20 April 2009

Nissan Fairlady yang Kalem, tapi Galak

Nissan Fairlady 350Z tergolong sedan sport coupe yang kencang. Kemudian, Fairlady ini bukan sembarangan lantaran mengusung transmisi manual 6 speed, sesuatu yang menjadi salah satu pembeda. Namun, Adhi Abel Wisesa merasa kurang puas dengan sport car Jepang itu. Anggaran sebesar hampir Rp 120 juta dikeluarkan untuk memenuhi hasrat salah satu biang modifikasi "nyeleneh" di Ibu Kota ini.

Ebel—demikian Adhi biasa dipanggil—mendongkrak tenaga Nissan bikinan 2003 itu menjadi lebih kencang namun street use. "Selain itu, 350Z standarnya sudah berjubah Veilside," tegas pria kelahiran 28 September 1988 ini.

Namun, dengan Veilside yang beraura sporty dan racing tidak membuat pemilik rumah modifikasi Wisesa Motorsport itu nyaman. Body yang gembung susah diajak ngebut. Tak pelak, bodi asli digusur oleh body kit Wald seharga Rp 25 juta yang lebih kalem dengan garis-garis dinamis mengesankan sport car luxury,
kecuali kap mesin menggunakan Varis yang mempunyai lubang 'insang' atau air scoop untuk mencirikan besutan kencang. Diperkuat dengan aksen carbon di permukaannya semakin mengentalkan kesan racing.

Badan pesawat terbang
Untuk mesin, tenaga sebesar 285 dk dinilai Ebel cukup kencang. Ia hanya memperkuat kopling. Supaya pertukaran transmisi lebih presisi, mulai dari per kopling hingga dekrup dipercayakan pada Ogura. Efeknya, injakan pedal kopling lebih ringan dan kuat lantaran materialnya menggunakan bahan karbon.

Sistem gas buang disentuh agar tenaga mesin VQ35DE lebih spontan. Pipa knalpot stainles dari Fujitsubo punya andil besar untuk mendapatkan tenaga di putaran bawah. "Untuk proyek berikutnya, ECU harus diganti punya NISMO," target Ebel.

Sebagai seorang pebalap, Ebel tahu persis kalau bobot kendaraan memengaruhi tenaga. Makanya, keempat roda disematkan velg Volk Racing TE37 asal Jepang yang amat ringan dan tahan banting. Harganya Rp 40 juta dan special edition dengan bahan forged monoblock yang juga diaplikasikan ke badan pesawat terbang. Beratnya enggak beda jauh dengan bayi, sekitar 3,6 kg.

Yang sedikit mengagetkan Ebel adalah saat mengganti setir standar dengan model racing buatan Sparco. Ternyata enggak bisa sembarangan, khususnya yang bertransmisi manual. Ketika diganti dengan setir aftermarket, sinyal ECU tambah 'ngaco'. "Cek engine menyala terus. Jadi, selain harus ganti semua sistem komputer, setirnya juga harus semerek dengan ECU," jelas Ebel.

19 April 2009

Wow! Mercedes Pakai Velg Seharga Sedan Proton Saga

Dari segi tampilan, Mercedes-Benz E200 ini layaknya mobil standar. Meski body kit AMG sudah menempel seperti bumper depan. Kemudian pada bagian belakang, ada penambahan sayap mungil dan ujung knalpot kiri dan kanan yang ganda.

Lantas, apa yang menarik dari mobil Jerman produksi 2003 ini? Coba perhatikan keempat roda, menggunakan velg Forgiato Parlaro. Lalu, sekalian lirik ke sistem penghenti lajunya, sudah tidak standar.

Satu set rim Parlaro itu seharga dengan sedan Proton Saga dari Malaysia yang baru di-launching Maret lalu. Kresna, sang pemilik Mercedes, menebusnya 9.500 dollar AS (dikalikan Rp 12.000) atau Rp 114.000.000. Pertimbangan memilih velg Parlaro, "Dulu gue pernah ikut kontes modifikasi, tapi kalah untuk ngedapetin gelar The Best Rims," sesal Kres—sapaan karib Kresna—yang dengan velg baru siap berkompetisi.

Desain velg Forgiato Parlaro ini terbilang unik. Konsepnya, perpaduan bulan sabit dan palang besar membentuk center hub sebagai pemegang baut roda. Diklaim memiliki titik poin keseimbangan dan kekuatan yang sama dengan model velg konvensional berkonstruksi 3-pieces forged.

Boleh jadi, Parlaro disebut sebagai velg revolusioner yang canggih dan terwujud dengan sempurna. Bayangkan, minim pegangan, namun bisa bersinergi dengan kekuatan dan keseimbangan mobil. Kebetulan velg ini punya ukuran untuk E-Klasse yaitu 5/112 dengan pemesanan 3 bulan.

Finishing yang dipilih satin black, meski juga tersedia flat black/satin silver center with chrome lip, flat red/flat black center with flat black lip, dan chrome/black.

Dengan velg canggih, Kresna membenamkan Brembo 8 pot ke roda depan. "Ukuran disk-nya sekitar 380 milimeter," bilang Ferry Soehary, punggawa Concept Motorsport yang mendandani mobilnya. Pengerjaannya sangat gampang, kebetulan Brembo menyiapkan perangkat penghenti laju berspek plug and play.

17 April 2009

Giliran Buick dan GMC Dijual GM

Masalah yang dihadapi produsen mobil nomor satu Amerika Serikat, General Motors (GM), makin menumpuk dan serius. Ancaman dibangkrutkan semakin dekat. Pemerintah Amerika Serikat telah menentukan tenggat waktu sampai 1 Juni mendatang kepada GM untuk melakukan restrukturisasi, sebelumnya dinyatakan bangkrut. Akibatnya, berbagai rumor pun muncul.

Kabar terakhir, GM akan menjual Pontiac dan GMC. Divisi Pontiac didirikan GM pada 1926 dan beberapa tahun terakhir penjualannya terus turun. Produknya yang terkenal adalah sedan sport, Firebird. Sementara itu, GMC dikenal sebagai produk truk kecil, kendaraan komersial, dan pikap Sierra. GMC sudah berada bersama GM sejak 1912.

Sebelumnya, GM telah mengemukakan rencananya menjual Hummer dan Saturn yang dinilai tidak menguntungkan. Meski begitu, sampai sekarang, kedua merek itu belum mendapatkan pembeli yang pasti. Adapun Saab yang sudah diumumkan untuk dijual tahun lalu dibantu oleh Pemerintah Swedia.

Saat ini GM mempunyai 13 merek di seluruh dunia, yaitu Buick, Cadillac, Chevrolet, Covette, GMC, GM Daewoo, Holden, Hummer, Opel, Pontiac, Saab, Saturn, dan Vauxhall. Dengan rencana melepaskan Pontiac dan GMC, maka tinggal 8 merek.

Ditambahkan, merek yang ngotot dipertahankan GM adalah Chevrolet, Cadillac, dan Buick. Merek yang disebutkan terakhir, penjualannya sukses di China.

Sementara itu, Chrysler LLC yang memperoleh pinjaman 4 miliar dollar AS dan hanya punya waktu sampai 1 Mei untuk melaksanakan reorganisasi dan merger dengan Fiat, diperkirakan juga menghadapi masalah serius. Pasalnya, tuntutan serikat pekerja Chrysler membuat CEO Fiat Sergio Machionne kesal.

Seperti diberikan oleh surat kabar Toronto, Kanada, Sergio Machionne mengatakan bahwa keberhasilan merger Fiat-Chrysler 50:50. Pasalnya, pembicaraan Chrysler dengan serikat pekerjanya, terutama di Kanada, mulur terus.

“Kami siap meninggalkan proposal kerja sama dengan Chrysler,” katanya. Padahal, waktu yang diberikan pemerintah tinggal dua minggu lagi. Jika serikat pekerja tidak mau menurunkan upah, jalan terakhir, bangkrut.

11 April 2009

Toyota Prius III Lebih Irit dari Generasi Sebelumnya

Toyota Motor Corp (TMC) akhir pekan lalu mengabarkan bahwa mobil Prius hybrid generasi berikut akan ditingkatkan lagi fuel economi-nya. Bahkan, kini sedang dilakukan pengetesannya, sampai mendapat hasil maksimal sebelum dipasarkan. Demikian seperti dikutip kantor berita Nikkei.

Bila Prius generasi kedua menghasilkan 35 km/liter, generasi selanjutnya tadinya diisukan lebih boros. Namum, pihak TMC coba menekannya menjadi 38 km/liter dan angka itu didapat setelah dilakukan tes.

Memang, metode pengetesannya standar dengan jarak dari satu daerah ke daerah lain. Namun, dengan cara komparasi akan mendapatkan hasil yang lebih efisien untuk mesin bensinnya. Gambaran ini, menurut TMC, sudah dipaparkan dan dievaluasi oleh Menteri Transportasi Jepang.

Prius baru yang akan dilempar ke pasaran, Mei mendatang di Jepang, harus mementingkan dua unsur. Pertama, mengurangi revolusi mesin, terutama menyangkut kecepatan maksimum. Terakhir, keiritannya harus melebihi generasi ke-II.