14 June 2008

Toyota Bikin Mesin Diesel dan Hybrid di Thailand

Toyota Motor Corporation (TMC) mengumumkan kemarin (10/6) bahwa Siam Manufacturing Co Ltd (STM), sebagai basis produksi mesin TMC di Thailand, berencana akan membangun pabrik baru untuk memproduksi mesin diesel berkapasitas 150.000 unit. Pabrik ini direncanakan beroperasi mulai 2010.

Sebelum ini, STM sudah lebih dulu memproduksi dapur pacu diesel dengan kapasitas 200.000 unit per tahun untuk berbagai jenis kendaraan. Ternyata, menurut penjelasan Presiden STM Shigeru Murai, jumlah produksi 229.000 mesin tahun lalu dengan 72.000 unit yang diekspor ke 6 negara masih belum mencukupi.

Dengan berdirinya pabrik baru nanti, kapasitas produksi mesin diesel oleh STM bisa digenjot dari 200.000 menjadi 350.000 unit. Itu belum termasuk mesin bensin sehingga totalnya menjadi 600.000 unit per tahun.

Thailand (STM) menjadi proyek produksi global dan suplai untuk International Multi-purpose Vehicle (IMV) yang dimulai sejak 2004. Dan STM juga memenuhi mesin diesel untuk negara-negara yang memproduksi IMV, termasuk India dan beberapa negara ASEAN.

Selain itu, TMC juga mengumumkan, Toyota Motor Thailand akan memproduksi Camry bermesin hybrid mulai tahun depan. Langkah ini sebagai wujud prinsipil untuk mendukung popularitas kendaraan hybrid di dunia.

Target produksinya 9.000 unit per tahun. "Thailand menjadi negara pertama di ASEAN yang membangun Camry hybrid dan ternyata diterima oleh pemakai. Kami tidak menyangka kalau peminat tidak hanya kagum dengan produk, tapi mereka juga peduli dengan program lingkungan," sebut Mitsuhiro Sonoda, President Toyota Motor Thailand Co Ltd (TMT).

Sebagai catatan, Toyota sejak memperkenalkan kendaraan hybrid sejak 1997 melalui Toyota Prius sudah cukup banyak memasarkannya. Bahkan sampai 2010 ini ditargetkan terjual di atas 1 juta unit.

13 June 2008

Toyota Alphard 3.5L Ramaikan Pasar Indonesia

Meski dipasarkan sejak 2003 dalam kondisi built up dan melalui importir umum (IU), Toyota Alphard meraih sukses. Penjualannya bak kacang goreng, sampai-sampai MPV dari Jepang ini tercatat bukan saja sebagai kendaraan prestisius. Namun sudah menjadi simbol keluarga mapan.

Memang, angka resmi penjualaan setiap bulan maupun pertahun tidak ada. Namun diperkirakan lebih dari 1.000 unit sudah ke tangan konsumen. Mengetahui besarnya peminat Alphard telah menggoda PT Toyota Astra Motor (TAM), selaku agen tunggal Toyota untuk mendatangkan Alphard generasi kedua dalam jajaran line up mereka.

Jika tak ada aral melintang, MPV itu akan ditampilkan pada acara Indonesian International Motor Show, Juli mendatang di Jakarta Covension Center (JCC).

Generasi kedua Alphard yang bakal didatangkan ini bentuknya tidak berubah total dari model pendahulunya. Juga tidak seektrem FT-MV ketika tampil di Tokyo Motor Show tahun lalu.

Namun Alphard baru ini duduk di atas platform baru. Tinggi bodi masih kalah dengan yang lama, tapi ruang kabin justru lebih tinggi karena posisi lantai lebih rendah 55 mm.

Di Negeri asalnya, Alphard punya saudara kembar namanya, Vellfire yang hadir dengan filosofi power dan inovasi. Ini bisa dilihat dari sosok tampilan yang sporty dengan desain lampu utama model bertingkat.

Jangan tanya soal kenyamanan kabin. Tersedia sejumlah gimmick fitur yang mampu membuat penumpang business class sekalipun merasa iri. Seperti Toyota Premium Sound dengan 18 speaker atau power executive seat yang dilengkapi foot rest.

Untuk pilihan mesin ada dua, yakni 2.400 cc 4 silinder seperti pada model lama dengan tenaga 167 hp. Kemudian 3.500 cc V6 bertenaga 276 hp yang telah terbukti keampuhannya pada Camry 3.5Q.Sedang transmisi tersedia Super CVT-I untuk model 4 silinder dan Super ECT 6-speed untuk varian V6.

Adapun varian yang bakal dimasukkan TAM versi 3.500 cc dengan spesifikasai lengkap. Harga jual belum diumumkan, tapi diperkirakan sekitar Rp.1,1 miliar. Sedang Alphard 2.4 full option dari IU dipatok seharga Rp. 775 juta (OTR).

12 June 2008

New Audi A4 Kolaborasi Kecanggihan A6 dan R8

Setelah sukses dengan seri A3, A6 dan A8, PT Indomobil Sukses International Tbk selaku ATPM Audi kembali meluncurkan model terbarunya The New Audi A4 di Grand Indonesia, Kamis (22/5). Sedan premium ini hasil kolaborasi kecanggihan yang diterapkan di seri A6 dan A8. Dan di negeri Asalnya, Jerman, A4 diperkenalkan 10 September 2007 bersamaan dengan Internasional Motor Show ke-62 di Frankfurt.

Di Indonesia sendiri, Audi A4 datang meramaikan pangsa pasar nasional pada 2005. Dan yang diperkenalkan sekarang ini benar-benar total change. Seperti desain lampu utama diadopsi dari A6 dan R8 yang dilengkapi LED. Kemudian lebih hemat BBM ketimbang seri sebelumnya, yakni 10,3 km per liter untuk dalam kota dan 7,4 km per liter untuk kombinasi.

Kecanggihan A4 ini, menurut Presiden Direktur Indomobil Sukses International, Gunadi Sindhuwinata fitur-fiturnya sangat elegan, sportif dan dinamis. Bahkan transmisi yang multitronic punya tiga karakter, Auto, Dynamic dan Comfort sesuai dengan keinginan pengemudi. Sistem kerjanya elektronik, jadi pengemudi tinggal tekan tombol. "Misalnya, dynamic untuk mereka yang ingin berkendara dengan kecepatan tinggi. Kemudian comfort untuk jalan santai, di dalam kota dan auto akan menentukan sendiri karena sesungguhnya ada interaksi antara mobil dengan pengemudi," papar Gunadi, usai launching The New Audi A4 di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (22/5).

Saat peluncuran, hadir pembalap A1 Indonesia Satrio Hermanto. Ia menuturkan saat melakukan test drive di jalan tol, dengan menggunakan pilihan dynamic, suspensinya lebih kuat.

Audi A4 ditawarkan dengan dua warna, abu-abu dan hitam. Harganya dibanderol sekitar Rp650 jutaan. Gunadi optimis, angka penjualan tahun ini akan mencapai 200 unit, sesuai jumlah yang dialokasikan untuk Indonesia. "Kami targetkan tahun ini bisa terjual 200 unit. Walaupun problemnya, alokasi untuk Indonesia agak terbatas karena permintaan dunia yang sangat tinggi. Untuk batch I seri A4 ini, hingga hari ini sudah terjual 20 unit," jelas Gunadi.

Saat dipamerkan, Audi A4 meraih penghargaan sebagai Germany Most Popular Car "Our Car" Award pada April 2008 dan Europe's Auto 1 Trophy, Maret 2008.

Sensasi GT-R di Sirkuit Estoril

Awalnya sebuah mimpi dan hasrat mencipta mobil yang oke di jalan raya sekaligus garang di sirkuit. Lalu terciptalah Nissan GT-R. Mobil sport tangguh yang tidak saja cepat, tetapi mudah dikendalikan dan berakselerasi tinggi.

****

Awal bulan ini kami, empat wartawan dari Indonesia, berkesempatan menjajal ketangguhan mobil berkapasitas mesin 3.8 liter, 6 silinder dalam konfigurasi V (V6), yang diperkuat dengan turbocharger ganda (twin turbo) dengan persneling manual yang memiliki 6 tingkat kecepatan. GT-R juga memiliki varian persneling otomatik dengan 6 tingkat kecepatan. Selintas tampang GT-R mirip ”robot” di lintasan Estoril, Portugal.

GT-R saat ini menjadi semacam puncak pencapaian prestasi dan hasrat Nissan Motor dalam pengembangan mobil sport yang sekaligus nyaman dipakai harian.

Ada empat warna mobil GT-R yang disediakan Nissan pada acara test drive 6 Mei lalu. Pertama, warna putih, yang khusus dikemudikan oleh Suzuki-san, test driver Nissan dari Jepang. Tiga mobil lainnya berwarna abu-abu, coklat, dan silver.

Pelatihan


Instruktur memberikan berbagai tip jitu, mulai dari bagaimana meningkatkan akselerasi untuk mencapai torsi maksimum dengan singkat agar mobil melaju kencang dengan tenaga penuh, strategi menikung yang cepat dan efektif, mengatasi mobil melintir, hingga berhenti mendadak.

Tak ketinggalan contoh bagaimana ber-slalom-ria menggunakan GT-R dengan kecepatan tinggi. Semua tip diberikan dalam waktu tidak lebih dari tiga menit, sebelum menjajal sendiri. Tentunya tetap didampingi instruktur.

Kondisi lintasan sirkuit saat itu mendukung. Lintasan kering dan ini penting bagi pemula. Langit di Cascais yang biasanya kelabu, saat itu cerah. Udara juga tak terlalu dingin sehingga menambah nyaman suasana hati.

Merasakan duduk sebentar di belakang kemudi GT-R membuat keinginan untuk segera memacu mobil berkekuatan 480 PK itu begitu membara, sekaligus ingin membuktikan ketangguhannya. Sensasi New GT-R dimulai dari area pitstop. Saya kebetulan mendapat jatah untuk menumpang GT-R yang dikemudikan oleh Suzuki-san. Setelah itu baru menyetir sendiri.

Saat duduk di samping kursi kemudi, perasaan tegang tak terelakkan. Semestinya itu tidak terjadi karena ruang kabin yang luas dan nyaman begitu terasa.

Peralatan kemudi lengkap mulai sound system sampai navigator. Desain dashboard elegan, dilengkapi dengan lubang AC berbentuk bulat dengan pengatur udara seperti kepingan logam yang ditata bertumpuk.

Hanya selang beberapa saat setelah mengamati kabin, pedal gas langsung diinjak dalam dan mobil melesat bagai anak panah. Yang tak kalah penting torsi terbagi merata (a wide torque spread) dan rendah emisi gas buang. Mobil ini juga berpenggerak empat roda.

”Gearbox” di belakang

Begitu melaju, tikungan pertama Estoril dilalui begitu mudah dalam kecepatan tinggi. Sebelum masuk tikungan kedua mobil dipacu lebih kencang lagi hampir menyentuh 200 km per jam, lalu mendadak menikung ke kiri, tak berapa lama masuk lagi tikungan kanan.

Saat melaju kencang, dalam kabin hanya terasa raungan dan sedikit getaran halus. Perasaan menjadi waswas ketika di depan mata terlihat tikungan tajam berbentuk U, padahal mobil sudah telanjur lari di atas 200 km per jam. Salah perhitungan sedikit, mobil terpelintir dan bisa terbalik, begitu pikir hati kecil ini.

Tapi di luar dugaan, pada titik terakhir tikungan mobil direm sedikit, lalu mobil menikung tajam. Saya sempat memejamkan mata, takut ban belakang mobil melintir dan berputar. Rupanya itu hanya sensasi ketakutan saja. Buktinya mobil mampu menikung dengan kecepatan tinggi dan hanya sedikit bagian pantat mobil membuang. Tapi sebelum terlalu jauh mengurangi kecepatan, pedal gas kembali ditekan.

Kemudi diputar ke arah berlawanan dari arah tikungan, untuk sekadar mengurangi efek melintir. Selain karena pengemudinya andal, GT-R memang didesain untuk enak saat dipakai menikung kencang. Nissan mendesain gearbox GT-R berbeda dengan mobil sport umumnya.

Gearbox GT-R ditempatkan pada bagian belakang, mendekati gardan belakang. Dengan membagi beban itu, diharapkan mobil lebih seimbang sehingga jika dipakai menikung tajam, tidak ada kesan kepala mobil maunya nyelonong atau enggak mau belok. ”Mobil mudah dikendalikan,” kata Francois Bancon, General Manager Divisi Strategi Produksi dan Perencanaan Nissan Motor Co Ltd.

Benar saja, buktinya, siang itu, tikungan demi tikungan mampu dilewati GT-R dengan cepat. Ujian terakhir dilakukan dengan slalom, menjalankan mobil zig-zag dengan kecepatan tinggi. Tidak mudah memang, tapi karena GT-R mudah dikemudikan, hanya dengan sedikit menggoyang setir, mobil pun melesat kembali bak anak panah.