26 June 2008

GM Siapkan Aveo Dan Estate Baru

Disela-sela peluncuran New Chevrolet Optra Magnum di mal Pondok Indah, Jakarta Selatan (22/5), Mukiat Sutikno membocorkan senjata barunya. Sampai akhir tahun ini, kata Managing Director GM AutoWorld Indonesia (GMAWI), pihaknya masih punya dua produk baru yang akan diluncurkan. Bila kondisi ekonomi membaik atau pangsa pasar otomotif berjalan stabil, tidak tertutup kemungkinan akan bertambah satu lagi menjadi tiga.

Dari ketiga produk baru itu, dua sudah pasti, Chevrolet Aveo dan Estate. Keduanya sama-sama mengusung dapur pacu 1.600 cc dan menampilkan wajah yang sama sekali baru.

Satunya lagi, ini yang masih dijaga kerahasiaannya oleh para petinggi GMAWI. Tapi, Kompas.com mendapat bocoran kalau satu produk baru itu adalah Chevrolet Captiva Diesel 2.0L VCDi.

Lantas apa bedanya dengan varian sebelumnya? Mesin memang sama, namun kelebihan terdapat pada sistem gerak roda. Calon Captiva ini ditopang sejumlah teknologi canggih. Di antaranya sistem penggerak roda All Whell Drive (AWD). Semua kondisi medan dan seberat apapun bisa dilibas.

Seumpama, melintasi jalan bertanah dan mendadak licin akibat guyuran hujan. Usah khawatir, tinggal tekan tombol tanda slippery (gambar mobil zig-zag), laju mobil tetap stabil. Bagaimana tiba-tiba di depan ada turunan terjal? Cukup tekan tombol off-road, laju mobil sudah terkontrol dengan sendirinya.

Mobil ini diperkirakan akan masuk sekitar Juni ini. Perihal harga, mengingat teknologi yang cukup canggih, diperkirakan bisa dua setengah kali lipat dari Captiva diesel yang ada sekarang. Menurut kabar, SUV ini masuk dalam jumlah terbatas. Tapi Debora Amelia Santoso, Director of Marketing, Planning & Public Relation GMAWI menampik berita ini. “Kami masih hitung-hitung karena pajak bea masuknya cukup tinggi. Kalau tidak imbang dengan harga jualnya, ya tidak jadi masuk,” tegasnya.


Sementara Mukiat Sutikno, Marketing Director GMAWI membocorkan kalau sampai akhir tahun ini masih ada dua produk baru, yakni Aveo dan Estate. Untuk Aveo selain bentuk tampak lebih dinamis, desain lampu utama mendekati Optra Magnum yang dijuluki Golden Eye.

25 June 2008

Mercedes Benz C-Class W204, Melintasi Jalan Sempit di Bali

JIMBARAN, 2 Februari 2008, pukul 11.00. Kelelahan karena menunggu pesawat terbang selama 14 jam di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Jumat (1/2), sehari sebelumnya, tak lagi tersisa. Suasana dan keindahan alam Bali membuat semangat untuk melakukan test drive Mercedes Benz C-Class W204 menggebu.

Di halaman depan The Intercontinental Resort, Jimbaran, 10 unit Mercedes Benz C200 Kompresor berjajar rapi. Para wartawan otomotif dari Jakarta segera menuju mobil sesuai urutan yang telah ditentukan. Rute yang akan ditempuh siang itu adalah dari The Intercontinental Resort, Jimbaran, menuju Maya Ubud Resort, Ubud, yang diperkirakan akan memakan waktu 1 jam 15 menit.

C-Class W204 memiliki dimensi, panjang 4,581 meter, lebar 2,020 meter, dan tinggi 1,447 meter. Dibandingkan dengan pendahulunya (C-Class W203), C-Class W204 lebih panjang 5,5 sentimeter (cm), lebih lebar 4,2 cm, dan lebih tinggi 2,1 cm. Jarak as roda depan dan belakang (wheelbase)-nya juga bertambah 4 cm. Meskipun demikian, berkat desainnya yang apik, dalam pandangan selintas C-Class baru terlihat ramping dibandingkan dari C-Class pendahulunya.

Tak sabar, mesin pun segera dihidupkan. Begitu pace car (kendaraan terdepan yang memimpin perjalanan) meluncur, secara berurutan ke-10 Mercedes Benz meninggalkan The Intercontinental Resort, Jimbaran.

Seakan tidak ingin membuang-buang waktu, pace car langsung dipacu dengan cepat. Langsung terasa bahwa performa C200 K W204 jauh lebih baik dibandingkan dengan pendahulunya. C200 K W204 terasa lebih bertenaga dan lebih responsif. Melihat data yang ada memang C200 K W204 mengalami pertambahan tenaga maksimum dari 163 PK menjadi 184 PK pada 5.500 rpm. Torsi maksimumnya pun meningkat dari 240 Nm menjadi 250 Nm pada 2.800-5.000 rpm.

Yang paling asyik adalah pada saat C200 K W204 dipacu di ruas jalan yang sempit. Mobil terasa sangat gesit (agile) berkat agility control pada setir dan suspensi, yang dilengkapi selective damping system. Dan, wheelbase yang diperpanjang pun membuat C200 K W204 lebih stabil. Tanpa kesulitan iring-iringan C200 K W204 yang semuanya berwarna hitam itu melahap jalan sempit yang berliku.

Dengan pengaturan kickdown yang tepat, tenaga dan torsi mesin disalurkan ke roda belakang secara mulus. Jika ingin pengendaraan sport, tinggal mengaktifkan tiptronic (touchshift) dengan menggeser tangkai persneling ke kiri. Dengan demikian, pengendara dimungkinkan untuk menaikkan atau menurunkan gigi persneling secara manual.

Tanggal 2 Februari 2008 itu bertepatan dengan peringatan Kuningan di Bali sehingga beberapa ruas jalan menjadi sangat sempit karena banyaknya sepeda motor yang diparkir di tepi jalan di dekat pura. Akibatnya, perjalanan ke Maya Ubud Resort menjadi lebih lama daripada yang diperkirakan semula.

Dalam perjalanan kembali ke The Intercontinental Resort, Jimbaran, iringan-iringan memilih rute melalui jalan raya. Dengan demikian, kecepatan mobil pun bisa dipacu lebih tinggi. Tidak salah jika C-Class W204 disebutkan sebagai mobil yang bukan hanya nyaman bagi penumpang, tetapi juga mengasyikkan bagi pengendara (driver’s car).

Mercedes Benz Indonesia yakin bahwa C-Class W204 dapat diandalkan untuk bersaing dengan BMW Serie 3, Audi A4, dan Lexus IS. Dalam tahun 2007, C-Class mencetak prestasi yang membanggakan. C-Class mendominasi segmen mobil kompak premium dengan penjualan sebanyak 865 unit, atau 57 persen pangsa pasar. Di antara 865 unit C-Class yang terjual itu, 66 unit termasuk W204 yang mulai dipasarkan sejak bulan Juli 2007.

Masuki wilayah baru

Malam hari, para wartawan berkumpul dengan kalangan selebriti di KU DE TA, Seminyak, yang semuanya diminta menggunakan pakaian serba putih, untuk menghadiri pesta rahasia (C-Cret Party), yang diadakan di udara terbuka di tepi pantai. Ternyata, pada pesta itu dipajang C200 K W204 Avantgarde dengan warna putih mutiara. ”Dengan meluncurkan C-Class Avantgarde berwarna putih mutiara itu, Mercedes telah memasuki wilayah baru,” ujar Presiden Direktur Mercedes Benz Indonesia Rudi Borgenheimer. Di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar C-Class dipasarkan dengan warna silver atau hitam.

Warna putih yang merupakan warna tahun 2008 diharapkan dapat mengangkat penjualan C-Class W204 di kalangan muda, yang menjadi target utama. Dengan desain baru yang lebih sporty serta perbaikan performa mesin dan kegesitan, rasanya C-Class akan sulit ditandingi. Bersamaan dengan C200 K Classic, juga dipasarkan varian C200 K Avantgarde dan C230 V6 Elegance, Avantgarde, dan AMG. Kesemuanya diimpor secara completely knocked-down (CKD) dan dirakit di dalam negeri. C200 K Classic dijual dengan harga Rp 489 juta dan Avangarde Rp 564 juta, sementara C230 Elegance dijual dengan harga Rp 609 juta dan Avantgarde/AMG Rp 669 juta.

Nissan Murano 2009, Terbaik Dalam Uji Tabrakan

Nissan Murano 2009 menjadi mobil terbaik dalam uji tabrakan jenis SUV atau Sport Utility Vehicles kelas sedang. Sementara Hummer H3 menjadi salah satu yang mendapat hasil terburuk pada uji coba yang diselenggarakan oleh the Insurance Instutute for Highway Safety, Detroit, Selasa lalu.

Institut yang didirikan oleh industri asuransi di AS tersebut menyebutkan Murano dengan design baru menjadi satu-satunya mobil di antara sembilan yang diujicoba yang mendapat hasil terbaik. Baik untuk ujicoba tabrakan frontal maupun dari sisi kanan kiri dan belakang.

Hasil ini sekaligus menjadi prestasi bagi Nissan yang dalam Murano 2009 memasang fitur pengontrolan stabilitas elektronik. Fitur yang berguna agar kendaraan tidak menyimpang tersebut merupakan fitur optional dalam versi sebelumnya.

"Anda tidak akan pernah tahu jenis tabrakan apa yang akan Anda alami, dengan demikian dibutuhkan kendaraan yang menyediakan pengamanan terbaik bagi semua jenis kemungkinan kecelakaan," kata Vice President the Insurance Institute for Highway Safety Joe Nolan.

Selain Hummer H3 yang dinilai lemah untuk tabrakan frontal, Jeep Wrangler juga mendapatkan rating yang rendah dalam ujicoba ini. Hal ini disebabkan airbag samping mobil ini dijadikan fitur optional, sementara uji coba ini dilakukan tanpa perlengkapan yang sifatnya optional.

Selain itu, yang mendapatkan hasil buruk untuk tabrakan belakang adalah Mitsubishi Endeavor dan the Jeep Liberty/Dodge Nitro. The Jeep Wrangler, Suzuki XL7, Mazda CX-7 dan Mazda CX-9, mendapat nilai terburuk kedua untuk uji coba ini.

Bodi Porsche Cayenne Dipermak

Harga mobilnya saja sudah bikin geleng kepala. Eh, sama pemiliknya, Porsche Cayenne malah dimodifikasi lagi bodinya. Ban diganti yang superbesar dan kelir bodi diubah dengan warna centil. Pokoknya, belum tentu ada yang segila ini. Dan, SUV premium mewah dan elegan yang Anda lihat ini bukan di luar negeri, tapi di Jakarta.

Konsep Face Lift
Sang pemilik memang fanatik Porsche. Kebetulan ia punya Cayenne 2005 ingin tampil 'lebih eksotis' dan wajah (bodi mobil) terlihat muda. Tak sekadar mencuatkan eksotisme bawaan pabrik, gilanya lagi, sang pemilik mempercayai bengkel lokal untuk menggarapnya.

Konsep awalnya adalah teknik face lift. Dua pasang lampu depan-belakang Porsche Cayenne 2008 pun dipesan di Porsche Jakarta Center berikut wiring, bracket dan fog lamp. Semuanya menelan biaya Rp 50 jutaan dan hanya sebulan pesanan sudah di tangan.

Ternyata, lampu depan keluaran 2008 tak bisa dipasang karena beda desain. Mau tak mau, bagian tertentu bodi Cayenne 2005 dimodifikasi tanpa mengurangi nilai eksotisme sebuah SUV mewah. Sentuhan pertama, seluruh upron depan, mulai dari bumper, kap mesin serta fender dimodif bentuk baru sesuai lampu 2008 yang mengacu pada bentuk Cayenne versi tuner-tuner sohornya. Pemasangannya tidak sulit lantaran sistem wiringnya sama.

Kap mesin dan bumper depan dibuat dari bahan fiberglass mengikuti batok Cayenne 2008. "Body kit depan diambil dari desain TechArt Magnum, sedangkan kap mesin terinspirasi dari tuner Gemballa dengan GT750nya," kata Didith, pentolan mekanik JR Auto Fasion. Malah dilihat sekilas, desainnya mirip Reinspeed X-treme. Hanya air dam tengahnya tanpa detail gril bertingkat.

Bodi samping juga kena sentuhan. Bodi yang sudah besar terlihat lebih berotot dengan tambahan panel bodi serta fender custom dari fiberglass. Lantaran ukuran bodi Cayenne lama dan yang baru tak banyak berubah, custom fender hanya dibuat lebih lebar sekitar 3-5 cm. Itupun dengan tambahan lekukan over fender custom. Side skirt penyambung bodi depan dan belakang terinspirasi dari cayenne Reinspeed.

Sementara bodi belakang seperti terlihat tak tersentuh. Padahal, sudah diganti dengnan replika TechArt Magnum lantaran desainnya mirip dengan aslinya. Agar terkesan menyatu, panel pintu belakang dipertebal dengan bantuan fiberglass. Roof spoiler custom juga dibuat lebih panjang dan tebal sekitar 3 cm. Bodi terlihat penuh, lewat aplikasi twin muffler dari TechArt.

Pertama di Ceyenne
Sang pemilik memang tidak mau tanggung-tanggung memodifikasi Ceyennenya. Satu set velg 24 inci langsung dipasang dan bukan murahan, dipilih Forgiato Vizzio berdimensi 24 x (12+13) ini denngan model glass black with white style yang dipesan langsung dari pabriknya di Amerika.

Sesuai konfirmasi rumah modifikasinya, ini velg 24 inci pertama dengan dimensi custom yang dibuat Forgiato untuk Porsche Ceyenne. Dan sampai ke Indonesia makan waktu 3 bulan dan harganya, wouw, Rp 90 juta lebih.

Tak cukup hanya dimodifikasi, ternyata sang pemilik Mr. B ingin kelir hitamnya berganti warna JR Auto Fashion melaburnya dengan merah permen (Candy red) dari Spies Hecker. Sedangkan sistem pelapis cat menggunakan pernis High Solid dari Sikkens.