18 May 2009

VW Indonesia Luncurkan Touran Minggu Depan

PT Garuda Mataram Motor (GMM), ATPM Audi dan VW di Indonesia, mempercepat keputusan meluncurkan Touran di Indonesia. Sebelumnya, pada acara media workshop tentang mesin TSI yang digunakan Touran di Indonesia, pada 14 April lalu, Andrew Nasuri, CEO GMM mengatakan akan meluncurkannya menjelang atau saat Indonesia International Motor Show Juli mendatang. Kenyataannya, hari ini perusahaan itu telah mengirimkan undangan peluncuran Touran yang akan dilakukan pada 28 Mei Minggu depan.

Menurut Andrew Nasuri yang dihubungi langsung KOMPAS.com, Touran yang akan diluncurkan sudah dirakit di Indonesia. Mesin yang digunakan, sama seperti yang telah mereka jelaskan sebelumnya, yaitu TSI 1,4 liter yang dilengkapi dengan kombinasi supercharger dan turbocharger untuk menyedot udara yang akan dipasok ke dalam silinder.

Hasilnya adalah, mesin 1,4 liter yang digunakan Touran mampu menghasilkan tenaga 170 PS @6.000 rpm plus torsi 240 Nm @1.750 – 4.500 rpm. Mesin bensin ini menggunakan sistem injeksi langsung dan diklaim konsumsi bahan bakarnya 13,8 km/liter. Ketika itu juga dijelaskan, Touran dengan mesin TSI, injeksi langsung ini telah dites sampai 50.000 km di Indonesia dengan menggunakan bensin oktan 92 yang tersedia di pasar Indonesia

Kinerja mesin yang hebat namun tetap irit, merupakan daya tarik sendiri dari Touran ini. Begitu juga dengan fungsinya sebagai MPV, kendaraan keluarga dengan tiga deret tempat duduk atau 7 penumpang.

Sebelumnya dijelaskan, dengan mesin 1,4 liter, VW dapat menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan kalau menggunakan mesin di atas 1,5 liter. Meski begitu, ketika ditanyakan berapa harga pasti Touran yang akan dipasarkan ini, Andrew berkilah,”Sedangkan kita perhitungkan. Tunggul minggu depan yang kita umumkan,” jelasnya.

Bagi konsumen Indonesia yang akan membeli MPV 7 penumpang, berarti ada alternatif baru yang sangat menarik. Paling tidak, sebagai pembanding bila berniat atau ancar-ancar MPV asal Jepang, yang juga segera dipasarkan yaitu Honda Freed.

Audi R8 buat Pengebut Sejati

Audi R8 adalah sedan sport coupe terkencang yang dipunyai salah satu pabrikan mobil di Jerman itu. Dengan desain sasis monokok dan bodi yang membongkok, plus aerodinamika yang tinggi, jelas sekali kalau pabrikan berlokasi di Neckarsulm ini mengisyaratkan sebagai mobil yang kencang.

Apalagi ruang mesin dijejali mesin V8 berkapasitas 4.200 cc. Dengan tenaga 414 dk, bisa dibayangkan bagaimana Audi ini melesat. Buat penyuka kecepatan, melakukan manuver dengan tenaga segitu sudah lebih dari cukup.

Namun, MTM (Motoren Technik Mayer) masih merasa kurang. Rumah modifikasi dari Bavaria ini lantas meningkatkan tenaga dan aerodinamika, plus meringankan bagian tertentu dari mobil.

Langkah yang disentuh, supercharger V8 FSI bawaan mobil diganti punya MTM. Setelah itu, untuk terusan tenaga mesin, MTM mengganti knalpot standar dengan yang berbahan keramik. Selain menghasilkan suara yang khas, output-nya pun melonjak menjadi 560 dk/580kW.

Lonjakan tenaga mesin yang signifikan tentu harus didukung daya cengkeram yang baik. Untuk itu, aerodinamikanya ditingkatkan dengan mengubah bumper depan yang memiliki air diffuser. Dengan begitu, traksi ban lebih mencengkeram ke aspal. Pada buritan dikasih duck tail yang mampu bekerja secara otomatis dalam kecepatan tertentu.

Kemudian, velg standar diganti yang ultra light, MTM Bimota ukuran 20 x (9+11) inci. Velg ini menggunakan teknologi tempa sehingga sangat kuat. "This car for maniac", begitu MTM menyebutnya.

15 May 2009

Toyota Corolla Altis 2.0 untuk Profesional Muda Mapan Doyan Kecepatan

Walau kondisi pasar otomotif nasional kurang "sehat", PT Toyota Astra Motor (TAM) tetap menunjukkan komitmennya. Produsen Toyota di Indonesia itu menyodorkan produk terbarunya, Toyota Corolla Altis 2.0, yang di-launching seminggu yang lalu.

Bolehlah, Toyota Corolla Generasi ke-10 tipe G yang baru ini disebut facelift. Sebab, tak ada perubahan mencolok dari model sebelumnya sebagai varian tertinggi yang digantikannya, yakni Corolla Altis 1.8 V.

Dari sisi eksterior, perubahan hanya tampak pada desain gril yang lebih sporty, model sarang lebah. Kemudian, pada bumper depan dan belakang terdapat spoiler, plus penambahan side skirt serta sayap itik (spoiler belakang).

Mesin generasi baru GTi
Sekalipun begitu, tak berarti Altis 2.0 V ini tidak mengusung sesuatu yang baru. Justru ada. Sedikitnya, hal baru itu ada di lima bagian. Malah, kelahiran sedan medium ini, seperti dibilang Achmad Rizal, "Kami ingin memberi kepada mereka yang suka 'main-main'. Nah, Altis 2.0 inilah jawabannya."

Main-main yang dimaksud Marketing and Communication Manager PT TAM itu, kebutuhan akselerasi dan tenaga, dan hal itu ada pada Altis 2.0. Sebab, mesin 3ZR-FE berkapasitas 1.897 cc ini telah dilengkapi dengan Dual VVT-i (Variable Valve Timing-intelligent). Teknologi itu menghasilkan performa mesin yang tinggi, tanpa mengurangi efisiensi bahan bakar dan tetap menghasilkan emisi yang bersih.

Sebagai catatan, mesin generasi baru dari GTi pernah menjadi andalan Toyota Corolla GTi keluaran 1991, yang di Indonesia diproduksi terbatas (200 unit). Tenaganya cukup besar, termasuk Altis 2.0 ini yang diklaim sebesar 152 dk pada 5.600 rpm dan torsi 21,2 kgm pada 4.400 rpm.

Jadi, buat penyuka kecepatan, sedan baru Toyota ini bisa memenuhi selera. Sekalipun sebagai profesional muda (manajer yang mapan) yang doyan ngebut, kemewahan dan gairah mengemudi didapat di sini. Semisal, bosan dengan transmisi otomatis, bisa pindah ke gaya manual. Pengemudi cukup menekan paddle shift yang terletak di belakang kemudi; mirip mobil balap F1.

Unsur kemewahan yang sudah ditonjolkan pada model pendahulunya tetap dipertahankan. Itu seperti smart start & entry system, auto rain sensor, HID with manual leveling, dan wiper otomatis begitu turun hujan. Kecuali desain setir dari model palang empat menjadi 3 spoke leather dilengkapi dengan Audio & MID switch dan tombol cruise control.

Dengan harga Rp 372.500.000, New Altis 2.0 bersaing dengan Mitsubishi Lancer EX2.0 dan Honda Civic 2.0i. Dari dua kompetitornya itu, punya Toyota paling rendah harganya.

12 May 2009

Menjajal Kehebatan Mazda6 di Sirkuit Tes Bridgestone

Mazda6 generasi ke-2 atau di Jepang disebut New Atenza bukan lagi produk baru. Mobil ini sudah diluncurkan sejak awal tahun lalu. Di Indonesia, Mazda6 dipasarkan oleh PT Mazda Motor Indonesia (MMI) dan pilihannya adalah versi sedan dengan mesin 2.500 cc.

Sebagai salah satu produk yang diandalkan di Indonesia, MMI mengadakan acara “The Dynamic Six” dengan wartawan otomotif Ibu Kota. Tujuannya agar publikasi tentang mobil yang saat ini dijual seharga Rp 472 juta itu bisa dimutakhirkan.

Para wartawan diberi kesempatan menjajal langsung 4 unit Mazda6. Kendati waktunya singkat dan tes dilakukan berdasarkan perasaan (test by feeling), Kompas.com memanfaatkannya secara maksimal, baik sebagai penumpang (di belakang dan depan) maupun mengemudikannya langsung.

Mobil dikemudikan langsung dari Senayan Plaza menuju “Jakarta Perkumpulan Equestrian Centre” yaitu wilayah belajar olahraga berkuda di Bukit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Wartawan diberi kesempatan menunggang kuda yang dipandu oleh atlet berkuda nasional dan model cantik, Larasati Gading. “Cara mengendalikan kuda tidak berbeda jauh dengan mobil,” ujarnya.
Sebagai Penumpang. Saat berangkat, Kompas.com duduk sebagai penumpang belakang. Selama itu, secara cermat kami coba merasakan kenyamanan dan berbagai aspek lainnya.

Untuk fasilitas interior sangat oke. Hanya posisi duduk buat penumpang belakang belum maksimal relaks. Begitu mobil dijalankan di permukaan jalan tidak rata—kendati pelan—ciri khas Mazda terasa sekali. Bantingannya keras dan menimbulkan bunyi “duk”.

Selama berada di jalan tol, ketika akselerasinya dicoba, Mazda6 terasa cukup responsif. Padahal, tongkat transmisi berada di posisi gigi “D”.

Ketika Kompas.com mencoba menjadi penumpang depan, posisi kenyamanan duduk lebih dirasakan. Maklum, jok bisa disetel hanya dengan menekan tombol. Suara suspensi belakang pun dirasakan agak berkurang. Begitu juga hentakan ketika meluncur di permukaan jalan yang tidak rata.
Manuver. Di tes trek Bridgestone, Karawang, wartawan diberi kesempatan menguji kemampuan Mazda6 ini lebih leluasa dengan panduan pebalap Jimmy Lukita. Mobil bermesin 4 silinder dan menghasilkan tenaga 172 PS @ 6.000 rpm, transmisi otomatik 5 kecepatan yang disebut Mazda ‘Activematic’ ini mampu bermanuver atau membelok pada kecepatan lebih tinggi. Di samping itu, juga tes rem pada permukaan jalan basah.

Dari spesifikasi yang dikeluarkan oleh MMI, Mazda6 ini dilengkapi dengan ABS, EBD (electronic brake distribution), brake assist, traction control dan DSC (dynamic stability control). Hasilnya, ketika diajak bermanuver pada kecepatan 60-80 km, mobil bisa dikendalikan dengan mudah. Stabilitas sangat oke! Menurut Mazda, ini merupakan ujud dari filosofi “Zoom-Zoom” mereka dalam membuat mobil.

Kemampuan kerja rem juga mantap. Bahkan, ketika tes rem dilakukan di permukaan jalan basah pada kecepatan 80 km/jam, saat berhenti, mobil tetap memperlihatkan keseimbangan dan tetap di jalurnya.
Paddle Shifts. Selain menggunakan tongkat transmisi dengan panduan gate pada konsol tengah, Mazda6 juga bisa dioperasikan secara manual. Bahkan, bila pengemudi menginginkan menambah tenaga atau menurunkan tenaga atau putaran (mengirit bahan bakar) cukup dengan mengoperasikan “paddle shifts” yang dipasang di jari-jari kanan dan kiri setir. Jari-jari setir juga dipenuhi dengan tombol-tombol untuk mengontrol audio.

Di bagian depan paddle shift tertulis "Down". Ketika mobil melaju kencang dan salah satu paddel shift "Down" ditekan, beberapa saat kemudian tenaga turun dan akselerasi melambat.

Kemudian, ketika paddle shifts di belakang “Down” ditekan ke depan dengan jari telunjuk, putaran naik, tenaga bertambah dan mobil pun berakselerasi dengan cepat. Fitur ini sangat memudahkan pengemudi untuk memilih kondisi mengemudi: lebih cepat atau santai untuk mengirit bahan bakar tanpa menyentuh persneling.
Kenyamanan Terusik. Sayang saat dilakukan tes pada permukaan jalan semen, pada kecepatan 60 km/jam kenyamanan terusik. Suara gemuruh dari permukaan jalan ke interior atau penumpang cukup mengganggu. Padahal, saat itu, audio yang menggunakan sistem dan 8 speaker Bose menghasilkan kualitas suara prima.

Namun, begitu meluncur di jalan dengan permukaan aspal mulus, kualitas audio mobil sangat mantap. Pengemudi pun bisa mengatur audio hanya dengan menekan tombol-tombol yang berada di setir.