Perilaku manusia, baik di rumah, di tempat kerja,
di pergaulan, atau ketika berada di tempat umum
seperti di jalan, adalah cerminan budaya yang
dianutnya. Berikut adalah budaya berkendara orang
Indonesia yang dapat kita amati bersama di jalan:
- Marka dan garis-garis di jalan adalah karya seni
anak jalanan yang suka iseng membuat grafiti. Maka
jejakkanlah ban anda di atasnya sebagai tanda bahwa
anda seorang pengagum seni sejati
- Tanda sudah boleh jalan di persimpangan berlampu
merah adalah bunyi klakson dari kendaraan di
belakang anda, atau berhentinya kendaraan dari arah
lain, atau berjalanya kendaraan yang searah dengan
anda.
- Lampu merah tidak bisa dipercaya karena sering
sekali salah. Atau anda seorang buta warna sehingga
lebih baik percaya kepada orang lain yang matanya
normal untuk melihat dan "memberitahukannya" kepada
anda
- Zebra cross bukanlah tempat menyeberang,
melainkan garis-garis sejajar yang dibuat sebagai
panduan anda menghentikan kendaraan diatasnya
sembari menunggu lampu merah
- Lampu sein harus dinyalakan sebagai tanda bahwa
anda TELAH berbelok
- Kampas rem harganya sangat mahal dan harus dihemat.
Cara paling ekonomis dan paling mudah ketika
menemukan rintangan di jalan seperti orang
menyeberang, kendaraan berhenti, kendaraan berbelok,
orang turun dari kendaraan umum, batu, lobang, dll,
adalah dengan sedapat mungkin melakukan manuver
tanpa menginjak rem sama sekali
- Tidak ada standar bahwa lampu sein harus berwarna
kuning, maka tunjukkanlah kreatifitas anda. Gantilah
Lampu sein anda dengan warna favorit kesukaan,
bisa merah, biru, putih, hijau, ungu, atau bahkan
hitam kelam. Bahkan menukar lampu sein dengan lampu
mundur dan sebaliknya adalah gaya yang sedang "in"
untuk ditiru
- Kalau pengendara di depan anda masih belum
memicingkan matanya berarti anda harus mengganti
lampu depan anda dengan yang lebih terang dan lebih
tinggi watt-nya. Atau ada kemungkinan sudut lampu
anda terlalu rendah, segeralah setel seperlunya
- Pria yang bunyi klakson kendaraannya pelan adalah
seorang banci, demikian juga yang memencet
klaksonnya secara halus. Maka tunjukkan kejantanan
anda dengan menggantinya dengan yang bersuara lebih
besar, dan tekanlah klakson tersebut keras-keras
setiap ada kesempatan
- Anda tahu bahwa anda berada dalam jarak teraman
dengan kendaraan di depan atau di samping anda
ketika anda belum mendengar bunyi tumbukan,
atau gesekan
- Semua rambu-rambu lalu lintas hanya berlaku untuk
pengendara roda empat karena mereka badannya besar
dan membahayakan pengendara lain apabila tidak
mengindahkan.
- Rambu-rambu tersebut hanya berlaku paling lama
sampai jam 12 malam
- Jalan raya dirancang oleh para ahli yang sangat
pandai memperhitungkan dan merencanakan kapasitas
dan ruang jarak antar kendaraan. Maka setiap celah,
seberapapun kecilnya adalah anugerah yang merupakan
hak anda.
- Bahkan ketika sudah tidak ada celah pun, anda
boleh manfaatkan tanah, rumput atau trotoar yang
ada di pinggirnya. Sekali lagi, tunjukkan
kreatifitas anda dalam menciptakan ruang anda
sendiri
- Pencoleng, pencopet, perampok, koruptor adalah
pencuri yang harus dihukum. Namun pengendara yang
mengambil hak jalan orang lain di lampu merah
bukanlah pencuri, melainkan seorang oportunis yang
patut ditiru kepandaian dan kelihaiannya
- Ketika berkendara malam hari di jalan dua arah
yang sempit dan pas-pasan lebarnya, nyalakanlah
lampu jauh anda (dim) TEPAT ketika hendak berpapasan
dengan kendaraan dari arah berlawanan. Semakin lama
semakin baik untuk keselamatan, agar kendaraan
lawan mengetahui keberadaan anda
- Manusia Indonesia diberikan berkah berupa
kemampuan untuk bertelepati. Maka tidak perlu
repot-repot memberi tanda atau sinyal ketika anda
hendak bermanuver, toh semua orang sudah mengerti
PERSIS maksud anda
- Ketika berada di tikungan atau belokan yang
siku-siku, ambillah jarak terdekat dengan membuat
garis miring yang selurus-lurusnya (bahasa
matematikanya: hipotenusa). Orang yang berbelok
dengan membuat kurva melengkung adalah orang bodoh
yang tidak pernah belajar matematika
- Manfaatkan kesempatan yang diberikan oleh
pengendara yang sedang mencari kesempatan berbelok
pelan-pelan di persimpangan pada lalulintas padat
dengan cara mengambil dari tikungan sebelah dalam.
Anda pasti aman karena terlindung oleh kendaraannya
- Menyalip dari kanan sangat tidak aman dan
berbahaya mengingat ada kendaraan dari arah
berlawanan.
- Menyaliplah dari kiri, supaya aman
- Alon-alon asal kelakon adalah falsafah yang sangat
agung dan perlu dilestarikan, bahkan ketika anda
berada di jalur paling kanan
- Sebagai orang cerdas yang lihai membaca situasi,
jangan pernah berhenti menunggu di jalanan yang
sedang padat dan rumit karena bersilang-silangan.
Ambil setiap celah yang bisa diambil dan segeralah
keluar dari situasi yang menyebalkan tersebut.
Jangan beri kesempatan kepada orang-orang sial yang
sedang berupaya pelan-pelan mengurai situasi yang
kacau itu
- Segeralah tambah kecepatan anda jika :
1. Lampu traffic berganti dari kuning ke merah
2. Kendaraan di sebelah kiri depan/kanan depan
menyalakan lampu sein kuning
3. Jika mendekati perlintasan kereta dan
terdengar bunyi bel kereta berdentang
- Perhentian paling baik untuk menurunkan penumpang
adalah persis di kelokan
- Jika ingin belok ke kanan/ke kiri, gunakanlah
lajur kedua atau ketiga dari sisi dimana anda
ingin berbelok
- Garis putih di tengah jalan adalah garis pedoman
supaya jalan kendaraan anda lurus, usahakan agar
garis tsb selalu berada PAS di tengah bodi kendaraan
anda
- Tak perlu membawa jas hujan, payung atau
sejenisnya. Gunakanlah Jembatan penyeberangan,
underpass, jalan tol layang untuk berteduh di kala
hujan.
- Motto heroik pengendara sepeda motor : Lebih baik
mati dari pada harus menginjak rem
02 February 2008
17 January 2008
Isuzu ELF Lulus Pengetesan oleh JIS
Car Categories : :
Isuzu
Sebagai salah satu sekolah internasional di Jakarta, Jakarta International School (JIS) selalu mengedepankan arti pentingnya keselamatan dan kenyamanan bagi anak didiknya. Diantaranya adalah diterapkannya sistem pelatihan bagi seluruh siswa dan siswi, pengajar, pegawai serta driver untuk mengantisipasi gejala yang tidak terduga saat perjalanan, baik sebelum maupun setelah meninggalkan lingkungan sekolah.
Untuk itulah, Rabu (21/11), di hadapan wartawan, para petinggi dari Astra-Isuzu dan Blue Bird Group, JIS melalui para driver serta staf memperlihatkan berbagai keadaan darurat terhadap beberapa unit bus yang dimilikinya. Uji coba bertajuk "Bus Safety Drill" ini diselenggarakan di areal parkir JIS di bilangan TB Simatupang, Cilandak. Tujuannya adalah melatih kesigapan personil JIS dalam menghadapi situasi darurat berhubungan dengan transportasi bus sekolah sehari-hari.
Demonstrasi tersebut berupa uji coba evakuasi dari bus kecil dan medium dengan berbagai cara. Seperti melalui roof exit, memecahkan jendela dari dalam dan luar bus serta pintu bagasi dan diakhiri atraksi peragaan memadamkan api. Keseluruhan demonstrasi tersebut dilakukan oleh para driver dan staf pengajar JIS.
Mikrobis Isuzu ELF NKR55 adalah kendaraan yang digunakan sebagai kendaraan uji. Dan pada kesempatan ini juga ditandai dengan dimulainya penggunaan 20 unit ELF sebagai sarana transportasi JIS. "Kami bangga dengan digunakannya produk Isuzu ELF sebagai sarana transportasi JIS. Ternyata fitur kenyamanan dan pengaplikasian Euro-2 yang kami suguhkan ke dalam ELF ternyata membawa dampak positif," ujar Endro Nugroho, GM Marketing Astra-Isuzu. Endro menambahkan bahwa saat ini Blue Bird telah memiliki 200 unit Isuzu ELF dalam jajaran armadanya, dimana 120 unit diantaranya digunakan oleh JIS.
Sejatinya JIS melalui Blue Bird Group telah melakukan riset pada Isuzu ELF selama 6 bulan, meliputi pengujian pada sektor kenyamanan, keamanan dan keselamatan hingga uji spesifikasi seperti kekuatan chasiss-nya. "Dalam prosesnya kami juga melakukan serangkaian tes dan pengecekan kendaraan demi keamanan driver serta anak didik kami," ungkap Ingrid Viola Wurangian selaku Transportation Manager JIS. Terkait acara ini, Ingrid menambahkan bahwa setiap siswa dan driver telah diberikan beragam pelatihan secara berkala guna mengatasi situasi darurat tersebut.
Untuk itulah, Rabu (21/11), di hadapan wartawan, para petinggi dari Astra-Isuzu dan Blue Bird Group, JIS melalui para driver serta staf memperlihatkan berbagai keadaan darurat terhadap beberapa unit bus yang dimilikinya. Uji coba bertajuk "Bus Safety Drill" ini diselenggarakan di areal parkir JIS di bilangan TB Simatupang, Cilandak. Tujuannya adalah melatih kesigapan personil JIS dalam menghadapi situasi darurat berhubungan dengan transportasi bus sekolah sehari-hari.
Demonstrasi tersebut berupa uji coba evakuasi dari bus kecil dan medium dengan berbagai cara. Seperti melalui roof exit, memecahkan jendela dari dalam dan luar bus serta pintu bagasi dan diakhiri atraksi peragaan memadamkan api. Keseluruhan demonstrasi tersebut dilakukan oleh para driver dan staf pengajar JIS.
Mikrobis Isuzu ELF NKR55 adalah kendaraan yang digunakan sebagai kendaraan uji. Dan pada kesempatan ini juga ditandai dengan dimulainya penggunaan 20 unit ELF sebagai sarana transportasi JIS. "Kami bangga dengan digunakannya produk Isuzu ELF sebagai sarana transportasi JIS. Ternyata fitur kenyamanan dan pengaplikasian Euro-2 yang kami suguhkan ke dalam ELF ternyata membawa dampak positif," ujar Endro Nugroho, GM Marketing Astra-Isuzu. Endro menambahkan bahwa saat ini Blue Bird telah memiliki 200 unit Isuzu ELF dalam jajaran armadanya, dimana 120 unit diantaranya digunakan oleh JIS.
Sejatinya JIS melalui Blue Bird Group telah melakukan riset pada Isuzu ELF selama 6 bulan, meliputi pengujian pada sektor kenyamanan, keamanan dan keselamatan hingga uji spesifikasi seperti kekuatan chasiss-nya. "Dalam prosesnya kami juga melakukan serangkaian tes dan pengecekan kendaraan demi keamanan driver serta anak didik kami," ungkap Ingrid Viola Wurangian selaku Transportation Manager JIS. Terkait acara ini, Ingrid menambahkan bahwa setiap siswa dan driver telah diberikan beragam pelatihan secara berkala guna mengatasi situasi darurat tersebut.
Ford Community Indonesia Gelar Aksi Sosial di Salabintana-Sukabumi
Car Categories : :
Ford
Berpetualang menikmati kesejukan alam pegunungan sambil mengisi musim liburan panjang, merupakan momen terbaik yang jarang dilewati oleh komunitas kendaraan. Terlebih dengan embel-embel untuk meningkatkan keakraban antar sesama anggota plus melaksanakan kegiatan sosial, menjadi prioritas utama yang terus ditanamkan bagi seluruh komunitas di tanah air.
Atas dasar inilah pada Sabtu - Minggu (22 - 23/12) lalu, Ford Community Indonesia (FCI) melakukan touring plus bakti sosial di daerah Salabintana-Sukabumi. Untuk misi-nya kali ini, FCI yang diketuai oleh I Wayan Siu Kumara beserta para anggotanya berkunjung ke kampung Perbawati, area perkebunan PTP VIII guna membagikan sembako kepada 90 kepala keluarga di kawasan tersebut.
Masyarakat sekitar pun menyambut positif itikad baik yang diberikan FCI. Sebelum acara utama dimulai berbagai hiburan dan games menarik bagi anak-anak menjadi suguhan pembukanya. Dalam sambutannya Wayan menuturkan, "Dengan acara ini diharapkan dapat menambah keakraban sesama anggota FCI dan tentunya sambil membagi kebahagiaan bagi orang lain yang membutuhkan". Selain itu, Wayan menambahkan, even ini dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan bagi anggotanya untuk melakukan konvoi dengan baik, tertib, aman dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Keesokan harinya seluruh anggota beserta keluarganya melaksanakan 'hajatan' utamanya, yakni menyusuri medan light-off-road menuju air terjun setinggi 100 meter di Salabintana. Dikelilingi rimbunnya hutan di Taman Nasional Gede-Pangrango serta gunung Salak-Halimun, Ford Ranger, Everest dan Escape yang menjadi tunggangan para anggota FCI seakan lincah melewati lebatnya hutan tersebut. "Kepada para pengguna Ford terutama pemakai Ranger, Everest dan Escape kami ingin memperkenalkan dunia off-road. Tujuannya adalah agar mereka mengetahui fitur, kelebihan dan batas kemampuan dari kendaraan masing-masing di medan off-road," tutup Wayan
Atas dasar inilah pada Sabtu - Minggu (22 - 23/12) lalu, Ford Community Indonesia (FCI) melakukan touring plus bakti sosial di daerah Salabintana-Sukabumi. Untuk misi-nya kali ini, FCI yang diketuai oleh I Wayan Siu Kumara beserta para anggotanya berkunjung ke kampung Perbawati, area perkebunan PTP VIII guna membagikan sembako kepada 90 kepala keluarga di kawasan tersebut.
Masyarakat sekitar pun menyambut positif itikad baik yang diberikan FCI. Sebelum acara utama dimulai berbagai hiburan dan games menarik bagi anak-anak menjadi suguhan pembukanya. Dalam sambutannya Wayan menuturkan, "Dengan acara ini diharapkan dapat menambah keakraban sesama anggota FCI dan tentunya sambil membagi kebahagiaan bagi orang lain yang membutuhkan". Selain itu, Wayan menambahkan, even ini dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan bagi anggotanya untuk melakukan konvoi dengan baik, tertib, aman dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Keesokan harinya seluruh anggota beserta keluarganya melaksanakan 'hajatan' utamanya, yakni menyusuri medan light-off-road menuju air terjun setinggi 100 meter di Salabintana. Dikelilingi rimbunnya hutan di Taman Nasional Gede-Pangrango serta gunung Salak-Halimun, Ford Ranger, Everest dan Escape yang menjadi tunggangan para anggota FCI seakan lincah melewati lebatnya hutan tersebut. "Kepada para pengguna Ford terutama pemakai Ranger, Everest dan Escape kami ingin memperkenalkan dunia off-road. Tujuannya adalah agar mereka mengetahui fitur, kelebihan dan batas kemampuan dari kendaraan masing-masing di medan off-road," tutup Wayan
02 January 2008
Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia
Apakah era AFTA akan mengubah pola dasar mobil niaga yang selama ini menguasai dan mengakar kuat pasar domestik? Secara teori, memang harga mobil bakal turun. Tapi, jangan buru-buru senang dulu. Sebab, jika menilik investasi dalam industri otomotif di tengah krisis tempo hari amat berdampak pada likuiditas agen tunggal di dalam negeri. Contohnya, ada utang yang tak terbayar yang berakibat pada kepemilikan saham agen tunggal mobil diambil alih prinsipal dari negara asalnya.
Walhasil kini kebijakan manufakturing dikontrol langsung oleh pemilik merek. Contoh seperti saham Indomobil yang tinggal 10 persen dari 51 persen. Sahamnya terpaksa dijual ke Suzuki Motor Corporation, Jepang, selaku pemilik merek yang kini menguasai 90 persen saham PT Indomobil Sukses Internasional.
Nasib serupa juga dialami PT Toyota Astra Motor ke Toyota, karena alasan yang sama. Begitu pula PT Honda Prospect Motor yang kini tak jauh beda dengan keduanya sejak diambil alih oleh Honda Motor Co., Ltd.
Tapi sisi positifnya varian baru akan lebih cepat berkembang, apalagi sejak berlakunya AFTA maka komponen antar-ASEAN mendapat tarif bea masuk rendah yang semula 30 persen menjadi 5 persen. Masuknya prinsipal pada gilirannya akan memangkas birokrasi impor komponen dari berbagai sumber sesama pabrik, misalnya antarpabrik Toyota di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Filipina.
Tahun 2003 merek unggulan seperti Toyota Kijang tetap menguasai pasar, diikuti model sejenisnya seperti Isuzu Panther, Mitsubishi Kuda, Daihatsu Taruna, dan minibus Suzuki dan Daihatsu. Namun dari sisi model cenderung ke arah sedan serbaguna atau populer dengan istilah Small MPV (multi-porpuse van), seiring dengan dibukanya keran impor dan dipelopori oleh pabrik mobil Korea, kemudian diikuti oleh Jepang.
Indikasi tersebut terlihat dari semakin berkembangnya varian jenis ini dari berbagai merek, misalnya sejak Oktober lalu merilis Aerio. Berdasarkan riset pasar yang dilakukan Indomobil ternyata konsumen di Indonesia paling menyukai mobil serbaguna (multi purpose vehicle) dengan harga berkisar Rp 120 juta hingga Rp 125 juta.
Tapi berita hebat seputar otomotif yang heboh adalah kolaborasi antara PT Toyota Astra Motor dan PT Astra Daihatsu Motor untuk memproduksi kendaraan berharga di bawah Rp 100 juta, menggembirakan sekaligus mengejutkan.
Menggembirakan karena banyak konsumen yang �pas-pasan� akan segera dapat memiliki mobil baru, Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia. Mengagetkannya, Toyota dan Daihatsu secara tak langsung tak memberi peluang merek lain untuk merebut pasar otomotif tahun depan di kelas Rp 100 juta hingga Rp 150 juta. Segmen pasar otomotif yang diambil kedua merek tadi dinilai cukup bagus dan bisa dikatakan gemuk alias sangat besar.
Kedua merek itu semakin mengokohkan posisinya sebagai kendaraan yang terpopuler. Segmen yang mungkin gigit jari di tahun depan adalah mobil bekas dan city car. Konsumen yang semula menabung dan hanya memiliki dana tipis, mungkin akan beralih untuk membeli yang baru ketimbang yang bekas, toh harganya tak terpaut jauh. City car yang bentuknya mungil apalagi. Harganya yang tak jauh beda, masihkah dilirik konsumen?
Tapi dengan meluncurnya kedua merek tersebut tahun depan, membuat khawatir ATPM yang mengeluarkannya. Kehadiran Daihatsu Xenia yang dipasarkan dengan harga di bawah Rp 90 jutaan diakui petinggi ADM yang mengkha-watirkan Taruna. Kekhawatiran itu terjadi lantaran harga Xenia yang kompetitif itu. �Kita memang agak ketar-ketir dengan Taruna,� ucap Noertjahjo Darmadji, Vice President Director ADM di sela acara peluncuran kedua merek itu di Jakarta belum lama ini.
Menurut data penjualan Gaikindo, penjualan Daihatsu Taruna relatif tidak stabil. Sejak Januari hingga Oktober lalu total penjualannya hanya mencapai 6.201 unit. Dengan demikian rata-rata per bulan penjualan hanya mencapai 620 unit. Padahal, penjualan Xenia ditargetkan menembus angka 1500 unit.
Sekadar informasi, saat ini Daihatsu Taruna dipasarkan dengan harga Rp 105,6 juta sampai Rp 144,6 juta. Sementara harga Daihatsu Xenia yang penampilannya lebih menawan hanya berkisar Rp 77,5 juta � Rp 88,8 juta. Posisi Taruna akan semakin bergoyang dengan hadirnya Toyota Avanza yang basisnya Daihatsu Xenia, yang penampilannya lebih mewah, namun dipasarkan dengan harga di bawah Rp. 100 juta.
Pasar Toyota Kijang pun diduga bakal terkena imbas �senjata makan tuan.� Porsinya akan direbut �adik kandungnya,� Toyota Avanza yang harganya lebih kompetitif. Tapi ketika hal ini dikonfirmasi kepada salah satu petinggi TAM, menurutnya Kijang bisa memuat 9 orang. Dengan kata lain, pangsa pasar Kijang berbeda dengan Avanza. Kita lihat saja perkembangannya tahun depan.
Benarkah pasar otomotif bakal didominasi kedua merek ini tahun depan apa jurus ATPM lain untuk menangkal jurus maut Toyota dan Daihatsu itu?
Dalam diskusi tren bisnis otomotif tahun 2004, Rabu (17/12) yang diikuti wartawan otomotif sejumlah media cetak dan elektronik, terungkap tren bisnis otomotif tetap berjalan mulus walau ditakutkan adanya dampak Pemilu.
Periode yang krusial justru saat pemilihan presiden pada September 2004. Masyarakat belum pernah berpengalaman dengan pemilihan presiden secara langsung. Untuk memperoleh suara dan simpati, sesama calon presiden akan saling menjatuhkan. Ini di-khawatirkan menyulut bentrokan antarpendukung. Tapi jika pada pemilihan parlemen di bulan April, rakyat sudah terbiasa dan berpengalaman, sejauh Pemilu untuk calon legislatif yang pernah dilangsungkan, tak berdampak buruk pada bisnis.
Apa tanggapan pebisnis otomotif sendiri melihat kondisi pasar otomotif tahun 2004?
Gunadi Sindhunata, Pre-siden Direktur PT Indomobil Sukses International, menanggapinya dengan optimistis.
Menurutnya, tahun ini justru penjualan mobil meningkat. Target 340 ribu unit bakal terkejar sebab sampai November 2003 penjualan mencapai angka 320 ribuan unit. Bahkan tahun 2004 diprediksi kenaikannya 0-2 persen.
Menyinggung soal Pemilu, Gunadi menegaskan, memang ada waktu dua bulan �libur� di mana saat Pemilu legislatif (April) dan pemilihan presiden (September). Ia tak merisaukan dampaknya bagi bisnis otomotif. Yang dipikirkan adalah waktu selama setahun itu yang �tersisa� hanya 10 bulan. Jadi, bagaimana memanfaatkan waktu 10 bulan itu seperti layaknya setahun, yakni dengan kerja keras.
Gunadi melihat potensi pasar sepeda motor tahun 2004 lebih cerah dari tahun 2003. Penjualan sepanjang 2003 sebanyak 2,8 juta motor. Ini telah melebihi target. Melihat gelagat ini, para pemain roda dua menargetkan bakal terjual 3,2 juta unit motor untuk tahun 2004.
Menurutnya, negara berkembang dengan GNP tertentu, pasar motornya berkembang. Tapi setelah GNP-nya naik, pasar motor menjadi stagnan tapi pasar mobil yang naik. �Ini yang terjadi di Thailand saat ini. Sementara Indonesia akan mengarah ke sana,� ujarnya.
Menyinggung peluang dan strategi Grup Indomobil memasuki pasar kendaraan roda empat tahun depan, Gunadi mengungkapkan, 9 merek mobil di bawah grupnya juga akan mengeluarkan mobil di bawah Rp 100 juta. Gunadi enggan memberitahu kapan Indomobil akan melansirnya. Tapi khusus tahun depan target grup adalah 700 ribu unit. Ada kenaikan 100 ribu unit dari target tahun 2003 (600 ribu unit).
Walhasil kini kebijakan manufakturing dikontrol langsung oleh pemilik merek. Contoh seperti saham Indomobil yang tinggal 10 persen dari 51 persen. Sahamnya terpaksa dijual ke Suzuki Motor Corporation, Jepang, selaku pemilik merek yang kini menguasai 90 persen saham PT Indomobil Sukses Internasional.
Nasib serupa juga dialami PT Toyota Astra Motor ke Toyota, karena alasan yang sama. Begitu pula PT Honda Prospect Motor yang kini tak jauh beda dengan keduanya sejak diambil alih oleh Honda Motor Co., Ltd.
Tapi sisi positifnya varian baru akan lebih cepat berkembang, apalagi sejak berlakunya AFTA maka komponen antar-ASEAN mendapat tarif bea masuk rendah yang semula 30 persen menjadi 5 persen. Masuknya prinsipal pada gilirannya akan memangkas birokrasi impor komponen dari berbagai sumber sesama pabrik, misalnya antarpabrik Toyota di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Filipina.
Tahun 2003 merek unggulan seperti Toyota Kijang tetap menguasai pasar, diikuti model sejenisnya seperti Isuzu Panther, Mitsubishi Kuda, Daihatsu Taruna, dan minibus Suzuki dan Daihatsu. Namun dari sisi model cenderung ke arah sedan serbaguna atau populer dengan istilah Small MPV (multi-porpuse van), seiring dengan dibukanya keran impor dan dipelopori oleh pabrik mobil Korea, kemudian diikuti oleh Jepang.
Indikasi tersebut terlihat dari semakin berkembangnya varian jenis ini dari berbagai merek, misalnya sejak Oktober lalu merilis Aerio. Berdasarkan riset pasar yang dilakukan Indomobil ternyata konsumen di Indonesia paling menyukai mobil serbaguna (multi purpose vehicle) dengan harga berkisar Rp 120 juta hingga Rp 125 juta.
Tapi berita hebat seputar otomotif yang heboh adalah kolaborasi antara PT Toyota Astra Motor dan PT Astra Daihatsu Motor untuk memproduksi kendaraan berharga di bawah Rp 100 juta, menggembirakan sekaligus mengejutkan.
Menggembirakan karena banyak konsumen yang �pas-pasan� akan segera dapat memiliki mobil baru, Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia. Mengagetkannya, Toyota dan Daihatsu secara tak langsung tak memberi peluang merek lain untuk merebut pasar otomotif tahun depan di kelas Rp 100 juta hingga Rp 150 juta. Segmen pasar otomotif yang diambil kedua merek tadi dinilai cukup bagus dan bisa dikatakan gemuk alias sangat besar.
Kedua merek itu semakin mengokohkan posisinya sebagai kendaraan yang terpopuler. Segmen yang mungkin gigit jari di tahun depan adalah mobil bekas dan city car. Konsumen yang semula menabung dan hanya memiliki dana tipis, mungkin akan beralih untuk membeli yang baru ketimbang yang bekas, toh harganya tak terpaut jauh. City car yang bentuknya mungil apalagi. Harganya yang tak jauh beda, masihkah dilirik konsumen?
Tapi dengan meluncurnya kedua merek tersebut tahun depan, membuat khawatir ATPM yang mengeluarkannya. Kehadiran Daihatsu Xenia yang dipasarkan dengan harga di bawah Rp 90 jutaan diakui petinggi ADM yang mengkha-watirkan Taruna. Kekhawatiran itu terjadi lantaran harga Xenia yang kompetitif itu. �Kita memang agak ketar-ketir dengan Taruna,� ucap Noertjahjo Darmadji, Vice President Director ADM di sela acara peluncuran kedua merek itu di Jakarta belum lama ini.
Menurut data penjualan Gaikindo, penjualan Daihatsu Taruna relatif tidak stabil. Sejak Januari hingga Oktober lalu total penjualannya hanya mencapai 6.201 unit. Dengan demikian rata-rata per bulan penjualan hanya mencapai 620 unit. Padahal, penjualan Xenia ditargetkan menembus angka 1500 unit.
Sekadar informasi, saat ini Daihatsu Taruna dipasarkan dengan harga Rp 105,6 juta sampai Rp 144,6 juta. Sementara harga Daihatsu Xenia yang penampilannya lebih menawan hanya berkisar Rp 77,5 juta � Rp 88,8 juta. Posisi Taruna akan semakin bergoyang dengan hadirnya Toyota Avanza yang basisnya Daihatsu Xenia, yang penampilannya lebih mewah, namun dipasarkan dengan harga di bawah Rp. 100 juta.
Pasar Toyota Kijang pun diduga bakal terkena imbas �senjata makan tuan.� Porsinya akan direbut �adik kandungnya,� Toyota Avanza yang harganya lebih kompetitif. Tapi ketika hal ini dikonfirmasi kepada salah satu petinggi TAM, menurutnya Kijang bisa memuat 9 orang. Dengan kata lain, pangsa pasar Kijang berbeda dengan Avanza. Kita lihat saja perkembangannya tahun depan.
Benarkah pasar otomotif bakal didominasi kedua merek ini tahun depan apa jurus ATPM lain untuk menangkal jurus maut Toyota dan Daihatsu itu?
Dalam diskusi tren bisnis otomotif tahun 2004, Rabu (17/12) yang diikuti wartawan otomotif sejumlah media cetak dan elektronik, terungkap tren bisnis otomotif tetap berjalan mulus walau ditakutkan adanya dampak Pemilu.
Periode yang krusial justru saat pemilihan presiden pada September 2004. Masyarakat belum pernah berpengalaman dengan pemilihan presiden secara langsung. Untuk memperoleh suara dan simpati, sesama calon presiden akan saling menjatuhkan. Ini di-khawatirkan menyulut bentrokan antarpendukung. Tapi jika pada pemilihan parlemen di bulan April, rakyat sudah terbiasa dan berpengalaman, sejauh Pemilu untuk calon legislatif yang pernah dilangsungkan, tak berdampak buruk pada bisnis.
Apa tanggapan pebisnis otomotif sendiri melihat kondisi pasar otomotif tahun 2004?
Gunadi Sindhunata, Pre-siden Direktur PT Indomobil Sukses International, menanggapinya dengan optimistis.
Menurutnya, tahun ini justru penjualan mobil meningkat. Target 340 ribu unit bakal terkejar sebab sampai November 2003 penjualan mencapai angka 320 ribuan unit. Bahkan tahun 2004 diprediksi kenaikannya 0-2 persen.
Menyinggung soal Pemilu, Gunadi menegaskan, memang ada waktu dua bulan �libur� di mana saat Pemilu legislatif (April) dan pemilihan presiden (September). Ia tak merisaukan dampaknya bagi bisnis otomotif. Yang dipikirkan adalah waktu selama setahun itu yang �tersisa� hanya 10 bulan. Jadi, bagaimana memanfaatkan waktu 10 bulan itu seperti layaknya setahun, yakni dengan kerja keras.
Gunadi melihat potensi pasar sepeda motor tahun 2004 lebih cerah dari tahun 2003. Penjualan sepanjang 2003 sebanyak 2,8 juta motor. Ini telah melebihi target. Melihat gelagat ini, para pemain roda dua menargetkan bakal terjual 3,2 juta unit motor untuk tahun 2004.
Menurutnya, negara berkembang dengan GNP tertentu, pasar motornya berkembang. Tapi setelah GNP-nya naik, pasar motor menjadi stagnan tapi pasar mobil yang naik. �Ini yang terjadi di Thailand saat ini. Sementara Indonesia akan mengarah ke sana,� ujarnya.
Menyinggung peluang dan strategi Grup Indomobil memasuki pasar kendaraan roda empat tahun depan, Gunadi mengungkapkan, 9 merek mobil di bawah grupnya juga akan mengeluarkan mobil di bawah Rp 100 juta. Gunadi enggan memberitahu kapan Indomobil akan melansirnya. Tapi khusus tahun depan target grup adalah 700 ribu unit. Ada kenaikan 100 ribu unit dari target tahun 2003 (600 ribu unit).
Subscribe to:
Posts (Atom)