02 December 2008

Jack Brabham Gugat Brabham

Cukup lama menghilang, Sir Jack Brabham, mantan juara dunia 3 kali F1 muncul kembali. Ia tampil bukan di arena balap jet darat, tapi dalam kontak menggugat sebuah rumah modifikasi di Jerman yang memakai namanya tanpa minta izin dan sepengatahuannya.

Jack yang kini berusia 82 tahun dan tengah berjuang melawan gagal ginjal mengatakan Brabham Racing (BR) telah menjual mobil dan produk lain menggunakan namanya tanpa memberi tahu kepada dirinya maupun keluarganya. “Saya yakin mereka mencoba meraih keuntungan dari kesuksesan saya,” bilang Brabham.

Meski secara legal nama Brabham Racing mungkin sudah terdaftar di Jerman, perusahaan modifikasi itu menggunakan ungkapan yang terkait dengan Brabham, seperti “Return of a Legend” dan “After numerous successes in Formula One and being dormant for nearly sixteen years, the legendary motor racing brand was relaunched.”

“Ini sangat mengecewakan. Dalam 65 tahun membalap, tak ada seorang pun melakukan terhadap saya sebelumnya. Mereka memakai nama saya tanpa sepengetahuan saya untuk kepentingan promosi dan menjual produk mereka,” komentar Brabham kepada AAP.

Dalam pameran Essen Motor Show 2008, Brabham Racing ikut partisipasi yang memajang BMW M3 yang sudah dimodifikasi. Juru bicara dari Jack Brabham mengatakan gugtan itu sudah dilayang melalui pengacaranya.

Mungkin, banyak yang belum tahun sepak terjang Jack di arena F1. Kelahiran Hurstville, Sydney, Australia 2 April 1926 ini selama berkiprah di arena balap jet darat, berhasil tiga kali menyandang juara dunia (1959, 1960 dan 1966).

Ia mulai balap F1 1955 dan tercatat satu-satu yang berhasil menyandang juara dunia dengan mobil buatannya sendiri (tim Brabham) pada 1966. Sepeninggalannya (pensiun), nama tim Brabham tetap bersinar melalui Nelson Piquet yang juga tiga kali menjadi juara dunia (1981, 1983 dan 1987).

01 December 2008

Honda Prelude Bergaya Japan Domestic Market

Dari modifikasi ekstrem, Willy Cahyadi ingin beralih ke JDM (Japan Domestic Market). Mau tak mau Honda Prelude 1996 yang dipunyai harus berganti baju. Yang semula mengobrak-abrik mobil, kali ini semangatnya melibas jalanan metropolitan. Beruntung modifikasi sebelumnya menganut sistem kondom. "Biar fresh dan nggak bosan," katanya.

Sesuai alirannya, JDM yang wajib bisa dipakai harian, pembenahan dimulai dari bodi dengan mengusung produk Mugen. penggunakan peranti aerodinamika setinggi 8 cm ditujukan agar konsep modifikasi tidak melenceng dari JDM.

Tengok kap mesinnya. Willy tengah gandrung dengan model amuse (tuner yang berhuruf kecil) seharga Rp 6,5 juta. Pantas memang, karena motifnya saja sudah sangar, dilapisi serat karbon. Di sisi kiri dan kanan terdapat kisi-kisi angin untuk mendinginkan dapur pacu. Kap mesin bikinan amuse ini sudah dipakai pada Honda S2000 dan Nissan Skyline.

Kemudian lirik bibir bumper depan, juga bercorak serat karbon. Penambahan ini untuk menyelaraskan dengan side skirt standar yang tetap dipertahankan karena desainnya dinilai bisa mengimbangi.

Bumper depan dan belakang bekas modifikasi ekstrem dari bahan fiberglass dilepas dan kembali memakai standarnya. Untuk depan, pembuatan body kit dilakukan agar tampak harmonis.

Selain bumper dan bibir bumper depan, kesan JDM tampak pada velg. Merek Volk Racing Forged 18 inci yang dipilih dikeliri hitam. Aura kalau mobil ini bertenaga kencang dengan dikasih warna merah pada bibirnya. Diperekuat dengan sosok knalpot A'PEXI berdiameter 12 cm, bikin tongkrongan sedan dua kupe (dua pintu ini) kian gahar.

Willy tak ingin mobilnya sebuah sosok kamuflase. Jadi, tampilan yang sangar tapi tenaga loyo. Maka, dapur pacupun ikut disentuhnya. Di antaranya, kruk as dibalancing agar putaran mesin stabil. Kemudian saluran intake dan exhaust di porting dan polish agar saluran masuk bahan bakar dan gas buang lebih lancar. Lalu, sudut klep dibubut agar kompresi lebih padat serta reduksi bobot flywheel sekitar 0,5 kg agar putaran mesin lebih ringan.

Hasilnya, tenaga Prelude jadi galak. "Memang belum di dyno, tapi kenaiukannya sekitar 30% dibanding sebelumnya," bangga Willy.

28 November 2008

Toyota Produksi Kembali Yaris di Prancis

Toyota Motor Corp (TMC) mengumumkan, Kamis (27/11) pihaknya berencana mempertimbangkan kembali untuk memproduksi city car, yakni Toyota Yaris di pabrik perakitan di Prancis dalam mingu-minggu ini. Langkah itu untuk mengantisipasi permintaan mendadak akan kendaraan kecil dan sekaligus meminimalkan target 2008 yang merosotnya cukup banyak.

Seorang juru bicara dari TMC menegaskan pabrik akan diliburkan selama 14 hari kerja yang sudah ditentukan setiap akhir Desember, Januari dan Maret. Pabrik di Valenciennes yang terletak sebelah utara Prancis, itu kembali dioperasikan Kamis kemarin setelah mengganggur sekitar seminggu usai memproduksi Faurecia SA.

Dalam memproduksi Yaris yang dimulai 2 Februari tahun depan, TMC memberlakukan sistem 3 shift. Tidak termasuk memperpanjang kontrak sekitar 700 tenaga honorer. Manajemen sepakat untuk memperlambat waktu rakitan dari 64 detik per item menjadi 80 detik.

Tahun ini, Toyota telah menjual Yaris sebanyak 210.865 unit untuk Eropa selama 10 bulan terakhir. Jumlah itu lebih sedikit 6% dari tahun lalu. Bahkan Toyota telah kehilangan produksi sebanyak 2.500 unit.

27 November 2008

Grand Vitara 2.4 Senjata Pamungkas Suzuki

Di tengah krisis global beberapa bulan belakangan ini, sejumlah produsen otomotif mengakui turunnya gairah pasar. Sejumlah strategi dipersiapkan untuk mengejar target yang dipasang pada awal tahun. Tak terkecuali, PT Indomobil Niaga Internasional (IMNI) selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Suzukidi Indonesia.

Direktur Pemasaran PT IMNI, Endro Nugroho, mengatakan meski target hingga bulan Oktober terpenuhi, sejumlah strategi tetap disiapkan Suzuki untuk memenuhi target hingga akhir tahun. "Kita bertaruh di bulan November dan Desember," tutur Endro ketika ditemui Kompas.com di kantornya di kawasan Cawang Jakarta, Rabu (26/11).

Endro mengatakan hingga akhir tahun ini, Suzuki mentargetkan penjualan dalam rentang 73.000-75.000 unit. Hingga Oktober 2008, penjualan telah mencapai angka 64.691 unit. Selisih yang harus dikejar tidaklah sedikit.

Namun, Endro menyiapkan strategi yang lebih terfokus kepda masyarakat kalangan menengah ke atas melalui showroom dan pameran. "Di tengah situasi krisis begini, kita akan lebih fokus ke kalangan yang masih mampu bertahan dalam situasi ini," tutur Endro.

Suzuki, katanya juga akan mengandalkan sejumlah sponsorship, salah satunya melalui ajang ASEAN Footbal Federation Club. Meski krisis, Endro berharap hingga tahun depan pasar otomotif di Indonesia tidak rusak. Saat ini, Suzuki masih mampu mengekspor sekitar 2.500 unit mobil ke lebih 70 negara.

Untuk mengejar sisa angka target, tampaknya sulit bisa dicapai mengingat suasana pasar lagi kurang bergairah. Namun untuk mendekati sangatlah mungkin. Pasalnya PT IMNI masih punya satu senjata andalan, yakni Grand Vitara baru bermesin 2.400 cc yang akan diperkenalkan pada pertengahan Desember ini.