16 June 2008

Toyota Yaris Gabungan Racing Dan Elegant

Menggabungkan dua aliran, Racing Street dan Elegant dalam memodifikasi mobil sangat sulit. Bahkan ketika final Yaris Show Off di Citos (8/6) Jakarta Selatan lalu, pihak PT Toyota Astra Motor (TAM) coba melombakan kedua aliran itu. Tak pelak, seorang wartawan dari majalah spesialis modifikasi menegaskan, tidak bisa kalau racing diadu dengan elegant.

Namun Kompas.com menemui ada satu Toyota Yaris bernomor 25 di pintu, modifikasinya bisa dinilai sebagai kombinasi Racing Street dan Elegant. "Angka 25 itu bukan nomor favorit atau tanggal lahir, tapi nomor absen di sekolah," jelas Maverick, pemilik mobil dari Bandung yang baru lulus SMA.

Dari Racing Street tampak dari penambahan komponen penghenti laju alias rem. Keempat rodanya sudah dilengkapi rem cakram. Lalu, keempat roda menggunakan pelek 19 dari Volk Racing. "Cuma ukurannya beda, depan 245 sedang belakang 275," terang mantan siswa SLA BPK I Penabur, Bandung.

Sekalipun konsep utamanya Racing, Marvick mengaku tidak banyak modifikasi dilakukan pada mesin. "Hanya penambahan turbo saja. Lagi kalau mesin dikorek, mau ngebut di mana," lanjut pemuda yang bingung mau melanjutkan study ke mana?

Bentuk racing lainnya, sepatbor depan yang dikembungkan dan dibuat celah angin pada bagian belakang (dekat pintu). Bentuk spoiler depan dan belakang tidak ekstrem, seperti yang terpasang pada salah satu aliran racing dari Cirebon.

Interior, tak banyak ubahan. Bagian-bagian tertentu, seperti center clustter dibentuk dengan desain serat karbon. Termasuk keempat panel pintu. Lalu pada dasbor di belakang kemudi dikasih tiga instrumen indikator.

Lantas di mana elegannya? Lihat sepatbor kiri dan kanan belakang, tidak menggelembung ekstrem. Juga tidak ada celah udara yang berfungsi sebagai pendingin rem. Menariknya, tutup bensin dibikin mengikuti kontur bodi yang sudah digembungkan.

Kemudian kedua spion luar dirancang bukan aliran racing, tapi custom. "Termasuk sistem penggerak, semua custom," timpal sang ibu. Urusan modifikasi, kata Maverick digarap bapaknya sendiri.

Pengunjung sedikit kecele mengenai kelir mobil yang tiga warna. Semua orang menebak pasti stiker. "Warna hitam, putih dan merah murni cat. Kecuali grafis dan angka menggunakan stiker," tutup Maverick.

15 June 2008

Nissan Siapkan X-Trail Bermesin Diesel

Nissan Motor Co. (NMC) mengumumkan akan memproduksi X-Trail bermesin diesel. Prototipe kendaraan SUV itu akan ditampilkan bertepatan dengan pameran lingkungan di Hokkaido, 19-21 Juni 2008. Setelah itu, X-Trail dipamerkan di G8 Hokkaido Toyako Summit, 7-9 Juli 2008. Sebagai wujud partisipasi sekaligus mendukung isu lingkungan yang dilakukan kelompok G8.

Pertemuan G8 memakai X-Trail bermesin diesel yang ramah lingkungan untuk diperkenalkan kepada rombongan delegasai dan wartawan. Tak Cuma itu, bahkan diberi kesempatan untuk mencoba sekaligus melihat teknologinya.


X-Trail diesel ini menggunakan mesin M9R hasil pengembangan bersama Nissan dengan Renault. Dikatakan, mobil ini memiliki torsi yang tinggi dan akselerasinya gesit. Selain itu, kedua prinsipal itu juga telah mengembangkan mesin diesel itu sangat ekonomis, sesuai dengan regulasi baru Jepang mengenai standar emisi.

Kecanggihan teknologi lainnya, di antaranya sistem injeksi dikontrol secara elektronik, commonrail system (1600 bar), variable nozzle turbo, diesel particulate filter (DPF) dan sistem control modulasi untuk DPF.

Menurut rencana, Nissan X-Trail ini akan dilempar kepasaran tahun ini juga sekitar september. Lebih awal dari peraturan baru emisi yang diterapkan Oktober 2009.

14 June 2008

Toyota Bikin Mesin Diesel dan Hybrid di Thailand

Toyota Motor Corporation (TMC) mengumumkan kemarin (10/6) bahwa Siam Manufacturing Co Ltd (STM), sebagai basis produksi mesin TMC di Thailand, berencana akan membangun pabrik baru untuk memproduksi mesin diesel berkapasitas 150.000 unit. Pabrik ini direncanakan beroperasi mulai 2010.

Sebelum ini, STM sudah lebih dulu memproduksi dapur pacu diesel dengan kapasitas 200.000 unit per tahun untuk berbagai jenis kendaraan. Ternyata, menurut penjelasan Presiden STM Shigeru Murai, jumlah produksi 229.000 mesin tahun lalu dengan 72.000 unit yang diekspor ke 6 negara masih belum mencukupi.

Dengan berdirinya pabrik baru nanti, kapasitas produksi mesin diesel oleh STM bisa digenjot dari 200.000 menjadi 350.000 unit. Itu belum termasuk mesin bensin sehingga totalnya menjadi 600.000 unit per tahun.

Thailand (STM) menjadi proyek produksi global dan suplai untuk International Multi-purpose Vehicle (IMV) yang dimulai sejak 2004. Dan STM juga memenuhi mesin diesel untuk negara-negara yang memproduksi IMV, termasuk India dan beberapa negara ASEAN.

Selain itu, TMC juga mengumumkan, Toyota Motor Thailand akan memproduksi Camry bermesin hybrid mulai tahun depan. Langkah ini sebagai wujud prinsipil untuk mendukung popularitas kendaraan hybrid di dunia.

Target produksinya 9.000 unit per tahun. "Thailand menjadi negara pertama di ASEAN yang membangun Camry hybrid dan ternyata diterima oleh pemakai. Kami tidak menyangka kalau peminat tidak hanya kagum dengan produk, tapi mereka juga peduli dengan program lingkungan," sebut Mitsuhiro Sonoda, President Toyota Motor Thailand Co Ltd (TMT).

Sebagai catatan, Toyota sejak memperkenalkan kendaraan hybrid sejak 1997 melalui Toyota Prius sudah cukup banyak memasarkannya. Bahkan sampai 2010 ini ditargetkan terjual di atas 1 juta unit.

13 June 2008

Toyota Alphard 3.5L Ramaikan Pasar Indonesia

Meski dipasarkan sejak 2003 dalam kondisi built up dan melalui importir umum (IU), Toyota Alphard meraih sukses. Penjualannya bak kacang goreng, sampai-sampai MPV dari Jepang ini tercatat bukan saja sebagai kendaraan prestisius. Namun sudah menjadi simbol keluarga mapan.

Memang, angka resmi penjualaan setiap bulan maupun pertahun tidak ada. Namun diperkirakan lebih dari 1.000 unit sudah ke tangan konsumen. Mengetahui besarnya peminat Alphard telah menggoda PT Toyota Astra Motor (TAM), selaku agen tunggal Toyota untuk mendatangkan Alphard generasi kedua dalam jajaran line up mereka.

Jika tak ada aral melintang, MPV itu akan ditampilkan pada acara Indonesian International Motor Show, Juli mendatang di Jakarta Covension Center (JCC).

Generasi kedua Alphard yang bakal didatangkan ini bentuknya tidak berubah total dari model pendahulunya. Juga tidak seektrem FT-MV ketika tampil di Tokyo Motor Show tahun lalu.

Namun Alphard baru ini duduk di atas platform baru. Tinggi bodi masih kalah dengan yang lama, tapi ruang kabin justru lebih tinggi karena posisi lantai lebih rendah 55 mm.

Di Negeri asalnya, Alphard punya saudara kembar namanya, Vellfire yang hadir dengan filosofi power dan inovasi. Ini bisa dilihat dari sosok tampilan yang sporty dengan desain lampu utama model bertingkat.

Jangan tanya soal kenyamanan kabin. Tersedia sejumlah gimmick fitur yang mampu membuat penumpang business class sekalipun merasa iri. Seperti Toyota Premium Sound dengan 18 speaker atau power executive seat yang dilengkapi foot rest.

Untuk pilihan mesin ada dua, yakni 2.400 cc 4 silinder seperti pada model lama dengan tenaga 167 hp. Kemudian 3.500 cc V6 bertenaga 276 hp yang telah terbukti keampuhannya pada Camry 3.5Q.Sedang transmisi tersedia Super CVT-I untuk model 4 silinder dan Super ECT 6-speed untuk varian V6.

Adapun varian yang bakal dimasukkan TAM versi 3.500 cc dengan spesifikasai lengkap. Harga jual belum diumumkan, tapi diperkirakan sekitar Rp.1,1 miliar. Sedang Alphard 2.4 full option dari IU dipatok seharga Rp. 775 juta (OTR).