20 February 2009

Nissan Mulai Genjot Produksi pada Maret 2009

Nissan Motor, produsen nomor tiga terbesar di Jepang, akan mengenjot produksi domestiknya Maret mendatang. Hal itu dilakukan setelah bulan ini Nissan mengurangi stok karena permintaan pasar yang menurun.

Pabrik Tochigi akan mulai beproduksi lagi setelah 13 hari stop pada bulan ini. Hal tersebut dikatakan oleh juru bicara Nissan Motor, Mitsuru Yonekawa dalam wawancara telepon hari ini dengan Bloomberg.com..

Dijelaskan pula, pabrik Nissan lainnya, yaitu Kyushu dan Oppama, produksinya juga akan ditingkatkan bulan depan. Sebelumnya, kedua pabrik telah menghentikan produksinya 11 hari dan 9½ hari setiap bulan pada Januari dan Pebruari 2009.

Nissan menurunkan produksinya sampai 64.000 unit pada Pebruari dan Maret ini dari rencana awalnya. Hal itu dilakukan karena resesi global dan permintaan mobil baru yang menurun. Produsen mobil Jepang mengatakan, selama Januari 2009, penurunan produksi mencapai 59%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Januari 2008) atau 47.477 unit.

Sementara itu, Toyota dikhabarkan mulai mengenjot produksinya Mei mendatang. Hal tersebut dilakukan berkenaan dengan rencana Toyota untuk memperkenal model-model baru mulai April nanti. Salah satu produk yang akan diperkenalkan Toyota adalah Prius terbaru.

19 February 2009

Ford Focus Diesel Vs Bensin

Sebelum Focus baru dipasarkan, Ford motor Indonesia (FMI) mengajak wartawan untuk mencoba performa mobil ini. FMI menyediakan 6 unit Focus, yang terdiri dari 2 unit sedan, Focus Ghia bermesin bensin 2,0 liter dan 4 unit hatchback. Focus hatchback terdiri dari 2 unit bensin 2,0 liter (Comfort dan Sport) dan 2 unit diesel 2,0 liter.


Selain mengemudikannya langsung di jalan raya, wartawan juga diberi kesempatan mencoba berbagai kemampuan kinerja Focus, antara lain akselerasi 0-100 km/jam, pengereman pada 80-0 km/jam, slalom, test ESP, dan memutar sirkuit Sentul pada kondisi permukaan jalan basah.

Kendati demikian, karena adanya beberapa varian, pengetesan tidak bisa dilakukan untuk membanding antara varian secara menyeluruh. Untuk mengetes rem, slalom, ESP yang digunakan hanya Focus diesel.

Untuk akselerasi, langsung dibandingkan kemampuan Focus hatchback bensin 2,0 liter Sport vs Diesel.

Akselerasi
Dengan sama-sama menggunakan transmisi otomatik, kapasitas mesin yang sama, Focus diesel lebih perkasa dibandingkan bensin. Rata-rata, akselerasi 0–100 km/jam dari Focus bensin Sport: sekitar 13 detik. Sedangkan Diesel atau TDCi 10 detik. Bahkan ada mencapai 9,58 detik.

Rem
Tes menggunakan Focus TDCi. Untuk jarak 80-0 km, jarak pengereman menurut yang terbaik adalah Ford 25 meter. Ketika dites oleh wartawan ada yang mencapai 18,90 meter. Menarik, dengan ABS, meski digunakan secara berulang untuk pengereman, ban tetap mulus. Tidak ada gejala mengalami kebotakan pda bagian tertentu. Getaran pedal saat mobil direm hampir tidak dirasakan.

Slalom & Manuver
Tes ESP (electronic stability program) dilakukan pada kecepatan 60 km/jam dengan kondisi permukaan jalan basah. Mobil ternyata gesit dan setirnya responsif mengikut perintah pengemudi. Ternyata semua wartawan dapat menjalan tes tanpa harus menjatuhkan cone yang sebagai tanda untuk berkelit ke kanan dan kiri.

Begitu dicoba melakukan slalom, Focus mampu membuktikan kelincahannya. Kendati para watwan bukanlah peslalom profesional, ternyata bisa berzig-zag dengan baik di antara cone.

Informasi tambahan, ESP hanya digunakan pada TDCi Sport.

'Hot Lap'
Kebetulan, ketika giliran Kompas.com menguji kemampuan berbagai aspek kerja mobil selama 4 lap, hujan ringan turun. Pada kecepatan 80 km/jam, mobil ini membelok dengan begitu mudah tanpa gejala membuang. Padahal permukaan jalan basah. Kerja pengemudi makin mudah karena pengemudi tidak perlu memindahkan gigi.

Posisi Pengemudi
Posisi duduk terasa nyaman. Setir dapat dinaik-turunkan sehingga pengemudi bisa memperoleh kenyamanan maksimum. Tangan bisa menggapai setir dengan mudah. Begitu juga dengan pedal-pedal gas dan rem.

Rem tangan, tuas transmisi dapat dicapai dan dioperasikan dengan mudah. Penglihatan ke depan, samping dan belakang luas.

Sebagai penumpang
Duduk sebagai penumpang, baik di depan maupun di belakang, terasa sangat nyaman melewati berbagai kondisi jalan.

Kesimpulan
Untuk stabilitas, Ford Focus yang juga dipercaya sebagai WRC memang tak terbantahkan. Tak kalah menarik, Focus TDCi atau Diesel punya kemampuan lebih hebat untuk akselerasi.

Untuk mesin diesel, Ford harus memberikan informasi lebih gencar kepada konsumen karena masih banyak awam berasumsi, mesin diesel payah dan kalah cepat dari mesin bensin. Mereka juga menganggap, mesin diesel kurang nyaman.

Di antara varian Focus, versi diesel punya beberapa keunggulan dibandingkan bensin mesin. Pertama akselerasi, karena diesel menghasilkan torsi jauh lebih besar dan diperoleh pada putaran lebih rendah. Ini sangat pas buat jalanan macet maupun yang banyak tanjakan dan turunan. Tak kalah pentuing, konsumsi bahan bakarnya lebih irit.

Kinerja mesin diesel Focus juga oke! Ketika mesin dihidupkan pagi hari di pada suhu 21 derajat celsius, mesin bisa hidup cepat dan tidak menghasilkan suara jauh lebih halus dibandingkan mesin diesel masa lalu. Inilah kehebatan mesin diesel masa kini yang menggunakan teknologi common rail.

Dibandingkan dengan mesin bensin, mesin sedikit lebih kasar. Getaran juga lebih besar. Namun dengan sistem peredam yang lebih, getaran pada bodi tidak begitu terasa. Bahkan bila kap mesin ditutup, kalau tidak terbiasa, bisa dikira mesinnya bensin.

Itulah nilai tambah mesin diesel Ford Focus. Kendati harga bahan bakarnya yang digunakan lebih mahal dibandingkan bensin (Pertamax atau Shell Super), secara total biaya bahan bakar jadi lebih murah. Karena lebih irit, juga ramah terhadap lingkungan.

Sayangnya, kita belum bisa memperoleh perbedaan harga antara Focus bensin versus diesel. Begitu antara versi yang dilengkapi ESP dan yang tidak. Pastinya, mobil bermesin diesel—apalagi menggunakan teknologi common rail plus turbo variabel—lebih mahal. Kalau sudah ketahuan perbedaan harganya, dapat pula dihitung, kapan nilai tambah dari mesin bensin diperoleh secara optimal. Apakah satu atau selama dua tahun?

Tak kalah menarik, makin tinggi frekuensi mobil digunakan, mesin diesel makin cepat memberi keuntungan, kendati pada tahap awal harus mengeluarkan investasi lebih mahal lantaran harganya yang lebih tinggi dari mobil bermesin bensin.

17 February 2009

Honda Civic Type R Dijejali Komponen dari Jepang

Tampilannya sih seperti masih standar, kecuali sayap belakang. Justru Odry banyak menempelkan komponen impor pada Honda Civic Type R 2008 miliknya itu. Mari kita bedah bagian per bagian.

Sebagai orang bertipikal perfeksionis, Odry memang lebih mengutamakan orisinalitas. Makanya untuk eksterior dipesan dari Jepang langsung. Seperti kap mesin dan tutup bagasi bermotif serat karbon diorder dari Spoon yang memiliki khas guratan dan bentuk serba tajam. Penggantian ini juga bertujuan mereduksi bobot lantaran ia suka balapan di sirkuit Sentul.

Untuk kabin, Odry mengubahnya dari standar menjadi bernuansa "cepat". Dasbor pun jadi sasaran, diubah dengan motif serat karbon mirip dengan yang di luar. Yang dibanggakannya, produk original equipment manufacturer (OEM) Mugen ini hanya ada satu di Indonesia dan terpasang pada mobilnya. Makin kentallah aroma racing pada Type R putih ini.

Langkah Odry memang tidak setengah-setengah. Dari bodi dan kabin, ia masuk ke dapur pacu dan kaki-kaki. Untuk ram air system pada Civic Type R FN2 ini, dipilih dari produk K&N yang bekerja sama dengan Gruppe M. Menariknya, bagian itu dibuat dari bahan karbon dengan FR 0511. Label asal Jepang ini dikenal sebagai master saluran hawa mesin. Penggantian itu mampu mendongkrak tenaga 11 hp dan torsi 1,2 kg-m.

Untuk instalasi, kover plastik yang ada di luar kaca harus diganti satu set air intake asli Jepang. Prosesnya memang agak sulit karena harus membongkar plastik pelindung di dasar wiper untuk menempatkan corong penangkap angin yang diletakkan di belakang kap mesin.

Cuma itu! Tengok bagian buritannya. Selain ada diffuser, knalpot Mugen ikut menambah tenaga yang lumayan. Menurut data dari Mugen Jepang, penambahannya berkisar 5-10 hp jika di-tuning dengan tepat. "Kalau lagi kencang, suaranya asyik banget dan menambah adrenalin untuk terus bejek gas," bangga Odry.

Tenaga kian yahut kala bahan bakar pertamax plus dicampur dengan bensol. Raungan yang keluar dari pipa katalis berdiameter 2 inci ini membuat jantung ikut terpompa, apalagi ditambah menari manuver di tikungan lantaran ditunjang suspensi HKS Hypermax III.

Luar biasa! Padahal, setelan Civic Type R ini masih medium position di angka 15.

16 February 2009

SSC Ultimate Aero EV, Supercar Listrik Tercepat di Dunia

Inilah terobosan mantap dari Shelby Super Car (SSC), Amerika Serikat: segera menghadirkan "Mobil Listrik Produksi Tercepat di Dunia" pertengahan tahun ini. Kehebatannya, tenaga yang dihasilkan dari dua motor listrik kembar mencapai 1.000 PS. Akselerasi 0-96 km/jam hanya dalam 2,5 detik. Kecepatan tertingginya 330 km/jam.


Itu baru sebagian hasil yang dicapai SSC dengan revolusi teknologi otomotifnya. Perusahaan ini menyebut proyek mobil listriknya dengan All-Electric Scalable Powertrain (AESP). Namun yang pasti, sebagai mercusuar SSC, mobil listrik tersebut akan dipasang pada bodi SSC Ultimate Aero. Mobil yang disebutkan terakhir resmi menyandang rekor sebagai mobil tercepat di dunia dan dipasarkan untuk kalangan terbatas. Saat ini hanya dijual di Amerika Serikat dan Dubai.

Bagi SSC, proyek ini sekaligus memulai era baru mereka, peduli terhadap lingkungan; selanjutnya membuktikan kepada publik bahwa mobil bertenaga listrik bukan hanya sekadar embel-embel ramah lingkungan, juga mampu mengungguli mobil yang menggunakan sumber penggerak motor bakar. Bukti kehebatannya, torsi bisa dihasilkan 100 persen pada 0 rpm.

Torsi yang dihasilkan motor listrik sebagai penggerak Ultimate Aero, menurut Shelby, mencapai 110,6 kgfm. Wow!

Isi 10 menit

Kehebatan lain yang akan didemonstrasikan SSC dari mobil listriknya adalah kehebatan kerja sistem pengisian ulang baterai. Untuk mengisi baterai lithium-ion hanya membutuhkan waktu 10 menit. Dan sekali isi, baterai bisa digunakan untuk menempuh jarak 240-320 km. Tak berbeda jauh dengan mobil konvensional yang harus isi ulang bahan bakar. Sistem pengisian baterai cepat ini disebut SSC dengan Charge on The Run dan merupakan paten dari SSC.

Untuk ini, SSC Ultimate Aero EV dilengkapi dengan transmisi otomatik 3 kecepatan yang memindahkan tenaga listrik ke roda. Kecepatan pergantian gigi berlangsung 0,24 detik. Selanjutnya, agar motor bisa bekerja lebih lama dengan performa top, AESP dilengkapi dengan pendingin cairan seperti motor bakar.

Divisi Hijau SSC juga akan membuat solusi kemasan AESP untuk berbagai aplikasi, mulai dari 200 PS untuk mobil yang mengutamakan nilai ekonomis, mobil dengan kemampuan sedang dan motor listrik; 500 PS untuk truk ringan dan SUV; serta 1200 PS buat truk besar, bus, dan kendaraan militer.

Event pembuktian

Untuk membuktikan mobil listrik yang revolusioner tersebut, SSC akan mengadakan event khusus buat media di America Superspeedway dalam waktu dekat. Pada event ini, pendiri sekaligus perancang SSC, Jerod Shelby, akan hadir membuktikan kehebatan teknologi listriknya kepada para tamu khusus dan wartawan.

Selain membuktikan kecepatan top yang mampu diraih mobil, nanti juga diperlihatkan teknologi pengisian cepat yang akan menjadi "jualan" SSC khusus untuk mobil listrik.

SSC mengatakan, jadwal produksi Ultimate Aero EV dilakukan pada pertengahan tahun ini, sedangkan pengiriman unit dilakukan pada awal kuartal keempat 2009. Untuk meningkatkan 'citra' Ultima Aero EV, SSC berusaha untuk mendapatkan predikat sebagai World’s Fastest Production Electric Car, dan tak lupa menghadiri berbagai pameran mobil internasional, serta ekspose di majalah dan TV.

Kalau sudah begini, keberadaan dan kelangsungan hidup motor bakar bakal terancam! Padahal, saat ini industri otomotif masih mengandalkannya. Namun yang pasti, mobil bertenaga listrik memang makin menarik, selain ramah lingkungan (tidak mengeluarkan emisi dan suara) juga sangat fleksibel untuk dijadikan berbagai bentuk kendaraan. Pemakaian energi efisien lagi!