17 August 2009

Suzuki Mulai Jual Hybrid 2011

Teknologi hibrida terus berkumandang. Setelah Toyota dan Honda mulai memasarkan produk hibridanya, kini giliran Suzuki merambah pasar Amerika 2011. Demikian kabar yang dikutip dari kantor berita Jepang, Nikkei.

Bekerja sama dengan General Motors Corp, merek berlambang "S" ini tengah mengembangkan sistem hibrida terbaru, yakni menggunakan baterai ion litium berukuran kecil, tetapi dengan daya listrik cukup besar. Sistem kendaraan ini nantinya mampu menempuh jarak 20 persen lebih jauh dari mobil berbahan bakar bensin.

Hadirnya Suzuki menambah kekuatan Jepang di segmen hibrida setelah sebelumnya Toyota (Prius) lebih dahulu, kemudian disusul Honda (Insight). Kehadiran ini sekaligus juga memberi opsi bagi konsumen untuk memilih kendaraan hibrida. Kerja sama dengan GM masih terus berlanjut meski produsen mobil dari Amerika Serikat itu sempat pailit Juni lalu.

Sedan midsize Suzuki, Kizashi, yang diluncurkan baru-baru ini akan menjadi varian yang diandalkan untuk mengadopsi sistem dua mesin ini.

Di sisi lain, Toyota Motor Corp (TMC) tak berencana untuk segera memproduksi Yaris hibrida di Perancis. Hal tersebut diutarakan Philippe Boursereau selaku General Manager Product and Corporate Communications Toyota di Perancis.

“Belum ada rencana sekarang ini untuk memproduksi mobil hibrida yang lebih kecil," ungkapnya seperti dikutip kantor berita AP, akhir pekan lalu. Ketegasan ini menjawab adanya spekulasi untuk menambah lini produk hibrida yang selama ini didengungkan, yaitu Yaris, untuk pasokan area Eropa dengan basis produksi di Perancis.

Boursereau melanjutkan, Toyota baru akan menawarkan sistem hibrida untuk seluruh produknya setidaknya dalam satu dekade mendatang. "Jadi yakinlah, tak akan ada versi hibrida untuk Yaris setidaknya 10 tahun ke depan," lanjutnya.

16 August 2009

Chevrolet Cruze Dipasarkan September Depan

New GM menunjukkan jati dirinya sebagai produsen mobil global dengan menggarap pasar Indonesia secara lebih gencar. Salah satunya menawarkan produk terbaru, Chevrolet Cruze, di segmen sedan.

"Dalam waktu dekat, akan dipasarkan produk terbaru kami, jenis sedan. Saat ini kami masih menghitung harga, apalagi segmennya kecil," papar Managing Director PT GM Autoworld Indonesia (GMAI) Mukiat Sutikno di Jakarta, Rabu (19/8).

Dari bisikan yang diperoleh dari internal GMAI, Cruze dipilih mengingat masih belum tersedianya segmen ini di jajaran produk miliknya. Bahkan informasinya, saat ini pengujian masih berlangsung dan akan diluncurkan secara resmi September 2009, mungkin pasca-Lebaran.

Salah satu opsinya, ATPM akan memasok sedan kompak ini dari pabriknya di Korea Selatan, sama dengan New Sparks yang akan dipasarkan 2010. Di kelas ini, Cruze akan memperoleh hadangan yang berat dari pimpinan pasar sementara, Honda All New Civic, Toyota Altis, Mitsubishi Lancer, dan Ford Focus.

Selain itu, sedan yang memperoleh lima bintang dari Australian New Car Assessment Program (ANCAP) dalam uji benturan ini, rencananya akan ditawarkan dalam tiga pilihan mesin, yakni, 1.600 cc, 1.800 cc, dan 2.000 cc.

Di Negeri Ginseng, mobil ini dikenal dengan sebutan Daewoo Lacetti Primiere. Adapun label Cruze digunakan di Australia. Harganya antara Rp 300 juta dan Rp 350 juta.

14 August 2009

458 Italia, Supercar Terbaru dan Tercanggih dari Ferrari

Ferrari memperkenalkan supercar terbarunya, yang diberi label 458 Italia. Mobil ini nantinya akan menggantikan posisi F430. Dari aspek mesin, desain, aerodinamika, pengendalian, instrumentasi, dan ergonomis, 458 total baru. Lebih menarik lagi, teknologi mesin paling canggih dengan efisiensi kerja terbaik dari seluruh produk yang pernah dibuat oleh Ferrari.

Prestasi lain yang ditoreh Ferrari pada mobil ini adalah konsumsi bahan bakar yang lebih irit. Terakhir ini, tujuannya agar bisa mencapai standar CO2. Padahal, kapasitas dan tenaga yang dihasilkan mesin lebih besar dibandingkan dengan pendahulunya, F340.

Para pengamat menilai, 458 Italia merupakan lompatan besar Ferrari dalam bidang teknologi otomotif, terutama untuk mendapatkan performa dan standar emisi gas buang dalam sejarah perusahaan mobil kebanggaan Italia tersebut.

Sayap aeroelastis
Penampilan 458 Italia sangat berbeda dengan pendahulunya, dinilai lebih kompak dan praktis. Dimensinya: panjang 4.527 mm, lebar 1.937 mm, dan tinggi 1.213 mm. Jarak sumbu roda 2.650 mm.

Hidung mobil dilengkapi dengan sayap kecil aeroelastis yang menghasilkan downforce (daya cengkeram), ketika mobil dikebut habis. Bentuk sayap kecil ini akan berubah sesuai dengan kecepatan mobil. Pada kecepatan, aliran udara ke radiator dikurangi, sekaligus memperkecil hambatan angin. Dengan cara ini, daya cengkeram bisa dihasilkan sampai 140 kg pada kecepatan 200 km/jam.

Kemampuan mesin
Mesin V8 berkapasitas 4,5 liter mampu menghasilkan tenaga 570 PS (425 kW) dan torsi 540 Nm. Dengan tenaga dan torsi sebesar itu, 458 Italia bisa sprint 0–100 km/jam dalam waktu 3,4 detik. Tak kalah mengagumkan, Ferrari bisa sampai kecepatan top, 325 km/jam.

Mesin V8 ini merupakan produk pertama Ferrari yang menggunakan sistem injeksi langsung. Mesin ini dipasang di tengah-belakang. Ciri lain mesin, menggunakan piston kompresi tinggi. Gesekan pada jeroannya juga rendah. Inilah yang membuat mesin Ferrari terbaru ini irit, tetapi responsif dibandingkan F340.

Berdasarkan rilis Ferrari, perbandingan kompresi mesin mencapai 12,5 : 1. Mesin makin mantap kerjanya karena menggunakan poros engkol (kruk as) datar. Hasilnya, tenaga maksimal dihasilkan pada @9.000 rpm. Atau untuk setiap liter mesin menghasilkan 125 PS (94 kW). Sementara itu, torsi dihasilkan pada 6.000 rpm. Sebanyak 80 persen lebih dari torsi tersedia pada putaran 3.250 rpm.

Untuk memindahkan tenaga mesin ke roda, digunakan transmisi 7 kecepatan plus kopling ganda (dual-clutch). Transmisi ini sama dengan yang digunakan pada California.

Menurut Ferrari, kopling ganda dan injeksi langsung menurunkan emisi CO2 menjadi 320 g/km. Konsumsi bahan bakar, 13,7 liter/100 km (7,2 km/liter). Hal ini juga diperoleh berkat turunnya bobot menjadi 1.380 kg karena menggunakan sasis dari aluminium. Distribusi 42 di depan dan 58 di belakang.

Fitur lainnya adalah sistem kontrol traksi dan E-Differential dan F1-Trac. Dengan teknologi, gejala spin bisa dicegah, menjadikan Ferrari benar-benar mantap diajak berakselerasi. Untuk suspensi, depan pakai double wishbone dan belakang multi-link.

Kontrol di setir
Fitur inovatif dan dinilai sangat menarik adalah bentuk setir dan dasbor. Dalam hal ini, Ferrari memanfaatkan teknologi dan pengalamannya di F1. Hasilnya, sistem kontrol mobil bekerja dengan cepat dan presisi. Dijelaskan pula, keputusan Ferrari menggunakan sistem kontrol di setir berdasarkan masukan dari pebalap F1 mereka yang paling sukses, Michael Schumacher.

Dengan menggunakan ECU berkemampuan tinggi untuk mengontrol kerja ABS, jarak pengereman yang dihasilkan, 100–0 km/jam, 32,5 meter.

Dijelaskan pula, segmen konsumen 458 Italia berbeda dengan California. Bila California diciptakan bagi mereka yang menginginkan sportcar serbaguna, 458 Italia bagi mereka yang cuma sekali-kali ingin menguji kemampuannya di trek dan lebih sering sebagai mobil harian.

Kendati sudah diperkenalkan kepada media, 458 Italia akan ditampilkan pertama kali di depan publik di Frankfurt Auto Show September mendatang. Sementara itu, penjualan baru dilakukan awal pertengahan tahun depan.

Toyota Sodorkan Vitz Hybrid Versi Termurahnya

Meski masih menjadi market leader di segmen hybrid, harga Toyota Prius III yang 2,05 juta yen itu dinilai agak mahal. Sementara itu, di Indonesia mobil itu dibanderol Rp 585 juta. Mendapat saingan dari Honda dengan Insight hybrid, pabrikan mobil terbesar di Jepang, Toyota Motor Corp (TMC), kembali mempersiapkan kendaraan teknologi hibrida versi termurahnya dan paling efisien.

Santer disebutkan kalau Toyota sedang menyiapkan sedan Auris hybrid untuk versi murah. Namun, pihak manajemen TMC seperti dilaporkan Yomiuri Shimbun, Jumat (14/8) mengumumkan bahwa Toyota akan membangun model baru hybrid yang menggunakan Vitz.

Sedan subcompact ini kalau di Eropa bernama Yaris, sama seperti di Indonesia. Toyota menargetkan pada 2011 sudah dilempar ke pasar Jepang, termasuk luar negeri, seperti Amerika dan Eropa.

Mengenai harga, kendaraan hibrida itu diperkirakan mencapai 1,5 juta yen, jauh di bawah Prius yang kini dibanderol 2,05 juta yen.