05 September 2009

BMW 520i Berbaju Buatan Amerika

Anda pasti mengira BMW 520i ini produksi 2008 atau 2009. Justru pada "akta kelahiran" (STNK), tercatat tahun produksi 2004. Tampilan bisa elegan lantaran Ab-Ab, si pemilik, menjejalkan body kit buatan luar di bagian tertentu di eksterior.

Karena asal mobil tersebut dari Jerman, body kit pun tentu dari sana juga. Sebut saja Hamman atau AC Schnitzer. Tentu modifikator di Tanah Air sudah begitu akrab dengan nama-nama itu.

Namun, Ab-Ab justru menyematkan produk dari brand yang masih asing di telinga kita, seperti Lumma Design, Radenergie, dan Kelleners. Brand-brand tersebut dari Amerika, dan sangat populer di negerinya. Produk dari negeri Paman Sam ini dipilih karena mampu membius pola pikir Ab-Ab, selain karena dia juga pernah bermukim 3,5 tahun di sana.

"Selain belum ada yang pakai, body kit Lumma modelnya kelihatan gahar, tapi soft. Medium kalau dibanding sama Hamman atau AC Schnitzer," ujar Ab-Ab. Meski begitu, dia bisa dibilang sebagai pionir dan pembuka pola pikir terhadap brand-brand yang kurang populer.

Body kit Lumma Design yang jadi pilihan Ab-Ab mengikuti bentuk varian modifikasi M5 bernama CLR500RS. Dibangun untuk mengimbuhkan kemampuan mesin, tampilan, dan kekuatan sasis, pemasangan dilakukan via perangkat modifikasi keluaran Lumma.

Ciri kental CLR500RS adalah bodi yang lebar pada fender, sekaligus sanggup menopang velg 21 x (10 + 11,5) inci. Otomatis, hal ini berimbuh pada penampilan bumper depan dan belakang yang juga lebar. Karena Ab-Ab tak suka wide body, maka hanya perlu sidikit proses pengepasan pada body kit. "Gue mau yang simpel aja. Terlalu racing kelihatannya nanti, kalau di-wide body," tegasnya.

Untuk mendapatkan itu, cetakan body kit asli dari Lumma Design dirombak dengan memotong sisi-sisi yang menekuk ke fender. Lantas, bentuknya tinggal disesuaikan dengan versi non-wide body, seperti terpasang pada BMW 520i ini.

Selain Lumma, coba lirik velgnya. Perangkat itu juga asal Amrik, berlabel Radernegie. Tampilannya menawan, dengan bibir krom di sekelilingnya, sesuai aura seri 5 yang terkesan klasik dan modern. Namun, Ab-Ab harus me-roll sepatbor karena menggunakan velg 20 inci dengan lebar 9 + 10 inci.

Lalu, produk Kelleners tersemat di mana? Silakan lirik ke ujung knalpot yang sudah menjadi dua pasang.

02 September 2009

L1, Hibrida Diesel dan Motor Listrik dari VW

Selama ini, mobil hibrida umumnya menggunakan kombinasi motor listrik dan mesin bensin. Namun, Volkswagen dari Jerman tampil beda dengan menawarkan hibrida yang dikawinkan dengan mesin diesel dan motor listrik. Hasilnya, so pasti konsumsi bahan bakar makin irit!

Hebatnya lagi, mesin diesel yang digunakan hanya berkapasitas 800 cc. Teknologi yang diusung adalah turbocharger diesel direct injection (TDI). Kalau sudah begini, harapan yang diinginkan Volkswagen adalah konsumsi bahan bakar superirit dipastikan bisa dicapai. Menurut VW, untuk jarak 100 km, L1 hanya membutuhkan 1,38 liter solar alias 72,5 km/liter.

Wuah ueenak sekali, kantong tak akan jebol kendati jalanan makin macet! Tak kalah menarik, pencemaran atau C02 yang dikeluarkan sangat rendah, hanya 36 g/km.

Semua performa itu diperoleh berkat teknologi yang digunakan, antara lain bodi yang beratnya cuma 124 kg. Itu bisa diperoleh karena dibuat dari plastik yang diperkuat dengan serat karbon atau carbon fibre reinforced plastic (CFRP). Dengan ini pula, berat total L1 hanya 380 kg.

Aspek lain yang mendukung kinerja tersebut adalah hambatan angin atau Cd yang rendah, hanya 0,195! VW mengklaim, mobil ini cocok digunakan sebagai kendaraan sehari-hari dan akan menjadi mobil teririt di dunia. Untuk memindahkan tenaga mesin ke roda, digunakan transmisi 7 kecepatan DSG yang dipasang di roda belakang.

Keunikan lain dari mobil ini adalah proporsinya. Panjang L1 3.813 mm sama dengan VW Fox, tinggi 1.143 mm, mendekati optimalisasi aerodinamika Lamborghini MurciƩlago. Lebarnya hanya 1.200 mm, pas sebagai kendaraan praktis di daerah urban yang makin macet.

Pada kondisi standar, “ECO Mode”, mesin TDI L1 mampu menghasilkan tenaga 20kW atau 27 PS @4.000 rpm. Selanjutnya, pada “Sport Mode”, untuk mencapai kecepatan tertinggi, tenaga mesin naik menjadi 29 kW (39 PS) @4.000 rpm. Torsi maksimumnya cukup besar, yaitu 100 Nm @1.900 rpm.

Fitur lainnya adalah sistem Stop-Start. Mesin akan mati dengan sendiri bila mobil berhenti dan akan hidup kembali jika pedal gas ditekan. Dengan kinerja seperti itu, VW berencana segera memproduksinya. Sayang, waktunya belum dipastikan!

26 August 2009

Chevrolet Aveo Prime dari GM Indonesia

GM Autoworld Indonesia (GMAI) selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) GM di Indonesia meluncurkan New Chevrolet Aveo Prime baru-baru ini untuk memperingati hari Kemerdekaan ke-64 RI dan lahirnya New GM 10 Juli 2009. Sedan hatchback ini merupakan facelift dari Aveo Prime yang diperkenalkan tahun lalu.

Perbedaan dengan pendahulunya, di sisi eksterior tampak di antaranya meliputi rear upper spoiler, warna handel pintu, velg 17 inci, sedangkan pada interior di antaranya handel pintu dan vent ring AC yang dikrom, dan intelligent key. Yang terakhir ini punya keistimewaan sebagai Anti Theft Deterrent System yang membuat kendaraan tidak dapat distarter tanpa menggunakan kunci asli lantaran memiliki kode khusus pada cip di kunci yang dihubungkan dengan sistem kendaraan.

Tak cuma itu. Mobil dilengkapi Double Guard on Demand yang berfungsi sebagai perisai. Jadi, bila dibuka paksa, alarm akan berteriak. Kemudian, kalau double lock diaktifkan, pintu tidak akan bisa terbuka sekalipun remote control didekatkan ke pintu.

Satu lagi yang ditawarkan dari Aveo bermesin 1.498 cc berteknologi E-TEC II 4-Silinder ini, yaitu punya engine kill. Meski mobil berhasil dibawa kabur pencuri, jaraknya tidak jauh karena mesin langsung mati.

“Mini MPV modern Aveo lahir demi memenuhi tuntutan keluarga kecil serta pribadi muda yang dinamis dan progresif. Kini, pilihan konsumen makin luas dengan hadirnya New Aveo Prime,” ujar Managing Director PT GMAWI Mukiat Sutikno di tengah Chevy Show di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Aveo Prime tersedia dalam 6 pilihan warna menarik, yakni Poly Silver, Sports Blue, Pearl Black, Super Red, Highway Yellow, dan Urban Grey. New Aveo diberi label harga on the road DKI Jakarta Rp 166,9 juta untuk transmisi manual 5 kecepatan, dan Rp 182,9 juta untuk versi otomatis 4 kecepatan.

Konvoi duo Camaro

Sementara itu, Rabu (26/8), PT GMAI akan mengajak dua legenda ikon muscle car asal Amerika Serikat, Chevrolet Camaro 2010 dan Camaro Z28 1972 keliling ke beberapa titik penjuru di Jakarta untuk menghampiri para penggemar Chevy dan film The Transformers. Beberapa tempat yang akan disinggahi yakni Istora Senayan (10.30), Kampus Perbanas (Kuningan), Parkir Barat Senayan, Tebet Utara, dan Menteng hingga pukul 23.00.

"Camaro Music Cruising Town dilakukan untuk memperkenalkan teknologi dan desain Chevrolet, mendekatkan merek Chevrolet sekaligus menghibur masyarakat Jakarta," ujar Kiki Fajar, PR & Corporate Communication Manager PT GMAI.

Selain duo Camaro, konvoi ini juga menampilkan dua unit Captiva diesel AWD, Aveo Prime (dua unit), dan Estate (dua unit).

25 August 2009

Inilah Audi RS3, Bakal Tampil di Frankfurt Motor Show 2009

Untuk mendukung kesuksesan pameran mobil di negeri sendiri, Frankfurt Motor Show yang digelar September ini, Audi memajang sedan hatchback RS3. Banyak yang belum tahu, seperti apa sosok kendaraan tersebut.

Foto terbaru itu merupakan hasil rekayasa Photoshop dari gabungan mobil konsep Audi A3 TDI Clubsport Quatro dan Audi A3 TDI biasa. Namun, gambar ini diilustrasikan oleh majalah Auto, Motor, & Sport dari Swedia, yang mengaku memiliki sumber orang dalam di Audi. Sang sumber membocorkan, bagaimana tampang hatchback tersebut nanti, yang akan segera dimunculkan ke publik umum.

Meski ofisial dari merek berlambang empat lingkaran sejajar ini belum resmi meluncurkan wajah aslinya, bisa diprediksi, RS3 kemungkinan besar akan mengusung mesin berkapasitas 2.500 cc, 5-silinder turbochager. Dapur pacu ini juga digunakan Audi TT RS yang mampu menghasilkan tenaga 340 dk dan torsi maksimum 450 Nm.

Selanjutnya, sistem berpenggerak Quattro (all-wheel drive) ala Audi diaplikasi pada RS3. Namun, untuk RS3 akan ada penyesuaian pada mesin yang nantinya memiliki tenaga antara 350 dan 400 dk. Dengan begitu hatchback ini lebih cepat dari R8 yang mengusung mesin berkapasitas 4.200 cc FSI.