benar tempat yang "nyaman" untuk mendarat, meskipun sangat diharapkan tidak akan terjadi kecelakaan.

Drive Safely-lah.

Berbicara mengenai pembersih kaca, ternyata mobil ini memiliki sensor air hujan di kaca depan. Dengan demikian jika kaca sudah basah, maka secara otomatis wiper akan bergerak. Kalau kering, wiper akan berhenti. Ini menjawab permintaan pengendara yang sering merasa sebel harus menghidupkan dan matikan wiper saat hujan rintik2.

Satu-satunya nilai negatif yang penulis rasakan setelah meng-explore New Corolla Altis, adalah sistem autolock pintu.

Umumnya -seperti Kijang- pintu akan mengelock sendiri setelah mobil berjalan dengan kecepatan 20km (dari awal start). Namun sama seperti New Vios, pintu pengendara tidak ada fasilitas autolock tersebut. Menurut pihak Toyota hal ini disebabkan karena mobil ini sudah standar seluruh dunia, di mana pengendara di pelbagai negara tidak menyukai feature autolock ini.

Dua Andalan Baru Honda

PT Honda Prospect Motor (HPM), berniat memacu penjualannya. Lihat saja, pihaknya berancang-ancang mengeluarkan dua produk. Pertama, Honda Stream yang dirombak tampangnya. Berikutnya, Honda Jazz berkapasitas 1.500 cc. "Rencananya kami luncurkan pada kuartal pertama tahun ini," ungkap Jonfis Fandy, general manager marketing HPM.

Meski begitu, untuk menggebrak pasar, Stream bakal lebih dulu muncul. Ada beberapa perubahan signifikan yang dilakukan HPM. Utamanya dari tampang luar yang mirip dengan spesifikasi Stream Jepang.

Mobil 7 tempat duduknya yang bakal dilaunch akhir bulan ini, punya lampu mirip dengan Honda Jazz. Sementara gril tak lagi dihiasi dengan aneka garis. Selain itu, bumper depan juga dibuat lebih sangar, lantaran ada penambahan spoiler.

Kalau melihat di bagian belakang, Stream juga mengalami perombakan. Jika model sebelumnya rangkaian lampu rem terlihat samar-samar pembagiannya, kini lebih tegas lagi. Juga letak dua lampu mundur dirapatkan tepat di sebelah pelat nomor. "Lampu belakang bagian atas juga lebih menonjol," urai Jonfis.

Soal banderol, Jonfis belum mengungkapkan secara pasti. Ia hanya memberi patokan, atas perubahan tampang ini, Stream akan dipatok di atas harga yang sekarang beredar. Saat ini HPM memberi harga on the road Stream versi 2.0 Tiptronic Rp 236 juta. Sedangkan yang bertransmisi otomatis Rp 204,5 juta. Sementara tipe manual dilepas Rp 193,3 juta.

Lantas bagaimana dengan Honda Jazz? Mobil bertubuh mungil itu akan didatangkan HPM dari Thailand. Meski sudah banyak beredar di Indonesia melalui 'tangan' importir umum (dengan nama Honda Fit), menurut Jonfis ada beberapa spesifikasi yang berbeda. "Seperti radiator yang sudah disesuaikan kondisi di sini."

Ia juga menyebutkan kalau electronic control unit yang dipakai, settingannya juga sudah disesuaikan dengan bahan bakar lokal. "Mesinnya sama dengan New City (i-DSi)," lanjutnya.

Begitupun dengan transmisi. Jazz dibekali pemindah gigi buatan lokal dengan dua tipe: otomatis dan manual. "Asalnya dari pabrik kami di Karawang," tutur Jonfis.

Harga? Lagi-lagi Jonfis tak mau menyebutkan secara pasti. Ia hanya memberi ancar-ancar dalam kondisi off the road. Tipe manual dipatok pada Rp 120 juta, sementara otomatis Rp 130 juta.

Meski rencananya pihak HPM baru meluncurkan sebelum bulan Maret tahun ini, toh hasil pengamatan OTOMOTIF, mobil itu sudah bisa diinden. "Kalau mau, uang mukanya Rp 20 juta," sebut Muljadi, director PT Istana Kebayoran Raya Motor, showroom Honda di Jaksel.

Mengintip Kendaraan Yang Hilang

BANYAK faktor yang dapat mendorong lahirnya sebuah teknologi. Misalnya faktor keinginan mendapatkan rasa aman dan perlindungan properti pribadi. Kedua hal itulah yang agaknya mendasari munculnya sebuah teknologi pelacakan barang bergerak, seperti kendaraan pribadi.

Semuanya itu bisa tercapai dengan bantuan teknologi satelit, yang akan memberitahukan posisi kendaraan kita ada di mana. Namun, karena peranti yang bisa mengirimkan sinyal lewat satelit itu mahal, maka diperlukan suatu alat penghubung. Maka, lahirlah suatu perpaduan teknologi Global Positioning System (GPS) melalui satelit dengan teknologi Global System for Mobile Communication (GSM). Sinyal GPS ini dipancarkan melalui satelit, sedangkan sinyal GSM itu dipancarkan melalui menara pemancar seluler. Fungsi dari menara pemancar seluler ini adalah sebagai sarana penghubung antara satelit dan objek yang akan dipantau.

Saat ini, akurasi ketepatan lokasi yang dipantau dengan teknologi GPS bisa mencapai 1-300 meter. Semuanya itu, tergantung dari peranti lunak yang dipergunakan. Saat ini, di Jakarta setidaknya ada dua operator yang menjual jasa untuk pemantauan kendaraan, yaitu InfoTrack (PT Infoasia Teknologi Global Tbk) dan Vi-Track (PT Garansindo Inter Global).

Vi-Track yang merupakan singkatan dari Vehicle Interactive Tracking System ini merupakan sebuah sistem berbasiskan teknologi GSM dan GPS untuk pelacakan kendaraan.

Namum, Vi-Track berfungsi sebagai pelacak (tracking), bukan navigasi. Jadi, bentuknya bukan berupa peta dengan alasan peta bisa mengganggu konsentrasi pengemudi. Tiap mobil yang memasangnya hanya dilengkapi sebuah tombol untuk menghubungi operator Vi-Track.

Menurut Turia Fitriani Helmi, General Manager Vi-Track, teknologi produknya mencakup empat kategori fungsi yaitu pemantauan, keamanan, komunikasi, dan layanan. Masing-masing fungsi diberi nama seperti Vi-Track Vision (memantau posisi dan kecepatan kendaraan), Vi-Track Secure (melacak dan mematikan mesin kendaraan dari jarak jauh), dan Vi-Track Phone (telepon genggam dalam mobil).

Selain itu, ada Vi-Track Directory (informasi fasilitas umum dan
sosial), Vi-Track Lock Control (pembuka kunci pintu mobil dari jarak jauh), dan Vi-Track Geo-Fencing (pembatasan wilayah tertentu yang bisa dimasuki kendaraan). Penggunaan Vi-Track GTS (GPS Tracking Set) ini juga didukung pelayanan terpadu VIA (Vi-Track Interactive Assistant) 24 jam nonstop.

Helmi mencontohkan pemakaian Vi-Track untuk fungsi pemantauan yaitu pengemudi tinggal menelepon ke operator lewat Vi-Track Phone jika ingin mengetahui sebuah lokasi. Operator lalu membimbing secara online hingga tiba di lokasi. Komunikasi ini tidak terbatas hanya bagi pengguna kartu IM3, tapi juga dapat dilakukan lewat kartu seluler lain dan telepon tetap.

Sedangkan fungsi keamanan diberikan lewat pemasangan tombol darurat (panic button). Tombol yang terhubung ke operator ini tidak akan berbunyi jika ditekan. Kegunaannya misalnya jika pengemudi dirampok karena tombol itu bisa membuat operator segera menghubungi polisi tanpa diketahui pelaku kejahatan.

Vi-Track juga mengamankan kendaraan dalam bentuk lain. Jika mobil hilang karena dicuri, pemiliknya tinggal menghubungi operator supaya mesin mobil dimatikan. Mobil mogok ini tidak dapat dinyalakan lagi sehingga kemungkinan besar segera ditinggalkan pencurinya. Selanjutnya, lewat peta digital, operator dapat memberi tahu lokasi terakhir mobil kepada pemiliknya.

Sedangkan fungsi membuka pintu berguna jika pengguna Vi-Track mengalami masalah seperti kunci kendaraan tertinggal di dalam atau hilang. Supaya yakin bahwa yang menghubungi operator benar-benar pemilik kendaraan yang sah, ada password yang harus diberikan.

"Operator juga bisa mengetahui posisi dan menghubungi pengemudi lewat speaker. Panduan arah jalan hingga lokasi pom bensin, polisi diberikan dari speaker tersebut," kata Helmi.

Penggunaan sinyal satelit
Fungsi-fungsi tadi bisa dilakukan antara lain karena memanfaatkan sinyal satelit GPS dan teknologi GSM. Di setiap perangkatnya memang disediakan kartu yang terhubung ke Indosat M3 sebagai penyedia operator selulernya.

Sama seperti alarm mobil, perangkat Vi-Track diletakkan dalam kendaraan secara tersembunyi. Tujuannya tentu supaya penjahat tidak bisa memutuskan alur kabel perangkat. Pemasangannya hanya bisa dilakukan teknisi Vi-Track dalam waktu sekitar satu jam.

Sebelum diperkenalkan kepada masyarakat, produk Vi-Track sendiri sudah diteliti sejak 1999. Pada 2002 hingga sekarang perangkatnya telah dipergunakan beberapa perusahaan lokal seperti perusahaan minyak, alat pengangkutan, dan jasa kurir. Garansindo menargetkan bisa menjual hingga 50 ribu unit perangkat untuk tahun 2003 ini.

Untuk menjadi pelanggan Vi-Track, orang harus membeli satu set Vi-Track GTS seharga Rp2.727.000 ditambah iuran tahunan sebesar Rp1.086.800. Tapi, biaya tersebut tidak termasuk penggunaan fasilitas telepon GSM IM3 yang ada di dalamnya.

Media beserta dua wartawan lain sempat diajak pihak Garansindo mencoba kendaraan yang sudah dipasangi Vi-Track. Saat menghubungi operator Vi-Track, mereka bisa mengetahui secara tepat lokasi kendaraan yang sedang meluncur di kawasan Mega Kuningan.

Beberapa perintah juga dilakukan operator seperti membuka kunci pintu kendaraan dan mematikan mesin dari jarak jauh. Saat mesin mati, mobil tidak bisa dinyalakan lagi dan harus menunggu pengaktifan dari operator.

Masalah jangkauan GSM
Pengamat multimedia Roy Suryo yang hadir dalam peluncuran Vi-Track pekan lalu, di Jakarta, menilai perangkat model ini memang sudah lama ditunggu mengingat banyaknya pencurian mobil terjadi. Harganya juga tidak seberapa jika melihat ada yang bisa memasang sistem audio mobil
berharga ratusan juta.

Namun Roy mengkritisi penggunaan teknologi GSM dalam Vi-Track karena GSM memiliki keterbatasan. Misalnya ada pencuri yang pandai sehingga mobil lalu dimasukkan ke ruangan bawah tanah. Akibatnya, mobil tidak bisa terjangkau sinyal GSM atau satelit. "Lalu untuk pelacakan kendaraan, ada baiknya perangkat ini juga dihubungkan ke kamera DLLAJR yang ada di persimpangan jalan supaya lebih tepat," kata dosen UGM ini.

Helmi mengakui sinyal satelit lewat GPS memang memiliki kelemahan. Antisipasinya pada Vi-Track dipasangi buffer memory yaitu memori untuk mengingat sinyal yang terus dipancarkan satelit ke mobil. Data sinyal yang dikirimkan dalam interval lima menit ini disebut bisa bertahan hingga 13 bulan. Kegunaan data yaitu untuk memberi tahu lokasi terakhir kendaraan.

Masalah lainnya terkait dengan pemilihan IM3 sebagai operator telekomunikasi mengingat cakupannya yang belum terlalu luas. Namun, I Made Harta Wijaya sebagai General Manager Product Development IM3 menyatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan operator lain yaitu Satelindo.

Kiat Merawat Paru-Paru Mesin Kendaraan Anda

Saringan udara atu dikenal dengan sebutan Air Filter merupakan paru-paru mesin kendaraan Anda, yang berfungsi menyaring dan membuang debu dari udara yang masuk dan mengalirkan udara yang bersih ke mesin, karena saringan udara merupakan suatu bagian yang sangat penting, maka perlu dibersihkan dan diganti secara teratur untuk menjaga kondisi yang prima kendaraan Anda.

Pada umumnya, dalam mobil terdapat dua jenis saringan udara yang berfungsi menyaring udara untuk keperluan optimasi sistem pembakaran dan satu lagi yang berfungsi dalam rangkaian sistem pendingin kabin (AC).


Saringan udara yang terletak pada bagian atas karburator (atau ujung sistem injeksi) fungsi utamanya adalah untuk menghilangkan debu dan kotoran yang terdapat pada udara yang masuk ke karburator/injeksi atau silinder mesin.


Sedang saringan udara pada rangkaian sistem blower AC diperlukan untuk menyaring udara luar yang bakal masuk ke kabin untuk sirkulasi udara dan menggantinya dengan udara dingin. Saringan udara yang berkaitan dengan sistem pengapian memiliki tiga fungsi penting lain, yaitu:


1. Membersihkan udara yang masuk ke mesin dengan saluran keluar penyaring dan partikel lain yang dapat merusakkan komponen dalam mesin.

2. Mencegah nyala api dari mesin atau pada saat terjadi proses penyalaan kembali.

3. Mengurangi kebisingan dari udara yang masuk ke karburator atau saluran isap.


Karena pentingnya fungsi saringan udara, maka perawatan seksama terhadap komponen ini menjadi keharusan yang tak bisa dihindari. Meskipun dibersihkan secara rutin, saringan udara memiliki batas ambang pemakaian sehingga pengantian dalam waktu tertentu tetap harus dilakukan. Tak ada salahnya merawat saringan udara mobil Anda sendiri dengan beberapa upaya berikut:


- Periksalah elemen saringan udara secara rutin untuk mengetahui apakah ada kerusakan atau kondisinya amat kotor, sehingga harus diganti. Pemeriksaan mudah dilakukan dengan hanya membuka penutup dan cabut saringannya perlahan. Umumnya saringan udara untuk AC terletak pada tempat tersembunyi dan pencopotannya harus dilakukan lebih hati-hati.


- Bersihkan saringan udara dengan menyemprotkan angin kompresi dengan tekanan rendah dan ditiupkan dari arah dalam ke luar. Ulangi beberapa kali hingga tak lagi keluar debu dari bagian ini. Bila terlampau kotor, komponen itu bisa saja dicuci dengan larutan pembersih dan keringkan, sampai benar-benar kering, sebelum dipasang kembali.


- Setelah itu, periksa tutup saringan udara dan rumah saringannya dari kemungkinan adanya perubahan bentuk atau kerusakan. Wadah saringan udara juga umumnya mengalami penumpukan debu atau basah karena sisa minyak pelumas. Bersihkan bagian ini hingga benar-benar bersih dan kering.


- Setelah membersihkan, bila perlu memperbaiki bentuk penutup saringan udara dan membersihkan wadah komponen tersebut, pekerjaan terakhir adalah kembali memasangnya secara benar. Pasangkan saringan udara seperti posisi semula. Jangan pernah terbalik karena akan berarti membuat komponen tersebut tidak berfungsi sebagai penyaring.


Gantilah saringan udara setiap 20.000 km!