09 August 2009

Nissan Navara Bergaya American Style

Mengubah tampilan mobil Jepang menjadi bergaya American style bukan pekerjaan gampang. Masalahnya, dari sisi karakter, bentuk dan desain antara wajah Asia dan Negeri Paman Sam sangat beda.

Tapi, keinginan Dimas Arki Jatipratama mengubah tampilan Nissan Navara TDCi 2009 miliknya bertampang DUB ala American style sudah bulat. Alasannya, ia ingin beda tampilan dari kebanyakan modif double cabin yang marak dengan model city slicker.

Pewujudan ambisinya dilakukan pada bagian detail untuk memperoleh hasil yang baik. Seperti bagian depan, bagian ini diubah beraroma muscle ala Amerika. "Gril dan bumper dibuat ulang plus ditambahkan jaring-jaring kawat," ungkap Opic dari Lm&T, pihak yang diserahi tugas bagian bodi.

Perubahan pada bumper tampak pada penyiasatan ornamen jaring serupa dengan gril pada mud-guard. Tampilan dipermanis dengan penyematan cover fog lamp custom.

Ciri kental model DUB tampak pada pemakaian velg ukuran 24 inci dari MHT dengan desain palang lima. Agar kesan muscle kian kuat, bumper belakang dilabur hitam.

Karena menggunakan ban super-lebar, jadi enggak lucu kalau suspensi enggak ikut dibenahi, apalagi Navara memiliki struktur kaki-kaki yang tinggi, sulit kalau mau dibikin ceper.

"Suspensi harus benar-benar di-custom semua," ungkap Dimas. Untuk mendekatkan ground clearance ke tanah, sistem per daun bagian belakang dicampur dengan punya Toyota Kijang. "Batang per dibalik jadi ke bawah gardan," bilang Dimas.

Dengan per dibalik, meski dipres, buritan benar-benar terlihat ceper. Perubahan termasuk ke bagian damper penahan benturan, yang asli punya mobil diganti dengan karet yang lebih tipis.

08 August 2009

Senjata Andalan Hyundai i20: Mesin Diesel Turbo Common Rail

Hyundai Getz “games over”, muncul i20 sebagai pengganti dengan penampilan makin menantang. Bagi PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI), i20 adalah produk keduanya yang dipasarkan di Indonesia dengan pembuka “i” setelah i10 yang diluncurkan Maret lalu.

Hyundai i20 masih berada dalam kelompok mobil kota (city car). Dengan dimensi dan mesin yang digunakan plus harga, mobil kecil ini dibagi lagi dalam segmen “medium city car”. Segmen ini terbesar pangsa pasarnya sekaligus paling “beringas” arenanya.

Pemain yang sudah malang melintang di segmen ini adalah Honda Jazz, Toyota Yaris, Suzuki SX4 dan Swift, Nissan Livina dan X-Gear 1,5 liter, Daihatsu Sirion, Chevrolet Aveo, KIA Pride, Mazda2, Proton Gen2 dan Neo, Subaru R1 dan R2, serta VW Polo. Juga ada saudara i20 sendiri, yaitu Avega.

Mesin diesel. Strategi yang dilakukan PT HMI untuk mendukung penjualan i20 cukup menarik. Varian produk yang ditawarkan tidak didasarkan pada fitur atau transmisi. Kali ini, Hyundai menawarkan dua pilihan mesin kepada konsumen mobil kota Indonesia, bensin, dan diesel. Keduanya sama-sama berkapasitas 1,4 liter. Di beberapa negara, selain kedua mesin di atas, juga ditawarkan i20 dengan mesin bensin 1,2 liter dan 1,6 liter.

Dengan ini, i20 dapat dinilai melakukan terobosan di segmen atau kelasnya karena satu-satunya mobil kota yang menawarkan mesin diesel. Kemudian, bagi mereka yang ingin biaya operasional ekonomis, i20 diesel layak jadi pertimbangan, mempertimbangkan tingkat kemacetan lalu lintas kota besar, utamanya Jakarta.

Mesin diesel yang diusung i20 adalah versi mutakhir, yaitu common rail, Hyundai menyebutnya CRDi, 4 silinder, 16 katup. Mesin ini juga dilengkapi dengan senjata pamungkas diesel, yaitu turbocharger.

Kemampuan menghasilkan tenaga tidak jauh beda dengan versi bensin. Jika mesin bensin menghasilkan tenaga 100 PS @6.300 rpm, diesel 90 PS @4.000 rpm. Namun, keunggulan yang tidak bisa disamai oleh mesin bensin dan dipastikan “pas” buat kondisi lalu lintas macet adalah karakteristik torsi maksimumnya, 22,5 kg-m @1.750–2.750 rpm (flat). Bandingkan dengan versi bensin: 13,9 kg-m @4.200 rpm.

Klaim tenaga tersebut berdasarkan hasil tes Hyundai Korea (khususnya diesel) dengan menggunakan bahan bakar diesel yang memiliki kualitas lebih baik. Hal itu antara lain kadar sulfur yang rendah dan nilai “cetan” yang lebih tinggi. Hal yang sama juga berlaku untuk mesin dengan oktan yang lebih tinggi, tentunya atau biasanya paling rendah 92 untuk mesin dengan perbandingan kompresi di atas 10:1.

Solar biasa. Inilah yang membuat Jongkie D Sugiarto, Presdir HMI, lebih banyak membahas versi diesel saat memperkenalkan produk terbarunya. Dijelaskan, sebelum dipasarkan, mesin diesel tersebut ini sudah dicoba dengan solar biasa Indonesia.

“Tidak perlu Pertadex karena memang sulit mendapatkannya. Prinsipal kita membolehkan menggunakan solar biasa. Sama dengan merek lain yang juga sudah menggunakan teknologi yang sama,” ujar Jongkie.

Saat Kompas.com coba mengamati suara dan getaran dari mesin diesel Hyundai ini, itu sungguh sangat menarik; halus sekali dan tidak berbeda jauh dibandingkan dengan versi bensin. Namun, akselerasi belum bisa diuji. Akan tetapi, bila melihat torsi yang diperoleh pada putaran rendah dan flat, dipastikan, untuk 0–100 km/jam, diesel jago!

Penampilan. Penampilan i20 cukup dinamis, terutama grill bumper bawah berukuran besar dengan bentuk trapesium. Ciri khas lainnya adalah garis "lipatan" samping yang melintang dari fender depan sampai ke lampu belakang.

Transmisi. Untuk transmisi, ditawarkan dua pilihan manual (5 kecepatan) dan otomatik (4 kecepatan). Khusus untuk diesel, hanya menggunakan transmisi manual dengan harga Rp 177,5 juta (off the road). Dengan tambahan pajak, berarti harga on the road hampir menyentuh Rp 200 juta.

Perlengkapan lainnya adalah audio dengan interface yang sudah disiapkan untuk iPod. Pada versi yang dipasarkan di Indonesia, audio tampil dengan warna metalik. Adapun jok dan sandarannya bermotif dengan warna gelap. Untuk door trim dan dasbor tampil dengan dua warna.

Varian i20 terdiri dari standar, yaitu GL transmisi otomatik dan manual. Varian yang lebih lengkap adalah SG dengan pilihan transmisi manual dan otomatik. Hyundai menyebutnya i20 untuk mereka yang berorientasi keluarga. Versi ini dilengkapi dengan sunroof, lampu kabut, dan setir dengan tombol-tombol untuk mengontrol audio.

Untuk roda, varian GL pakai 175-70R14, sementara SG menggunakan ukuran 180-60R15.

Spesifikasi
Dimensi (mm)

Bensin
Diesel
Panjang
3.940
Lebar
1.710
Tinggi
1.490
Jarak sumbu roda
2.525
MESIN
Tipe
Bensin, CVVT

Turbo Diesel Common Rail

Kapasitas (cc)
1.396
1.396
Diameter x langkah (mm)
77 x 74,99
75 x 79
Perbandingan kompresi
10,5 : 1
17,0 : 1
Tenaga maks. PS @rpm
100 @5.500
90 @4.000

Torsi maks. kg-m @rpm

13,4 @4.200
22,5 @1,750-2.750
Kapasitas tangki bensin
45 liter

07 August 2009

Hummer H2 Limusin Bar Berjalan

Jumlah Hummer yang berkeliaran di Jakarta sudah bisa terhitung dengan jari. Mulai dari tipe H2 sampai H3 pun ada. Namun, untuk model limusin seperti Anda lihat, yang identik dengan gaya hidup selebriti Hollywood itu, baru ada satu di Tanah Air ini.

Kesempatan menjajal SUV premium dengan panjang ekstra dari Amerika ini menjadikan pengalaman emas. Mengemudikannya butuh perlakuan khusus, terutama membelok atau saat melakukan manuver parkir karena panjang bodi sampai 200 inci.

Posisi pengemudi sama persis dengan H2 standar. Hanya, karena dimensi sudah molor, sistem pengereman menggunakan cakram berlubang yang dikombinasi dengan kampas rem high performance. Termasuk, kemampuan power steering juga ditingkatkan serta penggunaan ban all-terrain yang mampu menopang SUV berbobot (kini) mendekati 3 ton itu.

Namun, bukan itu yang menjadi kelebihan dari limusin ini. Nilai jualnya terletak pada interior di belakang pengemudi yang didesain khusus untuk entertaiment. Dilengkapi dengan bar dan dipadu desain jok model "L", kabin menjadi tampak mewah.

Kalau disuruh pilih, mengemudi atau duduk manis di ruang car entertaiment, yang terakhir jadi pilihan. Namun, beruntung sekali bisa mengemudikannya, meski dalam jarak pendek.

06 August 2009

Toyota Avanza Bisa Joget dan Tak Takut Polisi Tidur

Jangan berdebat soal menceperkan mobil sama M.Rudiansyah. Ia cukup berpengalaman lantaran berbagai eksperimen sudah dijalankan. Termasuk cuma pakai per dua ulir tanpa sokbreker yang pernah diterapkan pada Toyota Avanza. Bagi dirinya, terpenting tampilan dulu, soal kenyamanan jadi nomor sekian," tegas Boy - sapaan karib Rudiansyah penuh semangat.

Masih mengenai mobil ceper bersama low multi purpose vehicle (MPV) Toyota, Boy kali ini mengandalkan air suspension (airsus). Ia menyukai airsus lantaran mobil bisa ceper banget dan bantingan tidak terasa keras. Dan pilihannya jatuh pada buatan Air Lift, tapi punya BMW yang di custom lagi, kata Richard Salim dari JDM Motorsport yang memasanginya.

Dipilihnya punya BMW, menurut Richard, kedua mobil memiliki sistem kerja sokbreker dan per yang saling terpisah. Tak banyak dilakukan ubahan. Hanya membuatkan dudukan balon yang sesuai dengan konstruksi kaki-kaki Avanza.

Untuk seperangkat arisus bersistem 4 titik ditebus Boy dengan biaya Rp30 jutaan. Menurut Richard, kerja balon dipisahkan sama selenoid masing-masing. Selenoid terpasang pada masing-masing jalur udara ke balon di setiap ban yang disambungkan ke 2 sakelar yang berbeda.

Kompresor oleh Richard dibekali yang berspek bisa mencapai 80 Psi. Ini akan menimbulkan efek gerak yang cepat. Jadi, sekali pencet, balon airsus akan mengembang atau mengempis seketika.

Sekalipun sudah menggunakan airsus, Boy sempat ingin mencoak sasis agar makin ceper. "Saya ingin ban celup semua ke bodi,"ujarnya. Jelas, sangat berbahaya karena akan bikin tulang patah dua.

Agar mobil menempel ke permukaan jalan, maka ia membuat body kit super-gondrong. "Saya buat modelnya custom termasuk gril," bilang Boy. Konsep modifikasi eksterior lebih mengarah ke VIP style.

Sementara interior, khusus ruang belakang sarat dengan perangkat audio. Semua jok kulit dengan konsep Garson style.