10 March 2009

Toyota Avanza dan Innova Terlaris di Februari

Seperti sudah diberitakan Kompas sebelumnya (Penjualan Februari Naik Tipis, 6/3) untuk pangsa pasar otomotif nasional di bulan kedua, total untuk wholesale mencapai 33.912 unit. Angka itu meningkat tipis dibanding bulan sebelumnya yang mencetak 31.364 unit. Sementara itu, di sektor retail justru terjadi penurunan, dari 36.428 unit menjadi 35.757 unit.

Penguasaan pangsa pasar nasional masih tetap dipegang PT Toyota Astra Motor (TAM) dengan merebut 38,7 persen. Dari penjualan retail, ATPM Toyota itu mencatat total penjualan sebanyak 13.839 unit. Dua produk andalan Toyota, Avanza dan Innova, tetap menjadi primadona. Mini MPV menjadi penyumbang tertinggi, 7.242 unit, sedangkan Innova dengan penjualan sebanyak 3.041 unit.

Sementara itu, keluarga Toyota lainnya, seperti Vios, tetap memimpin di kelasnya dengan perolehan 451 unit. Peningkatan dialami Toyota Camry sebanyak 14,7 persen dengan total penjualan 117 unit. Justru, sedan hatchback-nya, Yaris, melonjak signifikan sekitar 25,7 persen atau terjual sebanyak 870 unit.

Bagaimana dengan Hilux 4 x 4 double cabin? Untuk Februari ini, mobil tersebut terjual sebanyak 61 unit, masih belum sesignifikan varian 4 x 2 single cab yang mencatat total penjualan 405 unit. Adapun di kategori SUV, untuk Rush dan Fortuner, masing-masing membukukan angka 576 unit dan 428 unit.

Sekalipun menjadi market leader, ”Toyota tetap berkomitmen memberikan produk dan pelayanan yang terbaik untuk para pelanggan setia Toyota,” ujar Johnny Darmawan, selaku Presdir TAM.

Harimau Tercepat di Dunia

Inilah Harimau tercepat di dunia. Kemampuannya, mobil ini bisa berlari dengan kecepatan maksimum 300 km/jam. Sprint 0-100 km/jam hanya 3,5 detik, sementara 0-200 km/jam, 10,4 detik. Saat ini, Si Harimau lagi ‘mejeng’ di arena Geneve Motor Show 2009 dan cukup mendapatkan perhatian dari berbagai media otomotif di seluruh dunia. Maklum, Si Harimau adalah hasil karya terbaru kolaborasi antara rumah desain terkenal asal Italia, Italdesign Giugiaro, dan Frazer-Nash ahli teknologi hibrida dan elektronik dari Inggris.

Nama Arab
Nama asli Si Harimau adalah Giugiaro Namir. Menurut Italdesign, kata namir berasal dari Arab yang berarti harimau. Karena itulah, mobil ini dilabur dengan warna oranye terang. Hanya belang hitamnya tidak ada. Meski begitu, agar unsur warna hitam harimau tetap ada, Italdesign menghitamkan bagian tertentu. Misalnya, kaca depan, kaca pintu, velg, dan gril radiator. Dengan kondisi seperti itu, Italdesign dan Frazer-Nash mantap menamakannya Namir alias Harimau.

Untuk menarik banyak orang melirik supersport hibrida ini, Italdesign Giugiaro menghimpun sejumlah fitur dengan unsur elegan, kekar, agresif, tetapi garis-garis bodinya tetap lentur. Fitur lain dari coupe dua tempat duduk ini adalah teknologi canggih dan estetika.

“Teknologi canggihnya adalah sistem kelistrikan dan elektronik avant-garde yang dibungkus dengan kemasan agresif berupa desain bodi dengan penampilan agresif,” komentar Fabrizio Giugiaro, Wakil Presdir dan Direktur Style Italdesign yang juga adalah putra Giorgetto Giugiaro, pendiri Italdesign.

Dari sumber tenaga, Harimau hibrida ini agak berbeda dibandingkan dengan versi yang sudah ada. Sistem hibridanya terdiri dari mesin rotari endothermic 814 cc dan empat motor listrik. Dengan kombinasi tersebut, konsumsi bahan bakar supercar ini—menurut—39 km/liter. Irit banget! Tak lupa dicantumkan emisi karbon dioksidanya hanya 60 gram/km.

Sarang Lebah
Untuk menyelesaikan proyek Harimau hibrida ini, Frazer-Nash bertugas menentukan jenis bahan bakar yang digunakan, roda, dan sistem pemindah daya. Adapun para ahli dan perancang dari Italdesign "dieksploitasi" menciptakan interior, perencanaan, rekayasa, dan teknologi yang akan diaplikasikan.

Struktur Namir terdiri dari sasis monokok yang dipasang pada serat karbon dengan panel berstruktur sarang lebah. Dengan teknologi ini, bobot bodi hanya 110 kg. Meski begitu, kekuatannya tetap kokoh dan menjamin pengemudi dan penumpang di dalamnya aman bila terjadi tabrakan.

Untuk memindahkan tenaga roda, hibrida seri ini menggunakan sistem 4 x 4 dengan diferensial digital. Mesin rotari berbahan bakar bensin disandingkan dengan generator untuk mengisi baterai lithium-ion polymer. Dengan tambahan dua motor listrik yang dipasang di roda depan dan belakang, total tenaga yang dihasilkan 270 kW atau 370 PS.

Tangki bahan bakar berkapasitas 50 liter disatukan pada sasis yang berada di bawah jok penumpang. Dengan tangki berisi penuh, mobil ini bisa digunakan untuk menjelejah sejauh sejauh 2.000 km.

Peranti lunak yang digunakan pada mobil ini dapat mengatur pembagian tenaga pada penggerak mobil sesuai dengan kebutuhan, kondisi mengemudi, dan lingkungan. Tambahan lain dari mobil ini adalah ABS, cruise control, dan kontrol stabilitas.

Layar Sentuh
Bagian tengah yang membentuk huruf V dibuat dari serat karbon yang dicetak dalam satu potong. Komponen bodi lainnya yang dicat dengan warna oranye menggunakan aluminium.

Tambahan lain adalah panel surya yang ditugaskan sebagai sumber energi untuk mengatifkan AC di dalam mobil. Estetika mobil tampak ketika semua pintu ditutup: kaca memanjang dari kap mesin sampai ke belakang pengemudi dan kepala penumpang. Lantas, turun ke samping pintu yang membuka dengan gaya gunting.

Penampilan makin keren dengan velg OZ 20 inci, 245/40 di depan, 275/40 belakang dari Vredestein Ultrac Sessanta. Untuk penerangan, digunakan lampu bi-xenon. Adapun di belakang, lampu sein, belakang, dan rem semua tipe LED, berada dalam satu kotak. Namun, warnanya berbeda.

Untuk interior, Italdesign mengusung konsep minimalis. Tujuannya, untuk menciptakan kelegaan buat pengemudi dan penumpang. Sistem kontrol dan informasi yang ditayangkan pada tiga monitor sentuh merupakan hasil kreativitas dan keahlian Italdesign Giugiaro dengan kehebatan Frazer-Nash di bidang elektronik.

Tiga layar monitor sentuh dipasang di belakang setir heksagonal. Pada layar ini terdapat perintah atau tombol untuk infotainment, informasi GPS, hi-fi, AC, informasi teknis seperti pengisian baterai, jumlah bahan bakar, suhu interior, eksterior, dan pesan-pesan peringatan lainnya.

Ada fitur menarik lain pada interior. Untuk mengoperasikan cruise control, lampu eksterior, penghapus kaca, dan kaca spion, cukup dengan sentuhan ujung jari. Semua itu, membuat Harimau hasil kolaborasi Italia dan Inggris ini pantas dijuluki sebagai konsep supercar modern.

Dimensi
Panjang : 4.560mm
Tinggi : 1.186 mm
Lebar : 1.972 mm
Celah terendah : 115 mm
Jarak sumbu roda : 2.630 mm

Ban
Ban depan : 245/40R20
Ban belakang : 275/40R20
Velg depan : 8,5 x 20
Velg belakang : 10 x 20
Berat : 1450 kg

07 March 2009

Hyundai Perkenalkan X-over Baru: ix-onic

Perang di segmen x-over makin seru. Hyundai Motor dari Korea Selatan juga meluncurkan konsep x-over terbarunya di Pameran Mobil Jenewa. Mobil tersebut merupakan hasil karya para perancang Hyundai di markasnya di Eropa, yaitu Rüsselsheim, Jerman.

X-over yang diperkenal diberi nama ix-onic—nama yang unik—(menurut Hyundai dibaca: ik-sonik) yaitu SUV kompak 4 x 4 dengan panjang total 4.400 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.650 mm.

Kendaraan menggunakan mesin 1,6 liter, 4 silinder, bensin, injeksi langsung (Gdi) yang dilengkapi dengan turbo dan mampu menghasilkan tenaga 170 PS. Fitur mesin yang ditawarkan ISG (Idle Stop & Go) dan transmisi 6 kecepatan dengan kopling ganda.

Menurut Hyundai, ini merupakan mesin generasi mendatang mereka yang hanya mengeluarkan emisi CO2, 149g/km. Pada pameran ini, Hyundai juga memperagakan i20 dan i30 Blue yang dilengkapi dengan ISG.

05 March 2009

Qazana, X-over Kompak Andalan Terbaru Nissan

Salah satu mobil konsep Nissan yang paling menarik dan saat ini mejeng di Geneva Motor Show adalah Nissan Qazana. Sebuah x-over terbaru Nissan berukuran kompak.

Hebatnya lagi, menurut Carlos Tavares, Executive Vice President Nissan Motor, Qazana segera diproduksi tahun depan, pada pabrik mereka di Sunderland, Inggris. Bagi mereka yang sudah “kesengsem” dengan Qazana tidak harus menunggu terlalu lama.

Eksterior. Ukuran Qazana yang kompak dapat dilihat dari dimensinya: panjang 4.060 mm, tinggi 1.570 mm, lebar 1.780 mm, dan jarak sumbu roda 2.530 mm. Juga lebih tinggi dan tentu saja cocok buat kondisi jalanan Indonesia, yang sering rusak atau dilanda banjir.

Hebatnya lagi, x-over ini menggunakan velg 20 inci yang membuatnya tampak gagah, maskulin, kekar, dan tentu saja, “hhhmmm..,.” ingin segera memilikinya.

Menurut Nissan, dengan postur lebih tinggi, beberapa aspek penting dari mobil, misalnya suspensi, “langkah” dibuat lebih panjang. Dengan demikian, roda dijamin tidak akan menghantam fender dan relatif nyaman selama menerabas jalan yang penuh dengan “ajrut-ajrutan”.

Dari samping, sosok Qazana mirip dengan coupe. Pintunya berkesan hanya dua. Kenyataannya, setiap sisi punya dua pintu. Pintu depan membuka ke arah depan, sedangkan belakang, mengayun ke arah belakang. Pintu tidak bisa dibuka secara manual atau mekanis, tetapi menggunakan tenaga listrik. Menurut Nissan, demi keamanan, pintu belakang baru bisa dibuka bila depan terbuka.

Sosok dan penampilan Qazana sangat menarik. Selain catnya, disebut Nissan Putih Titanium dan membuatnya makin keren, dari samping posturnya mirip mobil coupe.

Ketika kedua pintu samping dibuka secara bersamaan, tersingkaplah interior yang dengan wajah yang menggoda dan menggairahkan. Pengemudi dan penumpang bisa masuk dengan mudah dan disambut dengan kehangatan penampilan interior.

Diilhami sepeda motor. Melihat interior lebih seksama, rasa kagum dipastikan muncul. Bukan hanya pada keberanian desainer Nissan Eropa memilih warnanya, melainkan juga konsep desainnya.

Kombinasi dasbor, konsol tengah tempat tongkat pemindah gigi, mirip dengan postur sepeda motor sport. Tak hanya desain, kombinasi materi untuk menampilkan bentuk sepeda motor juga diusahakan sama.

“Rasa mekanis interior, bentuk konsol boks dan tatakan tangan diilhami dari tangki bensin dan jok sepeda motor sport,” jelas Paul Ray, Senior Interior Desainer Nissan Eropa tentang desain interior mobil ini. “Sensasi naik motor dipindahkan ke Qazana,“ tambahnya.

Konsep baru lain yang diaplikasi pada Qazana adalah jok “mengapung”. Jok tidak langsung dipasang pada lantai.

Dasbor didominasi oleh layar monitor yang dipasang di tengah. Di antaranya adalah dua layar navigasi, yang memberikan informasi penting tentang all mode AWD yang dikontrol secara elekronik dari mobil ini.

On-road & Off-road. Dengan ukurannya yang kompak, Qazana ideal untuk pemakaian dalam kota. Di lain hal, dengan spesifikasi mutakhir dan penampilan yang energik juga bisa buat petualangan ke tempat dengan jalanan tidak beraspal.

Crossover ini bisa dibawa ke pantai, off-road, atau menelusuri perkampungan. Menurut Nissan, Qazana adalah hasil perkawinan SUV dan mobil sport. Ternyata, selain diilhami oleh sepeda motor, Qazana juga mengadopsi karakter kendaraan buggy yang banyak digunakan di pantai dan padang pasir.

Dengan ini, Qazana diarahkan kepada konsumen yang membutuhkan satu kendaraan dengan berbagai kemampuan, on-road dan off-road.

Elemen Bulat. Qazana banyak menggunakan rancangan dengan elemen bulat, seperti Murano dan Qashqai. Hal tersebut dapat dilihat pada lengkungan fender ban dan kap mesin. Ciri yang masih dipertahankan di bagian belakang yang juga digunakan pada Murano dan Qashqai adalah kaca belakang yang tinggi.

Ciri khas Nissan lainnya adalah lampu belakang berbentuk “bumerang” yang digunakan 370Z.

Wajah Qazana didominasi dengan empat lampu depan. Dua lampu bulat berada di bumper plus sepasang lampu siang model strip yang berada di spoiler atas. Lampu lainnya berada di samping kap mesin.

Bagi Nissan, Qazana adalah solusi radikal untuk menentukan tipikal produk yang cocok bagi konsumen mereka di masa mendatang!