16 February 2009

SSC Ultimate Aero EV, Supercar Listrik Tercepat di Dunia

Inilah terobosan mantap dari Shelby Super Car (SSC), Amerika Serikat: segera menghadirkan "Mobil Listrik Produksi Tercepat di Dunia" pertengahan tahun ini. Kehebatannya, tenaga yang dihasilkan dari dua motor listrik kembar mencapai 1.000 PS. Akselerasi 0-96 km/jam hanya dalam 2,5 detik. Kecepatan tertingginya 330 km/jam.


Itu baru sebagian hasil yang dicapai SSC dengan revolusi teknologi otomotifnya. Perusahaan ini menyebut proyek mobil listriknya dengan All-Electric Scalable Powertrain (AESP). Namun yang pasti, sebagai mercusuar SSC, mobil listrik tersebut akan dipasang pada bodi SSC Ultimate Aero. Mobil yang disebutkan terakhir resmi menyandang rekor sebagai mobil tercepat di dunia dan dipasarkan untuk kalangan terbatas. Saat ini hanya dijual di Amerika Serikat dan Dubai.

Bagi SSC, proyek ini sekaligus memulai era baru mereka, peduli terhadap lingkungan; selanjutnya membuktikan kepada publik bahwa mobil bertenaga listrik bukan hanya sekadar embel-embel ramah lingkungan, juga mampu mengungguli mobil yang menggunakan sumber penggerak motor bakar. Bukti kehebatannya, torsi bisa dihasilkan 100 persen pada 0 rpm.

Torsi yang dihasilkan motor listrik sebagai penggerak Ultimate Aero, menurut Shelby, mencapai 110,6 kgfm. Wow!

Isi 10 menit

Kehebatan lain yang akan didemonstrasikan SSC dari mobil listriknya adalah kehebatan kerja sistem pengisian ulang baterai. Untuk mengisi baterai lithium-ion hanya membutuhkan waktu 10 menit. Dan sekali isi, baterai bisa digunakan untuk menempuh jarak 240-320 km. Tak berbeda jauh dengan mobil konvensional yang harus isi ulang bahan bakar. Sistem pengisian baterai cepat ini disebut SSC dengan Charge on The Run dan merupakan paten dari SSC.

Untuk ini, SSC Ultimate Aero EV dilengkapi dengan transmisi otomatik 3 kecepatan yang memindahkan tenaga listrik ke roda. Kecepatan pergantian gigi berlangsung 0,24 detik. Selanjutnya, agar motor bisa bekerja lebih lama dengan performa top, AESP dilengkapi dengan pendingin cairan seperti motor bakar.

Divisi Hijau SSC juga akan membuat solusi kemasan AESP untuk berbagai aplikasi, mulai dari 200 PS untuk mobil yang mengutamakan nilai ekonomis, mobil dengan kemampuan sedang dan motor listrik; 500 PS untuk truk ringan dan SUV; serta 1200 PS buat truk besar, bus, dan kendaraan militer.

Event pembuktian

Untuk membuktikan mobil listrik yang revolusioner tersebut, SSC akan mengadakan event khusus buat media di America Superspeedway dalam waktu dekat. Pada event ini, pendiri sekaligus perancang SSC, Jerod Shelby, akan hadir membuktikan kehebatan teknologi listriknya kepada para tamu khusus dan wartawan.

Selain membuktikan kecepatan top yang mampu diraih mobil, nanti juga diperlihatkan teknologi pengisian cepat yang akan menjadi "jualan" SSC khusus untuk mobil listrik.

SSC mengatakan, jadwal produksi Ultimate Aero EV dilakukan pada pertengahan tahun ini, sedangkan pengiriman unit dilakukan pada awal kuartal keempat 2009. Untuk meningkatkan 'citra' Ultima Aero EV, SSC berusaha untuk mendapatkan predikat sebagai World’s Fastest Production Electric Car, dan tak lupa menghadiri berbagai pameran mobil internasional, serta ekspose di majalah dan TV.

Kalau sudah begini, keberadaan dan kelangsungan hidup motor bakar bakal terancam! Padahal, saat ini industri otomotif masih mengandalkannya. Namun yang pasti, mobil bertenaga listrik memang makin menarik, selain ramah lingkungan (tidak mengeluarkan emisi dan suara) juga sangat fleksibel untuk dijadikan berbagai bentuk kendaraan. Pemakaian energi efisien lagi!

10 February 2009

Hyundai Pusing Tentukan Harga i10

PT Hyundai Indonesia Motor telah memastikan untuk segera meluncurkan andalan terbarunya di segmen city car, yaitu i10. Meski begitu, menurut sumber internal Hyundai, mereka belum memastikan tanggal pasti peluncuran. “Pastinya segera kita luncurkan dalam waktu dekat. Namun, tanggalnya masih ditentukan,” jelas sumber tersebut.

Ditambahkan oleh sumber, masalah yang cukup pelik dihadapi Hyundai Indonesia pada i10 adalah untuk menentukan harga. Pasalnya, mobil ini diimpor dalam bentuk CBU dari pabriknya di India. Karena nilai rupiah terhadap dollar sangat tinggi, maka harganya jadi tinggi dan berat bersaing di pasar Indonesia.

Mobil yang diimpor dalam bentuk CBU dari India menghadapi kendala harga karena dikenakan bea masuk, sedangkan mobil yang berasal dari ASEAN, seperti Thailand atau Malaysia, tidak.

“Sekarang saja harga Kia Picanto manual Rp 128 juta. Apa memang pantas city car harga segitu,” komentar sumber tersebut tentang harga.

Kepastian Hyundai segera meluncurkan i10 juga diawali dengan acara kumpul dengan wartawan yang akan dilangsungkan besok. Menurut sumber lain yang mengetahui tujuan aktivitas tersebut, pertemuan tersebut merupakan teaser kehadiran i10 sebagai pengganti Atoz.

Dari penelusuran Kompas.com, Hyundai Indonesia memasukkan i10 bermesin 1,1 liter dengan transmisi manual dan otomatik. Karena belum memastikan harga, sebagai pembanding, Kia Picanto transmisi manual ditawarkan Rp 126 juta, sedangkan otomatik Rp 136.500.000.

Dengan harga sekitar tersebut, dipastikan Hyundai Indonesia pusing. Pasalnya, harga mobil lain, seperti Daihatsu Xenia bermesin 1,3 liter dengan ukuran lebih besar dan muat penumpang lebih banyak justru Rp 126 juta, apalagi sekarang ini harga bahan bakar lebih murah. Sebuah perjuangan yang mudah, tetapi harus dicoba!

Spesifikasi Hyundai i10

Dimensi dan Berat
Panjang (mm)
3.565
Lebar (mm)
1.595
Tinggi (mm)
1.550
Jarak sumbu roda (mm)
2.380
Berat total (GWV) (kg)
1.385
Jarak terendah (mm)
165
Mesin
Tipe
iRDE, 1.1, SOHC
Jumlah silinder
4
Jumlah katup
12
Kapasitas (cc)
1.086
Pasokan bahan bakar
Injeksi elektronik
Transmisi
Manual: 5 kecepatan,
Otomatik: 4 kecepatan
Tenaga maks. (ps/rpm)
67 @5500
Torsi maks. (kgm/rpm)
10.1 @2800
Suspensi
Depan
McPherson Strut, stabilizer
subrangka batang "I"
Belakang
Per koil
Rem
Depan
Cakram
Belakang
Teromol
Ukuran
155/80 R13
Kapasitas tangki bensin (liter)
35
Setir
Rack & pinion,
power steering listrik

07 February 2009

BMW Seri 7 Baru, Rp 2,8 Miliar Saja!

Tidak ada resesi bagi orang berduit. Buktinya, BMW tetap saja meluncurkan Seri 7 paling gres seharga Rp 2,8 miliar (on the road) untuk varian 750Li dan Rp 2,35 miliar untuk 740Li di Indonesia. Juga sudah dipastikan, mobil ini sudah tersedia di dealer resmi BMW di seluruh Indonesia mulai 11 Februari.

Seri 7 adalah “mercusuar”-nya Bayerische Motoren Werke (BMW). Karena itu, seluruh teknologi terbaru dan tercanggih yang dimiliki BMW diaplikasikan pada mobil ini. Begitu juga dengan desain, mutu material, dan penyelesaian akhir; dipilih yang terbaik.

Salah satu contoh teknologi baru adalah brake energy regenerative (BER). Saat ini, teknologi tersebut baru digunakan pada mobil hibrida dan listrik. Adapun versi mekanisnya digunakan pada F1 mulai tahun ini dengan nama KERS (kinertic energy recovery system).

BER adalah teknologi yang mencegah energi terbuang saat mobil direm. Ketika mobil direm, energi kinetik dari mobil diubah menjadi listrik dan disimpan dalam baterai atau aki. Dengan ini pula, meski menggunakan mesin berkapasitas besar, konsumsi bahan bakar relatif jadi lebih irit. Di samping itu, juga makin ramah terhadap lingkungan.

Eksterior
Hanya dengan melihat sosok mobil ini dari luar, teknologi terbaru yang digunakannya langsung terlihat. Teknologi baru tersebut adalah lampu depan dan belakang. Di depan, digunakan sepasang lampu xenon (bi-xenon) dengan fungsi sebagai lampu jauh dan dekat. Keduanya dilengkapi dengan lampu berbentuk korona yang berfungsi sebagai lampu siang. Di sisi luar lampu utama, digunakan delapan lampu LED yang berfungsi sebagai sein.

Di belakang, desain lampu kombinasi berbentuk “L” yang terdiri dari LED. Ketika dihidupkan, lampu membentuk 3-segmen 3-D. Meski sebagian besar tutup lampu belakang merah, untuk sein, ketika hidup warnanya menjadi kuning.

Interior
Saat berada di interior dan semua perlengkapan di aktifkan, muncul kekaguman: mewah, modern, dan eksklusif. Jok dibungkus oleh kulit berkualitas tinggi. Posisi duduk sangat nyaman, mantap, dan empuk.

Posisi duduk sebagai penumpang dan pengemudi juga nyaman. Makin mengasyikkan lagi, bila ingin mengatur jok, baik depan maupun belakang, cukup dengan menggeser tombol-tombol yang ada di samping bawah setiap jok.

Semua jok, bisa digeser maju mundur. Begitu pula kemiringan sandarannya. Hebatnya lagi, posisi setelan bisa disimpan. Dengan demikian, bila sempat diubah, untuk kembali ke posisi semula, cukup menekan satu tombol saja.

Khusus untuk 750Li, bagian interiornya dilengkapi dengan entertainment system profesional dengan tampilan monitor LCD resolusi tinggi berukuran 9,2 inci. Keduanya dipasang di belakang sandaran belakang jok depan. Menu yang ditayangkan bisa diatur melalui tombol “iDrive” belakang yang berada di antara kedua jok belakang.

Sistem infotainment belakang bisa digunakan untuk mengakses seluruh fitur entertainment di dalam mobil, mulai dari televisi, daftar musik, CD/DVD, radio, iPod, kamera digital, hingga Play Station.

Kokpit
Desain kokpit mobil ini canggih, mewah, dan modern. Di bagian tengah dashboard, dipasang layar LCD 10,2 inci untuk menayangkan berbagai informasi dan entertainment. Adapun di bagian tengah, terdapat konsol dengan tombol-tombol tekan dan putar plus tongkat pemindah gigi dengan desain bergaya kontemporer. Bagian ini juga dilapisi dengan panel dari kayu dengan finishing mengilap.

Seri 7 ini menggunakan transmisi otomatis dengan pengoperasian pemindahan gigi yang dilakukan secara elektrik dan kontrol elektronik. Dengan cara ini, pengemudi cukup menggeser tongkat pemindah gigi ke depan atau belakang.

Tombol kontrol lain di samping tongkat pemindah gigi adalah suspensi. Dengan hanya menekan salah satu tombol, "COMFORT", "NORMAL", "SPORT", dan "SPORT+", pengemudi bisa memilih karakteristik suspensi sesuai dengan kondisi saat mengemudikannya. Misalnya, nyaman saat jalan santai di kota (COMFORT) atau agak keras dan keras (SPORT dan SPORT+) untuk memperoleh stabilitas sewaktu membelok pada kecepatan tinggi.

Pada mobil ini tidak lagi ditemukan tuas rem tangan (parkir). Sebagai gantinya, digunakan rem parkir hidro-elektrik yang diaktifkan dengan menekan tombol. Dengan menekan tombol “Auto-Hold”, pengemudi tak perlu lagi menginjak pedal rem saat berhenti di tanjakan.

Panel Hitam
Instrumen menggunakan panel hitam dengan resolusi tinggi. Saat kunci kontak dimatikan, semua instrumen menghitam. Begitu kontak dihidupkan, tampilan instrumen jadi impresif. Pada malam hari, tampilan angka dan indikator berubah dari putih menjadi oranye.

Perubahan perlengkapan yang cukup mencolok dibandingkan Seri 7 versi sebelumnya adalah desain dan cara pengoperasian iDrive. Tombol atau pengontrol iDrive kini ada di depan dan belakang dan bisa dioperasikan secara independen.

Kontrol iDrive dioperasikan dengan menekan tombol ke samping, ke depan dan belakang, dan menekan tombol. Dilengkapi dengan tombol untuk memilih menu yang paling sering digunakan, yaitu CD, radio, telepon, dan navigasi (untuk Indonesia, yang terakhir tidak disertakan).

Juga ada tambahan tombol "MENU", "BACK", dan "OPTION". Tombol "BACK" fungsinya mirip dengan browser internet, memungkinkan penggunaan kembali ke menu semula.

Multimedia
Reproduksi suara audio yang dihasilkan mobil sangat mantap dan berkualitas tinggi, termasuk dari format MP3 dari iPod. Menurut BMW, kualitas suara yang hebat itu diperoleh berkat teknologi DIRAC dengan amplifier 600 Watt plus 16 speaker.

Tambahan komponen entertainment lainnya adalah DVD changer yang bisa menampung 6 keping CD/DVD, dua interface USB untuk audio, televisi, dan peranti pendukung telepon dengan koneksi Bluetooth.

Sistem multimedia pada Seri 7 ini peranti keras dan lunaknya sama dengan komputer masa kini. Untuk menyimpan data, digunakan hard disk berkapasitas 80 GB yang dapat mengakses berbagai data digital dengan efisien dan cepat.

Hard disk ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyimpan lagu yang diunduh atau dikopi dari CD/DVD, MP3 player, dan USB stick. Kapasitas memori khusus untuk entertainment 12 GB atau sekitar 200 lagu dengan format CD. Seperti multimedia lainnya, sistem dapat memilih lagu berdasarkan judul, album, dan nama penyanyi.

Masih banyak lagi fitur mewah yang memberikan kenyamanan dan keamanan pengemudi dan penumpang pada Seri 7. Misalnya, integral active steering, park distance control, rear dan side view camera, head-up display, dan mesin twin turbo dengan teknologi piezo injector. Untuk bagian-bagian yang disebut terakhir ini akan dibahas lebih detail dalam rubrik teknologi.

06 February 2009

Honda Segera Rakit Freed Minivan 7 Penumpang di Indonesia

Produk Honda yang sangat menarik dan perlu ditunggu tahun ini kehadirannya oleh konsumen mobil Indonesia—utamanya fans berat Honda—adalah minivan dengan daya muat 7 penumpang. Kendaraan ini segera dirakit dan dipasarkan di Indonesia. Meski PT Honda Prospect Motor (HPM) tidak mau menyebutkan namanya, diperkirakan minivan tersebut adalah Freed.

Dugaan itu muncul setelah Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy hari ini mengatakan bahwa van 7 penumpang ukuran sedang dan lebih mewah, Odyssey, peluncurannya ditunda.

Ketika Kompas menanyakan apakah van 7 penumpang itu dirakit atau CBU, Jonfis langsung mengatakan,”Dirakit di Indonesia.”

Sebelumnya, dalam acara Warta Citra Adiwahana 2009, ia mengatakan, “Wartawan Indonesia akan mendapat kehormatan, orang pertama yang menyaksikan peluncuran van 7 penumpang terbaru di ASEAN.”

Saat ini, Freed baru dipasarkan di negara asalnya, Jepang, dan diluncurkan akhir Mei tahun lalu. Ketika wartawan coba menggali lebih dalam tentang van yang akan diluncurkan Honda itu, Jonfis berkelit. ”Nanti kami undang lagi,” kilahnya.

Minivan
Di Jepang, Freed dikelompokkan Honda pada minivan. Hal tersebut didasarkan pada dimensinya yang kompak: panjang 4.215 mm, lebar 1.695 mm dan tinggi 1.715 mm. Jarak sumbu roda 2.740 mm. Hanya 325 mm lebih panjang dari All-New Jazz, tetapi lebarnya sama. Mesin yang digunakan juga sama dengan Jazz, yaitu i-VTEC 1.500 dengan transmisi otomatik CVT torque converter.

Makin kuatnya dugaan bahwa Freed akan dirakit dan dipasarkan di Indonesia karena sampai saat ini Honda belum punya pengganti Stream yang telah lama dihentikan produksinya. Di samping itu, dalam survei yang dilakukan oleh ATPM Jepang, kendaraan yang paling disukai konsumen Indonesia adalah yang berkapasitas 7 penumpang dengan tiga deret jok.

Diperkirakan, harga minivan ini berkisar antara Jazz dan All-New City atau sekitar Rp 225 juta. Honda sendiri pusing menentukan harga karena rupiah yang terus merosot. Padahal, meski sudah dirakit di Indonesia, sebagian komponen masih harus diimpor dari Jepang.

Di lain hal, nilai tukar yen yang makin tinggi juga menyebabkan harganya makin mahal. Jadi, dengan merakit Freed di Indonesia, Honda bisa menekan harga karena bebas dari bea masuk dan dan biaya produksi juga lebih murah.

Ceper
Honda menyebut, Freed dikembangkan dengan konsep “Kebebasan untuk menciptakan gaya hidup yang sempurna” (Freedom to create the perfect style). Ciri khas van ini—sama dengan van Honda lainnya—adalah posturnya yang ceper. Menurut Honda, tujuan mereka membuat van seperti ini agar gesit bermanuver di jalanan dalam kota. Tak kalah menarik, pintu belakang menggunakan model geser.

Ruang kabin van ini dinilai Honda cukup lega untuk ditumpangi orang dewasa yang duduk dalam tiga deret jok. Selain sebagai kendaraan keluarga, Honda menilai Freed juga cocok untuk aktivitas lainnya, misalnya buat gaya hidup, transportasi sehari-hari, dan untuk perjalanan jarak jauh.

Wajah minivan ini mirip dengan All-New Jazz yang bersudut tajam. Bagian depan membentuk segi tiga, sedangkan ruang penumpang atau kabin berupa kotak. Menurut Honda, dengan konsep seperti ini, Freed jadi aerodinamis dan tetap menyediakan ruang kabin yang lapang.

Kap mesin dilengkapi dengan gril berukuran besar beraksentuasi krom. Penampilannya makin menarik dengan desain lampu depan bersudut.

Fitur lainnya, suspensi depan menggunakan MacPherson strut dan batang torsi berentuk “H” di belakang. Tujuannya, untuk memperoleh stabilitas dan kenyamanan. Perlengkapan lainnya adalah power steering elektrik. Bukti minivan ini lincah, radius putarnya 5,2 meter. Berminat? Pasti dong!