02 February 2009

Ferrari Bikin SUV Tercepat Seharga Rp 3,7 Miliar

Rumor Ferrari membuat SUV tak kunjung padam. Di lain hal, juga tidak ada bantahan resmi dari produsen mobil sport terkemuka Italia itu. Hebatnya, sejak 2007 telah muncul beberapa rendering para artis dari berbagai media, baik cetak, maupun on-line tentang SUV Ferrari tersebut.

Kini muncul lagi rendering versi terakhir SUV Ferrari yang dimuat oleh terra.com.mx dan myautomovil.com, keduanya dari Meksiko. Lantas juga dikutip oleh worldcarfans.com.

Rumor terakhir ini dilansir berkenaan dengan aliansi Fiat—perusahaan induk Ferrari—dengan Chrysler, apalagi bos Chrysler, Bob Nardelli, Jumat lalu sudah menyatakan keputusan untuk melakukan aliansi strategis yang disampaikan kepada karyawannya dan publik.

SUV Ferrari tersebut pun dikaitkan dengan salah satu produk Chrysler, yaitu Jeep, yang sudah dikenal reputasi dan andal sebagai kendaraan off-road di dunia. Di antara produk Chrysler, saat ini hanya Jeep yang memberikan kontribusi positif.

Premium SUV
Spekulasi kehadiran SUV disandingkan dengan kesuksesan produsen premium Eropa yang membuat SUV, yaitu Porsche dengan Cayenne, Mercedes-Benz dengan ML, dan BMW yang telah membuat X Series, yang terdiri dari X5, X3, X6, dan X1.

Isu lama kembali diembuskan, SUV tersebut akan melakukan debutnya di Geneve Motor Show tahun depan. Bentuknya mirip tourer atau kendaraan lima pintu dengan bagian belakang lebih tinggi. Sistem pemindah dayanya, 4WD (four wheel drive) atau 4x4 .

Nama yang diberikan tetap Ferrari FS599 Fuoristrada dan dibuat dengan mengunakan bodi dari alminium dan komposit serat karbon. Tujuannya untuk mengurangi bobot.

Untuk mesin, diperkirakan ada dua pilihan, yaitu V8 yang digunakan pada Ferrari California dan V12, 599GTB. Masing-masing mesin menghasilkan tenaga di atas 400 dan 600 PS. Ditambahkan, Ferrari tidak membuat SUV dengan kemampuan rata-rata. Kehebatannya, ia paling bertenaga dan tercepat di dunia untuk jenis kendaraan yang sama.

Ditargetkan, kendaraan berbobot 2,2 ton ini harus mampu berakselerasi 0–100 km/jam dalam 5 detik. Velg dan ban yang digunakan 22 inci, sama dengan mobil sport jalan raya. Kecepatan tertinggi 300 km/jam. Harga yang ditawarkan pun tak main-main, 250.000 euro atau dengan kurs saat ini sama dengan Rp 3,7 miliar lebih.

08 January 2009

New SLR Stirling Moss, No 2 Termahal di Dunia

Kendati krisis ekonomi melanda industri otomotif, ternyata produsen mobil terus saja menawarkan mobil supermahal dan diproduksi dalam jumlah terbatas. Paling akhir adalah dari Mercedes-Benz (MB).

Perusahaan mobil mewah terkenal asal Jerman itu kemarin baru saja merilis New SLR Stirling Moss: mobil superroadster tanpa atap, tanpa kaca depan, dan hanya bisa ditumpangi satu orang plus pengemudinya. Harganya 750.000 euro! Kalau dikonversi ke mata uang kita, nilai nominalnya menjadi Rp 11.687.508.732. Wuaaah...

Kalau sudah begini, dipastikan akan menggeser posisi Ferrari Enzo sebagai mobil nomor dua dari 10 mobil termahal di dunia saat ini.

Karena harganya supermahal itu, MB mengincar pembeli yang merupakan orang-orang superkaya, ‘gila’, dan punya nyali tancap gas, sekaligus ingin merasakan kecepatan mobil balap seperti Formula.

Hanya 75 Unit

Sebagai mobil supermahal, MB tidak membuat SLR Stirling Moss secara massal. Menurut perusahaan tersebut, mobil yang menggabungkan unsur desain klasik dan modern ini hanya akan diproduksi 75 unit. Tidak lebih! Pembuatannya dimulai Mei tahun depan atau diproduksi antara Juni dan Desember 2009. Berminat?

Bisa jadi muncul pertanyaan dari sebagian dari kita: Apanya sih yang membuat mobil ini dihargai begitu mahal?

Unsur yang menyebabkan mobil ini supermahal, antara lain, teknologi dan jumlahnya yang terbatas, nama Stirling Moss sebagai legenda balap, dan eksklusivitas di jajaran mobil super-elite.

Dari segi kemampuan, SLR Stirling Moss termasuk hebat. Sumber penggeraknya adalah mesin V8 yang menghasilkan tenaga 650 PS dengan kemampuan dikebut dari 0-100 km/jam hanya 3,5 detik. Tambahan lain, kecepatan tertingginya 350 km/jam.

MB sangat membanggakan SLR edisi khusus ini. Pasalnya, saat ini belum ada mobil produksi lain yang tampil dengan konsep seekstrem ini. Bagi MB, mobil ini dipersembahkan sekaligus menghormati prestasi hebat yang dicapai oleh pembalap legenda Inggris, Stirling Moss.

Kemenangan demi kemenangan yang diraih Stirling Moss—terutama pada 1955—menggunakan Mercy SLR. Bahkan dengan mobil tersebut, Stirling Moss sampai saat ini masih memegang rekor Mille Miglia dengan rekor waktu 10 jam 7 menit 48 detik.

Sebelumnya pada 1950, Mercy SLR300 juga memenangkan berbagai balapan, antara lain Eifel, Targa Florio, dan Tourist Trophy dengan ‘sopir’ tak kalah fenomenal, Manuel Fangio dan Karl Kling.

“New SLR Stirling Moss menggabungkan karakter SLR sekarang dengan kehebatan SLR 1955,” begitu umbar MB dalam rilisnya.

Bodi ‘Stand Slone

Nilai sesungguhnya dari SLR baru ini adalah desainnya yang baru, teknologi yang inovatif, dan menggunakan material ‘highclass’. Silver Arrow baru tidak lagi dilengkapi atap dan kaca depan. Hanya ada dua deflektor angin dengan ketinggian beberapa sentimeter untuk melindungi pengemudi dan penumpang dari terpaan udara saat meluncur pada kecepatan tinggi, terutama di trek lurus.

Di belakang pengemudi dan penumpang ada dua corong udara yang disatukan pada bodi. Bagian ini ditugaskan sebagai pengaman atau roll bar. Dengan konsep ekstrem inilah MB berani mengatakan SLR Stirling Moss berbeda dibandingkan dengan mobil sport kelas atas atau elite lainnya.

Seluruh bodi SLR Stirling Moss dibuat dari serat karbon ringan dengan konsep desain “stand alone”. Para desainer MB yang dipercaya menangani mobil ini diminta fokus memperhatikan satu komponen saja sehingga diperoleh hasil kerja yang sempurna.

Jadi, wajar saja MB menggunakan mobil ini sebagai simbol status, gengsi sebagai produsen mobil hebat di dunia, karena bagaimanapun, SLR yang mereka buat pada 1950-an, sekarang masih dianggap sebagai ikon oleh para desainer mobil dunia.

SLR Stirling Moss dirancang dengan bentuk panah, kap mesin yang panjang, dan bagian belakang yang berotot. Karena tidak ada kaca depan, eksterior dan interior jadi menyatu. Kap mesin juga menjadi bagian interior. Sosok mobil ini tampak ramping. Bahkan ketika diam, mobil sport ini memancarkan dinamika sport yang sangat kuat.

Ditambahkan oleh MB, mobil ini mengabungkan gaya tradisional dan modern. Sayap dengan kontur bertenaga. Juga ada ‘insang’ ventilasi yang dicat hitam berada di bodi samping, sedangkan kap mesin dirancang untuk menampilkan kembali sosok legenda SLR ‘jadul’.

Penampilan lampu dengan teknologi masa kini digabungkan dengan garis-garis ekpresif untuk menambah kesan dinamis. Skirt samping dipasang pada posisi sangat tinggi, sedangkan kedua pintu membuka dengan bergerak ke arah depan.

Perlengkapan tambahan mobil ini dua tonneau (dibaca: ta’-no) untuk menutup kabin pengemudi dan penumpangnnya. Bila tidak digunakan, tonneau disimpan di bagasi. Cukup menarik, ketika kedua tonneau dipasang dan pintu ditutup, SLR Stirling Moss adalah sosok atau sebuah karya seni ukur yang hebat.

Menjaga keaslian

Untuk menjaga eksterior tetap asli, interior dibiarkan terbuka dan tidak banyak pernak-perniknya. Permukaan yang menonjol pada panel instrumen dan pintu dibuat dengan daya tarik khas untuk menciptakan resonansi kesempurnaan.

Materi yang digunakan juga berkualitas tinggi, antara lain serat karbon, aluminium, dan kulit. Pelat aluminium digunakan untuk mencantumkan tanda tangan Stirling Moss yang dibuat dengan seni ukir tingkat tinggi dan ditaruh pada panel tuas transmisi.

Konsep lain yang diaplikasikan adalah aerodinamika dengan kolong tertutup dan difuser di bumper belakang. Difuser dimanfaatkan untuk memperoleh downforce atau daya cengkeram ban secara maksimum pada permukaan jalan. Khusus untuk Stirling Moss, ukuran difuser-nya lebih besar.

Untuk memastikan rem bekerja efektif, MB melengkapi SLR ini dengan rem angin (airbrake) yang dapat dioperasikan secara manual. Rem angin juga berfungsi menambah daya pengereman bila mobil melaju di atas 120 km/jam sekaligus bertugas menjaga stabilitas!

Honda Perkenalkan Sport Modulo di Tokyo Auto Salon 2009

Meski Tokyo Auto Salon 2009 baru dibuka Jumat (9/1), Honda Access Corporation sudah merilis produk yang akan dipamerkannya di arena tersebut secara internasional. Dua mobil konsep yang mengekspresikan penampilan mobil setelah dimodifikasi atau pesanan khusus (custom) adalah Sport Modulo S2000 Roadster dan Sport Modulo Fit.

Honda Access Corporation adalah anak perusahaan Honda Motor Corporation yang khusus menangani modifikasi atau customization produk-produknya. Sport Modulo adalah merek asli hasil modifikasi perusahaan tersebut atau yang langsung ditangani atau diakui oleh Honda Motor Corporation.

Hasil modifikasi yang sangat menarik dari Honda Access adalah Sport Modulo Fit. Honda Fit adalah mobil kompak terlaris di Jepang dan salah satu model yang membantu penjualan tetap naik di negara tersebut tahun kemarin. Di Indonesia, Fit dinamakan 'Jazz ' dan juga punya banyak penggemar dari berbagai kalangan.

Penampilan atau hasil modifikasi Sport Modulo Fit bisa jadi ilham bagi pemilik Honda Jazz atau mereka yang akan membelinya untuk dimodifikasi nantinya. Pasalnya, hasil modifikasi Honda Access Corp ini sangat berbeda dibandingkan dengan tuner spesialis Honda lainya, yaitu Mugen.

Eksterior Sport Modulo menekankan eksterior dengan garis-garis ‘pahatan’ yang menghasilkan penampilan sporty dan lucu, sedangkan interiornya untuk memberikan pengalaman dan keceriaan dalam mengemudikannnya. Lihat saja kombinasi warna interior yang digunakan pada mobil yang akan dijadikan andalan oleh Honda ini.

Selain dua andalan di atas, Honda juga memamerkan Life Crossroad Styling Study Models, Racing Modulo Civic Type R, sepeda motor dengan teknologi canggih plus sistem navigasi dengan audio terbaru, dan aksesori asli Honda.

Tokyo Auto Salon berlangsung dari 9 hingga 11 Januari di Makuhari Messe di Chiba, Jepang.

Subaru Ballistic-3 2000

Soal modifikasi mobil, Indonesia boleh diadu dengan negara mana pun, pasti menang. Nih, contohnya Subaru WRX 2000, kolaborasi Rizky Haroen dan Denny Massie Auto Sport (DMAS) yang mereka namakan Ballistic-3.

Dari bentuknya, Ballistic-3 ini lebih mendekati ke mobil balap jenis ketahanan. Malah lebih mirip dengan Mazda Furai (baca: foo-rye). Mobil konsep yang dirancang oleh Mazda California Desain Studio dan Swift Engineering. Furai sendiri dibuat dari sasis Courage C65 LMP2 (Le Mans Prototipe 2).

Untuk mewujudkan Ballistic dengan tampilan bodi menyerupai tiupan angin, DMAS dan tim Ballistic hanya memakai sasis dari Subaru itu. Untuk penguat tambahan yang sekaligus berfungsi sebagai tulang bodi, disematkan 3 jenis besi, yakni besi siku, besi gepeng, dan besi pipa. Masing-masing besi tulang disesuaikan bentuk dan penempatannya.

Besi siku penguat sisi kulit bodi dan besi gepeng berukuran 1,2 mm untuk bagian bodi yang menghadap ke atas, sedangkan besi pipa berfungsi sebagai pilar A dan B sampai ke belakang. Adapun dek dibuat dari bahan aluminium 1,2 mm dengan penempatannya direndahkan 3-5 cm di bawah kopel bawaan. Ini jelas berpengaruh pula pada posisi duduk dan ketinggian atap.

Sementara itu, untuk bodi keseluruhan mengandalkan bahan fiberglass yang diproses melalui percetakan clay dan diakhiri pelapisan dempul yang tipis. Trus, untuk membentuk alur angin di masing-masing sisi, agar serupa, menggunakan cermin. Ini agar ada patokan untuk titik tarikan nut di salah satu sisinya.

Desain wing dibuat dua tingkat agar buritan terlihat mengisi. Lantaran bentuk panel bodi merunduk, kaca depan tak bisa dipakai. Sebagai gantinya, itu dibikin dari bahan akrilik setebal 4 mm dengan menggunakan gergaji dan heat gun untuk memotong dan membentuknya. Supaya seperti tampilan kaca beneran, bagian pinggir dikasih lis terbuat dari fiberglass dan dicat hitam.

Menariknya, untuk membuka dan menutup mulai dari kap mesin, atap, hingga bagian belakang mengandalkan konstruksi yang tidak biasa. Ketiganya dibantu beberapa trigger perantara yang dilengkapi dengan bearing.

Single seater
Masuk ke interior, kesan kental mobil balap Le Mans tampak dari konsep tempat duduk tunggal (single seater). Karena posisi kursi di tengah, mau tak mau setir (dipilih model pesawat) dan dasbor (dilapisi suede) dirancang ulang. Instrumen dan tombol-tombol yang dipakai benar-benar berfungsi dan sesuai dengan estetika sport car. Penempatannya disebar di antara dasbor, kokpit, dan kolong dasbor.

Keunikan dari mobil ini, konsep totalitasnya lewat rangkaian kelistrikan yang dinamakan Cellular Security System. Artinya, untuk menghidupkan mesin bisa dilakukan dari jarak jauh menggunakan metode pemanggilnya via ponsel. "Cara kerjanya dengan mengubah pola panggilan dering yang datang. Jadi, arus yang menggerakkan motor strater," ujar Made Darmawan, sang perakit.

Untuk menggerakkan motor starter secara teratur digunakan bantuan computer CT2 autolock. Perangkat ini tinggal disesuaikan waktu kerjanya sampai menyentuh titik picu agar mesin hidup sempurna.