03 July 2009

Ferrari California Diluncurkan di Indonesia

Di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih, peminat supersport, Ferrari, di Indonesia tetap saja eksis dan bermunculan. Buktinya, Ferrari hari ini meluncurkan model produknya yang terbaru dan menghebohkan, yaitu California, di Indonesia.

Peluncuran dilakukan di Buddha Bar, Jakarta, yang dipimpin langsung oleh Irmawan Poedjoadi selaku Presdir Ferrari Indonesia; Marco Mele, Direktur Penjualan Regional Ferrari Asia Pasifik; dan Mateo Bonciani, Direktur Komunikasi Ferrari Asia Pasifik.

Sejak pertama diluncurkan tahun lalu, yaitu di Paris Motor Show, permintaan peminat Ferrari seluruh dunia sangat tinggi. “Akibatnya, baru sekarang kita bisa meluncurkannya di Indonesia,” ungkap Irmawan. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Marco Mele.

Dalam rilisnya, Ferrari California ini dijuluki sebagai “One Heart, Two Soul”. Jelasnya, California tampil dengan dua sosok, yaitu coupe sypder (atap bisa dibuka atau convertible). Dia menambahkan, California dilhami oleh Ferrari 250 California yang diperkenalkan pertama kali pada 1957.

Sampai saat ini, jumlah pesan mobil di Indonesia sudah mencapai 8 unit. Namun, Irmawan tidak mau menyebutkan harga jual mobil ini di Indonesia. Ketika wartawan mendesak perkiraan, diperkirakan 400.000 dollar AS (Rp 4 miliar lebih). “Kita baru bisa menentukan harga minggu depan. Begitu juga dengan perhitungan pajaknya,” kata Irmawan.

Teknologi Baru. Ferrari membangga beberapa fitur dan teknologi baru pada California. Untuk mesin, teknologi yang dinilai baru adalah sistem injeksi langsung. “Ini merupakan Ferrari pertama yang menggunakan mesin dengan sistem injeksi langsung,” ujar Mateo Bonciani. Teknologi lainnya adalah transmisi 7 kecepatan, dengan dual clutch.

Pengoperasian transmisi tidak lagi menggunakan tongkat persneling. Namun, menggunakan paddle pada setir, seperti F1. “Kita memang mengaplikasikan teknologi F1 pada mobil ini, yaitu pengoperasian transmisi,” cerita Mateo. Dijelaskan juga, untuk menciptakan mobil sport yang nyaman, dalam menentukan aplikasi teknologi, ada masukan dari mantan pebalap Ferrari yang paling sukses, Michael Schumacher.

“Kalau Ferrari menyiapkan mobil yang cepat untuk Schumacher, sebaliknya Schumacher memberikan masukan agar Ferrari membuat mobil sport yang nyaman,” beber Mateo.

Empat Detik. Kapasitas total mesin 4.300 cc, menghasilkan tenaga 460 PS @7.750 rpm atau tenaga spesifiknya 107 PS/liter. Untuk torsi, 485 Nm (49 kgm) @5.000 rpm, 75 persen sudah tersedia pada 2.250 rpm. Akselerasi dari 0-100 km hanya membutuhkan waktu sekitar 4 detik dengan kecepatan yang bisa dicapai hingga 310 km per jam.

Mesin juga menggunakan katup (hisap dan buang) dengan waktu buka dan tutup yang dapat berubah-ubah agar performa mesin terjaga pada setiap putaran. Tujuannya, untuk menjamin mesin dapat menghasilkan tenaga yang mantap pada setiap putaran.

Di samping itu, agar bisa mencapai standar Euro5 dan LEV2, konsumsi bahan bakar 13,1 liter/100 km atau 7,6 km/liter dan emisi 305,6 g/km (kombinasi ECE).

Fitur lain adalan panel instrumen dengan penampilan analog (tachometer) dan empat layar TFT dengan berbagai informasi. Dilengkapi dengan sistem layar sentuh 6,5 inci, koneksi USB, bluetoooth, harddisk, perintah suara, dan konektor iPod.

Untuk atap, bisa dibuka tutup secara komplet dalam 14 detik. Menggunakan velg standar 19 inci dan juga ada tawaran khusus 20 inci.

Yang cukup menarik, California ditawarkan dengan program personalitas. Setiap pembeli bisa memilih warna eksterior dan kulit interior, perlengkapan opsional sesuai dengan selera mereka.

Program personal lain adalah racing and track aspect, warna material interior, serta equipment and travel aspect.

Juga dijelaskan, waktu inden mencapai setahun. Kalau dipesan sekarang, baru diperoleh tahun depan, 2010. Tak kalah menarik, kehadiran California juga menciptakan fenomena baru di Indonesia. Ternyata, yang memesan mobil ini kebanyakan orang muda. “Kalau dulu yang berduit orangtua, kini justru banyak orang muda yang memesan mobil ini,” ungkap Irmawan Poedjoadi tentang pembeli Ferrari di Indonesia.

Mesin
Konfigurasi
90 derajat V 8
Lokasi
Tengah, memanjang
Kapasitas
4.297 liter
Diameter x langkah
94,0 mm x 77,4 mm
Perbandingan kompresi
12,2:1
Katup
4 katup/silinder, DOHC
Pasokan bahan bakar
Injeksi langsung
Dimensi dan Massa
Panjang
4.563 mm
Lebar
1.902 mm
Tinggi
1.308 mm
Jarak sumbu roda
2.670 mm
Trek: Depan
Belakang
1.630 mm
1.605 mm
Berat
1.735 kg
Performa
Tenaga
460 PS (343 kW) @7.750 rpm
Torsi
485 Nm @5.000 rpm
PS/Liter
107 PS/ liter
Tenaga/kg
0,27 PS/kg
Kecepatan top
310 km/jam
0-96 kpj
3,9 detik

02 July 2009

Mercedes-Benz SL500 Sentuhan Rumah Modifikasi Swiss

Desain yang sporty disertai citra sebagai sedan premium coupe (dua pintu) itulah yang membuat Nanda jatuh hati pada Mercedes-Benz (MB) SL 500. Sekalipun diproduksi 2005, tetapi tampilan sedan dari negeri Bavaria ini tetap eksklusif dan mempunyai kelas.

Yang bikin Nanda lebih kepincut lagi, SL500 yang diproduksi terbatas itu, sekujur bodi telah mendapat sentuhan dari FAB Design. Rumah modifikasi yang cukup terkenal asal Swiss. Ketika jatuh ke tangan Nanda pun sudah menggunakan body kit dan kaki-kaki garapan FAB Design.

"SL500 FAB Design buat gue merupakan collector item yang sangat langka dan sulit didapatkan di Indonesia," komentarnya, meski ia harus menunggu sampai lima bulan. Dikatakannya, sulit mendapatkan SL500 dengan hanya memesan, tapi harus komplet dengan mobilnya, apalagi kala diproduksi hanya mengeluarkan satu warna, yakni silver.

Dari sekujur 'tubuh' produk MB, perhatikan eksterior, paling banyak digarap FAB. Mulai dari bumper depan, belakang, gril serta side skirt dibuat dengan kualitas tinggi. Sekalipun banyak penambahan, tidak akan menaikkan bobot lantaran sektor yang disentuh menggunakan bahan karbon komposit.

Malah tampilan aero kit dengan lekukan desain trapezodial plus dan keberadaan air scoop berdimensi besar, bikin sosok SL500 bermesin 5.000 cc V8 semakin berotot. Adapun bagian buritan, FAB cukup jeli mengubahnya sehingga ketika dilihat sangat berisi.

Seperti spoiler belakang, sekalipun minimalis, tetapi tampilan menjadi anggun dipadu dengan diubahnya desain muffler. Dengan bentuk segitiga, keduanya disatukan dan ditempatkan di bagian di tengah.

Begitu clean dan fresh. Terlebih, aplikasi butterfly door pada tubuh SL500 semakin membuatnya fenomenal. Namun, tak terkesan murahan. Hasilnya, Nanda semakin percaya diri pada saat turun dari mobil kesayangannya ini.

01 July 2009

Kijang Innova Senyaman Vellfire

Ternyata Kijang Innova bisa dimodifikasi juga. Hal ini seperti dilakoni Prawira Harja Subagio yang coba mengubah tampilan medium MPV dari Toyota itu dengan mengambil langkah face off penampilan sporty Vellfire. Karena, menurut Wira, sapaan karib Prawira, itulah MPV Toyota yang paling baru dan mewah.

VAJ Surabaya sebagai rumah modifikasi yang mendandani mobil mengambil contoh Vellfire tipe Z. Pertimbangannya, menurut Roy Adhyanto (punggawa VAJ), tipe itu sudah dilengkapi dengan aerokit yang lebih sporty, terutama bumper depan yang berkarakter.

Tampilan Innova jadi lebih ceper. Ini dikarenakan pengimbuhan bibir dengan permukaan yang tebal, kemudian bagian sudut dari bumper depan yang agak menjorok. Karena dimensi beda jauh, Roy harus mengubah dan ada penyiasatan besar-besaran. "Saya mesti kecilin kurang lebih 15 persen," ujar Roy.

Mengingat kendaraan ini untuk keperluan harian, maka tulang bawaan yang berada di depan radiator urung dilepas. Hal ini tentu saja merujuk kekuatan dimensional sekitar apron.

Untuk menyiasati bukaan pintu dan struktur yang berbeda, maka side skirt dan bumper belakang diambil dari model custom. Roy merasa takut mentok kalau panel pintu kayak Vellfire dipasang. Lagi pula, pintu Vellfire kan model geser.

Maka, dasar pilihannya mengacu pada jenis add on. Roy mempercayakan hal itu pada desain Wald Exclusive Edition. Memang, aslinya komponen itu untuk Mercy S-Class. Namun, pemilihan ini bukan berarti bebas dari masalah. Roy harus melepas towing belakang agar knalpot bisa agak ke pinggir.

Intinya, ingin menempatkan kuartet muffler (2 set double muffler) pada titik potensial terjauh yang bisa dicapai. Tampilan jadi lebih bergengsi dengan pemakaian velg 22 inci dengan lebar 9 inci ber-offset 45. Memang, bibir sepatbor terpaksa harus di-roll dengan cara digerinda.

Kompensasi lainnya, suspensi pun harus diubah dari standar menjadi semi-rigid. Untuk sokbreker pakai Tokico dengan per buatan Tein.

Melongok ke interior, area ini juga didandani supaya kenyamanan ala Vellfire bisa dinikmati. Hal itu seperti jok baris kedua, yang pada bagian tengah dikasih semacam console box buat meletakkan minuman.

10 June 2009

Honda Tampilkan Jazz 1.200 cc di India

Pasar sedan kecil hatchback di India kini didominasi oleh Suzuki dengan A-Starnya. Honda Motor Co (HMC) coba merebut kue enak di kelas kendaraan kecil itu dengan menyodorkan senjata andalannya Honda Jazz. Selain itu meningkatkan penjualan global, produsen terbesar kedua di Jepang, itu ingin menggoyahkan dominasi Suzuki Motor Corp dan juga Hyundai Motor Co.

Jazz yang dilansir HMC di India tidak seperti yang di Indonesia berkapasitas mesin 1.500 cc. Dapur pacunya 1.200 cc dan 77% komponennya dibuat di India. Demikian dikatakan manajemen Honda India seperti dikutip kantor berita AP. Honda Siel Cars India yang merupakan perusahaan patungan antara Honda dan India Siel Ltd, selaku produsen Honda akan memproduksi kendaraan di Greateer Noida yang terletak di Uttar Pradesh.

Sementara itu, Toyota Motor Corp., Ford Motor Co. dan Volkswagen AG juga berencana untuk menjual kendaraan kecil di India. Di negeri ini, Suzuki mengangkangi lebih dari separo pasar yang ada.

Sebagai negara berkembang yang perekonomiannya tumbuh paling cepat kedua di dunia, kemungkinan akan melipatgandakan penjualan mobilnya menjadi 3 juta unit pada tahun 2015. Hitungan ini tentu saja berseberangan dengan kemerosotan penjualan di AS, Jepang dan Eropa.

"Untuk semua pabrikan, sangat penting untuk mengisi pasar hatchback di India," kata Puneet Gupta, Analis CSM Worldwide Inc. Menurutnya, dengan pertumbuhan kelas menengah di India, tentu saja tidak ada satu pabrikanpun yang bisa menghindari segmen ini.

Menurut Society of Indian Automobile Manufacturers, mobil kecil mengisi 73% penjualan semua kendaraan yang ada di India per 31 Maret.