11 July 2008

Mobil dan Truk Konsep Masuk JCC

Sampai pukul 21.30 WIB mobil-mobil penumpang, komersil dan konsep sudah masuk JCC, tempat penyelenggaraan IIMS (Indonesia International Motor Show) 2008. Para ATPM seperti Honda, Toyota, Isuzu dan Daihatsu yang berepartisipasi dalam pameran ke-16 ini menampilkan tema berwawasan lingkungan. Meski begitu, tampak juga peserta dari roda dua asal Italia, yaitu Vespa dan Gileria.

Peserta yang paling siap dan telah mengadakan gladik resik pada sore hari, Toyota dan Honda.Toyota kali ini mengandalkan dua mobil konsep baru,kendaraan personal dan mobil sport hibrida FTV. Sedangkan Honda, meski tidak menghadirkan mobil konsep, sebagai pengganti menarik pengunjung menghadirkan robot Asimo. Untuk produk, Honda menampilkan mobil yang sudah dipasarkannya di Indonesia, yaitu Jazz terbaru, CRV, Civic dan Accord. Stand Honda menonjol dengan latar belakang lingkungan hijau.

Sampai pukul 20.00 WIB, stand-stand yang berada di hall A, yaitu Daihatsu, Ford dan Mitsubishi masih berbenah dan belum ada unit yang dipajang. Karena itu pula, mobil konsep yang akan dipajang Ford, yaitu Verve di temui Kompas.Com masih berada di belakang stand Pertamina (hall B).

Di hall B, hadir Suzuki, Isuzu, Hino, Mitsubishi, Hyundai, Mazda, Foton, Great Wall dan Cherry lebih siap, kecuali Mazda yang baru masuk pukul 17.00. Di hall ini, hadir truk konsep dari Mitsubishi dan Hino. Mobil konsep di hall ini hanya dihadirkan oleh Suzuki, yaitu Kizashi. Peserta lain, seperti Mercedes-Benz dan Smart, VW, Audi, Nissan dan Proton berada di hall C.

Meski arena yang digunakan nuntuk pameran tahun ini lebih luas dibandingkan tahun lalu, namun jumlah ATPM yang ikut juga berkurang. ATPM yang tidak ikut IIMS tahun ini adalah BMW, Chevrolet,BMW, Volvo, Peugeot, Renault dan Nissan UD (truk atau kendaraan komersial).

Pick Up Double Cabin Dari Cina

Setelah sebelumnya meluncurkan dua produk dari Cina, yaitu Chery QQ dan Foton, PT Indomobil Group kembali memperkenalkan model terbarunya, yakni pick up double cab Wingle di Hotel Gran Melia, Jakarta Pusat, Kamis (10/7). Berarti, penghuni kendaraan kabin ganda di pasar mobil Indonesia bertambah satu lagi, yang sebelumnya diramaikan oleh Nissan Navara, Mitsubishi Strada Exceed, Ford Ranger dan Mazda BT50.

"Masuknya merek-merek Cina ini, selain kualitasnya bagus, juga untuk mengisi ceruk-ceruk yang kosong," kata Gunadi Sindhuwinata, presiden direktur Indomobil Group. Dan di Cina sendiri, Wingle buatan Great Wall, salah satu produsen light truk utama di negeri yang berpenduduk di atas 1 miliar itu menjadi yang terlaris selama sembilan tahun berturut-turut.

Wingle menggunakan mesin 2.8L turbo diesel common-rail dengan teknologi Bosch Jerman. Sistem pengeraknya 4x4 (4WD) dengan proses pemindahan dari 2WD ke 4WD dilakukan lewat tombol di dashboard.

Pickup ini memiliki bobot 1.860kg dengan dimensi 5.040 x 1.800 x 1.730mm ini memiliki fitur yang cukup lengkap. Selain sistem penggerak 4WD yang dioperasikan lewat tombol, masih ada jok kulit, tilt steering, transmisi 5MT yang enteng digerakkan dan sesuai standar emisi Euro2.

Kendaraan andalan Great Wall dan PT Indomobil Group akan akan dipasarkan dengan harga Rp 193 juta on the road Jakarta dan dirakit di Indonesia bersama Chery dan Foton oleh PT National Assembler, Pulo Gadung. Di pasaran, Wingle bersaing dengan Mitsubishi Strada Exceed (Rp 261 juta), Nissan Navara (Rp 280 juta) Mazda BT 50 (Rp 208 juta) dan Ford Ranger (Rp 256 juta lebih). Berarti, Wingle paling rendah. Sayang bentuk depannya kurang kekar seperti riva-rivalnya. "Saat ini perakitan menggunakan 20% local content. Kedepan akan terus meningkat," ujar Gunadi.

Indomobil Investasi Miliaran Rupiah Demi Great Wall

Tak ada istilah terlambat bagi Indomobil Group (IG) ketika memperkenalkan Wingle di Hotel Gran Melia, Jakarta (10/7). Karena, sampai akhir tahun ini telah mematok target 1.200 unit. Jumlah yang cukup besar untuk suatu merek dan produk yang masih asing di telingan otomotif Indonesia. "Kami akan memproduksi 100 unit per bulan sesuai permintaan," ungkap Direktur Indomobil Group, Jusak Kertowidjojo.

Jusak mengaku optimis dapat menembus angka tersebut. Pasalnya, saat ini sudah ada order 50 unit dari perusahaan perkebunan Sumatera. "Padahal proses produksi baru berjalan sekitar 2-3 hari lalu," tuturnya

Keyakinan Jusak akan sukses Wingle di pasar Indonesia karena pihaknya telah menggelontorkan dana sebesar Rp 2,4 miliar. Anggaran sebesar itu tak lain sebagai investasi pabrik perakitan produk-produk Great Wall. Menurut dia, pasar mobil asal Cina ini cukup baik, terutama untuk daerah luar Pulau Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan dan Papua. Warna mobil dibuat berdasarkan permintaan pelanggan.

Selain Wingle, IG juga berencana akan memasarkan kendaraan berjenis SUV (Sport Utility Vehicle) dari Great Wall tahun ini juga.

Apakah Anda Pengemudi defensive?

Barangkali banyak yang beranggapan mengemudi mobil mudah. Tidak salah anggapan itu, tapi apakah sudah bersikap dan bertindak benar serta memperlakukan kendaraan denngan baik? Pengemudi yang sudah mengantongi jam terbang tinggi, belum tentu memenuhi kriteria itu. Padahal, mengemudi membutuhkan konsentrasi tinggi dalam melakukannya. Indonesia Defensive Driving Center (IDDC) bekerjasama dengan Toyota Astra Motor memberi teknik defensive Driving kepada para jurnalis.

Defensive driving, menurut instruktur IDDC diistilahkan cara mengemudi merupakan pendekatan secara intelektual bagaimana berkendara yang aman, benar, efisien dan bertanggung jawab."Paling penting, jadikan mengnemudi sebagai kegiatan utama. Jangan dibarengi kegiatan lainnya," wanti Dodi Budiono, instruktur IDDC.

Inilah langkah-langkah sebelum mengemudi yang harus diketahui pengemudi;
1. Ada empat kunci menjadi pengemudi defensive, alertness (kewaspadaan), awareness (kesadaran), attitude (sikap, mental), anticipation (antisipasi menjaga segala kemungkinan).

2. Defensive driving berkaitan dengan social rsponsibility issue di antaranya, mementingkan kepentingan orang banyak dan pemaaf, mau bekerja sama dengan pengguna jalan lain, santai dan tidak tegang.

3.Kondisi teknis kendaraan wajib diperiksa sebagai defensive driver.Selalu mempertahankan kendaraan dalam kondisi prima.

4. Setiap sebelum berkendara lakukan pemeriksaan, mulai dari eksterior, meliputi bodi, kaca depan, kaca spion, wiper, lampu-lampu, kondisi ban dan tekanan angin, peralatan standar kendaraan.

Pengecekan ruang mesin seperti oli mesin, power steering, minyak rem, air radiator, air pembersih kaca, sistem kelistrikan yang meliputi pemeriksaan aki, kabel dan soket-soket. Tak lupa memeriksa kondisi slang radiator dan bahan bakar.

5. Pengemudi memperhatikan kondisi interior. Memakai sabut pengnaman, kontrol panel dan kaca spion pada posisi yang mudah dioperasikan dan dapat terlihat jelas, sesuai posisi duduk dan penyangga kepala agar tidak terlalu dekat. Singkirkan barang-barang di sekitar yang dapat mengganggu konsentrasi.

Teknis mengemudi
1. Lakukan penambahan posisi persneling untuk akselerasi dengan putaran mesin antara 3.000-4.000 rpm. Untuk deselerasi dengan menurunkan persneling disarankan putaran mesin di bawah 2.500 rpm. selain mesin terawat, pemakaian BBM efisien.

2. Olah kemudi yang benar dengan cara pull (tarik) dan push (dorong). Contoh belok ke kanan, yang menarik kemudi tangan kanan, tangan kiri mendorong. Jangan sekali-sekali menariknya pakai tangnan kiri dengan telapak tangan memegang kemudi bagian dalam.

Atau dengan metode hand over hand, membelokkan kemudi dengan saling silang dan dilakukan berulang-ulang.

3. Posisi parkir ideal 2,5 meter jarak buat posisi parkir seri. Sedangkan ruang pada posisi parkir paralel setidaknya harus lebih panjang 1,5 meter dari keseluruhan panjang mobil yang dikemudikan.

Dengan cara seperti ini, manuver mobil jadi mudah dikendalikan. Tinggal teknik diimbangi teknik pengereman yang halus.