12 August 2009

Mitsubishi iMiEV Sport 4WD: Tenaganya Listrik Murni

Pada IIMS 2009, Mitsubishi menampilan satu mobil konsep, yaitu iMiEV Sport. Mobil listrik Mitsubishi ini berbeda dengan yang dipajang tahun lalu dan juga yang sudah dipasarkan di Jepang tahun ini.

Seperti juga mobil konsep yang dipamerkan produsen lain, iMiEV Sport sudah diperkenalkan ke publik pertama kali pada Tokyo Motor Show pada Oktober 2007. Versi terakhir mobil sport listrik dari Mitsubishi ini adalah iMiEV Sport Air yang diperkenalkan pada Geneva Auto Show, Maret lalu.

Tiga motor. Karena dirancang sebagai mobil sport dua pintu, kapasitas interiornya 2 + 2. Jok belakang hanya untuk anak kecil. Karena itu pula, bagian berlakang Sport lebih landai dibandingkan versi empat pintu.

Bagi Mitsubishi, iMiEV Sport sebagai bukti bahwa mobil listrik juga bisa dikebut. Menurut perusahaan yang memang sangat jago di bidang kelistrikan ini, iMiEV Sport dapat digenjot sampai 180 km/jam.

Sistem penggerak mobil listrik ini four wheel drive (4WD) atau bisa juga disebut sebagai all-wheel drive. Kendati demikian, hanya dua motor listrik yang langsung dipasang pada roda, yaitu di depan.

Adapun roda belakang sebagai penggerak utama, menggunakan satu motor listrik saja. Di sini, motor lebih dulu menggerakkan as roda belakang. Mitsubishi menyebut sistem iMiEV Sport ini dengan E-4WD atau Electric Power 4-Wheel Drive.

Kerja seluruh roda dikontrol oleh komputer yang disebut S-AWC (Super All Wheel Control). Sistem ini dikombinasikan dengan E-AYC (Electric Active Yaw Control), ABS dan ACS (active stability control). Dengan sistem kontrol tersebut, kemampuan mobil sport mungil ini bermanuver diyakini mantap sekali.

Fitur lain adalah sistem pemulihan atau regeneratif energi alias KERS (pada F1). Jadi, ketika mobil direm atau kecepatannya dikurangi, energi yang kinetik atau gerak mobil dan komponennya diubah menjadi listrik. Selanjutnya, energi disimpan di baterai lithium-ion.

Eksterior. Mitsubshi mengusung konsep layout belakang-tengah, sama seperti iMiEV empat pintu. Baterai ditempatkan di kolong mobil, sedangkan motor listrik, inverter, plus charger berada di bagasi.

Bodi menggunakan struktur ruang rangka yang dibuat dari aluminium. Begitu juga dengan komponen suspensi. Tujuannya membuat mobil lebih ringan. Selain gesit, penggunaan energi juga jadi efisien.

Tambahan lain adalah sel surya di atap untuk mengoperasikan AC atau sebagai tambahan energi buat baterai. Pada sisi kanan dan kiri bumper depan dipasang pula dua baling-baling yang bekerja ketika mobil direm. Adapun kaca, jenis yang bisa inframerah.

Untuk menghemat energi, untuk lampu belakang digunakan LED. Begitu juga lampu sein pada spion luar. Beberapa komponen interior, seperti karpet, door trim, panel belakang jok, dan tutup jok samping dibuat dari plastik ramah lingkungan, yang disebut Mitsubishi “green plastic” dengan bahan dasar tanaman.

Interior sport. Kabin bergaya sport dengan gril AC bulat. Interior dilengkapi dengan filter bio-clear dan deodorize (penghilang bau) serta pembangkit oksigen. Layar monitor untuk berbagai informasi berada di tengah setir yang didominasi warna biru.

Di tengah bawah dasbor, dipasang pula layar informasi status kerja mobil. Yang cukup menarik, untuk memperkuat kesan listrik atau elektronik, kedua pedal permukaan diberi motif printed circuit board seperti pada model alat elektronik.

Mitsubishi tampaknya lebih cenderung mengembangkan mobil listrik ketimbang hibrida, kendati menghadapi kendali dengan infrastruktur. Hal itu terutama ketersediaan ke stop kontak, saat mobil diparkir di mal, atau tempat lainnya.

Kalau di rumah, tak ada masalah. Tinggal, colokkan "stekker mobilo" (di belakang mobil) ke stop kontak. Baterai pun diisi lagi. Bebas polusi dan tak berisik, lagi!

Spesifikasi iMiEV
Dimensi (mm)
Panjang
3.450
Lebar
1.600
Tinggi
1.400
Jarak sumbu roda
2.550
Trek depan & belakang
1.405 & 1.405
Berat
970 kg
Sistem penggerak
Motor listrik 4WD
Kecepatan maks.
180 km/jam
Jarak tempuh
setiap pengisian

(mode 10 – 15)

200 km

Waktu pengisian
200V/ 15A
8,5 jam
100V/ 15A
17 jam
Pengisian cepat
(3-fasa,200V/50kW)
35 menit (80%)
Motor
Tipe
Magnet permanen,
motor sinkronus
Depan: motor pada roda
Belakang: satu motor
Tenaga maks.
Depan: 20 kW x 2,
Belakang: 47 kW
Torsi maks.
Depan: 250 Nm x 2,
Belakang: 180 Nm
Baterai
Tipe
Lithium-ion
Total tegangan
330 V
Setir
Rek & pinion,
power steering listrik
Suspensi
Depan
MacPherson strut
Belakang
De Dion tube
Ukuran ban
175/ 45R17

11 August 2009

Mobil Menteri Tampil Makin "Sporty"

Sedan kelas menengah (mid size) dari Toyota, yaitu Camry, yang juga dikenal sebagai mobil menteri pada kabinet pemerintahan Indonesia sekarang ini, kini telah berganti wajah.

Memang tidak banyak yang dipoles, tetapi cukup membuat penampilan New Camry (namanya berasal dari kata canmuri, dalam bahasa Jepang berarti mahkota) lebih dinamis tanpa mengorbankan kesan eksklusifnya.

Polesan paling kentara adalah lampu dan bumper depan, serta lampu belakang. Menurut Toyota, gril radiator berubah, tetapi tidak terlalu mencolok. Pada Camry baru, permukaan lampu depan lebih luas dan bentuknya berbeda dengan versi sebelumnya. Sedangkan bumper dan rumah lampu kabut benar-benar baru. Di samping itu, desain roda juga sedikit berbeda.

Di belakang, perubahan berarti bila dibandingkan dengan versi sebelumnya adalah lampu kombinasi. Kendati bentuknya masih sama dengan versi lama, posisi lampu putih atau lampu mundur pindah ke bawah. Di samping itu, juga ada tambahan dua lampu kecil merah pada bumper.

Khusus untuk tipe 3,5 Q, bagian belakangnya berbeda dengan 2,4. Pada tipe 3,5 Q digunakan dua lubang knalpot, sedangkan pada tipe 2,4 hanya satu. Dengan ini, penampilan Camry 3,5 Q lebih dinamis dan bergaya sporty dibandingkan versi 2,4.

Beda Ban. TAM memasarkan New Camry dalam tiga varian. Pertama dibedakan berdasarkan mesinnya. Versi standar menggunakan mesin 2,4 liter. Sedangkan yang paling mahal bermesin 3,5 liter. Versi 2,4 juga terdiri dari dua varian, yaitu 2400G dan 2400V. Sayang, detail perbedaan kedua varian terakhir tidak dijelaskan TAM. Perbedaan secara fisik, hanya ukuran ban yang digunakan. Jika 3,5 Q dan 2,4V menggunakan ban 215/55-R17, 2,4G ban, dan rodanya 215/60-14.

Menurut TAM, dari varian tersebut yang paling laris manis adalah Camry 2,4 liter. "Kita tidak mengira permintaan konsumen Indonesia terhadap Camry 2,4 liter sangat tinggi. Malah kita terlambat mengimpornya," jelas Johnny Darmawan, Presdir PT TAM.

Jok Pijat. Interior tidak banyak perubahan. Kendati demikian, ada fitur baru yaitu meter kombinasi atau panel instrumen dengan tri color optitron. Khusus untuk 3,5Q, kedua jok belakangnya bisa memijat (hanya untuk badan).

"Ini kelebihan baru Camry. Lexus hanya dilengkapi satu jok yang bisa memijat, namun mulai dari kepala sampai badan," beber Johnny Darmawan. Juga tambahan kantung pengaman samping dan vehicle stability control (VSC) dan sunroof untuk 3,5 Q.

Semua varian Camry dilengkapi dengan jack audio untuk iPod yang berada di konsol boks. Juga ada kontrol untuk audio, AC, dan jok yang dipasang di tengah jok belakang. Pada versi 3,5Q, kedua sandaran joknya malah dapat disetel kemiringannya. Sedangkan jok yang bisa memijat hanya untuk tipe 3,5Q.

Tambahan lainnya adalah penerangan interior dengan menggunakan lampu LED. Seperti mobil kelas atas lainnya, Camry juga dipoles dengan lapisan panel bernuasa kayu (wood panel) pada beberapa bagian, yaitu antara bagian atas setir dan tempat tongkat transmisi, door trim, bagian tengah dashboard kiri, dan list panel tombol kontrol belakang.

Spesifikasi New Camry
Dimensi (mm)
3.5Q AT
2.4V AT
2.4G AT
Panjang
4.825
Lebar
1.820
Tinggi
1.470
Jarak Poros Roda
2.775
Mesin
2GR-FE
2AZ-FE
Tipe
V6, 24 katup, DOHC,
Dual VVT-i
4 silinder, segaris, 16 katup,
DOHC, VVT-i
Kapasitas mesin
3.456 cc
2.362 cc
Daya maks.
277 PS @6.200 rpm
167PS @6.000 rpm
Torsi maks.
25,3 kg-m @4.700 rpm
22,8/4.000 rpm
Sistem pasokan
bahan bakar
Sistem injeksi elektronik
Bahan bakar
Unleaded
Kapasitas tangki
70 liter
Transmisi
Otomatik 6 kecepatan, sequential
Otomatis 5 kecepatan, sequential
Suspensi
Depan
McPherson strut, per koil, stabiliser
Belakang
Dual link strut, per koil, stabiliser
Rem
Depan
Cakram berventilasi dengan ABS + EBD & BA
Belakang
Cakram ABS + EBD & BA
Ban: Depan & belakang
215/55-R17
215/60-R16

10 August 2009

Leaf, Andalan Masa Depan Nissan Menantang Hibrida

Nissan Motor Co, produsen mobil nomor tiga terbesar Jepang, Minggu (2 Agustus) lalu memulai era barunya. Perusahaan tersebut meluncurkan andalan masa terbaru untuk menghadapi penetrasi mobil hibrida, yaitu hatchback listrik, yang diberi nama Leaf.

Nama tersebut dipilih karena daun adalah pemurni udara di atmosfer. Bagi Nissan, Leaf nantinya akan memurnikan mobil dari polusi atau kendaraan tanpa emisi.

Pengamat menilai, gebrakan Nissan ini merupakan upaya mereka tetap bisa bersaing dengan dua produsen utama Jepang, Toyota, dan Honda. Pasalnya, Toyota dan Honda berhasil memproduksi dan memasarkan mobil hibrida secara massal. Bahkan, Toyota, melalui Prius, sukses memasarkan mobil hibrida di Amerika Serikat dan Jepang. Sementara itu, Nissan tidak punya andalan di segmen hibrida.

Bukan eksklusif
“Kami melihat mobil listrik bukan eksklusif (niche), tetapi produk massal,” ungkap Carlos Ghosn, Presdir sekaligus CEO Nissan Motor Co.

Ia menambahkan, masalah yang dihadapi mobil listrik sekarang ini adalah kapasitas produksinya yang masih kalah dibandingkan dengan kendaraan bermesin bensin. Namun, soal kemampuan, seperti Leaf, sangat bertenaga.

“Sama dengan mobil bermesin bensin yang dilengkapi turbo. Kelebihannya tidak ada gejala turbo lag. Di samping itu, tidak perlu ganti gigi,” lanjutnya. Dalam hal ini, Nissan menggunakan "shift by wire".

Diakuinya, di masa transisi sekarang, mobil hibrida makin populer di beberapa pasar dunia. Kendati demikian, ia menilai, mobil tersebut masih eksklusif. Pasalnya, mobil hibrida baru menguasai 2 persen pasar global.

Tahun depan
Nissan Leaf sendiri baru dijual akhir tahun depan di Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Ghosn sangat bangga dengan andalan masa depan ini. “Leaf adalah sukses besar Nissan. Seluruh karyawan Nissan bangga dengan mobil,” katanya.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Nissan, dimensi Leaf sama dengan Grand Livina. Tepatnya (dalam mm): Panjang 4.445, lebar 1.770, dan tinggi 1.550. Sementara itu, Grand Livina punya panjang 4.420, lebar 1.690, dan tinggi 1.595. Modelnya juga sama, hatchback! Namun, wajah Leaf lebih landai, aerodinamis, untuk meningkatkan efisiensinya.

Jarak tempuh: 160 km
Performa Leaf yang diunggulkan Nissan adalah satu kali isi baterai bisa digunakan untuk jarak 160 km (*US LA4 Mode). Baterai yang digunakan adalah lithium ion khusus dengan ukuran lebih kecil dan dilaminasi.

Berdasarkan survei yang dilakukan Nissan secara ekstensif terhadap konsumen global, mereka puas dengan kemampuan tersebut. Pasalnya, 70 persen pemakai mobil di dunia setiap harinya menggunakan mobil rata-rata 160 km. Kemampuan lainnya, beterai bisa diisi secara cepat, yaitu 30 menit sampai 80 persen.

Pengisian di rumah dengan tegangan 200 volt di Jepang membutuhkan waktu 8 jam. Kondisi tersebut cukup bila mobil digunakan kembali esok hari dengan start di pagi hari.

Performa
Baterai lithium-ion yang digunakan Nissan mampu menghasilkan tenaga 90 kW (120 PS) lebih. Sementara itu motor listriknya menghasilkan tenaga 280 kW dan torsi 280 Nm. Kemampuan ini memastikan Leaf sangat responsif, enak dikebut, dan membuat pengemudinya seperti mengemudikan mobil sport bermesin bensin. Kecepatan tertinggi yang bisa dicapai 140 km/jam.

Ditambahkannya, mobil ini tidak lagi dilengkapi knalpot. Saat dijalankan, mobil tidak menimbulkan suara berisik. Tidak ada emisi atau gas rumah kaca. Lantas, dengan tambahan regenerative brake system (RBS), Leaf menjadi sebuah mobil yang sangat efisien dalam hal konversi energi.

Juga dijelaskan, mobil listrik ini akan dirakit di Oppama, Jepang. Untuk meningkatkan kapasitas produksi, Leaf juga dibuat di Smyrna, Tennesse, Amerikat Serikat.

Sementara itu, baterai lithium-ion diproduksi di Zama, Jepang. Bila permintaan meningkat, kapasitas produksi ditingkatkan dengan mendirikan pabrik di Amerika Serikat, Inggris, dan Portugal. Yang juga sedang dilakukan, studi untuk membangunnya di negara lain.

Mantan PM Jepang
Peluncuran dilakukan bersamaan dengan peresmian markas global baru Nissan di Yokohama. Ghosn mengemudikan Leaf berwarna biru langit ke panggung dengan penumpang mantan Perdana Menteri Jepang, Junichiro Koizumi, plus dua tamu lainnya.

“Hari ini kami merayakan awal bab baru dari kehidupan perusahaan kami,” ungkap Ghosn. Menurutnya, pada 2020, 10 dari kendaraan yang dibuat atau dipasarkan, 1 adalah mobil listrik.

Disewakan
Perusahaan mobil, seperti Toyota dan Volkswagen AG, juga mengumumkan rencana peluncuran mobil listrik dalam beberapa tahun mendatang. Namun, menurut mereka, butuh waktu satu dekade untuk sampai ke kinerja seperti mobil bermesin bensin sekarang ini.

Pasalnya, harga beterai lithiun-ion masih mahal, rentang penggunaannya terbatas dan waktu pengisian yang lama, terutama bila mengandalkan teknologi baterai sekarang ini.

Nissan belum bisa mematok harga Leaf. Hanya dijelaskan, jika harga baterai lithium-ion nantinya makin murah, dipastikan harga mobil ini bisa bersaing dengan mesin bensin.

Karena masih mahal, seperti yang dilakukan oleh Mitsubishi dengan iMiEV-nya dan Toyota dengan Prius plug-in, pada tahap awal, Nissan mempertimbangkan untuk menyewakannya kepada perusahaan atau departemen pemerintah di Jepang.

09 August 2009

Nissan Navara Bergaya American Style

Mengubah tampilan mobil Jepang menjadi bergaya American style bukan pekerjaan gampang. Masalahnya, dari sisi karakter, bentuk dan desain antara wajah Asia dan Negeri Paman Sam sangat beda.

Tapi, keinginan Dimas Arki Jatipratama mengubah tampilan Nissan Navara TDCi 2009 miliknya bertampang DUB ala American style sudah bulat. Alasannya, ia ingin beda tampilan dari kebanyakan modif double cabin yang marak dengan model city slicker.

Pewujudan ambisinya dilakukan pada bagian detail untuk memperoleh hasil yang baik. Seperti bagian depan, bagian ini diubah beraroma muscle ala Amerika. "Gril dan bumper dibuat ulang plus ditambahkan jaring-jaring kawat," ungkap Opic dari Lm&T, pihak yang diserahi tugas bagian bodi.

Perubahan pada bumper tampak pada penyiasatan ornamen jaring serupa dengan gril pada mud-guard. Tampilan dipermanis dengan penyematan cover fog lamp custom.

Ciri kental model DUB tampak pada pemakaian velg ukuran 24 inci dari MHT dengan desain palang lima. Agar kesan muscle kian kuat, bumper belakang dilabur hitam.

Karena menggunakan ban super-lebar, jadi enggak lucu kalau suspensi enggak ikut dibenahi, apalagi Navara memiliki struktur kaki-kaki yang tinggi, sulit kalau mau dibikin ceper.

"Suspensi harus benar-benar di-custom semua," ungkap Dimas. Untuk mendekatkan ground clearance ke tanah, sistem per daun bagian belakang dicampur dengan punya Toyota Kijang. "Batang per dibalik jadi ke bawah gardan," bilang Dimas.

Dengan per dibalik, meski dipres, buritan benar-benar terlihat ceper. Perubahan termasuk ke bagian damper penahan benturan, yang asli punya mobil diganti dengan karet yang lebih tipis.