21 June 2008

Nissan Launching New Teana

Nissan Motor Company (NMC) memperkenalkan New Nissan Teana, awal Juni lalu. Sedan mewah dari Jepang yang tahun lalu ketika di Tokyo Motor Show masih berupa kendaraan konsep, akhirnya dilempar kepasaran. Sebelum launching, Teana sempat dipamerkan di Auto China Motor Show, akhir April lalu.

Sedan mewah ini hadir menyodorkan beberapa fitur baru. di antaranya Teana kendaraan pertama di keluarga Nissan menggunakan platform D baru dan memakai glass roof.

Tiga Dimensi
Menariknya, desain glass roof tidak seperti di sedan-sedan umumnya yang hanya pada bagian depan. Pada Teana baru, di ruang penumpang belakang juga dikasih. Sistem pengoperasiannya, baik depan maupun belakang dilakukan dari bangku dengan tenaga motor.

Konsep glass roof ini sudah dipakai pada Nissan 350 XV. Sedang di Nissan 250 XV, 250 XL dan 250 XV FOUR merupakan option.

Selain glass roof, terobosan lain pada eksterior tampak pada bagian depan seperti tiga dimensi. Terutama desain bumper yang berubah dari tiga sirip horizontal menjadi mengikuti lengkungan bonnet.

Untuk interior, rancangan panel instrumen juga baru, sedikit lembut yang menyatu sama center cluster. Termasuk juga konsul tengah, desainnya baru. Dan bangku depan dilengkapi sistem ventilasi.

Traksi Kontrol
Saat diperkenalkan, Teana mempunyai tiga varian. Pertama, bermesin VQ 25 DE, 2.5l menghasilkan tenaga maksimum 185 ps. Kedua, bermesin VQ 35 DE, 3.5l V6 252 ps dan terakhir berpenggerak empat roda (4WD) juga berkapasitas 2.5l (QR 25 DE) hanya tenaga palilng kecil 166 ps.

Semua Teana baru ini menggunakan transmisi X-Tronix CVT (Continuously Variable Transmission) dengan Adaptive Shift Control (ASC) yang baru dikembangkan untuk membantu pengemudi mendapatkan tenaga maksimal dengan pemakaian bahan bakar yang efisien.

Ketika melesat dengan kecepatan tinggi, usah khawatir mobil melintir. NMC sudah memikirkan faktor keselamatan dengan memakai beberapa teknologi canggih. Seperti penggunaan traksi kontrol dan Vehicle Dynamic Control (VDC). Kemudian ada kantung udara di depan (pengemudi dan penumpang) dan sisi samping.

Saat berada di jalanan, pengemudi bisa memantau bagian kiri depan melalui blind spot monitor. Juga sangat membantu kala parkir dan melewati jalan sempit. Kemudian saat mundur, bagian belakang bisa terpantau melalui monitor dengan menggunakan kamera CCD.

Monitor itu dirancang menyatu dalam HDD, termasuk di situ ada sistem navigasi dan hiburan (audio dan radio). Pihak NMC sendiri menargetkan bisa terjual 1.000 unit/bulan.

20 June 2008

BMW Raih International Engine Award

BMW kembali meraih penghargaan tertinggi International Engine of the Year 2008 yang baru diumumkan. Berarti, bagi Perusahaan mobil Munich itu, gelar yang paling didambakan para prinsipal mobil di dunia ini diraih untuk yang keenam kalinya. Dan mesin yang dinobatkan itu yang 3.0L twin-turbo dan tahun ini merupakan gelar untuk yang kedua kalinya.

Di ajang pemilihan ini, mesin BMW 3.0L Twin-turbo ini bersaing keras dengan grup VW lewat mesin 1.4L TSI yang mendapat 100 point. Ternyata, BMW berhasil mengalahkan dan bahkan tidak kurang empat kali masuk kelompok 8 besar dalam kategori penghargaan utama.

Menariknya, dewan juri bukan dari Eropa saja. Jumlahnya sebanyak 65 orang merupakan wartawan otomotif internasional dari 32 negara. Mereka diminta memberi penilaian dari beberapa mesin mobil yang sudah lolos seleksi lebih dulu.

Untuk kategori Performance Engine of the Year diraih Porsche. Sedang jenis hybrid diberikan pada Toyota Prius. Inilah pemenang kategori lainnya.SBT

International Engine of the Year 2008
BMW 3-litre Twin-Turbo (135i, 335i, X6)

Best New Engine of 2008
BMW 2-litre Diesel Twin-Turbo (123D)

Green Engine of the Year
Toyota 1.5-litre Hybrid Synergy Drive (Prius)

Best Performance Engine
Porsche 3.6-litre Turbo (911 Turbo, 911 GT2)

Sub 1-litre
Toyota 1-litre (Aygo, Yaris, Peugeot 107, Citroën C1, Subaru Justy)

1-litre to 1.4-litre
Volkswagen 1.4-litre TSI Twincharger (Golf, Touran, Tiguan, Jetta)

1.4-litre to 1.8-litre
BMW-PSA 1.6-litre Turbo (MINI Cooper S, Clubman, Peugeot 207, 308)

1.8-litre to 2-litre
Volkswagen/Audi 2-litre Turbo (A3, A4 Cabrio, A6, TT, Eos, Jetta, Golf GTi, Altea, Leon, Skoda Octavia)

2-litre to 2.5-litre
Subaru 2.5-litre Turbo (Forester, Impreza, Outback, Legacy)

2.5-litre to 3-litre
BMW 3-litre Twin-Turbo (135i, 335i, X6)

3-litre to 4-litre
BMW 4-litre V8 (M3)

Above 4-litre
BMW 5-litre V10 (M5, M6)

19 June 2008

Mitsubishi Persiapkan Lancer Evo X ke WRC

Mitsubishi Motor Company (MMC) Jepang mengumumkan ingin kembali meramaikan arena kejuaraan reli dunia (World Rallying Championship). Sejak 2005, mobil berlambang tiga berlian itu mundur sebagai tim pabrikan, tapi peserta perorangan atau klub masih ada yang mengendarai Mitsubishi di berbagai kejuaraan reli, baik nasional maupun internasional.

Kala mundur dulu, pihak MMC sudah menegaskan mereka pasti akan kembali lagi. Namun pengumuman ini lebih cepat dari rencana sebelumnya. Lomba yang dibidik dalam waktu dekat, yakni kejuaraan seri WRC di negeri sendiri, (Jepang) atau ditampilkan di beberapa reli nasional di negeri matahari terbit itu.

Salah satu yang memotivasi Mitsubishi menyodorkan mobil ke reli Jepang, ingin menguji, selain kendaraan juga beberapa komponen. Sambil menunggu pengesahan dari FIA (Federation Internationale de L’Automobile).

Adapun kendaraan yang sudah didaftarkan ke FIA , Lancer Evolution (Evo) X versi jalan raya (course car). Dan diharapkan masuk musim panas ini sudah keluar pengesahannya (homologation). Kendati masih menunggu, di beberapa reli nasional di Jepang, Evo X ini sudah diterjunkan sebagai double zero (OO) dan zero (O) atau pembukan jalan.

Meski sebagai pembuka jalan, namun persiapannnya sudah seperti mengikuti reli. Termasuk beberapa teknologi baru sudah dipakai. Seperti roll cage yang menyatu dengan penguatan yang intensif.

RalliArt yang selama ini menjadi mitra membangun mobil reli Mitsubishi diminta membuat beberapa komponen. Seperti di antaranya gigi transmisi, rem dan close ratio. Sedang eksterior kebagian membuat pelindung bawah (floor guard) mesin dan tangki, sump guard dan penahan lumpur. Termasuk bangku pengemudi dan co-driver dengan sabuk pengaman lima titik.

Apakah Lancer Evo X ini akan sukses? Rasanya bisa melakukan persaingan yang selama ini diramaikan antara Citroen, Ford dan Subaru. Karena Mitsubishi pernah punya prestasi spektakuler, yakni menghantar pereli Tommi Makinen (Finlandia) meraih juara dunia 4 kali berturut-turut (1996 – 1999) dengan Lancer Evo III dan Evo IV. Ketika ganti mobil dengan Evo VI, prestasi tak secemerlang generasi sebelumnya dan Tommi kelanjur mundur.

Di Indonesia, ketika pernah menjadi tuan rumah kejuaraan dunia (1996 dan 1997) sebagian besar pereli nasional mengendarai Mitsubishi. Kini pun, seperti Subhan Aksa, Rizal Sungkar dan Akbar Hadianto masih setia di belakang kemudi Mitsubishi.

18 June 2008

Test Drive BMW 630i Convertible: Menyatu dengan Alam

Menyatukan diri dengan alam memang mengasyikkan. Bayangkan menempuh perjalanan di pagi hari dengan mobil kap terbuka papan atas, di pinggiran kota Jakarta, dengan angin semilir meniup lembut ujung-ujung rambut. Nuansa hijau dari pepohonan yang terdapat di tepian jalan dan juga dari padang rerumputan yang terhampar di kawasan Jagorawi Golf & Country Club, Jawa Barat, menimbulkan kesan tersendiri.

BMW 630i Convertible berwarna Alpine white yang tampil kontras dengan warna kulit interior Chateu red melaju memasuki kawasan Jagorawi Golf & Country Club. Karena sudah agak terlambat, terpaksa mobil yang atapnya dapat dibuka-tutup itu menyusuri jalan lingkar menuju hole 11.

Karena sinar Matahari belum terlalu panas, atap BMW 630i Convertible ditinggalkan dalam keadaan terbuka. Penambahan cool pigment pada kulit pelapis kursi dengan menggunakan teknologi Sun Reflective, yang berfungsi memantulkan radiasi sinar inframerah Matahari, membuat kursi terhindar dari panas yang berlebihan pada saat terpapar sinar Matahari.

Interior BMW 630i Convertible tampak mewah berkat penggunaan material terpilih dan bahan-bahan berkualitas tinggi serta instrumen panel yang menggunakan bahan chrome berwarna abu-abu mutiara.

Jika dirasakan terik sinar Matahari terlalu panas, pengendara dapat menutup atap lunak, yang terdiri dari tiga lapis, dengan lapisan peredam panas dan suara dari bahan busa polyurethane di bagian tengah, di antara dua lapisan dari bahan karet di sisi dan luarnya. Proses buka-tutup atap itu memakan waktu 25 detik dan dapat dilakukan pada saat mobil melaju dengan kecepatan 30 kilometer per jam.

Asyik dikendarai

Kompas yang mendapatkan kesempatan untuk mengendarai BMW 630i Convertible langsung menemukan bahwa performa mobil yang berkategori coupe convertible itu setara dengan kesan yang dicerminkan oleh desain dan sosoknya.

Mobil yang menyandang mesin berkapasitas 3.0 Liter, 6 silinder segaris, itu lincah (agile) dan asyik dikendarai. Pertambahan kecepatan atau akselerasi berlangsung cepat, ringan, dan halus. Tanpa banyak kesulitan BMW 630i Convertible dipacu sampai 120 kilometer per jam. Namun, dalam keadaan atap mobil terbuka, jika tak ingin rambut berantakan tertiup angin, usahakan kecepatan mobil tidak melampaui 80 kilometer per jam. Di atas kecepatan 80 kilometer per jam, apalagi di atas 100 kilometer per jam, terjadi turbulence di kabin, aliran udara di kabin menjadi heboh, mirip naik sepeda motor dengan kecepatan tinggi.

Mesin dari bahan komposit magnesium/aluminium menghasilkan tenaga 258 PK pada 6.600 rpm dan torsi 300 Nm pada 2.500 rpm, yang sanggup membuat BMW 630i Convertible berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam dalam waktu 7,2 detik. Meskipun demikian, mesin itu hanya mengonsumsi 1 liter bensin untuk menempuh perjalanan sejauh 10,1 kilometer. Cukup irit, bahkan untuk sebuah mesin yang berkapasitas 2.0 Liter.

Meskipun atap dalam keadaan terbuka, penumpang BMW 630i Convertible tetap aman, walaupun mobil terguling (rollover). Dengan catatan, semua penumpang mengenakan sabuk pengaman (seatbelt). Dalam keadaan mobil terguling, pilar A yang mengapit kaca depan telah diperkuat sedemikian rupa sehingga tetap kokoh pada tempatnya. Dan, advance crash safety module, yang membaca sinyal dari sensor bahwa mobil akan terguling, dalam hitungan sepersekian detik langsung mengaktifkan roll bar (pelindung berbentuk baja melengkung). Roll bar yang tersimpan dalam modul di belakang sandaran kepala kursi belakang akan muncul ke atas sehingga semua penumpang di dalam mobil terlindungi.

BMW 630i Convertible dilengkapi dengan sistem persneling otomatik dengan 6 tingkat kecepatan, dan dilengkapi dengan steptronic (sejenis tiptronic). Dengan demikian, pengendara dimungkinkan untuk menaikkan dan menurunkan gigi persneling secara manual, dengan mendorong atau menarik tangkai persneling yang bentuknya mirip joystick, atau menekan pedal kecil di setir.

Mobil yang dijual dengan harga off the road Rp 1,557 miliar itu dilengkapi dengan Active Steering yang membuat setiap manuver mobil menjadi lebih mudah, dan run flat tyre, yang memungkinkan mobil tetap dapat dikendarai sejauh 150 kilometer dengan dengan kecepatan 80 kilometer per jam dalam keadaan ban kempis, atau tanpa tekanan sama sekali.