04 March 2009

Ford iosis MAX: Keren & Efisien

Salah satu mobil konsep yang layak mendapatkan perhatian khusus pada hari pertama pembukaan Geneva Motor 2009 untuk wartawan adalah Ford iosis MAX. Di ”booth” Ford, mobil yang satu ini ditampilkan secara khusus.

Sosok dan penampilan iosis MAX memang berbeda. Cat hijau muda mutiara berkemilau, menggambarkan ciri produk kontemporer. Semua orang yang melihatnya kagum. Rasa ingin memilikinya bergelora. Sayang, sampai pada tahap ke-3, iosis masih tetap konsep.

“Kinetic Design”. Begitu, mobil konsep ini diperkenalkan dengan berbagai fiturnya, rasa kagum dan keinginan untuk mengenalnya lebih intim kian membara. ‘iosis MAX’ tampil dengan konsep benar-benar baru namun tetap menjaga identitas global Ford, yaitu depan gril bagian bawah berbentuk trapesium berukuran besar. Ford menyebutnya “kinetic design”.

Wajah depan yang juga sangat menarik untuk disidik adalah bentuk dari lampu depan tipe proyektor jenis LED. Lampu dengan rangka tipis ‘mengapung’ di alam bodinya. Logo iosis MAX tampak pula pada bezel lampu yang menimbulkan efek optikal.

Menurut Ford, bila lampu digunakan di siang hari, bagian transparan biru di dalam rumah lampu yang sinar, menciptakan bentuk bulu mata. Bagian tersebut yang mengelilingi ‘mata’ LED di tengahnya. Penerangan tambahan lainnya adalah lampu kabut LED yang dipasang di ujung spoiler depan.

Rasa kagum bertambah ketika kedua pintu belakang dibuka dengan cara yang tidak biasa, mengayun-bergeser ke belakang. Saat pintu depan dibuka, kekaguman bertambah. Bukan hanya karena interiornya yang keren, tetapi akses ke interior sangat lega. Penumpang dengan ukuran tubuh sepertui pemain sumo pun dijamin bisa masuk dan keluar interior dengan lega. Tak hanya kreatif, juga inovatif!

Tak ada pilar-B sebagai penyangga bagian tengah atau pintu samping belakang. “Lihatlah dari samping. Mirip dengan kupe,” jelas John Fleming, CEO dan Chairman Ford Eropa saat memperkenalkan iosis MAX kepada wartawan yang mengerubungi mobil ini. Di bagian belakang, pilar-C ada bagian dilengkapi dengan penyangga yang disebut Ford “flying buttress”.

MAV. Belum cukup, begitu bukaan pintu belakang diperagakan, rasa kagum makin bertambah. Pertama, yang dibuka kaca belakang saja. Cara ini tampak jauh lebih aman untuk memasukkan barang-barang kecil ke bagasi mobil.

Selanjutnya, pintu belakang dibuka ke atas bersama kaca. Ruang bagasi pun terbuka lebar. Barang berat atau berukuran besar lebih mudah dimuat atau dikeluarkan dari mobil ini. Dengan kemampuan seperti itu, Ford menyebut mobil konsepnya dengan MAV (multi-activity vehicle) kompak masa depan. Mobil yang punya berbagai kemampuan dengan sangat fleksibelitas untuk berbagai keperluan.

Bila melihat postur mobil dari atas, juga muncul rasa kagum. Tak perlu lagi sun atau monroof. Sebagian atap dibuat transparan. Dengan cara ini, mampu menciptakan kesan sangat lega pada interior.

Untuk itu pula Ford akan menjadikan mobil ini sebagai pantokan buat mobil kompak yang akan di diproduksi di masa akan data secara secara global.

Interior. Melonggok ke interior, spontan keluar ucapan, “Keren banget!” Desainnya tampak sangat dinamis dan kontemporer. Tak hanya desain interior yang mengalami perubahan, materialnya juga canggih. Jok sangat ramping ban tentu saja enteng.

Panel instrumen menyatu dengan konsol tengah. Pemasangan joknya pun tidak seperti biasa. Rangka jok dipasang seperti jembatan sehingga penyumpang seakan-akan mengapung di udara.

Corak abu-abu berkilau hangat dipilih sebagai warna untuk interior iosis Max, melengkapi warna ‘terang’ mutiara eksterior.

Mesin EcoBoost. Mesin yang digunakan pada iosis MAX juga tak kalah menarik. Namun Ford hanya memberi data, kapasitasnya 1,6 liter dan mampu menghasilkan tenaga 180 PS. Hebat! Menurut Ford, mesin dibuat sesuai dengan regulasi Eropa yang makin ketat.

Ford menyebutnya EcoBosst yang diklaim sangat efisien, irit bahan bakar dan rendah emisi gas buangnya. Fitur tambahan mesin, dilengkapi dengan sistem “Auto-Start-Stop” untuk mencegah energi jangan terbuang percuma.

Untuk memindahkan tenaga mesin ke roda, Ford mengandalkan transmisi dual clutch, yang disebutnya “Powershift”. Transmisi yang sudah digunakan Ford pada berbagai produknya di pasarkan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, yaitu Ford Focus.

Mobil Konsep ‘iosis MAX’ adalah seri ketiga dari konsep iosis yang dibuat Ford. Versi pertama diperkenalkan pada 2005 di Frankfurt Motor Show. Versi kedua muncul setahun kemudian, 2006 di Paris Motor Show yang disebut ‘iosis X’ dengan format crossover 5 pintu. Kini, iosis MAX bertransformasi menjadi MAV dengan kemampuan dan fleksibelitas makin beragam.

03 March 2009

Bentley Continental Supersport dengan Teknologi FlexFuel

Bentley, salah satu produsen mobil mewah dunia asal Inggris, yang kini berada di bawah payung Volkswagen Group, Jerman, pada Geneva Motor Show 2009 yang dibuka hari ini, memperkenalkan produk terbarunya, yaitu Continental Supersport. Kepastian itu berdasarkan rilis yang dikirimkan Bentley ke Kompas.

Continental adalah supercar dua tempat duduk dengan kemampuan terhebat dalam sejarah keberadaan Bentley. Klaim perusahaan asal Inggris tersebut, tenaga yang dihasilkan Supersport ini 630 PS dan mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam waktu 3,9 detik. Adapun kecepatan tertingginya 329 km/jam. Karena itu pula, produk baru ini disebut “Extreme Bentley”.


Masa Depan. Bukan hanya performa fantastis yang dibanggakan Bentley pada Continental Supersport. Fitur lain dan baru adalah bahan bakar yang bisa dikonsumsi. Klaim Bentley, inilah supercar mewah pertama di dunia dengan mesin FlexFuel.

Dengan teknologi tersebut, Continental Supersport ini selain bisa meneguk bensin murni, juga boleh diberi biofuel, yaitu etanol E85. Atau bisa pula campuran kedua jenis bahan bakar tersebut. Hebatnya, kemampuan mesin dengan berbagai jenis bahan bakar dipastikan tidak akan membuatnya drop. Performanya tetap akan sehebat menggunakan bensin dengan oktan 95. Dengan menggunakan biofuel, emisi karbondioksida bisa diturunkan sampai 70 persen.

Untuk ini, sistem manajemen atau komputer mesin dilengkapi dengan sensor yang menentukan komposisi bahan bakar yang digunakan. Selanjutnya, setelah mengetahui jenis bahan bakar yang digunakan, komputer akan mengubah mapping atau remapping sehingga tenaga dan torsi yang dihasilkan mesin tetap maksimal, seperti menggunakan bensin dengan oktan 95.

Komponen mesin juga disiapkan dengan sifat bahan bakar yang berbeda-beda. Untuk itu, komponen, seperti O-ring, sil, gasket, dan pipa pada sistem bahan bakar, menggunakan material baru. Karena sistem pasokan bahan bakar tidak menggunakan pelimpah (returnless), digunakan dua pompa yang dapat mengalirkan bahan bakar dengan tekanan berbeda-beda.

Agar katup dan dudukannya tahan lama dan tidak mudah berkarat, bagian tersebut dikeraskan lagi dan diberi lapisan khusus. Sementara itu, busi juga diganti dengan rentang panas yang lebih besar.

Selanjutnya, kemampuan kinerja mesin W12 dengan dua turbocharger dan intercooler ditingkatkan dengan mengubah posisi saluran isap vertikal berukuran besar dan menambahkan dua ventilasi pada kap mesin.

Lebih Ringan. Dibandingkan pendahulunya, Continental GT Speed, kendati posturnya sekilas sama, ternyata banyak bagian yang mengalami perubahan atau dirancang ulang. Yang paling mencolok adalah kap mesin, rumah atau bezel lampu, bumper, desain velg, dan juga bagian belakang. Interior tampil tampil baru, lebih mewah, eksklusif, dan bergaya klasik.

Penampilan Continental Supersport lebih kontemporer dengan kap mesin berventilasi, 2 buah. Tugas lubang ventilasi tersebut agar mesin dapat melepaskan panasnya dengan mudah. Sementara itu, di bumper depan, lubang samping ini dibuat dengan posisi vertikal.

Rumah lampu depan versi sekarang ini mendapat sentuhan dengan memberikan lapisan gelap. Bentley menyebutnya proses physical vapour depsosition. Bagian lain yang diberi sentuhan ini adalah gril depan, sekeliling kaca, roda atau seluruh permukaan bodi yang dibuat dari baja stainless. Tujuan menggunakan proses ini adalah agar kecerahannya bertahan lama.

Lebih Ringan. Kemajuan lain yang dicapai Bentley adalah bobot yang lebih ringan sampai 110 kg dibandingkan dengan Continental GT Speed. Dengan kemampuan tersebut, selain akselerasinya makin cepat, Supersport berpenampilan aristokrat ini kinerjanya makin efisien.

Persembahan teknologi baru lainnya adalah transmisi quickshift 6 kecepatan. Kehebatan transmisi ini, perpindahan bisa dilakukan 2 kali lebih cepat. Ini pula yang menyebabkan akselerasi 0-100 km/jam bisa dicapai dalam 3,9 detik.

Quickshift memanfaatkan kopling ganda. Namun, manajemennya disatukan dengan mesin. Saat gigi dipindahkan, mesin berhenti sebentar agar torsi tidak naik. Dengan cara ini pula, perpindahan gigi bisa ‘meloncat’ turun dari 6 ke 4.

Selama gigi dipindahkan ke posisi lebih tinggi, pasokan bahan bakar dan pengapian dimatikan sementara waktu agar perpindahan berlangsung dengan cepat dan mudah.

Fitur lain dari Supersport all wheel drive ini adalah pemisahan torsi dengan komposisi 40:60. Untuk ini, trek belakang dibuat lebih lebar dan menggunakan velg 20 inci. Juga disertakan electronic stability program (ESP) agar pengemudi dapat mengeksplorasi kemampuan mobil pada berbagai kondisi secara maksimal.

Velg alloy 20 inci 10 palang mampu menyumbang pengurangan bobot 10 kg per mobil. Kombinasi velg dengan ban Pirelli 275/35ZR20 meningkatkan grip dan stabilitas sekaligus penampilan. Hasilnya, mobil sport ini makin enak diajak untuk mengadu adrenalin di jalan raya atau trek balap.

Interior. Interior dan kokpit dirancang ulang secara dramatis. Kini interior menggunakan serat karbon dan kulit Alcantara TM untuk memberikan citra sport, gaya kontemporer, dan menurunkan berat. Untuk itu pula, kini yang digunakan hanya dua jok sport model baru. Belakang kedua jok yang ditutup dengan serat karbon digunakan sebagai bagasi tambahan.

Interior baru sekaligus memperlihatkan hasil kemahiran dan ketelatenan pekerjaan tangan wanita Crewe, tempat Bentley dibuat. Meski begitu, Bentley modern ini adalah Anglo-Saxon. Harmonisasi gaya Inggris yang aristokratis dan semangat Jerman yang selalu bergairah. *

Spesifikasi
Dimensi (mm)
Panjang
4.804
Lebar (spion ke spion)
2.194
Lebar (kaca spion dilipat)
1.945
Tinggi
1.380
Jarak sumbu roda
2.745
Jarak pijak depan/belakang
1.623/1.607
Mesin
5.998 cc
Tenaga maksi
630 PS @6000 rpm
Torsi maksi
800 Nm@1700-5600 rpm
Perbandingan kompresi
9,0:1
Performa
Kecepatan maksimum
329 km/jam
Akselerasi 0-100 km/jam
3,9 detik
Konsumsi bahan bakar
Kota
4,0 km/liter
Luar kota
8,6 km/liter
Kombinasi
6,1 km/liter
Berat kosong
2.240 kg
Berat + beban maksimum
2.565 kg

27 February 2009

Membedah Kemewahan Daihatsu Luxio

Daihatsu meluncurkan produk barunya yang diberi nama Luxio. Nama ini sengaja dipilih untuk memberi kesan ‘mewah’. Kenyataannya, Luxio memang lebih mewah dari saudaranya satu platform, yaitu Gran Max minibus atau wagon. Utamanya begitu melihat dua unit Luxio yang dipanjang di Grand Ballroom, Hotel Kempinski, Jakarta, saat Daihatsu menggelar jumpa pers dengan wartawan Ibu Kota.

Presentasi Daihatsu mengeksploitasi semua kemewahan yang ada pada minivan berhitung pesek ini. Begitu melihat dari dekat, mulai dari eksterior sampai ke interior dari salah satu tipe yang panjang dengan transmisi otomatik, Daihatsu Luxio memang mewah. Interiornya tampil dengan warna beige, yaitu jok, langit-langit, dan door trim. Hanya dashboard yang menggunakan two tone atau dua warna, beige dan hitam.

Dibandingkan dengan saudaranya, Gran Max minibus, Luxio memang mewah dan lebih lengkap. Kualitas material interior jauh lebih halus. Begitu juga dengan door trim. Kedua pintu depan dilengkapi dengan bezel tombol power window dan door lock. Hal ini membuat pengemudi dan penumpang lebih nyaman dan aman.

Varian. Ketika Suparno Djasmin, CEO PT Astra International – Daihatsu Sales Operation membeberkan harga jual minivan ini, sebagian wartawan yang mendengarkannya langsung berseru, ”Wow!”. Terutama ketika harga tipe X—paling mewah—dengan transmisi otomatik disebutkan Rp 162 juta. Bahkan, bila ditambah lagi dengan ABS mesti keluar lagi uang Rp 3 juta (tidak terlalu mahal). Mau lebih lengkap lagi, untuk tipe X Ultimate, aksesori lengkapnya dihargai Rp 6,8 juta.

Dengan harga segitu, Daihatsu menargetkan produk barunya ini untuk keluarga yang lebih mapan serta membutuhkan kemewahan dan bukan sekadar fungsional.

Strategi yang dilakukan Daihatsu menjajakan Luxio agar bisa dijangkau kalangan lebih luas, memasarkannya dalam tiga varian dasar. Versi paling standar, D, dihargai Rp 136 juta. Pada brosur Luxio yang dikeluarkan Daihatsu, versi standar ini tidak dilengkapi lampu kabut, gril tidak dilapisi krom dan pelek dari pelat baja pres.

Untuk tipe M dijual seharga Rp 146 juta dan X dengan transmisi manual seharga Rp 151 juta.

Opsional. Ketika brosur Luxio diteliti lagi dengan cermat, ternyata beberapa bagian dari mobil yang dipanjang adalah opsional. Misalnya, lampu depan multireflektor dengan HID atau xenon. Gril yang diberi lapisan krom hanya untuk varian X. Begitu juga dengan lampu kabut, kaca spion luar yang bisa disetel dari dalam dengan menekan tombol (electric-retracgtable mirror) yang dilengkapi dengan lampu LED sebagai sinyal untuk berbelok.

Spoiler belakang dengan lampu rem, juga hanya buat tipe X. Begitu juga denga seluruh jok yang dilengkapi dengan penahan kepala. Bahkan, two tone dashboard dengan ornamen pada kluster tengah juga hanya buat varian X. Bahkan, transmisi otomatik dengan tuas berada di dashboard ditawarkan hanya buat tipe X. Hal yang sama juga diberlakukan buat audio Double DIN R/T+CD dengan MP3.

Fitur standar pada tipe M dan X adalah AC double blower, jok deret kedua yang bisa digeser dan sabuk pengaman untuk jok deret kedua dan ketiga.

Beberapa perlengkapan opsional lainnya adalah cargo tray dan cargo net, sedangkan ABS hanya opsional untuk tipe M dan X.

Perbedaan lain antara Luxio dibandingkan dengan Gran Max selain wajahnya, terutama gril, bumper dan lampu, di bagian belakang, lampu kombinasi tidak sama. Pada Luxio, lampu belakang desainnya terdiri dari dua segmen dengan posisi horizontal. Sebagian lampu belakang berada pada pintu belakang. Untuk ban digunakan ukuran 195/65R15.

Peningkatan lain yang dilakukan Daihatsu terhadap Luxio dibandingkan Gran Max adalah karakteristik suspensi yang lebih empuk.

Mesin. Sumber tenaga yang digunakan sama dengan Daihatsu Terios, 1,5 liter VVT-i yang mampu menghasilkan tenaga 97PS dan torsi 13,5 kgm.

Dibandingkan dengan kompetitornya sesama hidung pesek, mengandalkan interior yang lebih lega. Pasalnya, selain menganut bodi monokok, lantainya lebih rendah. Begitu juga dengan posisi mesin. Hasilnya, selain interior lebih lega, tentu saja lebih stabil untuk diajak bermanuver. *

Dimesi
D
M
X
X A/T

Panjang mm

4.165
Lebar mm
1.665
Tinggi mm
1.915

Jarak sumbu roda mm

2.650
Jarak pijak roda depan mm
1.440
Jarak pijak roda belakang mm
1.420

Tinggi dari tanah mm

180
Berat mm
1.850
Radius putar meter
5,2
Kapasitas tempat duduk
8
Mesin
Tipe

3SZ-VE DOHC, VVT-i, 4 langkah, 4 silinder segaris

Kapasitas cc

1.495
Diameter x langkah mm
72.0 x 91,8
Tenaga maks. PS/rpm
97 @6.000
Torsi maks. kgm/rpm
13,7 @4.400
Sistem pasokan bbm
Injeksi elektronik

Kapasitas tangki liter

43
Transmisi
Manual
Otomatik
5 kecepatan
4 kecepatan
Setir
Rek & pinion & power steetirng
Rem Depan
Cakram berventilasi
Belakang
Teromol
Suspensi Depan
McPherson strut & per koil
Belakang
5 link, rigid dan per koil
Ban
195/65-R15
Pelek
Standar
Alloy

Hyundai i10: Imut-imut, Lincah, dan Irit

Para wartawan, termasuk Kompas mendapat kesempatan mengetes Hyundai i10 sebelum diluncurkan 5 Maret nanti. Tes tidak menggunakan alat ukur, tetapi lebih kepada kesan atau dikenal juga dengan “test by feeling”. Meski begitu, dengan memanfaatkan data yang bisa dicatat, beberapa hasil tes tentu dapat digunakan terutama bagi mereka yang sudah naksir sama ‘i10”.

Hyundai i10, city car yang dikemudikan Kompas menggunakan transmisi manual 5 kecepatan. Menurut panitia, dari 15 unit i10 yang dicoba, hanya dua unit yang menggunakan transmisi otomatis.

Remote Key. Ternyata unit kunci sudah dilengkapi remote control sehingga, untuk membuka pintu, tak perlu lagi menyelipkannya ke lubang kunci di pintu. Begitu juga sebaliknya. Cukup dengan menekan salah satu ikon pada kunci.

Saat pertama masuk ke interior, perhatian tertuju pada warnanya yang cerah. Untuk konsumen Indonesia, dipilihkan two tone: beige hitam. Warna dominan, termasuk jok, adalah beige. Hitam dimanfaatkan sebagai aksentuasi pada bagian tentu, misalnya bagian tengah dasbor, rumah tombol power window, gril AC di bagian tengah dasbor yang juga digunakan untuk audio.

Penampilan jok bagus dan bisa menopang tubuh pengemudi dengan baik. Semua jok, depan dan belakang, dilengkapi dengan head rest atau penahan kepala. Ketika coba menyesuaikan posisi duduk terbaik buat mengemudi, mekanisme pengatur maju mundur jok berada di bawah dan gampang ditemui. Selanjutanya, untuk sandaran, ternyata mekanisme penyetel kemiringan berada di kiri atau sisi dalam samping jok.

Dari perlengkapan utama, hanya kaca spion yang harus dioperasikan secara manual. Pintu ternyata dilengkapi power window, tetapi bukan tipe “one touch”. Artinya, untuk menutup atau membuka habis kaca, tombol harus ditekan terus. Juga ada central lock yang memudahkan pengemudi mengontrol semua pintu.

Setir gampang digerakkan, yang menandakan mobil ini dilengkapi dengan power steeringelectric power steering). Perpindahan gigi berlangsung dengan mulus. Kopling tidak terlalu berat dan mudah dioperasikan. (

Kepadatan Lalu Lintas. Saat berbaur di tengah kemacetan Jakarta di pagi hari, dari Pondok Indah Mall ke tol Kebon Jeruk, dimanfaatkan untuk menguji kegesitan si kecil, imut-imut ini. Kemampuan tersebut mengingatkan Kompas.com saat pertama kali diberi kepercayaan mengetes Hyundai Atos pada tahun 2000. Ternyata, i10 juga seperti pendahulunya itu.

Di jalan tol, kendati masih padat, kami sempat menguji berbagai kemampuan berdasarkan perasaan. Sebagai mobil kecil dengan mesin 1,1 liter, i10 cukup bisa diandalkan. Akselerasi juga oke. Namun, begitu coba menambah kecepatan dari 120 km/jam ke yang lebih tinggi pada gigi 5, mesin terasa mulai kepayahan. Waktu mencapai kecepatan lebih tinggi, akselerasi mulai lambat.

Ketika diparkir di tempat yang sempit, i10 sangat gampang karena dimensinya mungil. Karakter ini yang diandalkan Hyundai agar i10 bisa menjadi mobil kosmopolitan untuk bersaing dengan saudaranya sendiri, Avega, yang berukuran lebih besar.

Meski begitu, dengan tenaga mesin yang terbatas, saat mundur dengan kondisi tempat parkir naik, kemampuan mesin harus diperhatikan. Agar mesin tidak kepayahan atau mati, AC harus dimatikan.

Setelah lepas dari kemacetan, yang dirasakan, kaki kiri yang harus sering menginjak kopling terasa agak pegal. Pasalnya, harus sering pindah gigi (kalau sudah begini, transmisi otomatik memang enak!).

Tes Tanjakan. Wartawan kembali menguji kemampuan lainnya di tol Jakarta-Cikampek- Purwakarta. Cukup menarik, dari Pondok Indah, setelah berputar di Jakarta sampai Cikampek, jarum indikator tangki bensin hanya turun sedikit dari “F”. Padahal, jarak tempuh sudah mencapai 170 km, membuktikan mobil ini irit. Bensin yang baru terpakai belum lima liter karena total kapasitas tangki bensin mobil ini hanya 35 liter.

Rombongan wartawan dibawa menjajal si kecil ini melalui rute luar kota dengan jalan penuh tanjakan dan tinkungan antara Purwakarta dan Subang. Ternyata, i10 bisa mampu melakukan manuver dengan baik, sekalipun permukaan jalan basah.

Pada kecepatan 60 km/jam, putaran mesin 2.800 rpm, gigi 3, mobil i10 enak diajak menanjak dengan isi pengemudi dan penumpang depan. Semua itu berkat torsi maksimum yang diperoleh pada putaran rendah, yaitu 2.800 rpm.

Saat kembali menuju Jakarta dari Bandung melalui Tol Cipularang, Kompas.com mengamati suara yang ditimbulkan oleh ban. Hal itu terasa cukup mengganggu terutama saat meluncur pada kecepatan 100 km/jam. Suara audio kalah atau hilang oleh bising suara dari luar mobil.

Total jarak tempuh tes 453 km. Bensin premium yang masih tersisa pada tangki berkapasitas 35 liter masih ¼ atau sekitar 9 liter. Tepatnya, untuk 453 km membutuhkan 26 liter bensin. Konsumsi bensin rata-rata, 17,4 km/liter. Memang irit! Tidak berbeda jauh dari hasil tes yang dilakukan beberapa media otomotif di India terhadap i10.

Untuk versi transmisi otomotik, saat diamati ketika masih di Lembang, jarum indikator bahan bakarnya ternyata sudah berada di tengah. Kompas.com juga sempat mencoba versi otomatik sebentar. Kesannya sangat oke! sedangkan untuk konsumsi bahan bakar, itu sangat tergantung kepada pengemudinya.

Sebagai referensi, hasil tes yang dilakukan media otomotif di negara asalnya dengan ban 1150/80-R30 sebagai berikut.

Item
Hasil
Akselerasi
0–100 km/jam
15,3 detik
Kecepatan top
km/jam
143
Pengereman
100–0 km/jam
49,8 detik
Konsumsi bahan bakar
Dalam kota
15,4 km/liter
Tol
18,8 km/liter
Catatan dari Kompas : Jangan meninggalkan kunci di dalam mobil ketika mesin hidup. Sekitar 30 detik setelah semua pintu tertutup, door lock bekerja secara otomatis mengunci pintu. Kalau pengemudi ingin keluar dengan kondisi mesin hidup dan pintu ditutup, kaca harus dibuka.