15 May 2009

Toyota Corolla Altis 2.0 untuk Profesional Muda Mapan Doyan Kecepatan

Walau kondisi pasar otomotif nasional kurang "sehat", PT Toyota Astra Motor (TAM) tetap menunjukkan komitmennya. Produsen Toyota di Indonesia itu menyodorkan produk terbarunya, Toyota Corolla Altis 2.0, yang di-launching seminggu yang lalu.

Bolehlah, Toyota Corolla Generasi ke-10 tipe G yang baru ini disebut facelift. Sebab, tak ada perubahan mencolok dari model sebelumnya sebagai varian tertinggi yang digantikannya, yakni Corolla Altis 1.8 V.

Dari sisi eksterior, perubahan hanya tampak pada desain gril yang lebih sporty, model sarang lebah. Kemudian, pada bumper depan dan belakang terdapat spoiler, plus penambahan side skirt serta sayap itik (spoiler belakang).

Mesin generasi baru GTi
Sekalipun begitu, tak berarti Altis 2.0 V ini tidak mengusung sesuatu yang baru. Justru ada. Sedikitnya, hal baru itu ada di lima bagian. Malah, kelahiran sedan medium ini, seperti dibilang Achmad Rizal, "Kami ingin memberi kepada mereka yang suka 'main-main'. Nah, Altis 2.0 inilah jawabannya."

Main-main yang dimaksud Marketing and Communication Manager PT TAM itu, kebutuhan akselerasi dan tenaga, dan hal itu ada pada Altis 2.0. Sebab, mesin 3ZR-FE berkapasitas 1.897 cc ini telah dilengkapi dengan Dual VVT-i (Variable Valve Timing-intelligent). Teknologi itu menghasilkan performa mesin yang tinggi, tanpa mengurangi efisiensi bahan bakar dan tetap menghasilkan emisi yang bersih.

Sebagai catatan, mesin generasi baru dari GTi pernah menjadi andalan Toyota Corolla GTi keluaran 1991, yang di Indonesia diproduksi terbatas (200 unit). Tenaganya cukup besar, termasuk Altis 2.0 ini yang diklaim sebesar 152 dk pada 5.600 rpm dan torsi 21,2 kgm pada 4.400 rpm.

Jadi, buat penyuka kecepatan, sedan baru Toyota ini bisa memenuhi selera. Sekalipun sebagai profesional muda (manajer yang mapan) yang doyan ngebut, kemewahan dan gairah mengemudi didapat di sini. Semisal, bosan dengan transmisi otomatis, bisa pindah ke gaya manual. Pengemudi cukup menekan paddle shift yang terletak di belakang kemudi; mirip mobil balap F1.

Unsur kemewahan yang sudah ditonjolkan pada model pendahulunya tetap dipertahankan. Itu seperti smart start & entry system, auto rain sensor, HID with manual leveling, dan wiper otomatis begitu turun hujan. Kecuali desain setir dari model palang empat menjadi 3 spoke leather dilengkapi dengan Audio & MID switch dan tombol cruise control.

Dengan harga Rp 372.500.000, New Altis 2.0 bersaing dengan Mitsubishi Lancer EX2.0 dan Honda Civic 2.0i. Dari dua kompetitornya itu, punya Toyota paling rendah harganya.

12 May 2009

Menjajal Kehebatan Mazda6 di Sirkuit Tes Bridgestone

Mazda6 generasi ke-2 atau di Jepang disebut New Atenza bukan lagi produk baru. Mobil ini sudah diluncurkan sejak awal tahun lalu. Di Indonesia, Mazda6 dipasarkan oleh PT Mazda Motor Indonesia (MMI) dan pilihannya adalah versi sedan dengan mesin 2.500 cc.

Sebagai salah satu produk yang diandalkan di Indonesia, MMI mengadakan acara “The Dynamic Six” dengan wartawan otomotif Ibu Kota. Tujuannya agar publikasi tentang mobil yang saat ini dijual seharga Rp 472 juta itu bisa dimutakhirkan.

Para wartawan diberi kesempatan menjajal langsung 4 unit Mazda6. Kendati waktunya singkat dan tes dilakukan berdasarkan perasaan (test by feeling), Kompas.com memanfaatkannya secara maksimal, baik sebagai penumpang (di belakang dan depan) maupun mengemudikannya langsung.

Mobil dikemudikan langsung dari Senayan Plaza menuju “Jakarta Perkumpulan Equestrian Centre” yaitu wilayah belajar olahraga berkuda di Bukit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Wartawan diberi kesempatan menunggang kuda yang dipandu oleh atlet berkuda nasional dan model cantik, Larasati Gading. “Cara mengendalikan kuda tidak berbeda jauh dengan mobil,” ujarnya.
Sebagai Penumpang. Saat berangkat, Kompas.com duduk sebagai penumpang belakang. Selama itu, secara cermat kami coba merasakan kenyamanan dan berbagai aspek lainnya.

Untuk fasilitas interior sangat oke. Hanya posisi duduk buat penumpang belakang belum maksimal relaks. Begitu mobil dijalankan di permukaan jalan tidak rata—kendati pelan—ciri khas Mazda terasa sekali. Bantingannya keras dan menimbulkan bunyi “duk”.

Selama berada di jalan tol, ketika akselerasinya dicoba, Mazda6 terasa cukup responsif. Padahal, tongkat transmisi berada di posisi gigi “D”.

Ketika Kompas.com mencoba menjadi penumpang depan, posisi kenyamanan duduk lebih dirasakan. Maklum, jok bisa disetel hanya dengan menekan tombol. Suara suspensi belakang pun dirasakan agak berkurang. Begitu juga hentakan ketika meluncur di permukaan jalan yang tidak rata.
Manuver. Di tes trek Bridgestone, Karawang, wartawan diberi kesempatan menguji kemampuan Mazda6 ini lebih leluasa dengan panduan pebalap Jimmy Lukita. Mobil bermesin 4 silinder dan menghasilkan tenaga 172 PS @ 6.000 rpm, transmisi otomatik 5 kecepatan yang disebut Mazda ‘Activematic’ ini mampu bermanuver atau membelok pada kecepatan lebih tinggi. Di samping itu, juga tes rem pada permukaan jalan basah.

Dari spesifikasi yang dikeluarkan oleh MMI, Mazda6 ini dilengkapi dengan ABS, EBD (electronic brake distribution), brake assist, traction control dan DSC (dynamic stability control). Hasilnya, ketika diajak bermanuver pada kecepatan 60-80 km, mobil bisa dikendalikan dengan mudah. Stabilitas sangat oke! Menurut Mazda, ini merupakan ujud dari filosofi “Zoom-Zoom” mereka dalam membuat mobil.

Kemampuan kerja rem juga mantap. Bahkan, ketika tes rem dilakukan di permukaan jalan basah pada kecepatan 80 km/jam, saat berhenti, mobil tetap memperlihatkan keseimbangan dan tetap di jalurnya.
Paddle Shifts. Selain menggunakan tongkat transmisi dengan panduan gate pada konsol tengah, Mazda6 juga bisa dioperasikan secara manual. Bahkan, bila pengemudi menginginkan menambah tenaga atau menurunkan tenaga atau putaran (mengirit bahan bakar) cukup dengan mengoperasikan “paddle shifts” yang dipasang di jari-jari kanan dan kiri setir. Jari-jari setir juga dipenuhi dengan tombol-tombol untuk mengontrol audio.

Di bagian depan paddle shift tertulis "Down". Ketika mobil melaju kencang dan salah satu paddel shift "Down" ditekan, beberapa saat kemudian tenaga turun dan akselerasi melambat.

Kemudian, ketika paddle shifts di belakang “Down” ditekan ke depan dengan jari telunjuk, putaran naik, tenaga bertambah dan mobil pun berakselerasi dengan cepat. Fitur ini sangat memudahkan pengemudi untuk memilih kondisi mengemudi: lebih cepat atau santai untuk mengirit bahan bakar tanpa menyentuh persneling.
Kenyamanan Terusik. Sayang saat dilakukan tes pada permukaan jalan semen, pada kecepatan 60 km/jam kenyamanan terusik. Suara gemuruh dari permukaan jalan ke interior atau penumpang cukup mengganggu. Padahal, saat itu, audio yang menggunakan sistem dan 8 speaker Bose menghasilkan kualitas suara prima.

Namun, begitu meluncur di jalan dengan permukaan aspal mulus, kualitas audio mobil sangat mantap. Pengemudi pun bisa mengatur audio hanya dengan menekan tombol-tombol yang berada di setir.

10 May 2009

Buick Business, MPV Hibrida Mewah dari Shanghai

Buick adalah tambang emas General Motors di China. Karena itu pula, meski kondisi GM akhir-akhir ini tak menentu, kiprah dan citra Buick terus ditingkatkan. Terakhir, pada pameran mobil di Shanghai, akhir bulan lalu, General Motors membanggakan salah satu kendaraan konsep yang ditampilkan di arena tersebut, yaitu Buick Business Concept Vehicle.

Konsep tersebut adalah MPV 5 pintu dengan format tiga deret jok dan maksimal bisa memuat 5 penumpang plus seorang pengemudi. Yang pasti, ini bukanlah minivan. Namun, MPV ini sekelas dan sedikit lebih besar dibandingkan van mewah yang banyak dimiliki orang kaya di Indonesia, Toyota Alphard.

Dimensinya, panjang 5,3 meter, lebar 1,98 meter, dan tinggi 1,8 meter. Target lain dari Buick atau GM China dengan MPV adalah menyaingi kendaraan sekelas dari Mercedes-Benz.

Fitur lain yang tak kalah menarik adalah sumber penggerak. GM telah memastikan, MPV ini dipersenjatai dengan penggerak hibrida: kombinasi motor bakar dan motor listrik. Kalau sudah begini, pikiran soal konsumsi bahan bakar yang boros tak perlu lagi!

Karya Pertama. GM China boleh saja bangga dengan mobil ini. Pasalnya, inilah mobil konsep pertama hasil desain dan rekayasa GM Pan Asian Technical Automotive Centre (PATAC) dengan Shanghai Automotive Industry Corporation (SAIC) yang menjadi andalan GM di negara tersebut.

Seperti produk atau kendaraan konsep lain yang banyak dikembangkan saat ini, Buick merencanakan Buick Businees Concept Vehicle ini sebagai produk global. Nah, berarti ada peluang bagi orang kaya Indonesia yang berminat dengan mobil ini untuk memilikinya.

Buick menilai, MPV konsep ini ibarat “VIP Lounge” berjalan. Seluruh jok dirancang dengan gaya captain seat, termasuk yang di belakang. Meski menyatu, jok belakang maksimal hanya untuk dua penumpang.

Sebagai mobil mewah untuk para pebisnis, interior MPV ini nantinya juga bisa diubah menjadi tempat bekerja yang nyaman. Untuk itu, mobil ini dilengkapi dengan meja yang dapat digeser dan dilipat, sedangkan tempat duduk tengah bisa diputar sampai 225 derajat sehingga saling posisi duduk berhadapan dengan tempat duduk paling belakang.

Konsep desain menarik lain adalah pintu samping belakang yang menggunakan model geser. Untuk membuka dan menutupnya, tidak perlu dilakukan secara langsung. Bisa dengan menekan tombol pada remote control yang disediakan untuk mobil ini. Pastinya, pintu dilengkapi dengan motor listrik untuk menggesernya, buka atau tutup.

Belum cukup, MPV ini tidak lagi dipasangi pilar B. Alhasil, ketika pintu depan dan belakang dibuka secara bersamaan, akses ke dalam kabin sangat gampang. Begitu juga sebaliknya, bila mau keluar.

Seni China. Sebagai mobil mewah atau mobil kelas bisnis, berbagai macam unsur diaplikasikan pada kendaraan ini untuk memberi citra eksklusifnya. Dalam hal ini, para perancang Buick di China memanfaatkan unsur seni China yang digabungkan dengan teknologi digital masa kini.

Menurut Cao Min, Kepala Desainer PATAC, tim desain menyatukan rancangan global modern dan unsur China. Agar penampilannya harmonis, para perancang harus menggambar unsur bentuk benda di luar industri otomotif. Mereka pun mempelajari bentuk benda klasik sampai karya seni peninggalan kuno China.

Dijelaskan, permukaan eksterior yang dinamis dan warna interior dua warna merupakan filosofi “yin dan yang”. Perlengkapan mobil ini dirancang dengan gaya artefak China kuno dengan ikon elektronik modern.

Penampilan. Bentuk lampu depan LED dipengaruhi oleh seni kaca budaya China yang sangat terkenal, yaitu liuli. Ini tampak pada permukaan transparan tiga dimensinya. Liuli adalah keterampilan seni kristal China, karya budaya dengan referensi modern.

“Kendaraan ini diilhami oleh kehebatan Buick. Kami berhasil menyatukannya dengan seni China tradisional, misalnya menggunakan motif huiven pada lampu sein dan lampu kabut,” jelas Cao Min.

Warna eksterior unggu zitan dipilih untuk mendapatkan tingkat perhatian yang tepat. Warna ini diambil dari kayu zitan yang biasanya digunakan pada perabotan China dengan ukiran seni berkelas tinggi. Warna ungu kehitaman membuat penampilan mobil konsep ini bertambah mewah.

Untuk memperkuat kesan mewah dan gagah, MPV dilengkapi dengan velg aluminium 20 inci model palang sembilan. Ban yang digunakann profil rendah menambah kesan MPV ini sebagai kendaraan modern. Kaca spion luar disatukan dengan lampu sein dengan motif huiwen.

Interior. Desain interior dibuat agar setiap orang yang masuk ke dalam kendaraan ini terkesan. Untuk ini digunakan bahan suede merah anggur (burgundy) yang dipadukan dengan warna krem. Kombinasi ini adalah tema bumi dan kayu. Jok model bucket dilapisi kulit berkualitas tinggi. Juga ada karpet dan setir yang dilengkapi dengan paddle mewah. Tambahan kemewahan adalah dua sunroof dengan ukuran sepanjang bodi kendaraan.

“Melalui karpet merah anggur, dekorasi interior dengan kulit berkualitas tinggi, seni liuli, kelembutan, pencahayaan biru es, kami ingin menciptakan “VIP Lounge” bergerak untuk penumpang kendaraan ini,” ujar Cao Min.

Spefisikasi
Dimensi
eksterior
Jarak sumbu roda
3.198 mm
Panjang
5.278 mm
Lebar
1.985 mm
Tinggi
1.809 mm
Berat
1.903 mm
Trek depan
1.665 mm
Trek belakang
1.655 mm
Roda & ban
Alloy, 20-inci,
P275/40 R20
Sumber
penggerak
Mesin
2,4-liter, 4 silinder, bensin
injeksi langsung (SIDI)
Transmisi
Otomatik, 6 kecepatan
Penggerak
Gerak roda depan
Performa
Sprint: 0-100 k/jam
12,9 detik
Kecepatan tertinggi
190 km/jam

Toyota Prius Hybrid Generasi III Diluncurkan Hari Ini oleh Akio Toyoda

Dua strategi khusus terpaksa dipakai Toyota Motor Corp (TMC) untuk bersaing dengan Honda dalam meraih konsumen terbanyak membeli mobil hibrida. Sebagai pemegang market leader di kelas hibrida dengan total penjualan 1.256 unit di 40 negara, pabrikan mobil terbesar di dunia ini tentu tak ingin direbut pesaingnya.

Untuk itu, TMC mempercepat peluncuran Prius generasi III yang dilakukan oleh Presiden TMC Akio Toyoda hari ini, Senin (18/5). Cucu dari pendiri Toyota itu mengendarai Prius generasi III masuk ke panggung sebagai tanda peresmiannya.

Untuk harga di Jepang, TMC mematok 2,05 juta yen atau 21.600 dollar AS dan lebih murah dari model sebelumnya. Setiap tahunnya, Toyota menargetkan 300.000 sampai 400.000 unit.

Menghadapi persaingan dengan Honda Insight, Toyota tak cuma mempercepat jadwal launching. Mereka tetap akan berjualan di negerinya. Malah dua perusahaan, yakni penyewaan mobil (rental) dan corporate customer jadi bidikan dan akan diberi harga khusus 1,89 juta yen. Harga itu sama dengan Honda Insight.

Di Amerika sendiri, Prius akan mulai dipasarkan tahun depan dengan harga 22.000 dollar AS, tidak berubah dari harga Prius model 2009. Namun, untuk keperluan promosi maka harga tersebut disunat lagi menjadi 21.000 dollar AS.

Akio mengatakan kepada kantor berita AP, model Prius menjadi perhatian Toyota karena secara ekologi sadar akan permintaan dunia terhadap mobil ramah lingkungan.