22 June 2008

Mitsubishi Strada Triton Exceed, Menghapus Image Mobil Proyek

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai ATPM merek Mitsubishi boleh bangga karena memimpin di segmen pick up 4x4. Dengan dua andalannya, Strada Triton GLS dan GLX, penjualannya sampai April lalu berhasil menembus angka 2.729 unit.

Namun kebanggaan itu seperti diterima dengan setengah hati lantaran sukses diraih dengan predikat sebagai kendaraan proyek. Untuk menghapus image itu, KTB melansir Strada Triton Exceed dengan desain modern, stylish dan mewah. Diperuntukkan buat VIP atau pribadi yang hobi dengan pick up namun bisa dipakai sehari-hari.

Pajero Evolution
Memang dari segi bentuk, desain eksterior Exceed lebih mewah dari generasi sebelumnya. Basisnya masih sama dengan Triton GLX maupun GLS, hanya ada penambahan ornamen. Seperti yang dilakukan PT Nissan Motor Indonesia pada Livina XR menjadi Livina X-Gear. Bedanya, kalau X-Gear setelah dipermanis penampilannya seperti SUV bukan lagi hatchback.

Selain mewah, eksterior Exceed mempertegas kesan Pajero Evolution yang bertenaga dan dinamis. Seperti bagian depan, desain gril baru ditambah ornamen pada bumper dan lampu kabut menjadikan tampilan lebih sporty. Pada bagian samping dikasih side body moulding dan pijakan kaki (footstep). Kemudian bumper belakang dirancang ada pijakan.

Di samping eksterior, ruang pengemudi dan penumpang di belakang diperbesar. Panjang keseluruhan interior lebih panjang 150 mm dari pendahulunya. Begitu juga tinggi ruangan (dari bangku) baik depan maupun belakang.

Berbicara kemewahan, Exceed masih kalah dengan Nissan Frontier Navara. Pengoperasian sistem 4x4 cukup dengan tekan tombol. Namun Navara masih pilih-pilih jalur bila diajak ke medan off-road karena ground clearance masih tinggi Exceed.

Paris Dakar
Konsep Exceed tak hanya memberikan tampilan SUV, lebih dari itu menunjukkan performa SUV sejati. Teknologi dan ketangguhannya telah teruji di laboratorium alam ganas melalui reli Dakar.

Tipe mesin 4D56 berkapasitas 2.477 cc DOHC 16 Valve, 4 silinder CDI IC/TCI sama seperti dipakai pada GLS. Kendati begitu, Keduanya tercatat sebagai pick up pertama di keluarga Mitsubishi yang low pressure cammon rail yang menghasilkan power besar dengan emisi gas buang yang rendah.

Dengan tenaga yang 136 ps/3.500 rpm dari dapur pacu dengan intercooler turbo itu nggak usah takut diajak ke medan off-road. Benturan keras bisa diserap lantaran konstruksi Ladder Frame yang tebal dan kuat.

Saat menjelajah medan off-road sudah dilengkapi sistem 4x4. Perpindahan dari 2H ke 4H tanpa harus berhenti, namun di bawah 100 km/jam. Kecuali dari 4H ke 4L mobil harus berhenti dan persneling dalam posisi normal.

Pada roda belakang dilengkapi hybrid LSD dikombinasi dengan viscous coupling unit (VCU). Sistem ini di desain khusus bekerja dengan sistem ABS untuk menghasilkan traksi yang besar saat salah satu roda slip. Kemudian usah takut rem terkunci pada saat berhenti mendadak karena sudah dilengkapi EBD (Electronic Brakeforce Distribution).

Tinggal sekarang, berhasilkah KTB mengubur image Strada Triton sebagai kendaraan proyek. Untuk meraih dalam sekajab sedikit sulit karena dari target 1.000 unit, Exceed hanya dijatahkan 200 unit. SBT

Data Spesifikasi Exceed
Mesin
Model : 4D56
Tipe : DOHC 16 katup inline, 4 Silinder CDI IC/TC
Kapasitas : 2.477 cc
tenaga Maks : 136 PS/3.500
Torsi Maks : 32.0 kgm/2.000
Kecepatan Maks : 167 km/jam

Ban-Pelek :265/70 R16 - Alloy 16 x 7.00 JJ
Audio :CD/MP3/WMA, AM/FM, USB Port
with 4 speakers + 2 tweeters

21 June 2008

Nissan Launching New Teana

Nissan Motor Company (NMC) memperkenalkan New Nissan Teana, awal Juni lalu. Sedan mewah dari Jepang yang tahun lalu ketika di Tokyo Motor Show masih berupa kendaraan konsep, akhirnya dilempar kepasaran. Sebelum launching, Teana sempat dipamerkan di Auto China Motor Show, akhir April lalu.

Sedan mewah ini hadir menyodorkan beberapa fitur baru. di antaranya Teana kendaraan pertama di keluarga Nissan menggunakan platform D baru dan memakai glass roof.

Tiga Dimensi
Menariknya, desain glass roof tidak seperti di sedan-sedan umumnya yang hanya pada bagian depan. Pada Teana baru, di ruang penumpang belakang juga dikasih. Sistem pengoperasiannya, baik depan maupun belakang dilakukan dari bangku dengan tenaga motor.

Konsep glass roof ini sudah dipakai pada Nissan 350 XV. Sedang di Nissan 250 XV, 250 XL dan 250 XV FOUR merupakan option.

Selain glass roof, terobosan lain pada eksterior tampak pada bagian depan seperti tiga dimensi. Terutama desain bumper yang berubah dari tiga sirip horizontal menjadi mengikuti lengkungan bonnet.

Untuk interior, rancangan panel instrumen juga baru, sedikit lembut yang menyatu sama center cluster. Termasuk juga konsul tengah, desainnya baru. Dan bangku depan dilengkapi sistem ventilasi.

Traksi Kontrol
Saat diperkenalkan, Teana mempunyai tiga varian. Pertama, bermesin VQ 25 DE, 2.5l menghasilkan tenaga maksimum 185 ps. Kedua, bermesin VQ 35 DE, 3.5l V6 252 ps dan terakhir berpenggerak empat roda (4WD) juga berkapasitas 2.5l (QR 25 DE) hanya tenaga palilng kecil 166 ps.

Semua Teana baru ini menggunakan transmisi X-Tronix CVT (Continuously Variable Transmission) dengan Adaptive Shift Control (ASC) yang baru dikembangkan untuk membantu pengemudi mendapatkan tenaga maksimal dengan pemakaian bahan bakar yang efisien.

Ketika melesat dengan kecepatan tinggi, usah khawatir mobil melintir. NMC sudah memikirkan faktor keselamatan dengan memakai beberapa teknologi canggih. Seperti penggunaan traksi kontrol dan Vehicle Dynamic Control (VDC). Kemudian ada kantung udara di depan (pengemudi dan penumpang) dan sisi samping.

Saat berada di jalanan, pengemudi bisa memantau bagian kiri depan melalui blind spot monitor. Juga sangat membantu kala parkir dan melewati jalan sempit. Kemudian saat mundur, bagian belakang bisa terpantau melalui monitor dengan menggunakan kamera CCD.

Monitor itu dirancang menyatu dalam HDD, termasuk di situ ada sistem navigasi dan hiburan (audio dan radio). Pihak NMC sendiri menargetkan bisa terjual 1.000 unit/bulan.

20 June 2008

BMW Raih International Engine Award

BMW kembali meraih penghargaan tertinggi International Engine of the Year 2008 yang baru diumumkan. Berarti, bagi Perusahaan mobil Munich itu, gelar yang paling didambakan para prinsipal mobil di dunia ini diraih untuk yang keenam kalinya. Dan mesin yang dinobatkan itu yang 3.0L twin-turbo dan tahun ini merupakan gelar untuk yang kedua kalinya.

Di ajang pemilihan ini, mesin BMW 3.0L Twin-turbo ini bersaing keras dengan grup VW lewat mesin 1.4L TSI yang mendapat 100 point. Ternyata, BMW berhasil mengalahkan dan bahkan tidak kurang empat kali masuk kelompok 8 besar dalam kategori penghargaan utama.

Menariknya, dewan juri bukan dari Eropa saja. Jumlahnya sebanyak 65 orang merupakan wartawan otomotif internasional dari 32 negara. Mereka diminta memberi penilaian dari beberapa mesin mobil yang sudah lolos seleksi lebih dulu.

Untuk kategori Performance Engine of the Year diraih Porsche. Sedang jenis hybrid diberikan pada Toyota Prius. Inilah pemenang kategori lainnya.SBT

International Engine of the Year 2008
BMW 3-litre Twin-Turbo (135i, 335i, X6)

Best New Engine of 2008
BMW 2-litre Diesel Twin-Turbo (123D)

Green Engine of the Year
Toyota 1.5-litre Hybrid Synergy Drive (Prius)

Best Performance Engine
Porsche 3.6-litre Turbo (911 Turbo, 911 GT2)

Sub 1-litre
Toyota 1-litre (Aygo, Yaris, Peugeot 107, Citroën C1, Subaru Justy)

1-litre to 1.4-litre
Volkswagen 1.4-litre TSI Twincharger (Golf, Touran, Tiguan, Jetta)

1.4-litre to 1.8-litre
BMW-PSA 1.6-litre Turbo (MINI Cooper S, Clubman, Peugeot 207, 308)

1.8-litre to 2-litre
Volkswagen/Audi 2-litre Turbo (A3, A4 Cabrio, A6, TT, Eos, Jetta, Golf GTi, Altea, Leon, Skoda Octavia)

2-litre to 2.5-litre
Subaru 2.5-litre Turbo (Forester, Impreza, Outback, Legacy)

2.5-litre to 3-litre
BMW 3-litre Twin-Turbo (135i, 335i, X6)

3-litre to 4-litre
BMW 4-litre V8 (M3)

Above 4-litre
BMW 5-litre V10 (M5, M6)

19 June 2008

Mitsubishi Persiapkan Lancer Evo X ke WRC

Mitsubishi Motor Company (MMC) Jepang mengumumkan ingin kembali meramaikan arena kejuaraan reli dunia (World Rallying Championship). Sejak 2005, mobil berlambang tiga berlian itu mundur sebagai tim pabrikan, tapi peserta perorangan atau klub masih ada yang mengendarai Mitsubishi di berbagai kejuaraan reli, baik nasional maupun internasional.

Kala mundur dulu, pihak MMC sudah menegaskan mereka pasti akan kembali lagi. Namun pengumuman ini lebih cepat dari rencana sebelumnya. Lomba yang dibidik dalam waktu dekat, yakni kejuaraan seri WRC di negeri sendiri, (Jepang) atau ditampilkan di beberapa reli nasional di negeri matahari terbit itu.

Salah satu yang memotivasi Mitsubishi menyodorkan mobil ke reli Jepang, ingin menguji, selain kendaraan juga beberapa komponen. Sambil menunggu pengesahan dari FIA (Federation Internationale de L’Automobile).

Adapun kendaraan yang sudah didaftarkan ke FIA , Lancer Evolution (Evo) X versi jalan raya (course car). Dan diharapkan masuk musim panas ini sudah keluar pengesahannya (homologation). Kendati masih menunggu, di beberapa reli nasional di Jepang, Evo X ini sudah diterjunkan sebagai double zero (OO) dan zero (O) atau pembukan jalan.

Meski sebagai pembuka jalan, namun persiapannnya sudah seperti mengikuti reli. Termasuk beberapa teknologi baru sudah dipakai. Seperti roll cage yang menyatu dengan penguatan yang intensif.

RalliArt yang selama ini menjadi mitra membangun mobil reli Mitsubishi diminta membuat beberapa komponen. Seperti di antaranya gigi transmisi, rem dan close ratio. Sedang eksterior kebagian membuat pelindung bawah (floor guard) mesin dan tangki, sump guard dan penahan lumpur. Termasuk bangku pengemudi dan co-driver dengan sabuk pengaman lima titik.

Apakah Lancer Evo X ini akan sukses? Rasanya bisa melakukan persaingan yang selama ini diramaikan antara Citroen, Ford dan Subaru. Karena Mitsubishi pernah punya prestasi spektakuler, yakni menghantar pereli Tommi Makinen (Finlandia) meraih juara dunia 4 kali berturut-turut (1996 – 1999) dengan Lancer Evo III dan Evo IV. Ketika ganti mobil dengan Evo VI, prestasi tak secemerlang generasi sebelumnya dan Tommi kelanjur mundur.

Di Indonesia, ketika pernah menjadi tuan rumah kejuaraan dunia (1996 dan 1997) sebagian besar pereli nasional mengendarai Mitsubishi. Kini pun, seperti Subhan Aksa, Rizal Sungkar dan Akbar Hadianto masih setia di belakang kemudi Mitsubishi.